NovelToon NovelToon
Ola, Tuan Mafia!

Ola, Tuan Mafia!

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Action / Romansa Fantasi
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: Four

Pengantin Pengganti Untuk Mafia.

Laura dijebak saat dia berniat bekerja sebagai seorang Nanny di sebuah mansion besar McManaman, Irlandia. Ia justru dijadikan pengantin untuk menggantikan putri berharga sekaligus pewaris McManaman dan menikahkan Laura dengan seorang Killian Marcano demi keuntungan sekaligus menjadi jembatan perdamaian antara dua keluarga mafia Irlandia dan New York.

Tekanan, ancaman, darah dan nyawa menjadi taruhan bagi Laura sehingga dia terjebak dalam lingkaran Sindycat. Dan berniat meracuni Killian Marcano di malam pertama mereka.

°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°
Mohon Dukungannya ✧⁠◝⁠(⁠⁰⁠▿⁠⁰⁠)⁠◜⁠✧

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Four, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

OTM — BAB 07

WINE

Dengan tangan lainnya, ia sudah membawa botol anggur entah sejak kapan. Lalu membukanya dengan jempol, menuangkan sedikit cairan berwarna merah tua itu ke dada Laura yang terbuka.

"Jangan melawan," bisiknya di telinga gadis itu, suaranya berat dan menakutkan sekaligus memikat. "Karena semakin kau melawan, semakin kau akan menyadari... kau tak akan pernah bisa pergi dari sini."

Laura menahan napas, tubuhnya kaku, menatap ke arah langit-langit kamar yang gelap, menyadari bahwa ia kini berada di tempat yang jauh lebih berbahaya daripada yang ia bayangkan — bukan sekadar di antara musuh, melainkan di genggaman seseorang yang tak akan melepaskannya, apa pun yang terjadi.

Cairan merah tua itu melebar perlahan di atas kulit putih Laura, hangat dan lengket, menyisakan jejak yang tak dapat dihapus begitu saja. Killian menunduk perlahan, dan tanpa mengalihkan pandangan dari wajah gadis itu, ia menjilat perlahan tumpahan anggur itu.

Laura tersentak hebat, tubuhnya melengkung mencoba menjauh, namun kedua tangannya masih tertahan kuat di atas kepala. Gigi-giginya bergemeratup, ia berusaha menahan agar tidak mengeluarkan suara, agar tidak terlihat betapa setiap sentuhan itu menggetarkan keseluruhan dirinya. Justru keheningan dan perlawanan yang tertahan itu tampak semakin mengundang minat pria itu.

“Apa yang kau lakukan? Lepaskan aku! Menjijikan!”

"Jangan menahan diri," bisiknya, lalu kembali menunduk, kali ini lebih lama, menjilat setiap tetes yang tersisa, menghisap perlahan di area dada yang kini tertutup noda anggur yang samar.

Naluri tubuhnya berkhianat; setiap kali lidah itu menyentuh kulitnya, sebuah getaran halus menjalar ke seluruh urat nadi, membuatnya semakin lemah meski hatinya tetap membara. Ia menggeliat, mencoba meronta lebih kuat, namun cengkeraman itu tak bergeming. Pipinya merona panas.

Killian mengangkat wajahnya, menatapnya lekat-lekat, seakan menikmati setiap perubahan ekspresi yang melintas di wajah itu.

“Ekspresi yang seksi...” suaranya terdengar serak dan berat, membuat merinding Laura.

Ia menuangkan lagi sisa anggur di atas dadanya, lalu melempar botol itu ke lantai hingga berbunyi nyaring dan pecah berkeping-keping. Tanpa menunggu, ia kembali menunduk, kali ini lebih dalam, menghisap cairan itu bersama napasnya sendiri. Laura memejamkan mata erat, menahan tangis yang hampir pecah dan mengigit bibir bawahnya sekuat tenang.

“Tolong hentikan...” rintihnya.

Pria itu mengangkat wajahnya sekali lagi, tangan bebasnya mengusap pipi Laura dengan lembut yang kontras dengan tatapannya yang tajam.

"Malam ini aku ingin melihat ekspresi yang lain darimu." ucapnya rendah.

Laura membuka matanya seketika, menatapnya dengan kebencian yang meluap. Tanpa ragu, ia meludahi wajah tampan itu. Sontak Killian menutup mata saat pipinya terciprat ludah.

"Keparat! Bajingan!" serunya, suaranya bergetar namun penuh amarah. "Kau tidak lebih baik dari sampah!"

Killian memejamkan matanya sejenak, membiarkan ludah itu menetes di pipinya, lalu membuka mata kembali — tatapannya kini sedingin es. Ia mengusapnya dengan punggung tangan, seolah tak ada yang terjadi.

"Semoga saja kebencianmu sekuat itu sampai pagi," jawabnya singkat.

Ia menarik tubuh gadis itu ke tengah ranjang, masih menahan kedua pergelangan tangannya dengan satu tangan. Tangan lainnya turun perlahan, menyusup ke bawah, menyentuh area yang paling pribadi dan terlarang bagi Laura. Gadis itu menegang seketika, napasnya tercekat, mencoba merapatkan kedua kakinya, namun pria itu mendesak masuk, tangannya menyentuh begitu dekat, begitu jelas, membuatnya gemetar hebat.

"Malam ini aku akan menghancurkan apa yang paling berharga bagi keluarga McManaman," bisiknya di telinga Laura. "Dan kau adalah pembungkusnya."

"Lepaskan... jangan..." Laura menggigit bibirnya, menatapnya tajam meski matanya mulai berkaca-kaca. “Aku...” ia ingin mengatakan kalau dia bukan McManaman namun rasanya sulit karena teringat akan adiknya.

“Hentikan...”

Ia mendongak, tubuhnya menegang saat merasakan sentuhan itu — intim, jelas, tak dapat dielakkan. Ia merapatkan kakinya, namun tangan besar itu tetap bisa menyusup masuk, meraba, mengusik, membangkitkan sensasi yang ingin ia tolak sekuat tenaga. Ia menggigit bibirnya hingga terasa pahit, menahan agar tidak mengeluarkan suara yang akan memuaskannya.

Killian menyeringai kecil, semakin mendekat hingga hidungnya menyentuh pipi Laura. Tangannya bergerak semakin cepat, semakin dalam, membawa gadis itu ke ambang sesuatu yang membuatnya tak berdaya melawan.

Napas Laura memburu, tubuhnya melengkung, ia menggeliat bukan karena menolak saja, melainkan karena sesuatu yang lain mulai mendesak di dadanya — sesuatu yang memalukan dan menjijikkan baginya. Tepat saat ia hampir mencapai puncaknya, Killian menarik tangannya perlahan dan berhenti.

Laura terengah-engah, matanya terbuka lebar, merasa dikhianati oleh tubuhnya sendiri. Ia mengumpat dalam hati, merasa hampa sekaligus kesal — mengapa ia justru merasakan sesuatu yang begitu mendebarkan dari tangan orang yang ingin ia benci?

"Memohonlah," ucap Killian pelan, menatap wajahnya yang bercampur aduk antara marah dan kecewa. "Memohonlah padaku, mungkin aku akan melanjutkannya."

"Pergilah ke neraka!" jawab Laura tegas, suaranya masih bergetar namun tak menyerah. "Aku tidak akan memohon hal menjijikan padamu."

Killian tersenyum tipis, lalu mengusap bibirnya dengan tangan yang masih lembap akibat cairan wanita itu.

Ia menyentuh bibir Laura, mengusapnya perlahan, lalu menekannya — ciuman yang kasar, penuh gairah, penuh kemarahan yang tertahan. Tangan lainnya naik mencengkram leher gadis itu dengan lembut namun menindas, menciptakan sensasi lain yang membuat jantung Laura berpacu tak menentu. Ia ingin mendorongnya, ingin meludahinya lagi, namun tubuhnya justru menahan dirinya sendiri, bingung antara rasa jijik dan getaran yang tak ingin ia akui.

Tak lama, ia melepaskannya perlahan, berdiri di tepi ranjang sambil menatap gadis itu yang kini meringkuk menarik selimut menutupi tubuhnya.

"Aku tidak suka menghancurkan seseorang terlalu cepat," ucapnya tenang, seakan tak ada apa-apa yang baru saja terjadi. "Aku ingin menikmatinya perlahan."

Laura menatapnya tajam, matanya menyala penuh amarah sekaligus rasa malu yang mendalam. Ia merasa ternodai, meski keperawanannya belum diambil sepenuhnya. Ia memeluk lututnya, menarik selimut menutupi dada hingga dagu, berusaha melindungi sisa harga dirinya yang tersisa.

"Dan ingat satu hal lagi," lanjut Killian, menatapnya tajam. "Jangan pernah mencoba membunuhku dengan racun lagi. Jika kau ingin melakukannya, pastikan tak ada jejak yang tertinggal. Atau kau akan melihat lebih banyak orang mati di depan matamu. Atau aku akan memeprkosa mu, nona."

Ia berbalik, berjalan menuju laci, mengambil beberapa kotak obat yang sama yang digunakan Laura tadi, lalu membawanya masuk ke ruang ganti tanpa menoleh kembali. Pintu tertutup, meninggalkan Laura sendirian dalam keheningan yang mencekam.

Gadis itu menatap pintu yang tertutup itu, mengerutkan kening, bingung sekaligus masih diliputi rasa muak pada dirinya sendiri.

“Menjijikkan.”

Mengapa tubuhnya berbalik mengkhianatinya? Mengapa di antara semua rasa sakit dan benci itu, ada sedikit rasa yang tak dapat ia sebutkan namanya? Ia memeluk dirinya sendiri erat-erat, berjanji dalam hati — ia tidak akan membiarkan dirinya jatuh lebih dalam lagi, tidak akan membiarkan Killian Marcano menang sepenuhnya.

1
Mia Camelia
Jolie siapa sih😂 jadi curiga klo dia ada hubungan nya sama Laura 🤭
Tiara Bella
mungkin ada sebabnya killian gk makan dirmh itu.....
vnablu
Cemunguut thorrr up nyaa😘
Yusry Ajay
semangat up Thor 💪🤗
Four.: wokayyyy/Determined//Determined/
total 1 replies
vnablu
Okeeee thorr akuu ngikut ajaaa🤭🤭🤭... Semangat terus buatt up nyaa yaa 😄
Four.: wokayyyy/Scream//Determined/
total 1 replies
Tiara Bella
jangan² yg marganya vettel mantannya Laura 🤭
Tiara Bella: waduh....
total 2 replies
Kinara Widya
siap kak...🥰🥰🥰
Four.: /Good//Good//Good/
total 1 replies
Mia Camelia
ehmm pasti ini ulah nya Muchus nyerang meraka😂
Four.: yakinnn
total 1 replies
Tiara Bella
cepat pergi dr sana Nico drpd nanti kena serangan....
Four.: ho, oh
total 1 replies
Eci Rahmayati
nahhh udah ada yg ngincer sebaiknyaa pindahh
Four.: cuman tukang tani kok
total 1 replies
Kinara Widya
Nico bawa pergi semuanya...tempat Lily sudah tidak aman.
Four.: harusnya yee
total 1 replies
Yusry Ajay
semangat up Thor 💪🤗
Four.: wokayyy
total 1 replies
vnablu
kapann nih romantis nyaa kalian 😌
Four.: bentar lagi 😌
total 1 replies
vnablu
SEMANGAT terus thorrr up nyaaa😄😄
Four.: wokayyyyy
total 1 replies
Mia Camelia
kiliian dingin banget sih ke laura😔, kapan bisa romantis nya nih😂
Four.: kapan kapan 😁
total 1 replies
Tiara Bella
Laura km bertanya tanya.....aku pun sama😄🤭
Four.: aku pun juga
total 1 replies
Eci Rahmayati
apa mereka pernah bertemu seblm nya dalam keadannnn mabuk atau apalah ya.. 🤔
Four.: mungkin aja sihhh
total 1 replies
Tiara Bella
what happen ya....
Four.: sesuatu yang..... 😮
total 1 replies
Kinara Widya
ada apa dg masalalu Laura atau mungkin masalalu mereka
Four.: gak ada kokkk/Slight/
total 1 replies
Eci Rahmayati
musuhnya kiliannn
Four.: yap, benar
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!