NovelToon NovelToon
Penjaga Jurang Iblis Yang Di Khianati

Penjaga Jurang Iblis Yang Di Khianati

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Iblis
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: edwin setiawan

Xiao Chen bukan jenius kultivasi. Di Klan Xiao, dia adalah "Sampah Abadi" - ranah kultivasinya stuck di Pemurnian Qi level 3 selama 1000 tahun. Karena itu, dia dibuang untuk menjaga Jurang Iblis, tempat paling hina di klan. Tidak ada yang tahu, Jurang Iblis itu adalah segel dunia, dan selama 1000 tahun Xiao Chen bertarung sendirian setiap malam melawan gelombang iblis yang tak berujung. Para iblis tidak takut pada Tetua Klan, mereka hanya takut pada satu nama: Xiao Chen.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon edwin setiawan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Raja Iblis Bangun & Kota Batu Hitam Terkepung*

Sepuluh hari berlalu seperti sepuluh tahun bagi Kota Batu Hitam.

Setelah kejadian Iblis Serigala, tidak ada lagi karavan yang berani lewat Pegunungan Tujuh Pedang. Jalur perdagangan utama terputus. Harga beras naik tiga kali lipat, harga obat naik lima kali lipat. Orang-orang kaya mulai mengungsi ke Kota Utama Azure, meninggalkan rumah mereka yang terkunci rapat.

Hanya Kedai Teh di ujung jalan yang tetap buka, dan anehnya, tetap menjual teh dengan harga yang sama: 1 koin tembaga per cangkir.

Ling'er kini bukan lagi gadis pemulung. Dengan rumah baru yang tidak bocor dan sandal baru, dia datang setiap pagi dengan pakaian bersih, membantu Xiao Chen. Kultivasinya sudah menembus Pemurnian Qi tingkat 6 dalam 10 hari, kecepatan yang jika diketahui Klan Xiao akan membuat Tetua Agung muntah darah karena iri. Kitab Teh Iblis - Bab Kedua yang diajarkan Xiao Chen adalah tentang "Mendengarkan Teh" - yaitu merasakan energi di sekitar melalui uap teh.

"Bos Teh, uap teh hari ini rasanya berat," kata Ling'er pagi itu di hari ke-10, sambil mengerutkan kening menatap teko yang mengepul.

Xiao Chen yang sedang duduk di kursi bambu, membuka matanya. Mata merah keemasannya berkilat sepersekian detik.

"Kau sudah bisa merasakannya ya," katanya pelan.

Di saat yang sama, 300 kilometer jauhnya, di dasar Jurang Iblis.

Segel yang sudah bertahan 5000 tahun, yang ditambal dengan darah dan nyawa Xiao Chen selama 1000 tahun, akhirnya...

_KRAK... KRAK... DUARRRR!!!_

Meledak.

Bukan retak. Meledak total. Batu-batu segel yang ditulis oleh pendiri Klan Xiao dengan darahnya sendiri hancur menjadi kerikil. Dari lubang menganga selebar 100 meter itu, keluar bukan asap. Keluarlah KEHENINGAN.

Keheningan yang menelan semua suara. Burung-burung di pegunungan berhenti berkicau. Angin berhenti bertiup. Bahkan air terjun di dekat jurang berhenti mengalir sesaat.

Lalu, dari keheningan itu, terdengar napas.

_HUUU... HAAAH..._

Satu napas saja membuat pohon-pohon besar di sekitar jurang layu dan mati. Kabut hitam yang sangat pekat, jauh lebih pekat dari sebelumnya, keluar dan membentuk sebuah tangan raksasa yang menyentuh langit.

Dari dalam lubang, naiklah sosok itu.

Tingginya 10 meter, tubuhnya seperti manusia tapi kulitnya adalah batu hitam yang retak dan mengeluarkan lava hitam. Di kepalanya ada dua tanduk melengkung seperti bulan sabit. Matanya tidak ada, hanya dua lubang kosong yang menyala dengan api hitam. Di punggungnya ada sayap yang robek, tapi masih bisa membuat bayangan menutupi setengah gunung.

Raja Iblis Sejati - General Iblis Kegelapan, Mo Sha. Makhluk yang 5000 tahun lalu disegel oleh Pendiri Klan Xiao dengan mengorbankan seluruh kultivasinya, bukan karena tidak bisa dibunuh, tapi karena tidak bisa dibunuh. Satu-satunya cara adalah menyegelnya.

Dan Mo Sha adalah iblis yang bahkan ditakuti oleh Raja Iblis Mata Seribu. Karena Mo Sha tidak makan manusia. Mo Sha makan iblis lain untuk menjadi lebih kuat.

Mo Sha mengangkat kepalanya yang tanpa mata itu, mengendus udara dunia manusia untuk pertama kalinya dalam 5000 tahun.

"Bau... bau darah manusia yang segar..." suaranya seperti dua batu besar digesek. "Dan... bau... dia? Penjaga itu? Dia tidak ada di sini lagi?"

Mo Sha tertawa. Tawanya membuat gempa bumi kecil.

"BAGUS! PENJAGA TUA ITU SUDAH PERGI! DUNIA INI MILIKKU LAGI!"

Dia tidak langsung menyerang Klan Xiao yang ada di depannya. Dia berbalik, menghadap ke arah selatan. Ke arah di mana ada cahaya kecil yang hangat, yang tidak ada 5000 tahun lalu. Ke arah Kota Batu Hitam.

Di sana, ada banyak manusia berkumpul. Dan di sana, ada sesuatu yang menariknya. Tubuh Yin Iblis Murni. Makanan paling lezat untuknya.

Mo Sha mengepakkan sayapnya yang robek. Sekali kepak, dia sudah berada 10 kilometer jauhnya. Targetnya: Kota Batu Hitam.

---

Di Kota Batu Hitam, jam 12 siang.

Langit yang tadinya cerah, tiba-tiba menjadi gelap seperti jam 7 malam. Bukan karena awan. Karena sesuatu yang sangat besar terbang menutupi matahari.

Semua orang keluar rumah, menatap langit.

"Apa... apa itu?!"

Seekor burung? Tidak, terlalu besar. Naga? Tidak ada naga sehitam itu.

Hu San yang sedang menjaga gerbang kota adalah yang pertama melihat jelas. Dia melihat sayap robek dan dua tanduk. Lututnya lemas.

"I-Iblis... Raja Iblis..."

Bel kota yang tidak pernah dibunyikan selama 100 tahun, dibunyikan. _TENG! TENG! TENG!_

"IBLIS MENYERANG! SEMUA SEMBUNYI! IB..."

Penjaga yang membunyikan bel itu tidak sempat menyelesaikan kalimatnya. Hanya dengan napas Mo Sha dari jarak 1 kilometer, penjaga itu menjadi patung batu hitam, lalu hancur menjadi abu.

Jeritan membahana di seluruh kota. Semua orang berlari panik. Para pemburu iblis yang tadinya gagah, kini lari lebih cepat dari warga biasa.

Mo Sha mendarat di luar gerbang kota. Tanah retak. Rumah-rumah di dekat gerbang hancur hanya karena pendaratannya. Dia tidak masuk ke kota. Dia hanya berdiri di sana, mengendus.

"Keluarlah... Tubuh Yin Kecil... Aku mencium baumu... Jadilah makananku, dan aku akan membiarkan kota ini hidup setengah hari lebih lama..."

Suaranya masuk ke setiap telinga, ke setiap rumah.

Di dalam Kedai Teh, Ling'er yang mendengar suara itu langsung memuntahkan darah. Tubuh Yin Iblis Murninya bereaksi keras. Dia merasakan jiwanya seperti mau ditarik keluar dari tubuhnya.

Xiao Chen menangkap Ling'er sebelum dia jatuh. Wajahnya akhirnya tidak lagi mengantuk. Wajahnya dingin seperti es di dasar jurang.

"Bos Teh... aku... aku sakit... dingin..." erang Ling'er.

"Jangan dengarkan dia. Bernapas seperti yang aku ajarkan. Ingat cara menyeduh teh," kata Xiao Chen sambil menyalurkan sedikit energi hitam hangat ke punggung Ling'er untuk melindunginya.

Dia mendongak, menatap ke arah gerbang kota, menatap Mo Sha yang tingginya 10 meter, yang bahkan dari sini terlihat jelas.

Mo Sha.

Dia mengenalnya. Selama 1000 tahun, Mo Sha adalah satu-satunya iblis di dasar jurang yang tidak pernah berani mendekati segel jika Xiao Chen sedang duduk di atasnya. Mo Sha takut padanya, karena Mo Sha tahu, Xiao Chen bukan manusia biasa lagi setelah 1000 tahun memakan energi jurang.

Xiao Chen meletakkan Ling'er di dalam peti teh besar yang kosong untuk melindunginya dari tekanan suara Mo Sha, lalu dia berjalan keluar dari kedainya.

Untuk pertama kalinya, dia tidak memakai jubah abu-abu sederhana. Jubah itu robek saat dia meregangkan tubuhnya. Dari dalam peti tua yang dia bawa dari jurang, dia mengambil jubah hitamnya yang asli. Jubah penjaga jurang yang compang-camping, penuh tambalan, bau darah iblis 1000 tahun, tapi masih utuh.

Dia mengenakannya.

Penduduk kota yang berlarian melihat Bos Teh berjalan pelan ke arah gerbang kota, ke arah Raja Iblis. Mereka mengira Bos Teh sudah gila.

" Bos Teh! Jangan! Kembali!" teriak Hu San dari selokan tempat dia bersembunyi.

Xiao Chen tidak mendengarnya. Dia terus berjalan. Setiap langkahnya, abu hitam di jalan menghindar. Setiap langkahnya, retakan di tanah karena pendaratan Mo Sha, kembali rata.

Mo Sha yang sedang mengendus mencari Ling'er, tiba-tiba berhenti. Dia merasakan sesuatu yang familiar. Bau yang sangat dia benci dan sangat dia takuti selama 1000 tahun.

Bau penjaga jurang.

Mo Sha menundukkan kepalanya yang besar, menatap manusia kecil berjubah hitam compang-camping yang berjalan ke arahnya.

Matanya yang kosong menyala lebih terang.

"KAU!"

Suara Mo Sha kali ini bukan lagi menggeram, tapi kaget.

"Penjaga Sampah! Kau masih hidup?!"

Xiao Chen berhenti 50 meter di depan Mo Sha. Dia mendongak, menatap raksasa 10 meter itu tanpa rasa takut. Dia menguap, seperti baru bangun tidur siang.

"Mo Sha," kata Xiao Chen, menyebut namanya dengan santai seperti memanggil anjing tetangga, "Kau berisik. Aku baru mau tidur siang. Kedai tehku tutup karena kau."

Mo Sha terdiam sesaat, lalu tertawa sangat keras sampai kaca-kaca rumah di kota pecah.

"HAHAHA! KAU! KAU SUDAH BUKAN PENJAGA LAGI! KAU SUDAH MENGKHIANATI SEGELMU! KAU TIDAK PUNYA KEKUATAN SEGEL LELUHUR LAGI! SEKARANG KAU HANYA MANUSIA BIASA YANG BAU!"

Mo Sha mengangkat kakinya yang sebesar rumah, dan menginjak ke arah Xiao Chen. Injakannya itu bisa menghancurkan setengah kota.

Penduduk kota memejamkan mata, tidak tega melihat Bos Teh yang baik itu menjadi daging cincang.

Xiao Chen tidak menghindar. Dia hanya mengangkat satu tangannya, telapak tangan menghadap ke atas, ke arah kaki raksasa yang akan menginjaknya.

Dan dia berkata satu kata.

"Duduk."

_Bukan mantra. Bukan jurus. Hanya satu kata perintah._

Kaki raksasa Mo Sha yang akan menginjak itu... berhenti di udara. Bergetar hebat, seperti menabrak dinding yang tidak terlihat. Mo Sha mencoba menekan lebih keras, tapi kakinya tidak bisa turun satu inci pun.

Wajah Mo Sha yang tanpa mata itu terlihat bingung, lalu marah.

"APA YANG KAU LAKUKAN?!"

Xiao Chen tersenyum. Senyum yang sama yang dia tunjukkan saat mematahkan pedang Xiao Feng.

"Selama 1000 tahun aku duduk di atas kepalamu, Mo Sha. Kau pikir aku hanya duduk? Tidak. Selama 1000 tahun, setiap tetes darahku, setiap napasku, sudah meresap ke dalam batu segel, dan meresap ke dalam kepalamu. Kau sudah menjadi anjing yang dirantai olehku selama 1000 tahun, kau hanya tidak sadar."

Dia mengepalkan telapak tangannya yang terangkat itu.

_KRAK!_

Kaki Mo Sha yang besar itu terlipat dengan sendirinya, memaksa Mo Sha yang tingginya 10 meter untuk... duduk. Duduk seperti anjing di luar gerbang kota. Tanah bergetar hebat karena pantatnya yang besar menghantam tanah.

Seluruh Kota Batu Hitam terdiam. Mereka melihat Raja Iblis raksasa yang bisa menghancurkan kota dengan satu napas, kini dipaksa duduk seperti anjing oleh Bos Teh penjual teh.

Xiao Chen berjalan mendekati kepala Mo Sha yang kini sejajar dengannya karena sedang duduk.

"Peraturan pertama kedai tehku: Jangan berisik," kata Xiao Chen pelan, hanya didengar Mo Sha.

Mo Sha, Raja Iblis yang ditakuti selama 5000 tahun, untuk pertama kalinya merasakan ketakutan yang sesungguhnya. Ketakutan yang lebih besar dari segel pendiri klan.

Karena dia sadar, penjaga sampah itu bukan lagi manusia.

Dia adalah... Raja yang baru.

1
Abil Amar
alur ceritanya kmn ko g jlas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!