Tiga tahun mendekam di penjara, Annabella tak menyangka kebebasannya justru menjadi awal penderitaan baru.
Lucian Winston, CEO Wins IT yang menyimpan dendam atas penculikan adiknya, membebaskan Annabella demi satu tujuan: menjadikannya istri dan menghukumnya dengan caranya sendiri.
Annabella menolak, hingga Lucian mengancam keselamatan Aditya, pamannya yang sedang koma dan terancam kehilangan perawatan akibat kebangkrutan.
Demi menyelamatkan satu-satunya keluarga yang tersisa, Annabella terpaksa menerima pernikahan tanpa cinta dengan pria yang membencinya.
Namun, sampai kapan Annabella mampu bertahan di tengah dendam Lucian? Dan bagaimana jika di balik kebencian itu, ada rahasia yang mampu mengubah segalanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom Ilaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Plak! Plak!
Pagi itu, empat botol yogurt kembali menghilang. Para pembantu sibuk memeriksa lemari es.
"Siapa lagi kalau bukan dia?!" seru Ranti, membuat semua orang menoleh ke arah Annabella yang baru memasuki dapur.
Annabella mengerutkan kening. "Apa maksudmu?"
"Kau masih berani bertanya? Yogurt Tuan Lucian hilang lagi! Pasti kau yang mencurinya!"
"Aku tidak mengambilnya!"
"Bohong!" sahut Tina. "Kemarin aku melihatmu masuk ke dapur. Siapa yang tahu apa yang kau lakukan di sini?"
Annabella menggeleng kuat. "Aku memang pernah mengambil satu botol karena lapar, tetapi setelah itu aku tidak pernah menyentuh yogurt punya Tuan Lucian lagi. Bahkan, setelah pukul sepuluh malam, aku tidak pernah masuk ke dapur."
"Alasan! Pencuri sepertimu pasti tidak akan mengaku!"
"Benar! Mantan narapidana memang tidak bisa dipercaya!" timpal pembantu lainnya.
Annabella menggenggam ujung bajunya, berusaha menahan amarah. "Aku tidak mencurinya. Kalian boleh membenciku, tetapi jangan menuduhku tanpa bukti."
Tina menunjuk Annabella dengan kesal. "Lihatlah, sekarang dia berani membantah!"
Ranti mendorong bahu Annabella hingga wanita itu terhuyung. Beberapa pembantu lain ikut mengepung.
"Jangan pura-pura menjadi korban!" bentak Ranti.
"Cukup!"
Minah segera menghampiri mereka dan berdiri di depan Annabella. "Annabella tidak mencuri yogurt itu."
Ranti menoleh tajam. "Bagaimana kau bisa begitu yakin?"
"Karena semalam aku bersamanya. Kami menjahit sampai larut malam. Dia saja tidak meninggalkan gudang."
"Jadi, kau menuduh salah satu dari kami yang mencuri?" Wajah Ranti berubah kesal.
Minah menatapnya tanpa gentar. "Iya!"
" Minah! Kau benar-benar pengkhianat! Kau malah membela mantan napi itu daripada rekan kerjamu sendiri?"
"Aku membela orang yang tidak bersalah."
Keributan itu menarik perhatian Adara dan Arsen yang baru memasuki dapur.
"Apa yang sedang terjadi?" tanya Adara.
Ranti segera menghampiri mereka. "Nyonya, Tuan, yogurt Tuan Muda hilang lagi. Kami yakin Annabella yang mencurinya!"
Arsen menatap Annabella dengan jijik. "Luar biasa. Baru beberapa hari menjadi bagian dari keluarga Winston, kau sudah kembali berulah."
"Saya tidak mencurinya," bantah Annabella.
"Diam!" bentak Arsen.
Adara memandang Annabella, kemudian Minah. "Kalau begitu, periksa rekaman CCTV dapur. Kita bisa mengetahui siapa yang mengambil yogurt itu."
Tubuh Annabella menegang.
Jika CCTV diperiksa, keberadaan Yumna bisa terbongkar.
Annabella mengepalkan tangan sebelum akhirnya berkata, "Saya yang mengambilnya."
Semua orang terdiam dan Minah menatapnya tidak percaya. "Annabella!"
"Saya mengaku. Saya yang mengambil yogurt itu."
Ranti tersenyum penuh kemenangan. "Lihat, kan! Akhirnya kau mengaku juga!"
Adara kemudian memerintahkan Ranti. "Ranti, bawa dia ke belakang. Berikan hukuman yang pantas."
"Baik, Nyonya."
Di belakang rumah, Ranti mengambil sebatang rotan.
"Buka sedikit kakimu," perintahnya dingin.
"Ranti, kumohon... jangan terlalu keras."
Ranti menyeringai. "Sekarang kau tahu cara memohon?"
Tanpa menunggu jawaban, Ranti mengayunkan rotan ke betis Annabella.
Plak!
"Akh!"
Plak! Plak!
Annabella menggigit bibir menahan jeritan. Ia lebih memilih menanggung hukuman itu daripada Yumna dalam bahaya.
Bertahanlah, Annabella. Demi Yumna. Demi Paman.
Dari kejauhan, Adara dan Arsen menyaksikan hukuman itu tanpa berusaha menghentikannya.
---
Tak lama kemudian, Minah berlari menghampirinya. "Annabella!" Ia berjongkok dan melihat luka di betisnya. "Ya Tuhan, apa yang Ranti lakukan kepadamu?"
Begitu pintu gudang terbuka, Yumna yang sedang duduk di atas kasur barunya langsung berlari menghampiri.
"Onty!"
Senyumnya menghilang ketika melihat Annabella dipapah Minah.
"Onty... kakinya napa telluka?"
Annabella berusaha tersenyum. "Tidak apa-apa, Sayang. Onty hanya terjatuh."
Yumna menggeleng kuat. Mata bulatnya mulai basah. "Ndak! Onty bohong!" Ia memeluk Annabella dengan hati-hati. "Onty jangan cakit... Yumna ndak tega Onty cakit."
Annabella tak sanggup menahan air matanya. Ia duduk perlahan di kasur dan memeluk Yumna.
---
Keesokan paginya, yogurt Lucian kembali hilang.
Faisal yang mendengar keributan itu memutuskan memeriksa rekaman CCTV. Namun, sebelum ia pergi, Annabella kembali mengaku.
"Saya yang mengambilnya."
"Annabella, jangan!" Minah terkejut.
Faisal mengernyit. Ada sesuatu yang terasa janggal. Lucian yang baru datang hanya melirik Annabella.
"Bawa dia ke belakang."
Kali ini, Ranti membawanya ke gudang tua. Yumna sedang tidur di dalam kardus, terlindung oleh kain.
Annabella memastikan anak itu tetap tertidur sebelum Ranti memaksanya berlutut.
"Kenapa kau selalu mengulang kesalahan yang sama?"
Annabella tidak menjawab.
"Dasar keras kepala!"
Rotan kembali diayunkan.
Plak! Plak!
Annabella mencengkeram lantai sambil menangis. Ia berusaha menahan suara agar tidak membangunkan Yumna.
Jangan bersuara, Annabella. Bertahan sedikit lagi.
Tiba-tiba, sebuah suara keras terdengar dari pintu.
"Cukup!"
Ranti menghentikan tangannya. Di sana, Minah berdiri di ambang pintu dengan wajah marah sekaligus sedih.
"Sudah cukup, Ranti! Kau akan membunuhnya kalau terus memukul seperti itu!"
Ranti mendengus. "Ini bukan urusanmu, Minah."
"AKU BILANG CUKUP!"
---
ketika mantan napi menjadi istri CEO Hero Lucian Heroin Annabella.
dtggu kelanjutan ny mom ,,
dn apa bnr Erwin tu kk ny anabella???