NovelToon NovelToon
Sistem Guru Legendaris: Dari Guru Buangan Menjadi Guru Terhebat

Sistem Guru Legendaris: Dari Guru Buangan Menjadi Guru Terhebat

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Idola sekolah
Popularitas:7.8k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Husen Alkhafi adalah seorang guru idealis dengan kemampuan mengajar luar biasa yang ditugaskan ke SMA Garuda dan memimpin Kelas XI-7 yang terkenal sebagai sarang berandalan.

Namun, di tengah keputusasaan menghadapi murid-murid bermasalah yang hobi melawan guru, Husen membangkitkan Sistem Guru Legendaris yang memungkinkannya melihat potensi tersembunyi setiap siswa beserta kelemahan mereka.

Kini, berbekal sistem misterius dan keteguhannya, Husen bertekad mengubah kelas sampah itu menjadi yang terbaik, membimbing murid-muridnya menuju masa depan yang cerah,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Brak!

Sebuah gelas kaca pecah berantakan di atas lantai ruangan kelas Akademi Cakrawala yang serba mewah.

Reno berdiri dari kursinya dengan napas yang memburu dan wajah memerah menahan amarah.

"Kamu tidak sedang bercanda kan, Gilang?!"

Reno membentak teman di sebelahnya sambil menunjuk layar ponsel yang menampilkan foto pengumuman mading SMA Garuda Kelam.

Gilang menelan ludah ketakutan melihat kepanikan dan kemarahan di wajah anak konglomerat itu.

"Aku mendapat foto ini langsung dari murid Garuda Kelam, Reno."

"Kelas buangan yang dipegang Pak Husen mendapat nilai rata-rata delapan puluh satu di ujian kemarin."

Reno menggertakkan giginya sekuat tenaga mendengarkan kenyataan yang sangat pahit itu.

"Guru miskin itu benar-benar bisa membuat anak-anak sampah menjadi pintar dalam waktu satu minggu?"

"Ini sama sekali tidak masuk akal!"

Reno menendang pecahan gelas di lantai menggunakan kakinya secara kasar sampai terlempar ke sudut ruangan.

"Dia pikir dia sudah menang hanya karena berhasil di sekolah rongsokan seperti itu?"

"Aku akan menghancurkannya sampai tak berbekas di ajang Olimpiade Kota Arunika bulan depan."

Gilang menaikkan letak kacamatanya pelan sambil mengangguk ragu.

"Tapi kelas kita dan kelas unggulan kan memang sudah pasti mewakili Cakrawala di ajang itu."

Reno menyunggingkan senyum miring dengan tatapan mata yang sangat licik dan penuh dendam.

"Makanya, aku akan memastikan sekolah rongsokan itu ikut bertanding melawan kita nanti."

"Aku ingin menghancurkan reputasi guru sok suci itu di depan seluruh pejabat pendidikan kota ini."

Kring!

Bel tanda masuk pelajaran pertama berbunyi nyaring di gedung SMA Garuda Kelam.

Husen melangkah masuk ke dalam kelas XI-7 sambil membawa beberapa lembar silabus pelajaran baru.

Tap tap tap.

Saat Husen melangkah mendekati meja guru, sebuah gelombang kehangatan tak kasat mata menyebar cepat di ruangan itu.

Skill pasif Aura Mengajar mulai bekerja menyelimuti pikiran seluruh murid yang berada di dalam kelas.

Bara yang biasanya menyender malas di kursinya mendadak menegakkan punggungnya dengan penuh perhatian.

"Pagi ini suasana di kelas terasa beda sekali ya, Bos?"

Rico berbisik pelan pada Bara sambil membetulkan posisi duduknya yang tadi kurang rapi.

"Aku juga merasakannya, fokusku rasanya langsung tajam sekali begitu Pak Husen masuk."

Bara menjawab dengan mata yang terus menatap lurus ke arah Husen tanpa berpaling.

Nisa membetulkan letak kacamatanya sambil membuka buku catatannya tanpa perlu diperintah sama sekali.

"Perasaan tenang dan fokus ini sungguh aneh."

"Apakah ini efek wibawa beliau setelah kemarin berhasil menundukkan Pak Anton?"

Nisa membatin heran merasakan otaknya sangat siap menerima materi pelajaran sekeliru apa pun.

Husen tersenyum simpul merasakan efek dari skill pasif barunya yang bekerja sangat memuaskan.

"Selamat pagi semuanya."

"Hari ini kita akan mulai melangkah ke materi baru yang tingkat kesulitannya lebih tinggi dari kemarin."

"Pagi, Pak!"

Seluruh kelas menjawab serempak dengan suara yang sangat kompak dan penuh semangat.

Tok tok tok.

Suara ketukan pintu mendadak memotong kalimat Husen yang baru saja akan menulis di papan tulis.

Pak Haris melangkah masuk ke dalam kelas dengan senyum lebar yang menghiasi wajah tuanya.

"Maaf mengganggu waktunya sebentar, Pak Husen."

"Saya membawa berita yang sangat penting untuk Anda dan anak-anak kelas XI-7."

Husen meletakkan kapur tulisnya dan berbalik menghadap sang kepala sekolah dengan tenang.

"Ada berita penting apa, Pak Haris?"

Pak Haris mengeluarkan sebuah surat undangan berstempel emas dari dalam map tebal yang dibawanya.

"Dinas Pendidikan Kota Arunika baru saja mengirimkan undangan resmi Olimpiade Sains dan Debat tahunan."

"Biasanya sekolah kita selalu menolak ikut karena tidak pernah punya murid yang siap bertanding."

Pak Haris menatap ke arah Nisa, Bara, dan murid-murid XI-7 lainnya dengan pandangan penuh kebanggaan.

"Tapi tahun ini, melihat pencapaian luar biasa kalian di ujian kemarin, saya ingin mengirim kelas XI-7 sebagai perwakilan sekolah."

Seluruh murid di kelas XI-7 langsung saling pandang dengan rasa terkejut yang sangat luar biasa.

"Kita ikut olimpiade tingkat kota, Pak?"

Siska berseru dengan nada suara yang terdengar sangat tidak percaya diri.

"Lawan kita di sana pasti anak-anak elite dari Akademi Cakrawala dan sekolah ternama lainnya!"

Pak Haris mengangguk pelan membenarkan kekhawatiran yang dirasakan oleh murid-murid tersebut.

"Itu memang benar, Siska."

"Tapi ini adalah satu-satunya kesempatan bagi sekolah kita untuk mempertahankan izin operasional yang hampir dicabut bulan depan."

"Jika kita bisa menembus posisi tiga besar, sekolah kita akan mendapat bantuan dana penuh dari pemerintah kota."

Ting!

Suara berdenting yang sangat familiar kembali memenuhi pikiran Husen pada saat itu juga.

Layar biru transparan yang bercahaya terang muncul mengambang tepat di depan pandangan matanya.

[Misi Utama Arc 1 Terpemicu!]

[Nama Misi: Penaklukan Olimpiade Kota Arunika]

[Deskripsi: Bimbing perwakilan kelas XI-7 untuk meraih Juara Umum dalam Olimpiade Sains dan Debat Kota Arunika]

[Target Tambahan: Kalahkan perwakilan Akademi Cakrawala di semua kategori lomba secara mutlak]

[Hadiah: 1500 Poin Pengalaman, Skill Pengetahuan Ensiklopedis Aktif, Kenaikan Reputasi Sekolah ke Tingkat Nasional]

[Hukuman jika gagal: Izin operasional SMA Garuda Kelam dicabut, Sistem akan terkunci selama 1 tahun]

[Apakah Host menerima misi?]

[Ya / Tidak]

Husen membaca deretan teks hadiah dan hukuman itu dengan detak jantung yang berpacu semakin cepat.

"Tingkat kesulitan misi utama ini jauh melebihi ujian sekolah kemarin."

"Tapi ini adalah panggung yang sangat sempurna untuk membuktikan pada Reno bahwa dia salah besar telah membuangku."

Husen memilih tombol Ya di dalam pikirannya tanpa ada rasa ragu sedikit pun.

"Pak Haris, kami menerima tantangan ini dengan sangat senang hati."

Husen menjawab dengan nada suara yang penuh wibawa dan keyakinan yang mutlak.

Bara langsung berdiri dari tempat duduknya sambil mengepalkan tangan kanannya tinggi-tinggi ke udara.

"Kalau Akademi Cakrawala ada di sana, aku pasti ikut bertanding, Pak!"

"Aku ingin meremukkan kesombongan anak-anak kaya itu di depan publik!"

Nisa tersenyum tipis dan membetulkan letak kacamatanya menggunakan jari tengahnya dengan anggun.

"Saya juga akan ikut di kategori Olimpiade Sains dan Matematika."

"Saya punya dendam pribadi yang harus diselesaikan dengan mantan guru pembimbing saya yang sekarang mengajar di sana."

Husen menatap kedua murid andalannya itu dengan rasa bangga yang menyelimuti seluruh dadanya.

"Bagus sekali, pertempuran kita yang sesungguhnya baru saja dimulai hari ini."

1
Dewiendahsetiowati
selamat untuk kemenangan sekolah Garuda Kelam Husein dan tiga serangkai Bara, Rico dan Nisa
Nissa Safira: Terima kasih banyak kak🥰🙏
Kemenangan ini bukan cuma buat Husen, tapi buat kita semua yang udah nahan kesel lihat kelakuan Pak Surya. Akhirnya tiga serangkai Bara, Rico, Nisa bisa senyum lega juga😁
Makasih ya kak udah jadi saksi kemenangan Garuda Kelam. Ditunggu dukungan kakak di tingkat nasional ya💪🥰🥰
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
mampus kau
Nissa Safira: Mampus bener kak💪😂
akhirnya diborgol sendiri di depan wartawan. Puas banget nulisnya aku juga pas Husen colok flashdisk itu.
Makasih ya kak udah ikut puas bareng🤣🤗💪
total 1 replies
Aisyah Suyuti
seru
Nissa Safira: gasss terus kak.. ikuti keseruan cerita ini sampai akhir yaa🥰🔥
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
lawan mereka Bara dan bikin malu mereka
Nissa Safira: gaaaas kak aku juga teriak bara lawan! lawan! 😤🔥
Tapi inget latihan Husen kak "Seorang pemimpin sejati tidak perlu memukul musuh yang bodoh, cukup mempermalukannya dengan fakta tajam"🔥🔥💪
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
semakin seru ceritanya
Nissa Safira: waaaa makasih banyak kak 😭🙏
Serunya baru mulai kak.. Di Olimpiade nanti kita lawan Akademi Cakrawala lagi, Reno udah bilang "aku akan menghancurkannya sampai tak berbekas"! Bara juga udah ngamuk "aku ingin meremukkan kesombongan anak-anak kaya itu!"🔥🙏
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
hadir thor
Nissa Safira: Hadirrr kak dewi😁🙏🔥
Absennya aku catet paling atas nih kak😂
Makasih udah hadir pagi-pagi kak💪
total 1 replies
xebeck D ron
akhirnya GK gabut gw😄😄
Nissa Safira: up tiap hari kok kak rudi💪
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!