NovelToon NovelToon
SEBATAS KONTRAK DI ATAS RANJANG

SEBATAS KONTRAK DI ATAS RANJANG

Status: tamat
Genre:Menyembunyikan Identitas / Orang Disabilitas / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:63k
Nilai: 5
Nama Author: 𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒

Ares Sudibyo, pewaris keluarga kaya, tidak pernah percaya pada perempuan. Sejak ibunya meninggalkan ayahnya demi pria yang lebih kaya, ditambah pengkhianatan yang dialami pamannya dan dirinya sendiri, Ares memilih menjauh dari pernikahan.

Namun, pertemuannya dengan Alisha Prameswari secara tidak sengaja mengubah sesuatu dalam dirinya. Aroma tubuh Alisha justru membuatnya penasaran karena tubuhnya sama sekali tidak menunjukkan penolakan, sensasi yang tak pernah ia rasakan dari perempuan lain.

Ketika mengetahui Alisha membutuhkan biaya pengobatan untuk adiknya, Ares menawarkan sebuah kontrak: menanggung seluruh biaya pengobatan, dengan syarat Alisha bersedia memenuhi kebutuhan biologisnya. Setiap kali bersama Ares, Alisha harus menutup mata, sebuah aturan yang tak pernah dijelaskan.

Ares yakin hubungan mereka hanya sebatas kesepakatan. Namun ketika ketergantungan mulai tumbuh, sanggupkah ia melepaskan Alisha yang memilih mengakhiri kontrak dan mencari pendamping baru dalam hidupnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

7. Harga Sebuah Kesepakatan

Alisha kembali membuka map itu. Pandangannya berhenti pada satu pasal yang sejak tadi membuatnya penasaran.

Pendamping pribadi.

Semakin dipikirkan, istilah itu semakin mengganggunya. Kalau hanya menemani menghadiri acara, perjalanan, atau urusan pribadi tertentu, seharusnya tugasnya bisa dijelaskan dengan lebih jelas.

Namun, kontrak itu justru menggunakan kalimat yang sangat luas.

Alisha mengambil kartu nama yang diberikan pria tadi. Ia menatap nomor yang tertera di sana beberapa saat.

Haruskah ia bertanya?

Ia sempat ragu. Namun lelaki itu memang sudah mengatakan bahwa ia boleh menghubunginya jika ada bagian yang ingin ditanyakan. Tidak ada salahnya meminta penjelasan sebelum mengambil keputusan.

Akhirnya, Alisha membuka aplikasi pesan dan mengetik.

Alisha:

Selamat malam. Saya Alisha Prameswari. Mau tanya soal perjanjian yang tadi.

Balasan datang beberapa saat kemudian.

Pria tersebut:

Selamat malam, Nona Alisha. Silakan.

Alisha menatap layar. Jarinya menggantung di atas keyboard. Ia menarik napas sebelum kembali mengetik.

Alisha:

Di kontrak tertulis saya jadi pendamping pribadi Tuan Ares Sudibyo dan memberikan pendampingan sesuai kebutuhan pihak pertama. Itu maksudnya pendampingan seperti apa ya?

Pesan terkirim, namun balasan tidak langsung datang. Alisha menunggu beberapa menit, ia mulai menyesal, apakah pertanyaannya tadi terlalu langsung?

Ponselnya bergetar.

Pria tersebut:

Nona mau tau seluruh ruang lingkupnya?

Alisha mengerutkan kening. Bukankah seharusnya hal itu sudah tertulis jelas dalam kontrak?

Ia mengetik perlahan.

Alisha:

Ya. Saya mau tau dulu sebelum memutuskan.

Beberapa detik kemudian, balasan kembali masuk.

Pria tersebut:

Baik.

Jawabannya hanya satu kata. Namun entah kenapa, Alisha justru semakin tidak nyaman. Jantungnya berdetak sedikit lebih cepat. Ia menggenggam ponselnya lebih erat sambil menunggu.

Pesan berikutnya masuk.

Pria tersebut:

Pendampingannya bersifat pribadi. Nggak ada hubungannya sama kerjaan kantor Nona.

Alisha mengernyit. Itu belum menjawab pertanyaannya. Ia mengetik lagi, lebih cepat.

Alisha:

Maksudnya?

Jeda kali ini lebih lama.

Mungkin sekadar menghadiri acara keluarga. Atau menemani perjalanan. Namun jika hanya itu, mengapa kompensasinya sampai lima puluh juta?

Sebelum sempat berpikir lebih jauh, ponselnya bergetar.

Pria tersebut:

Termasuk memenuhi kebutuhan biologis Tuan Ares.

Alisha membeku. Selama beberapa detik, pikirannya seperti berhenti bekerja. Ia membaca kalimat itu sekali lagi, tetapi tidak menemukan celah untuk menafsirkannya secara berbeda. Jari Alisha perlahan turun dari layar.

“Kebutuhan biologis...”

Suaranya nyaris hanya berupa bisikan. Wajahnya memanas, tetapi bukan karena malu. Keterkejutan, ketidakpercayaan, dan sedikit rasa tersinggung bercampur menjadi satu.

“Jadi... itu maksud kontrak ini?”

Pandangannya beralih pada map di pangkuannya. Lima puluh juta setiap bulan. Biaya pengobatan Raka. Bantuan mencari donor. Larangan menjalin hubungan dengan pria lain.

Satu demi satu potongan yang sebelumnya terasa aneh kini mulai tersusun.

Dadanya terasa sesak. Ia sempat berharap ada penjelasan lain. Sesuatu yang lebih masuk akal.

Ternyata tidak.

Alisha menggigit bibir bawahnya, lalu mengetik dengan tangan yang sedikit kaku.

Alisha:

Maksudnya saya diminta jadi pasangan intim Tuan Ares?

Pesan terkirim. Kali ini balasan datang lebih cepat.

Pria tersebut:

Benar.

Alisha menatap satu kata itu tanpa berkedip. Pesan berikutnya muncul beberapa detik kemudian.

Pria tersebut:

Tapi tanpa hubungan romantis, tanpa pernikahan. Murni kesepakatan. Selama kontrak berlangsung.

Alisha menurunkan ponselnya ke pangkuan. Untuk beberapa saat, ia tidak mampu melanjutkan membaca. Tawaran yang sebelumnya terlihat seperti jalan keluar mendadak berubah menjadi sesuatu yang membuatnya merasa terjebak.

Namun di sisi lain, bayangan wajah Raka kembali muncul di benaknya. Kamar rumah sakit. Obat-obatan. Biaya perawatan yang terus berjalan. Rumah yang mungkin sebentar lagi harus ia jual.

Inilah yang membuat tawaran itu terasa begitu kejam.

Bukan karena ia sama sekali tidak punya pilihan. Melainkan karena pilihan yang ditawarkan kepadanya datang tepat ketika ia sedang berada di titik paling terdesak.

Dan sekarang ia harus memutuskan... Berapa harga yang sanggup ia bayar demi menyelamatkan adiknya?

Alisha tidak lagi mengirim pesan. Ia menurunkan layar ponselnya dan mengalihkan pandangan kepada Raka yang masih terlelap di atas ranjang pasien.

Wajah adiknya pucat. Selang infus terpasang di tangannya, sementara beberapa kabel masih terhubung pada alat pemantau di samping ranjang. Raka adalah satu-satunya keluarga yang tersisa.

Alisha kembali menatap pesan terakhir di layar ponselnya.

Kalimat itu masih terngiang di kepalanya.

Ia masih bisa membayangkan cara pria itu menjelaskan semuanya dengan begitu tenang. Seolah yang ditawarkan bukan sesuatu yang bisa mengubah cara seseorang memandang dirinya sendiri, melainkan sekadar kesepakatan bisnis.

Semua kebutuhan yang selama ini membuatnya nyaris kehilangan napas tersedia dalam satu kontrak. Dengan satu syarat.

Dirinya.

Kalau menerima, ia mungkin bisa mempertahankan rumah mereka. Raka bisa melanjutkan pengobatan tanpa harus melihat kakaknya menghitung uang setiap kali tagihan rumah sakit datang.

Tapi kalau Raka sampai tahu caranya?

Alisha langsung menggeleng. “Tidak.”

Ia tidak sanggup membayangkan wajah adiknya ketika mengetahui bahwa kakaknya menerima uang dengan cara seperti itu. Raka pasti akan menyalahkan dirinya sendiri.

Alisha menggenggam ponselnya lebih erat. Malam itu, tidak ada pilihan ketiga. Hanya sebuah tawaran yang sudah memperlihatkan harga sebenarnya, dan keputusan yang menunggu untuk diambil.

. 

...✨“Tidak semua jalan keluar adalah penyelamatan. Ada kalanya, jalan itu hanya membawa kita pada pertanyaan yang lebih sulit: seberapa besar bagian dari diri kita yang rela dikorbankan demi menyelamatkan orang lain?”✨...

.

To be continued

1
anonim
Raka tidak sengaja mendengar mereka berbicara. Karena mau ambil ponsel yang tertinggal tidak sengaja mendengar suara Ares.

Alisha nggak berpikir jauh, kenapa mesti bicara sama Ares di dalam rumahnya. Raka jadi mendengar beberapa kata yang terucap dari perkataan Ares dan Alisha tanpa disengaja.

Apa yang ditanyakan Raka membuat dada Alisha sesak. Kakaknya menikah, apa untuk membiayai dirinya.

Alisha belum mau cerita sama Raka. Setidaknya malam ini.
abimasta
benarkan tamat,terimakasih thor
𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒: Sama-sama,Kak🤗🙏🙏
total 1 replies
abimasta
biasanya kalau ada cerita baru ada yg akan tamat
mimief
wah... selesai juga
yah begitulah.. terkadang takdir selalu mempunyai cara untuk menertawakan takdir kita.
entah itu menyenangkan entah itu menyedihkan.
andai perasaan hati itu seperti text book buku pelajaran yg penuh dengan teori yg otomatis.
masalah.. ga bisa
masalah hati mah selalu berkembang menjadi yg tidak pernah kita duga .
selamat berbahagia kalian semua😍
Dew666
Kok gak sampe melahirkan
Puji Hastuti
akhirnya mereka bahagia 😍😍😍
Fadillah Ahmad
Luar biasa
𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒: Insyaallah, Kak🤗
total 3 replies
Fadillah Ahmad
Waaah, Akhirnya Alisha dan Ares hidup bahagia... 😂😂😂 Dan, Akirnya novel ini tamat dengan sempurna... 😂😂😂 Terima Kasih Kak Nana... 🙏🙏🙏😁
𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒: Sama-sama Kak 🤗🙏🙏
total 1 replies
Wardi's
terimakasih untuk karyanya ... ending nya bagus.... lanjutkan untuk karya baru. ...... semangaat..
𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒: Sama-sama Kak 🤗🙏🙏
total 1 replies
Wardi's
wow udah rilis karya baru ... semangat kaka...
Septi Wijaya
kisah cinta yg penuh liku perjuangan, akhirnya sampai juga bahagia nya ♥️♥️♥️♥️♥️♥️
𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒: Terima kasih KK 🤗🤗🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Septi Wijaya
oouuuhhhh akhir yg manis akak oThor 🥰🥰🥰🥰🥰

happily ever after ♥️♥️♥️

terimakasih utk karyanya...

mo gabung di novel baru nya ahhh...😍😍
𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒: Sama-sama Kak 🤗🙏🙏
total 1 replies
Cicih Sophiana
ahkir nya kebahagiaan menghampiri mereka berempat... semoga bahagia selam nya .
sukses slalu untuk kak Nana...👍💪
𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒: Aamiin. Makasih Kak 🤗🙏🙏
total 1 replies
Oma Gavin
Alhamdulillah akhirnya happy ending
Sri Kadek
akhirnya tamat
Wardi's
kayaknya sudah mau tamat nih... ditunggu karya barunya. .... hehe
Fadillah Ahmad
Ayo Kak Nana... Lanjutkan lagi Kak 🙏🙏🙏😁

Semangat Kak Nana... Up Bab Barunya ya, Kak 🙏🙏🙏
Fadillah Ahmad
Ayo Kak Nana... Lanjutkan lagi Kak 🙏🙏🙏😁

Alisha masih saja sih, kamu itu keras kepala! 🤬🤬🤬 Mau sampai kapan kamu menghidari Ares terus, ha? Kalau kamu menghindar terus, lalu kapan masalahmu dan Ares bisa selesai Alisha? ha? 😂😂😂
anonim
Ares pulang kerja lebih awal untuk pergi ke rumah Alisha.

Hanya ada Raka di rumah, Alisha belum pulang.

Ares yang ingin ketemu Alisha mendapat pertanyaan dari Raka.

Setelah mendengar maksud kedatangan Ares, dan mendengar apa yang dikatakan Ares, Raka mempersilahkannya masuk.

Raka belum tahu kalau pria yang telah menyakiti Kakaknya itu, orang yang telah membiayai pengobatannya.
anonim
Ares membikin rumit hidupnya sendiri.

Terlalu lamban membuka jati dirinya, sampai kontrak selesai baru menyesal setelah ditinggal Alisha.

Kejadian di malam gala bisnis menjadi puncak kekecewaan Alisha.

Alisha mengambil langkah untuk meninggalkan Ares.

Sekarang Alisha sudah tidak memberi kesempatan untuk Ares bicara.

Tinggal menunggu apakah Alisha mau bertemu Ares. Ares akan mengatakan yang sebenarnya. Tidak akan menyembunyikan identitasnya lagi.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!