NovelToon NovelToon
LIKA LIKU HATI

LIKA LIKU HATI

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Anak Genius / Dosen
Popularitas:8.5k
Nilai: 5
Nama Author: Sopaatta

'Hati manusia seluas samudra.'
Di dalamnya terdapat banyak hal baik dan buruk.
》Kadang bahagia, sedih, cemburu, emosi, marah, benci, kecewa, datang silih berganti.

》Kadang merasa ragu-ragu dan sulit membuat keputusan, karena isi kepala dan perasaan saling bertentangan.

》Kadang harus berjuang untuk memulihkan rasa sakit, kecewa akan masa lalu yang penuh luka. Oleh sebab itu :

~••°°••~
"Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan."
~••°°••~

》Ikuti kisah perjuangan dan pemulihan hati orang-orang berintegritas mempertahankan kredibilitasnya di Novel : "LIKA LIKU HATI"

Karya ini didedikasikan untuk yang selalu mendukungku berkarya. Tetaplah sehat dan bahagia di mana pun berada. ❤️ U 🤗

Selamat Membaca
❤️🙏🏻💚

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sopaatta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 07. Aneka Ria

...~•Happy Reading•~...

Harga diri Alena seperti dibanting ke jalan berbatu. "Saya mengerti, Kak. Tapi saya tidak membutuhkan itu." Ucapan Alena membuat Angga dan Evie bertatapan. Mereka tidak menyangka, Alena yang masih sangat muda berani kepada senior yang baru dikenal dan begitu percaya diri akan kemampuannya.

"Berarti kau salah minta bantuan kepada saya. Hanya itu kemampuan saya menjalani hari yang Tuhan berikan dan menikmati pemberian-Nya." Nelson berkata sambil menatap mata Alena yang tiba-tiba bergetar.

Alena tersentak mendengar balasan Nelson yang menohok harga diri dan meruntuhkan kebanggaannya sebagai gadis yang selalu disanjung banyak orang di kampus dan keluarga besar.

'Usia lebih tua setahun, dua tahun, mau menasehatiku?' Alena membatin untuk menyiram hatinya yang mengepul.

"Saya tahu dan mengerti, Kak. Itu sudah diajarkan orang tua sejak kecil." Alena tidak mau kalah, bahwa tidak tahu yang dikatakan Nelson.

Alena mau katakan, semua itu saya sudah tahu. Tidak perlu dikatakan lagi seperti orang tua yang mau melepaskan anak pergi merantau, tapi dia tahan di pintu tenggorokan. Karena tujuannya belum tercapai.

"Good... Kau sangat beruntung, memiliki orang tua yang mengisi ini dan ini untuk melengkapimu." Nelson menunjuk pinggiran kepala dan dadanya. "Namun, itu bukan cuma sekedar untuk diketahui dan dimengerti, tapi dilakukan."

"Apa maksudnya, Kak?" Alena yang hendak berdiri jadi terduduk.

"Seorang anak bisa menjadi kebanggaan keluarga, kalau ini dan ini diisi penuh." Nelson menunjuk lagi pinggiran kepala dan dadanya.

"Praktekan, supaya bisa bermakna bagimu dan sesama." Nelson menambahkan lagi tanpa diminta. Dia merasa, Alena berkata mengerti, tapi dia tidak mengerti tujuan orang tuanya mengatakan itu dan bukan cuma didengar, tapi harus dilakukan.

Mendengar yang dikatakan Nelson, seluruh tubuh Alena seakan mengeluarkan asap. "Terima kasih. Akan saya praktekan." Ucapan Alena membuat Angga dan Evie bertatapan.

Nelson mengangguk sangat pelan mendengar nada suara Alena. Dia merasa cukup membagi yang dimiliki sebagai bantuan kepada Alena. Walau dia tidak mengatakan sedang membantu Alena. Agar tidak menyinggung atau melukai harga dirinya.

"Silahkan tambah lagi makan atau minumnya, kakak-kakak." Alena mempersilahkan Angga dan Evie sambil berdiri dan mengeluarkan dompet untuk membayar.

"Alena, terima kasih sudah mau traktir kami. Tapi kami ke sini untuk merayakan pertemuan kardus bekas dan kekasih gelap." Angga hampir menyenggol Evie. Gerakannya tertahan oleh tatapan tajam dan sinyal ancaman diam yang dikirim Nelson.

"Kami yang akan bayar sendiri makanan dan minuman kami." Evie mengatakan dengan nada dan wajah serius.

'Mengerti atau tidak mengerti dengan kataku, itu dunia kami dengan sebutan dan panggilan sayang kami selama berteman.' Evie membatin. Dia tidak menyukai cara bicara Alena, seakan dia saja yang punya uang. Dia mau traktir untuk pamer kepada mereka.

"Baik, Kak. Tadi saya mau traktir, karena senang bisa bertemu dan berbicara dengan kakak-kakak. Tapi kalau tidak diterima, tidak apa-apa. Saya permisi." Alena langsung meninggalkan mereka.

Setelah ditinggal Alena, Angga mengaduk air kelapa muda dingin di depannya tanpa mengangkat wajah. "Ada apa denganmu, Son? Mengapa tadi banyak sekali bicaramu?" Angga tidak tahan bertanya, karena dia baru pernah melihat Nelson berbicara banyak buat orang yang baru dikenal.

"Karna ada orang yang merasa sudah cukup banyak tahu, tapi mau minta bantuan." Nelson menjawab di selah minum air mineral.

"Tapi yang kau ngomong sulit dimengerti oleh adik tingkat atau level di bawahmu." Evie menambahkan. Dia heran dengan semua kalimat kiasan yang dikatakan Nelson kepada Alena.

"Tadi dia bilang mengerti. Jadi tidak percuma aku bicara panjang dan lebar." Nelson berkata datar sambil ingat ekspresi wajah Alena saat mendengar yang dia katakan.

"Apa tadi dia sengaja minta batuanmu, Son?" Angga bertanya setelah mencerna ucapan dan ungkapan Nelson dengan baik.

"Kau memang kardus bekas yang berguna. Tadi aku cuma cek ombak saja, agar bisa tahu dia sengaja atau tidak." Nelson menjawab Angga sambil meletakan jempol di atas meja.

"Kalau kita dengan Monce, saling minta bantuan, tidak perlu banyak tanya. Kita langsung bantu, karna tahu memang kita perlu bantuan." Nelson menyebut nama teman mereka yang belum ke kampus.

"Berbeda dengan orang yang bilang butuh bantuan, tapi sebenarnya dia tidak butuh. Cuma mau cek ombak, jadi kita berikan sedikit gelombang. Semoga gak mabuk."

"Aku mengerti maksudmu. Kita tidak basa-basi saat minta bantuan, karena emang perlu." Evie ikut meletakan jempol di atas meja.

"Walau bilang dengan kalimat asal, dan tertawa ngalahin bunyi ombak, kita mengerti maksudnya. Setelah itu bergegas membantu."

"Aku juga mengerti saat minta bantuanmu. Walau kau omelin aku, kau bantu sampai ke akar-akarnya." Angga meletakan jempol di atas meja, sebagai tanda mengerti maksud Nelson. Dia mengakui pertemanan mereka unik dalam berbagai perbedaan, dan saling support.

"Sama. Kalian dan Monce juga, membantuku tanpa tanya detail. Sama-sama sudah tahu, walau aku katakan dalam candaan, kalian tanggapi serius."

"Lalu mengapa kau gak bantu aku? Padahal aku sudah minta tunggu, jangan serahkan skripsi dulu." Angga ingat protesnya tentang skripsi mereka.

"Kalau aku nuruti, bukan sedang membantumu, buaya bakauuu.... Tapi aku mendorongmu ke jurang kegagalan."

Nelson jadi mengetok meja di depannya. "Kau setuju aku dorong dia kejurang itu?" Tanya Nelson kepada Evie.

"Ya, jangan Son. Dia kardus bekas yang sangat langkah. Kita tarik dia dari zona pemalasnya." Evie menarik tangan Angga ke arahnya dan mengusap pipinya.

"Jadi kau tahu dia pemalas juga? Aku kira, aku sendiri yang tahu." Nelson hampir tertawa. "Jangan dielus, keenakan malasnya." Nelson mencipratkan sedikit air di ujung sedotan ke arah wajah Angga, membuat dia mengangkat wajah dengan mimik kesal.

"Oh, iya, sebelum kita pergi. Jawab rasa penasaranku ini. Mengapa tadi kau bicara dengan Alena sambil menunjuk ini dan ini?" Angga ikut menunjuk pinggiran kepala dan dada.

"Oh itu... Kakekku bilang, mau sekolah tinggi, banyak belajar. Rajin isi ini, dan ini, yang berimbang." Nelson kembali menunjuk pinggiran kepala dan dada.

"Otak dan hati ibarat hewan buas dan hewan jinak. Kalau rajin membri makan otak dengan ilmu yang banyak, dan lupa membri makan hati dengan iman dan takwa, otak akan membawamu ke tempat yang mengerikan."

"Selain angkuh, kau akan menggunakan ilmu yang banyak itu untuk lakukan tindak kejahatan. Semua itu tidak terjadi, kalau hatimu penuh dan tahu sedang diawasi Penciptamu."

"Jadi apa gunanya kepintaran level 9, kalau membawa kehancuran? Lebih baik level 7 tapi bermanfaat dan membawa kebaikan bagi diri dan orang lain." Nelson berkata lagi panjang dan lebar.

"Berarti aku level 7, bisa membawa dampak positif, dong." Ucap Angga sambil menatap Nelson.

"Apa dia membawa dampak positif padamu?" Nelson bertanya pada Evie yang sedang menatapnya.

Evie tersentuh oleh ucapan Nelson. Dia tahu kebaikan hati Angga selama mereka pacaran. "Alhamdulillah..." Ucap Evie tanpa melihat Angga.

...~•••~...

...~•○♡○•~...

1
ˢ⍣⃟ₛ ❥␠⃝ ͭ🍁𝐓𝐞𝐬𝐚🤎 𝔰𝔩⃟🦖
ikut kecewa tapi mau gimana lagi saat itu Nelson emosi dikatain penyuka sesama jenis jadi dia sikat Alena begitu saja gimana nanti kalo Alena bikin drama lanjutan🤔😞🙁
ˢ⍣⃟ₛ ❥␠⃝ ͭ🍁𝐓𝐞𝐬𝐚🤎 𝔰𝔩⃟🦖
halah komentar aku typo Main kok jadi maafin 😂😂maaf ya AK ☺️🙏🏻
ˢ⍣⃟ₛ ❥␠⃝ ͭ🍁𝐓𝐞𝐬𝐚🤎 𝔰𝔩⃟🦖
ealahhhh ini Alena ternyata ular betina berbisa ini bisa bisanya langsung maafin peluk cium begitu saja semoga Nelson tak terjebak aja aih🤔
ˢ⍣⃟ₛ ❥␠⃝ ͭ🍁𝐓𝐞𝐬𝐚🤎 𝔰𝔩⃟🦖
congratzzz Nelson lulus ujian skripsi dengan meraih predikat Summa Cumlaude jelaslah otaknya emang encer pasti bagus nilainya
ˢ⍣⃟ₛ ❥␠⃝ ͭ🍁𝐓𝐞𝐬𝐚🤎 𝔰𝔩⃟🦖
begitulah seorang kakek kalo sama cucunya pasti dia berikan apapun termasuk uang simpanan penjualan durian kakek Samy simpan dan diberikan ke Nelson🤭
❥␠⃝ ͭ🍁Hermina🧣❣️
alena ular siapa yang mau denganmu? babang nelson? mimpi di siang bolong. pergi sebelum kena hajar😡
Rahmawati
Nelson terpancing juga sama jebakan alena😭
❥␠⃝ ͭ🍁Ƭɧȋєʀᴀ💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
ganti aja namanya jadi iblis Alena gedeg banget dech karena dia udah buat hidup dan masa depan Nelson hancur bikin sedih dehh 😢😭😭
❥␠⃝ ͭ🍁Ƭɧȋєʀᴀ💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
cihhh jijik banget dengan kelakuan Alena jangan sampai Nelson terjebak sama siasat licik nya 😩🙈
❥␠⃝ ͭ🍁Ƭɧȋєʀᴀ💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
bener tuch cepetan pergi takut nanti ada dedemit yang tiba tiba nongol dan sok akrab, ketauan banget pengen terlihat perhatian sama Nelson 🤭😒
⚔️⃠❥␠⃝ ͭ🍁🧸𝐘𝐖💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Jd ikutan sedih tp mau gmana lg, mg next, hidup mu, bisa kau perbaiki, Nelson 😔😔😔
Rahmawati
si hantunya mau melancarkan aksi busuk nya,, Nelson selamatkan dirimu
❥␠⃝ ͭ🍁Hermina🧣❣️
ular alena mulai mengeluarkan bisa nya. kasihan babang nelson 🙈
⚔️⃠❥␠⃝ ͭ🍁🧸𝐘𝐖💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
Kebaikan mu, disalahgunakan cwe yg mengejar mu, Nelson 🤦🤦🤦
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy🍒
kalau masih gelap jd kebayang jalanan sepi.. banyak pohon2.. gelap.. hii.. serem juga
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy🍒
huehehehe.. mamanya lagi melow yaa Nelson. dibawa bercanda aja spy hatinya terhibur
❥␠⃝ ͭ🍁𝗨𝗺𝗺𝗮💃🆂🅾🅿🅰🅴
Syukurlah Nelson lulus dengan nilai bagus, untung teman-teman Nelson langsung menariknya keluar dari situ sehingga si Alena tidak bisa mendekatinya dan berbuat macam-macam, kamu itu seperti penguntit saja Alena selalu membuntuti Nelson dimanapun dia berada padahal Nelson sudah berusaha menghindari mu
❥␠⃝ ͭ🍁𝗨𝗺𝗺𝗮💃🆂🅾🅿🅰🅴
Keluarga yg mana Alena yg sedang kau kunjungi, atau kamu lagi curi-curi kesempatan untuk bertemu dengan Nelson, pakai acara suruh nganterin ke dermaga, memang nya kamu sampai ketempat itu naik apa kok minta diantar balik
Rahmawati
selamat Nelson, lulus dengan predikat summa cumlaude
❥␠⃝ ͭ🍁Hermina🧣❣️
Selamat dan sukses babang nelson. semoga jadi pados yang membanggakan juga ❣️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!