NovelToon NovelToon
Ratu Mafia Istri Dokter Dingin

Ratu Mafia Istri Dokter Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Mafia / Dokter
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Naelong

Siapa sangka, Sindi Permata gadis cantik anak miliarder yang penampilannya selalu anggun dan kelihatan lemah lembut ternyata punya sisi gelap yang bikin bulu kuduk merinding. Sindi adalah Ratu Mafia yang memimpin dunia hitam dengan tangan besi. Nggak ada yang berani macam-macam sama dia.
​Tapi, sehebat-hebatnya Sindi menaklukan dunia luar, dia akhirnya takluk juga pasrah waktu disuruh nikah paksa sama papanya.
​Suaminya adalah Mike Sanjaya, dokter muda jenius yang terkenal dingin, kaku, dan judesnya minta ampun. Masalahnya bukan cuma sifat Mike yang kayak es batu, tapi cowok itu udah punya pacar kesayangan: Putri Adisti, seorang perawat manis yang selama ini jadi ratu di hati Mike, begitu resmi jadi suami-istri, Mike langsung pasang tembok tinggi. Dia terang-terangan nunjukkin kalau pernikahan mereka cuma formalitas dan nggak ada tempat buat Sindi di hatinya. Mike bahkan masih sering nemenin dan merhatiin Putri adisti.
akankah pernikahan mereka bertahan??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naelong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 17 Ratu mafia istri dokter dingin

BAB 17

​Membaca pesan singkat dari agen rahasianya tentang pergerakan Red Dragon yang mengamati Mike di lounge, Sindi sama sekali tidak bergeming.

Tidak ada riak ketakutan atau kepanikan di raut wajah cantiknya. Ia mematikan layar ponselnya, melemparkan benda tipis itu ke dalam tas kecilnya, lalu membetulkan kancing jaket kulit hitam yang membalut tubuh rampingnya.

​Sindi tidak ambil pusing. Bagi Sindi, keselamatan Mike saat ini bukanlah prioritas utamanya—terutama ketika pria itu sedang asyik bersenang-senang mengumbar kemesraan dengan wanita simpanannya.

​"Biarkan saja dia amati dokter bucin itu," gumam Sindi pelan, menyunggingkan senyum tipis yang sarat akan sindiran.

"Kalau mereka berani menyentuhnya, biar Dokter Mike merasakan sendiri seperti apa rasanya akibat dari kelakuannya."

​Alih-alih menyusul atau pusing memikirkan kelakuan suaminya, Sindi justru memanfaatkan waktu luang malam ini untuk membereskan musuh bisnis gelapnya yang lain. Sebuah ancaman baru yang mulai berani menggerogoti jalur pengiriman senjata rahasia milik Black Viper di pelabuhan utara.

​Sindi melangkah turun menuju pelataran mansion. SUV hitam yang dikendarai Danu sudah menunggunya dengan mesin menyala halus.

Begitu Sindi masuk ke dalam kabin belakang yang kedap suara, mobil langsung Melesat cepat meninggalkan kawasan perumahan elit Sanjaya.

​"Bagaimana situasi di pelabuhan utara, Danu?" tanya Sindi datar sambil menyandarkan punggungnya di jok kulit yang empuk.

​Danu melirik spion tengah, merapikan setelan jas hitamnya sebelum menjawab.

"Kelompok Bison Hitam baru saja menahan dua kontainer barang kita, Nona. Pimpinan mereka, Franky, menuntut uang jatah tiga kali lipat kalau kita mau barang itu lolos lewat dermaga empat."

​"Franky?" Sindi terkekeh pelan, tawa dingin yang membuat suasana di dalam kabin terasa membeku.

"Dia pikir karena aku baru saja menikah, kekuasaan Black Viper jadi melemah? Berani sekali tikus kecil seperti dia mencoba memeras kita."

​"Apakah saya harus mengirim pasukan lengkap untuk membantai mereka, Nona?" offered Danu siap bertindak.

​"Tidak usah," sahut Sindi tenang, merogoh sarung tangan kulit hitam dari balik saku mantelnya dan mengenakannya satu per satu dengan jemari lentiknya.

"Biarkan aku yang menyapa Franky secara langsung. Sudah agak lama jari-jariku tidak melemaskan otot."

​Tiga puluh menit kemudian, SUV hitam berhenti di balik deretan kontainer berkarat di dermaga empat pelabuhan utara.

Hujan gerimis mulai turun membasahi permukaan beton yang licin, menyebarkan aroma amis air laut dan minyak solar yang menyengat.

​Di tengah dermaga yang remang, terlihat belasan pria bertubuh kekar bersenjata api ringan sedang duduk melingkari tong besi besar yang menyala oleh api. Di samping mereka, dua kontainer raksasa bersimbol khusus milik Black Viper tampak terkunci rapat.

​Franky, pria berbadan gempal dengan kepala botak dan tato naga di lehernya, sedang menyesap rokok marlboro hitam sambil tertawa bersama anak buahnya.

​"Hahaha! Kasih tahu sama anak buah Sindi, kalau sampai tengah malam ini uang jatah lima miliar belum masuk ke rekeningku, dua kontainer ini bakal kulempar ke dasar laut!" seru Franky lantang, disambut tawa serak dari anak buahnya.

​"Siapa yang mau kamu lempar ke dasar laut, Franky?"

​Sebuah suara wanita yang mengalun begitu halus, merdu, dan penuh karisma mendadak memotong derak api tong besi.

​Franky dan belasan anak buahnya langsung tersentak. Mereka berbalik dengan sigap sambil menyambar senjata masing-masing.

​Dari balik kegelapan lorong kontainer, seorang wanita berparas sangat cantik melangkah keluar dengan tenang.

Rambut hitamnya yang dikuncir tinggi bergoyang pelan diterpa angin malam. Setelan pakaian serba hitam yang membalut tubuhnya tampak berkilau diterpa tetesan gerimis. Di belakangnya, Danu berdiri kaku seperti patung pembunuh yang siap menerkam.

​"S-Sindi Permata?!" pekik Franky kaget, matanya membelalak tak percaya melihat pimpinan tertinggi Black Viper turun tangan langsung ke dermaga kumuh ini sendirian tanpa membawa pasukan besar.

​Sindi menghentikan langkahnya tepat lima meter di depan Franky. Ia menyelipkan kedua tangannya ke dalam saku jaket kulitnya, menatap belasan pria bersenjata di depannya dengan pandangan santai, seolah sedang menatap tumpukan sampah yang tidak berguna.

​"Aku mendengar kamu meminta lima miliar untuk dua kontainerku, Franky," ucap Sindi pelan, senyum manis yang sangat mematikan terukir di bibirnya.

"Apa kamu tidak tahu... satu tetes darah anak buahku saja nilainya jauh lebih mahal dari seluruh nyawamu dan kelompok konyolmu ini?"

​Franky yang merasa harga dirinya terinjak-injak di depan anak buahnya langsung mengeras, mengeratkan genggamannya pada pistol di tangannya.

​"Jangan sok gertak kamu, Sindi!" bentak Franky dengan nada gertak sambal.

"Kamu cuma cewek kemarin sore yang kebetulan dapat warisan posisi pimpinan! Di sini wilayahku! Sekali aku tarik pelatuk ini, tubuh mulusmu itu bakal bolong-bolong oleh timah panas!"

​Sindi tidak gentar sedikit pun. Ia justru tertawa kecil—sebuah tawa indah namun sangat menyeramkan.

​"Coba saja kalau kamu sanggup," tantang Sindi sangat halus.

​"Kurang ajar! Habisi dia!" teriak Franky murka pada anak buahnya.

​Namun, sebelum jari Franky sempat menekan pelatuk pistolnya, gerakan Sindi terlalu cepat untuk ditangkap mata telanjang.

Sindi melesat maju bagaikan bayangan hitam. Dalam hitungan detik, tangannya menyambar pergelangan tangan Franky, memutarnya dengan keras hingga bunyi derakan tulang yang patah terdengar menyayat hati.

​KREK!

​"AAAGHH!" jerit Franky histeris saat pistol di tangannya berpindah kepemilikan ke tangan Sindi.

​Sebelum anak buah Franky sempat bereaksi, Sindi sudah memutar tubuhnya dan menembakkan senapan itu secara beruntun dengan presisi yang sangat luar biasa.

​BANG! BANG! BANG!

​Tiga pria di barisan terdepan langsung roboh dengan lubang peluru tepat di lutut mereka. Danu yang bergerak cepat di belakang Sindi dengan sangat cekatan menumpangkan sisa anak buah Franky menggunakan belati tipisnya.

​Perkelahian di dermaga sepi itu berlangsung sangat singkat. Dalam waktu kurang dari tiga menit, belasan anak buah Bison Hitam sudah tergeletak lemas di atas beton basah, mengerang kesakitan sambil memegangi kaki dan tangan mereka yang bersimbah darah.

​Sindi berdiri tegap di tengah kekacauan itu. Napasnya bahkan tidak terengah-engah sedikit pun. Ia mengarahkan moncong pistol hangat milik Franky tepat ke jidat pria gempal yang kini berlutut gemetaran di atas beton sambil memegangi tangannya yang patah.

​"T-tolong... Nona Sindi... Ampun! Aku mengaku salah! Tolong jangan bunuh aku!" ratap Franky dengan wajah pucat pasi dan air mata bercampur darah yang membasahi pipinya.

​Sindi menatap Franky dengan pandangan dingin dari atas.

​"Dengar baik-baik, Franky," bisik Sindi pelan, menekan moncong pistol lebih dalam ke dahi pria itu.

"Malam ini aku mengampuni nyawamu bukan karena aku kasihan. Tapi karena aku ingin kamu menyampaikan pesan ini pada kelompok-kelompok kecil lain di pelabuhan..."

​Sindi tersenyum tipis, matanya berkilat mematikan. "Siapa pun yang coba-coba mengusik bisnis Black Viper, aku sendiri yang akan mengantarkan tiket mereka ke neraka."

​Sindi menarik pelatuk pistol—bukan ke kepala Franky, melainkan menembak tepat di paha pria itu sebagai kenang-kenangan.

​BANG!

​"AAARRGH!" Franky mengerang kesakitan lalu pingsan tak berkutik.

​Sindi melemparkan pistol kotor itu ke atas tubuh Franky yang tergeletak. Ia mengambil tisu basah dari saku Danu, membersihkan sisa-sisa cipratan air hujan dan noda darah di jemari sarung tangannya dengan sangat teliti.

​"Bereskan kontainer dan bawa seluruh isi kargo ke gudang utama," perintah Sindi datar pada Danu.

​"Baik, Nona Sindi," jawab Danu penuh rasa hormat. "Bagaimana dengan Dokter Mike? Agen kita melaporkan bahwa pergerakan kelompok Red Dragon di sekitar kafe makin mencurigakan. Sepertinya mereka berniat mencegat mobil Dokter Mike saat ia pulang nanti malam."

​Sindi berbalik, melangkah anggun menuju mobil SUV-nya tanpa ada niat terburu-buru.

​"Biarkan saja," jawab Sindi santai dari balik pintu mobil yang mulai terbuka.

"Biar dokter dingin itu tahu... dunia luar tidak semanis dan seaman ruang operasinya. Kita lihat seberapa hebat dia melindungi perawat kesayangannya saat berhadapan dengan senjata api sungguhan."

​Bersambung....

1
Muft Smoker
lanjuuut kak ,,,
Muft Smoker
uluuuluuu ,, kalo liat kalian begini kn damai rasa ny ,, awas aj kalo ulet bulu nyusul ke situ ,, 😒😒😒

hmmm ad kemungkinan klo putri anggota klan red dragon gx sih ,, yg nyamar buat deketin mike🤔🤔🤔🤭🤭🤭😁😁
Naelong: 😄😄 nantikan ceritanya ya kak🤭
total 1 replies
Muft Smoker
lanjuuut kak ,,
makin seruu cerita ny ,,
Muft Smoker: sama2 kak ,,
total 2 replies
Muft Smoker
kalo begini trus cepat atau lambat Mike bakal tau siapa sindii sbnernya ,,
Muft Smoker
wah siapa nih yg cium sindii ,,
bibir ny minta di kepang dua ,, 😒😒😒
Muft Smoker: oooaalaaaa salah sangka saya🤭🤭🤭🤭🤭🫣🫣🫣
total 2 replies
Muft Smoker
aduuuuh ini ulet bulu. ad dmn2 yx ,,
Muft Smoker
eeeh Dy lupa diri kayaknya ,, tu Mike yg nempel kayak bekantan siapa Mike ,, 😒😒😒😒
Muft Smoker
hati2 km putri mungkin saat ini km msh bisa lolos ,, tp nnti gx tau deh ,, 😒😒😒😒
Muft Smoker
nah looo🤭🤭🤭
Naelong: makasi kak sudah mau baca ceritaku😍🙏🙏, sehat sehat slalu
total 1 replies
Naelong
makasi kaka, sudah mampir.🙏
Muft Smoker
ad yg main2 ma sindii ,,
gx Mike gx musuh ny ,, ad aj yg cari gara2 ,,
duuuh sindii ,, segera berantas semua musuh mu ,,
yumi chan: pusing aku thor ..kpn mike sdr karna di bdhi..dn kpn sindi pergi mninglkn mike agr dia sdr..
total 3 replies
YuWie
malah bingung sendiri sama strategi sindi yg katanya mafia..nyingkirin kroco puyri dan ngasih pelajaran mike aja..jalannya muter2 gak jelas.
niaww: mampir cerita aku kak🥰🙏
total 1 replies
Muft Smoker
situ main2 trus ma Sindi sih mike ,, bela trus wanita mu tu ,, kalo udh tau kebenaran ny ,, jgn menyesal km ,,
Muft Smoker
si putrii dg gx tau maluu ny ,, dtg k tempat tinggal mike dn sindii ,, berasa Kya Dy yg jd nyonya ,, pas ke pergok sang nyonya asli ,, lngsung ciut nyali ny🤭🤭🤭😏😏😏
Muft Smoker
wah teka teki ap lgi ini ,,
Muft Smoker
sypa lgii ni ,, ap suruhan si putri tidur lgi????
Muft Smoker: ok kak ,, makin penasaran tiap bab ny kak
total 2 replies
Muft Smoker
km berharap Sindi bakal ke distrak liat km pulang ,, boleh aj berharap tp dlm mimpi aj yx mike ,, kalo di dunia nyata mh jgn deeh ,, tkut nanti makin maluu Krn gx dapet respon ap2 dr Sindi ,, 😏😏😏🤭🤭🤭
Muft Smoker: 🤭🤭🤭😁😁😁😁
total 2 replies
Muft Smoker
anda terus2an mencari masalah mike ,, nanti kalo udh kena batu ny ,, baru tau rasa km ,, greget banget ma mike ,,
Muft Smoker
mulai cari perhatian niih tanpa anda sadari mike ,, /Shy//Shy//Shy//Shy/
Muft Smoker
lanjuuut kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!