Judas Zachary lelaki tampan anak seorang mafia .Cintanya ditolak saat remaja oleh wanita cantik dan polos Elsayora Kimberly. tujuh tahun berlalu, ayah Judas menjodohkan anaknya dengan Elsayora untuk kepentingan bisnis . tanpa berpikir panjang, Judas menikahi wanita pujaannya dengan niat memberi perhitungan pada gadis yang menolaknya dulu. membalas dendam dengan kekejaman yang tidak manusiawi. namun penyesalan datang pada Judas saat ia membaca Buku Diary Elsa .
Akankah Judas dan Elsa bisa bersatu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom RaRy _6292, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7
Minggu pertama pernikahan ,setelah beberapa hari kemudian saat Elsa menelepon suaminya karena Ayah Suarez menghilang 3 hari . Pintu rumah terbuka sekitar jam 2 siang . Judas pulang dari Amerika ,lebih cepat dari yang ditentukan. Ia menggeret koper ,tidak ada sapaan atau pelukan hangat untuk Elsa . Namun istrinya , yang berinisiatif lari dari dapur saat mendengar suara pintu terbuka .
" Sudah pulang Mas ".
" Sini kopernya mas aku bawain ". Tawar Elsa tersenyum hangat pada suaminya . Sambil menyalam tangan Judas .
Judas hanya menatap wajah sendu istrinya . Ia diam, tidak menyahut namun pandangannya tak berpaling dari Elsa.
" Bersihkan kamar tamu ". Ucap Judas membuat Elsa berhenti berjalan lalu menoleh pada Judas . alisnya mengernyit .
" apa ada tam... " belum sempat bertanya Elsa melihat seorang wanita cantik dibelakang Judas berambut pirang masuk kerumah dengan membawa koper warna pink . pakaiannya ketat , Dress warna putih membalut tubuhnya dengan bagian atas dan bawah sengaja dipertontonkan dihadapan Judas . Bibirnya merah baru di retouch dibandara.
" Ini Celia ,ingat sepupuku". Kata Judas ringan seperti tidak ada yang salah . Ia akan menginap disini 2 Minggu . Gak ada tempat . Jadi nginep disini dulu ya .
Elsa diam ,ia membeku . Matanya menatap Judas ,menatap Elsa bergantian dan koper pink yang sudah dibawa kekamar tamu.
pintu ditutup rapat . Elsa didepan pintu ,mendengar suara tawa dan candaan Suaminya pada seorang yang dianggap sepupu. Ia merasa sesak didada membuat Elsa merasa mual .
Malam harinya Elsa masak ayam Woku favorit Judas . Mereka bertiga duduk dimeja makan . Namun Celia ,memilih duduk tepat disebelah Judas bukan diseberang . Terlalu dekat .sedangkan Elsa diseberangnya .
" Judas ,suapin dong . Aku gak kuat pedas ". rengek Celia manja membuka mulutnya didepan Elsa .
" Manja banget kamu dari kecil ". Judas menyuap Celia didepan Elsa istrinya yang baru seminggu lalu dinikahi.
Setelah itu Celia tidak berhenti . Ia sengaja menyenggol kaki Judas dibawah meja . Tangannya pura- pura tidak sengaja menyentuh lengan Judas saat tertawa . Elsa mengambil air didapur ,sengaja Celia berbisik dengan keras supaya didengar Elsa.
"Kangen deh tidur sekamar berdua waktu dirumah nenek Jud ?"
" Nanti malam ,aku tidur dikamarmu ". Jawab Judas,namun matanya memperhatikan Elsa yang didapur . Seketika istrinya itu bergeming ,lalu menghentakkan kakinya pergi kekamar . Judas menatap punggung Elsa yang berlaku ,bibirnya tertarik sebelah .
" Benar ya Jud. Aku tunggu ". balas Celia dengan mata berbinar .
Tengah malam ,Elsa duduk sendiri diranjangnya ,kamar itu gelap . Suara deritan pintu ,memecah lamunannya . Judas berdiri dipintu dengan bertelanjang dada . Ia menghidupkan saklar lampu.
" Belum tidur ?" tanya Judas . Elsa diam tak menjawab ,ia memalingkan wajah . Judas memperhatikan istrinya intens .
" Kau cemburu ?"
Elsa hanya melirik Judas melalui ekor matanya .
" Dia hanya sepupuku ".
" Hanya sepupu ? Tapi kau tidur dengannya ". Jawab Elsa .
Judas mendekati Elsa ,lalu duduk disisi ranjang sebelahnya . Bibirnya tersungging tipis ,tidak kelihatan .
Sepasang mata Judas menatap Lekat Elsa dengan tatapan buas dan lapar . Judas menarik pinggang Elsa erat . Hingga wanita itu tersentak kaget .Jari jempol Judas menyentuh ujung dada sekal Elsa yang masih berbalut lingerie tipis .
" Kau mau apa ?"
" Sudah begini ,kau masih tanya aku mau apa ?"
Judas menurunkan tali lingerie itu sebatas pinggang . ia menatap buah sekal itu dengan tatapan buas . Hembusan nafas Judas terasa dingin saat sapuan lidah suaminya menerpa kulit Elsa . Judas mulai menghisap ,menjilat disekitar puncak buah melon itu . Elsa menahan nafas ,tangannya terkepal erat . Judas kemudian mengulum dan memainkan puncak buah melon itu ,sedangkan tangan yang lain mencengkram dada disebelahnya . Ia meraba ,meremas ,mengadon .
Judas membaringkan tubuh Elsa hingga terdengar suara ranjang berderit .detik berikutnya, sepasang tangan Judas yang kasar mencengkram kedua lutut Elsa . Lalu dengan satu sentakan kuat Judas mendorong kaki istrinya keatas dan membukanya lebar- lebar kedua arah .tiba - tiba , hembusan nafas hangat nya menerpa langsung kearea inti Elsa. Judas sengaja meniupnya disana ,perlahan dan penuh kesengajaan .
Lidahnya mulai bergerak memutar ,menjilat dan menghisap area inti tubuh Elsa. Dengan ritme yang teratur dan penuh kendali . Kedua tangan Judas bergerak naik memenjarakan buah sekal Elsa ,meremasnya dengan begitu beringas menggunakan dengan telapak tangannya sembari menambah tekanan jilatan lidahnya dibawah sana.
Sekujur tubuh Elsa mulai bergetar hebat . Lalu ,Judas mendadak berhenti , ia menyusupkan bantal kebawah pinggul Elsa untuk membuat posisi istrinya semakin terangkat tinggi. Lalu kembali mencengkram lutut untuk membuka akses lebar- lebar . Sembari tangannya terus meremas buah melon , Judas langsung melesakkan lidahnya masuk kedalam lubang buaya Elsa. Dia bergerak maju mundur dengan ritme yang cepat dan menuntut.
" Aahhh..ouuhhh... Mas ..". Desah Elsa matanya terpejam erat . Cairan hangat mulai mengalir dari sana.
Judas menghentikan pergerakannya . Derit ranjang terdengar saat ia mengubah posisi tubuhnya diatas kasur . detik berikutnya sebuah tekanan yang tebal ,keras dan panas menyengat langsung terasa diambang lubang buaya Elsa . Ia mulai melesakkan senjata pamungkasnya masuk kedalam lubang buaya secara perlahan . Ukurannya yang teramat tebal dan besar ,rasanya merobek bagian dalam tubuh Elsa secara paksa membuat istrinya kesulitan menghirup oksigen .
Kedua tangan Elsa mencengkram sprei ranjang dengan begitu erat untuk menyalurkan rasa sakit fisik yang mendera .
" Buka matamu !" perintah Judas dengan nada tinggi yang mengancam . " Aku mau kau melihat bagaimana aku mengoyak tubuhmu ".
Elsa membuka matanya perlahan , menatap Judas yang juga menatapnya dengan buas dan tersenyum yang menyiratkan kepuasan dan kemenangan mutlak atas diri Elsa.
Judas kembali menarik kedua kaki Elsa lalu melingkarkan ya kesekeliling pinggang kekarnya , sementara kedua tangannya mencengkram bokong Elsa dengan kuat demi mengunci titik penyatuan kami. Begitu dia mulai bergerak maju mundur didalam diri Elsa ,sepasang matanya terus terpaku kebawah , menikmati pemandangan bagaimana senjatanya keluar masuk ke lubang buaya .
" Ahhh . pelan mas ..uuhhh..".
Dia mulai menambah intensitas kedalamannya dengan beringas , setiap hantaman keras yang dia lakukan memicu derit ranjang yang memekakkan telinga , memecah keheningan malam dikamar itu. Setiap kali Judas menghujamkan dirinya sedalam mungkin . Tubuh Elsa tersentak maju hingga sandaran ranjang membentur dinding dengan keras .
Dharma mencondongkan tubuhnya kedepan ,memenjarakan kedua buah melon dengan cengkraman kasar . Jemarinya meremas dengan begitu beringas seiring pergerakan pinggul Judas yang kian memburu cepat . Dia menghujamkan senjata itu sedalam mungkin dengan ritme paling cepat dan keras tanpa ampun . Napasnya terdengar memburu pendek .
Tiba - tiba ,pergerakannya mengencang . Dengan sebuah Geraman rendah yang ditahan di tenggorokan, Judas melayangkan beberapa hantaman dalam yang lambat sebelum akhirnya menyemburkan seluruh benih cairannya kedalam tubuh Elsa.
Sensasi hangat yang kental seketika menjalar hebat membanjiri bagian dalam tubuh Elsa . Begitu selesai ,Judas langsung menarik diri keluar dari tubuh Elsa . Dia sama sekali tidak sudi mantap wajah itu .
Sembari merapikan kembali pakaiannya , Judas langsung melangkah lebar meninggalkan kamar tanpa menoleh sedikitpun pada Elsa . Air mata wanita itupun luruh seketika yang sejak dari tadi ditahannya .