Seorang wanita yang bernama Winda sudah lama menikah mencoba bermain api dengan teman sekantornya yang bernama Hendra. Rasa cinta & nyaman yang sebelumnya tidak dirasakan olehnya ditemukan dalam diri Hendra. Setelah sepakat meninggalkan pasangan masing-masing.
Hendra justru memilih kembali kedalam pelukan istrinya. Winda yang sudah terlanjur menggugat cerai suaminya merasa kecewa & marah kepada Hendra.
Apa yang dilakukan Winda setelah Hendra & Suaminya tidak didapati ?
BURUAN KEPOIN ??? JANGAN LUPA BACA YAA KISAH KELANJUTANNYAAA !!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nukhbatul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7. Ketauan Wulan
Maraknya perselingkuhan bukan hanya saja terjadi dikalangan artis namun juga seluruh lapisan masyarakat. Lemahnya Iman serta jarangnya berkomunikasi antara pasangan suami istri membuat hubungan didalam rumah tangga terasa hambar. Bila seseorang tidak kuat imannya maka akan mudah tergoda oleh pelakor ataupun pebinor.
Setan ataupun Iblis akan semakin bahagia dan bersorak gembira bila melihat adanya pasangan suami istri yang bercerai. Bila satu rumah tangga sudah bercerai maka bisa mengakibatkan hancurnya hubungan yang lainnya seperti hubungan antar suami istri sudah pastinya, hubungan antara ortu dan anaknya, hubungan keluarga besar suami dan keluarga besar istri.
Seperti pasangan dua sejoli ini yang sedang kasmaran mereka berdua sedang menikmati Liburan di Bandung. Suasana Bandung yang sejuk ditambah dengan derasnya guyuran air hujan dipagi dan malam hari. Membuat siapa saja malas untuk beraktifitas dan hanya mau berdiam diri serta rebahan dikasur sambil menonton tv.
Begitu pula dengan pasangan Winda dan Hendra... Sedari malam hujan pun mengguyur kota Bandung menambah suasana yang dingin nan syahdu. Menambah kehangatan dikamar ini dengan adanya Hendra disampingnya.
Kamar tidur dihotel yang mereka singgahi pun berantakan tak karuan dengan tatanan sprei yang semrawut. Sarung bantal dan sarung guling terlepas dengan sendirinya. Tisu basah dan tisu kering berserakan tak karuan.
Begitu sibuknya pasangan sejoli ini hingga tidak sempat untuk membersihkan dan merapikan kamar hotel yang sudah mereka tinggalin beberapa malam saja.
Ditengah guyuran hujan pun perut Winda lapar kroncongan, Hendra pun sibuk mencari cemilan dikamar namun sudah habis tak bersisa yang telah dimakan olehnya.
Mereka berdua pun mencari makanan untuk mengisi perut mereka yang sedari tadi sudah lapar lagi, Dengan bergandengan tangan seolah mereka tidak ingin terpisah satu dengan yang lainnya.
Dikota Bandung ini tidak ada yang mengenali mereka apalagi di hotel tempat mereka menginap, maka dari itu pasangan ini dengan pede nya bergandengan tangan didepan lobi hotel yang sangat ramai oleh pengunjung yang ingin berlibur.
Dag...deg..dug... Ditengah kepedean mereka ini ternyata mereka berdua berpapasan dengan Wulan rekan kerja mereka. Wulan pun sudah tidak kaget lagi karena santer kabar perselingkuhan mereka dikantor pun sudah lama terdengar.
"Hai...Wulan kamu liburan disini juga ya". Sapa Winda kepada Wulan dengan muka tenang.
"Iya Win... Kamu disini juga dengan Hendra". Balas Wulan kepada Winda pura-pura tidak tau.
Setelah Wulan menghilang dari hadapan mereka berdua. "Win, tolong kamu bicara baik-baik dengan Wulan agar bisa menjaga rahasia hubungan kita ini". Ucap Hendra kepada Winda dengan nada perintah.
"Baik sayang, akan aku susul Wulan ke toilet dan bicara baik-baik dengannya".Balas Winda kepada Hendra dengan nada kalut.
Dengan berjalan terburu-buru. Winda pun menghampiri Wulan yang akan ke toilet. Ia pun meminta teman kerjanya itu agar mau merahasiakan apa yang dia lihat disini.
"Wulan .. Boleh aku bicara dengan kamu sebentar?". Pinta Winda kepada Wulan dengan nada tegas dan lembut.
"Ada apa ya, Mbak Winda?". Balas Wulan kepadaku.
"Bisa kamu jaga rahasia hubungan antara Aku dengan Hendra, agar teman kantor tidak ada yang tau. Kamu tau sendiri kan dikantor, Gimana?". Ujar Winda kepada Wulan itu.
"Tenang mbak, Aku tidak akan mencampuri urusan Mbak dengan Hendra". balas Wulan kepada Winda.
Winda pun mengucapkan terimakasih dan meninggalkan rekan kerjanya itu, seorang diri didepan toilet didalam hotel dengan wajah penuh ketidaksukaan dengan sikap mereka berdua yang telah melakukan perselingkuhan.
"Mbak Winda yang Cantik, Cerdas, Seksi dan juga Baik hati mau membantu sesama teman dikantor yang sedang kesulitan. Tapi sayang, kenapa mau jadi duri dalam rumah tangga Hendra. Padahal suaminya lebih segalanya dari Hendra. Manusia terkadang kurang bersyukur" batin Wulan.
"Bagaimana sayang, sudah kamu bereskan Wulan supaya mau tutup mulut tentang hubungan kita ini". Tanya Hendra kepada Winda dengan penuh kekhawatiran dan kepanikan.
"Sudah sayang, sudah aku bereskan. Aku barusan sudah bicara dengan Wulan. Dia bilang tidak mau ikut campur tentang hubungan kita ini". Jawab Hendra Kepada Winda dengan meninggalkan lobby hotel menuju kamar hotel untuk kembali beristirahat dan mereka ingin bercengkraman berdua dengan mengabiskan sisa waktunya dihotel hanya berdua saja.
Tanpa ada rasa takut dan dosa mereka berdua pun melakukan hubungan terlarang itu. Bercinta berulang kali. Perselingkuhan yang diawali dengan adanya rasa kenikmatan membuat siapa saja ingin mengulanginya lagi.
Dengan atas nama Cinta dan Rindu mereka berdua melakukan perbuatan zina dan maksiat secara berulang dan secara sadar tanpa ada paksaan maupun desakan.
Mereka berdua telah mengkhianati pasangan hidup mereka masing-masing dan telah ingkar janji kepada pasangannya. Janji suci dalam ikatan pernikahan mereka masing-masing sepertinya tidak berlaku lagi untuk mereka berdua.
Diseberang sana, ada seorang isteri yang selalu setia berdoa untuk keselamatan suaminya agar selamat sampai tujuan. Namun Sulastri tidak menyadari bahwa suaminya yang selama ini ia doakan telah membohongi dirinya.
"Kenapa Mas Hendra, Tidak ada kabarnya ya dan Handphone nya pun dihubungi tidak aktif". Ucap Lastri dengan penuh panik karena suaminya tidak ada kabar sama sekali.
Bagaimana bisa Hendra dihubungi sedang suaminya, Hendra. Sedang sibuk berduaan dengan kekasih gelapnya Winda. Hendra yang tampan dan gagah pun harus tunduk dan takluk dengan wanita secantik Winda.
"Aku janji Sayangg... Secepatnya aku akan menceraikan Lastri agar Aku bisa hidup denganmu dan segera menikahi kamu". Ucap Hendra dengan janji manis semanis madu.
"Benar ya sayangg... Aku pun secepatnya akan minta cerai dengan Johan. Suamiku itu tidak seperkasa kamu, sayang...". Balas Winda kepada Hendra dengan nada menggoda.
Rambu sebahu Winda diuntel berantakan dengan mengenakan kaos pendek berwarna putih dipadu dengan celana hotpants berwarna putih. Bagaimana Hendra tidak jatuh hati kepada Wanita yang selalu membuatnya tergoda akan rayuan dan gombalan mautnya itu.
Malam ini pun mereka mengabiskan waktunya dihotel Bandung dengan berenang berdua. Winda pun mengenakan bikini berwarna putih pink sedangkan Hendra hanya menggunakan celana renang.
Berenang bersama berduaan tidak ada yang menggangu saling memadu kasih seakan diri ini mabuk kepayang. Cintanya kini bersemi ditangan lelaki yang ia sudah lama mengenalnya namun kedekatan mereka pun baru berjalan 3 bulan ini.
Hendra pun merangkul tubuh Winda yang seksi nan langsing itu didekapnya karena hujan mengguyur kembali ditengah aktifitas Mereke berenang dihotel ini.
Winda pun menggigil kedinginan menahan guyuran air hujan.... Hendra dengan siap memberikan kehangatan untuk pacar gelapnya itu. Secangkir lemon tea hangat pun diberikan oleh pacarku ini.
"Sayang kamu minum ini yaa biar tubuh kamu lebih hangat". Ucap Hendra dengan nada perintah dengan setia melindungi Winda.
"Terimakasih sayangku... Kamu begitu perhatian padaku". Balas Winda kepada Hendra dengan nada manja dan lembut