NovelToon NovelToon
Bercerai Dari Suami Keji, Demi Calon Anakku.

Bercerai Dari Suami Keji, Demi Calon Anakku.

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Penyesalan Suami / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Rumah Tangga
Popularitas:9.4k
Nilai: 5
Nama Author: Putri Sabina

Raisa Adiratna akhirnya menyerah akan pernikahannya, karena selalu mendapatkan KDRT dari sang suami---Dion Raharja. Dion seorang Pengacara kondang terkenal, di jodohkan atas desakan orangtuanya. Ada satu alasan kuat kenapa Dion membenci istrinya, sampai Dion mengancam jika sampai Raisa hamil maka tak segan Dion akan mengaborsi kandungan itu. Raisa yang mendengar itu ketakutan, wanita yang sudah menjadi yatim piatu itu terpaksa meminta cerai dari Dion karena dirinya hanya memiliki anak di kandungannya, tanpa di ketahui oleh Dion jika Raisa sedang hamil muda. Setelah bertahan di bawah hinaan Dion dan teman-temannya termasuk gundik suaminya---Chelsea. Chelsea seorang wanita yang bekerja sebagai LC di sebuah club. Setelah berhasil menceraikan Raisa, Pria itu menikahi gundiknya. Namun Karma dibayar konstan Dion mengalami kecelakaan yang membuatnya mandul hingga Chelsea meninggalkannya. Dion berusaha mencari mantan istrinya demi mendapatkan maaf, lalu apakah Dion sadar sudah punya anak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Sabina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Hari ini Raisa memasuki kamar ibu mertuanya, untuk menengok sekaligus merawatnya. Namun, hal tak terduga terjadi. Raisa yang mengenakan kardigan rajut hitam longgar untuk menutupi kaos lilac motif abstraknya dan celana kulot warna biru tua.

"Mah..mama makan dulu ya," ucap Raisa membawakan bubur dan makanan untuk mertuanya.

Raisa segera menaruh nampan berisi bubur dan minum di atas nakas, lalu berusaha memanggil ibu mertuanya.

"Mah...," panggil Raisa dengan lirih, dan sangat tumben sekali sang ibu mertua tak menjawabnya.

Raisa memasuki kamar Nyonya Raharja untuk memberikannya sarapan, dan sangat histeris saat menemukan mertuanya dalam kondisi yang semakin parah.

"Astagfirullah Mama!!" jerit Raisa.

Terlihat napas wanita tua itu tersengal dan wajahnya sudah kaku.

"Mama! Mama kenapa?" panggil Raisa dengan panik.

Tangannya dengan gemetar segera merogoh saku celana kulot warna biru tuanya, demi mencari ponsel hanya untuk menghubungi Dion. Berkali-kali Raisa sudah menghubungi Dion, namun belum ada jawaban.

"Aduh, Mas Dion kenapa nggak angkat sih?" ucap Raisa sambil menggigit bibirnya.

Mencoba menghubungi sekali lagi, dan hasilnya tetap sama----Dion tak bisa di hubungi.

"Mas Dion kemana sih kamu? di saat genting begini!" Raisa menggigit bibirnya, air mata mulai mengalir di pipinya.

Berkali-kali di hubungi Dion, tak kunjung diangkat.

"Mungkin lagi sibuk di persidangan kali ya," pikirnya.

"Yaudah, aku kirim pesan singkat aja deh, semoga kamu baca, Mas."

Raisa segera berteriak memanggil para pelayan rumah dan supir pribadi, semua orang tentu langsung berkerumun.

"Nyonya ada apa?" tanya Bi Lis.

"Bi, tolong telepon ambulance? mama semakin parah!" teriak Raisa dengan nada panik.

"Siap Nya," patuhnya.

Supir pribadi tentu dengan sigap membantu membopong tubuh majikannya yang sedang sakit parah, stroke yang di deritanya semakin parah. Namun, Dion tak mengangkat panggilannya mungkin sedang sibuk. Tak lama kemudian, suara sirine ambulance memecah keheningan rumah mewah itu.

Segera Nyonya Raharja di masukan ke dalam ambulance, Raisa segera masuk ke dalamnya. Tak hentinya Raisa terus berdoa sambil menggenggam tangan mertuanya, di dalam ambulance yang melaju dengan kencang menuju rumah sakit.

"Mama...bertahan ya," ucap Raisa sambil menggenggam tangan mertuanya.

Di dalam ambulance Raisa sangat berharap agar mertuanya selamat, karena dirinya sudah kehilangan kedua orangtuanya. Kali ini dirinya tak mau kehilangan orang-orang yang menyayanginya lagi.

Sesampainya di rumah sakit Harapan Bunda.

Nyonya Raharja di turunakan dari ambulance, dan segera di baringkan ke brankar menuju UGD. Di depan ruang UGD, Raisa menunggu di depan----tangannya terus melihat pesan suaminya, kenapa belum juga di balas.

"Ya allah kenapa? kenapa engkau tambah cobaan hamba," ucap Raisa terduduk di bangku ruang tunggu.

Beberapa jam yang terasa seperti berabad-abad lamanya, hingga seorang Dokter berwajah tampan dengan wajah khas Timur Tengah keluar menemui Raisa.

"Dokter...gimana keadaan mertua saya?" tanya Raisa dengan nada panik.

"Anda keluarga pasien?" tanyanya, logat suaranya seperti bahasa Indonesia dengan logat Arab.

Raisa mengangguk, dan Dokter itu menyuruh Raisa masuk ke dalam ruangan UGD.

"Maaf Bu, Nyonya Raharja sudah terkena Stroke stadium akhir," ucapnya.

Duarr.

Seperti terkena sambaran petir di siang bolong, Raisa sangat syok---beruntung tubuhnya di tahan oleh dokter itu.

"Astagfirullah... jadi Mama kena stroke stadium akhir, Dok?" bisik Raisa lirih, setelah mendengar penjelasan sang Dokter.

Air mata yang sejak tadi di tahannya, kini sudah mengalir deras membasahi pipinya. Sungguh cobaan yang bertubi-tubi bagi Raisa, yang tak ada sudahnya----suami yang tak menginginkannya, orangtuanya yang tiada, sampai mertuanya yang sekarat.

Dokter Hassan Razzak.

Terlihat sang Dokter bisa melihat bagaimana kerapuhan dalam diri Raisa, Hassan merasa iba pada wanita ini.

"Bu Raisa, yang sabar ya. Stroke bisa di sembuhkan dengan terapi," ujarnya.

"Kami akan melakukan yang terbaik. Sekarang Nyonya Raharja perlu istirahat total dan akan segera kami pindahkan ke ruang rawat inap," lanjutnya dengan nada lembut sambil secara spontan menepuk bahu Raisa untuk memberikan kekuatan moral.

Dokter Hassan Razzak menatap Raisa, wajahnya yang orang Asia nampak cantik dan terlihat sangat baik.

"Ant jamilatan, lakin min almusif ank mutazawijatun." ("Cantik sih, sayang udah bersuami,") pujinya dalam hati.

Ibu mertuanya akan di pindahakan ke ruang rawat inap, karena Dion sudah membayar biaya administrasinya. Kamar VVIP, kamar yang inap yang di pilih Dion untuk ibunya. Dion dan Leon langsung ke rumah sakit saat membaca pesan dari Raisa.

Langkahnya terburu-buru, namun di dalam UGD---hal tak diinginkan harus di lihat Dion. Baru saja di depan pintu secara bersamaan, mata Dion dan Leon menatap Dokter Hassan menepuk bahu Raisa. Pemandangan di depan membuat darah Dion mendidih, melihat istrinya sedang menangis sementara seorang pria asing menyentuh bahunya. Seketika kedua tangan Dion langsung mengepal kuat, hingga buku jarinya memutih.

Amarah yang membara menutupi rasa khawatir pada sang ibu, baginya melihat pria lain menyentuh miliknya adalah penghinaan tak termaafkan baginya. Hatinya terbakar hebat oleh rasa cemburu. Raisa seketika menoleh ke belakang saat merasa ada yang berdiri di belakangnya.

"Mas... kamu di sini? Kamu dari mana saja, Mas?" tanya Raisa bertubi-tubi dengan suara serak karena tangis.

Raisa mengabaikan tatapan tajam Dion, hanya memikirkan kondisi mertuanya yang kritis di dalam kamar.

"Pak Dion..." sapa Dokter itu singkat saat menyadari kedatangan sang pengacara, lalu berlalu pergi untuk memeriksa pasien lain.

Dion berdiri mengenakan kemeja putih dan celana Navy di dampingi Leon yang mengenakan kemeja biru tua dan celana hitam. Dion tak menjawab dirinya hanya menatap Raisa dengan tatapan sulit di artikan, wajahnya tampak merah padam menahan emosi.

"Mas...mama udah kena stroke stadium akhir...hiks...hiks," ucap Raisa dengan isak tangis.

"Saya tahu, dan hentikan air mata buayamu!" tukasnya dengan tajam.

"Mas...kalo ini air mata buaya---"

Ucapan Raisa terhenti saat beberapa perawat ingin membawa brankar ke kamar VVIP yang sudah di bayar oleh Dion. Raisa berusaha menghapus air matanya, sementara Dion menjauh lalu mencengkram lengan Raisa.

"Argh!" ringis Raisa kesakitan.

Matanya yang sembab menatap suaminya, lalu Dion dengan tatapannya tajam mengeluarkan sebuah kalimat yang membuat Raisa mati kutu.

"Kita akan bicara di rumah soal kamu dan Dokter itu."

*

*

*

*

1
sunaryati jarum
Selamat usahamu telah berjalan sesuai harapan kamu Raisa, bahkan sudah balik modal diakali lipat.Jika pesanan banyak sebaiknya cari pekerja jait dan ngepak paket yang dipesan online
Putri Sabina: rejeki orang terzalimi🤭 tinggal tunggu karma Dion dan Chelsea
total 1 replies
Wahyuningsih 🇮🇩🇵🇸
bini model lont3 dipelihara👻👻🤣🤣
Putri Sabina: Pilihan hidupnya dia🤣🤣🤣LC lagian di cinta yang endingnya luka🤭
total 1 replies
sunaryati jarum
Rumah jadi tempat maksiat , penghuninya bisa sial.Kebiasaan di klub malam di bawa ke rumah, jadi jauh dari berkah.
Putri Sabina: ini baru awal🤭
total 1 replies
sunaryati jarum
Ternyata bayi Raisa menyiksa ayahnya yang telah kejam pada mamanya.Sedangkan mamanya nyaman membawanya dan dapat bekerja,sungguh adil Authoor.
Sukses selalu Raisa,semoga baby membawa hoky setiap langkah usamu
Putri Sabina: Ini baru awal karma Dion, dan nanti akan lebih kejam lagi, tunggu karmanya😄
total 1 replies
sunaryati jarum
Nah , sebetulnya kamu itu cinta namun tertutup kebencian kamu.Bulan madu? Sebelum jadi istri setiap sudah ngangkang dan berbagi peluh ,Masih bulan madu.🤣🤣🤣
Putri Sabina: Malah milih LC🤭
total 1 replies
Dokkan Battle
awas jadinya obsesi.. kau MANUSIA LAKNATULLAH
Putri Sabina: malah milih LC🤭
total 1 replies
Dokkan Battle
buang aja itu bayi nanti si dion malah ngejar ngejar lagi
Putri Sabina: tunggu karmanya kak, nanti ada kok karmanya😄
total 5 replies
Jamayah Tambi
Macam Ragat wanita Syri yg dinikahi arwah menteri besar di negeri ku.Alih2 bila suaminya meninggal habis harta ditukar atas namanya.
sunaryati jarum
Berani melanggar wasiat dari ibumu Dion, kesialan hidup yang akan kau dapat.Alhamdulillah kandungan Raisa sehat.Somoga kesehatan dan kemurahan rezeki yang berlimpah untukmu Raisa.
Putri Sabina: biarin aja nanti kena karma instan
total 1 replies
Jamayah Tambi
Pakai la yg sopan Raisa.Seluar pendek.Tak ada ke seluar panjang.
Jamayah Tambi
Ambik la pembantu.Bayar hari ke.Ni kerja semua nak buat sendiri
Jamayah Tambi
Rumah sebesar itu duduk sorang Raisa.Kau cari bibik buat teman.
Jamayah Tambi
Kenapa wartawan tak serbu Dion yg ada simpanan semasa sidang tu.Hancurkan reputasi Dion sebagai pengacara kondang.Natizen pasti penci pada pelakor seperti Chelssa.Dah la LC sama mcm pelacur.
Di tempat kita kalau menghadiri persidangan nikah cerai di pejabat agama pakaian mesti sopan menutup aurat,bertudung .Ah lain negara lain peraturannya.
Putri Sabina: iya kak di Malaysia mungkin lebih condong ke hukum syariat, kalo Indonesia kan lebih bebas ada 6 agama. Jadi beda peraturan, meski di Malaysia ada agama lain tahu kok mayoritas islam😄
total 1 replies
Jamayah Tambi
Semoga Dion kena HIV kerana main dgn pelacur
Putri Sabina: bukan cuman HIV tapi karmanya lebih pedih tunggu aja yaa
total 1 replies
Jamayah Tambi
Perempuan ni keja nak nanges jer.Patutnya kau bahagia kerana Dion menceraikan mu.Bebad,tidak di seksa.Harga diri mu tidak di injsk2 lagi.Kau bebas perempuan.Jadi orang kena tegas.Apa lagi jadi janda.
Jamayah Tambi
Baju macam emak2 je Raisa
Jamayah Tambi
Kan dah mendapat Dion Bijak tp bodo.Pelacur tu perasan kamu mencintainya.Sepatutnya kamu tak memberinya rumah.Cukupnjumpa dan guna di cukup saja.
Jamayah Tambi
Betapa sakit hati seorang dibilang sundal oleh suaminya.Dion kau pendosa,zina,mengainaya isteribdgn perbuatan dan mulut longkangmu
Jamayah Tambi
Asal banyak uang je sombong sampai ke lagit
Jamayah Tambi
Perempuan bodo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!