NovelToon NovelToon
Crimson Vows

Crimson Vows

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Roman-Angst Mafia / Mafia / Tamat
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: yao na

Tujuh belas tahun Yao Conti hidup dalam penyamaran, bernapas hanya untuk satu tujuan: menuntut balas atas pembantaian keluarganya di Milan. Langkahnya membawanya menembus jantung kekuasaan keluarga Moretti, tempat ia bertemu Gerald Moretti—Don muda yang dingin, tajam, dan tidak pernah membiarkan siapa pun mendekatinya.
Bagi Yao, Gerald adalah kunci menuju pembunuh ayahnya. Bagi Gerald, Yao adalah teka-teki berbahaya yang memikat sekaligus mengancam wilayahnya. Di tengah benturan intrik politik lima keluarga mafia Italia hingga ancaman persekutuan gelap yang membentang ke Hong Kong, batas antara taktik dan perasaan perlahan mengabur.
Saat rahasia paling kelam tentang malam pembantaian itu akhirnya terkuak, mereka dipaksa memilih: menuntaskan dendam yang diwariskan oleh orang tua mereka, atau menyelamatkan cinta yang terlahir di atas tanah bersimbah darah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yao na, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27 — Sandera

Kemenangan mereka atas bukti rekaman itu berumur pendek. Malam setelah pertemuan Yao dengan Don Ricci, Sofia menghilang dari apartemennya di Milan tanpa jejak, hanya meninggalkan tanda-tanda perlawanan singkat — sebuah lampu meja yang pecah, dan secarik kertas kecil terselip di bawah pintu yang hanya bertuliskan sebuah nomor telepon asing.

Yao menemukan kekacauan itu setelah bergegas pulang, panik menguasai dirinya seketika. "Sofia!" teriaknya, memeriksa setiap sudut apartemen dengan tangan gemetar sebelum akhirnya menemukan kertas itu.

Ia menelepon nomor tersebut dengan jantung berdegup kencang, dan suara Don Ricci menjawab dengan nada tenang yang mengerikan.

"Signorina Conti," katanya santai, seolah tidak baru saja menculik satu-satunya keluarga yang tersisa bagi Yao. "Aku dengar kau dan Signor Moretti telah bermain terlalu cerdik denganku. Aku pikir sudah waktunya kita bernegosiasi ulang, dengan taruhan yang lebih... personal."

"Jika kau menyakitinya—" geram Yao, suaranya bergetar antara kemarahan dan ketakutan.

"Aku tidak berminat menyakiti wanita tua yang tidak bersalah," potong Don Ricci. "Aku hanya membutuhkan sedikit jaminan bahwa kalian berdua tidak akan menggunakan 'bukti' kecil yang kalian kumpulkan malam itu. Serahkan rekaman itu, batalkan rencana kalian menuduhku di hadapan Aliansi, dan Sofia akan kembali padamu dengan selamat, tidak tersentuh sedikit pun."

"Bagaimana aku tahu kau akan menepati janjimu?" tanya Yao tajam.

"Kau tidak tahu," jawab Don Ricci jujur, mengerikan dalam ketenangannya. "Tapi kau juga tidak punya pilihan lain, bukan? Kau punya waktu dua puluh empat jam, Signorina Conti. Jangan buat aku menunggu."

Sambungan telepon terputus, meninggalkan Yao berdiri sendirian di tengah apartemen yang berantakan, dikelilingi kesunyian yang mencekik.

Gerald tiba beberapa menit kemudian, dipanggil segera oleh pesan panik Yao, dan menemukan gadis yang ia cintai duduk terpaku di lantai, air mata mengalir tanpa henti.

"Yao," katanya lembut, berlutut di sampingnya, memeluknya erat. "Kita akan menemukan cara untuk menyelamatkannya. Aku janji."

"Bagaimana?" bisik Yao putus asa. "Jika kita menyerahkan bukti itu, Don Ricci lolos dari segalanya. Tapi jika kita tidak menyerahkannya—"

"Kita tidak akan membiarkan salah satu dari kedua pilihan itu terjadi," potong Gerald tegas, tekad baru berkilat di matanya. "Kita akan menyelamatkan Sofia DAN menjatuhkan Don Ricci. Aku hanya butuh waktu untuk menyusun rencana yang tepat."

Ia membantu Yao berdiri dari lantai, membawanya duduk di sofa sambil terus menggenggam tangannya. "Aku tahu ini sulit," katanya lembut, "tapi aku butuh kau tetap tenang dan berpikir jernih sekarang. Sofia membutuhkan kita berdua dalam kondisi terbaik, bukan panik."

Yao menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan gejolak emosinya. "Kau benar," katanya akhirnya, suaranya lebih stabil. "Maaf. Aku hanya... Sofia adalah satu-satunya keluarga yang tersisa bagiku selama tujuh belas tahun. Aku tidak bisa kehilangannya sekarang, tidak setelah semuanya."

"Kau tidak akan kehilangannya," janji Gerald tegas. "Aku bersumpah demi hidupku sendiri."

Marco kembali menjadi kunci penting dalam situasi genting ini, menggunakan seluruh kemampuan teknisnya untuk melacak lokasi Sofia melalui jaringan kontak bawah tanah yang telah ia bangun selama bertahun-tahun.

"Aku menemukannya," katanya setelah beberapa jam pencarian intensif yang menegangkan. "Sofia ditahan di sebuah vila pribadi milik Don Ricci di pinggiran Roma, dijaga ketat oleh setidaknya delapan pengawal bersenjata."

"Kita butuh rencana yang tidak hanya menyelamatkan Sofia, tapi juga memastikan Don Ricci tidak bisa lolos dari konsekuensi perbuatannya," kata Gerald, memandangi peta vila yang berhasil diperoleh Marco dari basis data properti publik.

Yao, yang telah mengumpulkan kembali ketenangannya setelah momen keputusasaan awal, mengusulkan sebuah strategi berani: mereka akan berpura-pura menyerahkan rekaman bukti seperti yang diminta Don Ricci, tapi versi yang mereka serahkan akan berisi jebakan digital yang akan melacak dan merekam setiap gerakan Don Ricci selanjutnya — sambil tim penyelamatan bergerak diam-diam untuk membebaskan Sofia pada saat yang bersamaan.

"Ini akan membutuhkan koordinasi yang sempurna," kata Marco, mempersiapkan perangkat digital khusus yang telah ia modifikasi. "Timing harus tepat — pertukaran palsu harus terjadi bersamaan dengan operasi penyelamatan, sebelum Don Ricci sempat menyadari bahwa ia telah dikelabui."

Malam berikutnya, rencana rumit itu mulai dijalankan. Yao, ditemani dua kapten Moretti yang paling ia percaya, pergi ke lokasi pertukaran yang ditentukan Don Ricci — sebuah gudang tua di pinggiran Roma — sementara Gerald memimpin tim kecil lainnya untuk menyusup ke vila tempat Sofia ditahan.

"Ingat," kata Gerald sebelum mereka berpisah, menggenggam tangan Yao erat penuh kekhawatiran yang tidak bisa ia sembunyikan. "Jika situasi menjadi terlalu berbahaya, prioritaskan keselamatanmu sendiri. Aku tidak akan bisa hidup jika kehilanganmu."

"Aku janji akan berhati-hati," jawab Yao, mencium bibirnya singkat namun penuh makna sebelum mereka berpisah menuju misi masing-masing yang sama-sama berbahaya.

Perjalanan menuju gudang tua itu terasa jauh lebih lama dari yang sebenarnya, setiap detik dipenuhi kekhawatiran akan keselamatan Sofia yang bercampur dengan ketegangan akan bahaya yang akan segera mereka hadapi. Salah satu kapten yang mendampinginya, seorang wanita tegas bernama Isabella, memeriksa kembali persenjataan mereka dengan gerakan yang sudah sangat terlatih.

"Kau siap untuk ini, Signorina?" tanyanya, menatap Yao dengan mata yang menilai namun tidak tanpa rasa hormat.

"Aku harus siap," jawab Yao tegas. "Tidak ada pilihan lain."

1
yao na
kerenn
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!