NovelToon NovelToon
Hantu Pedang Menantang Takdir

Hantu Pedang Menantang Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:104.7k
Nilai: 5
Nama Author: Boqin Changing

Sebuah kisah tentang seorang pria dari masa lalu yang bangkit di masa ini.

Di masa ini, ia bertemu dengan perempuan yang mirip dengan seseorang yang ia cintai di masa lalunya. Seseorang yang tidak berani ia gapai karena kondisi fisiknya yang seperti monster saat itu.

Akankah ia berhasil menyingkirkan kenangan buruk masa lalunya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Sedikit Kesal

Sha Nuo mengumpat dalam hatinya.

“Benar-benar mengganggu.”

Teman Gao Rui itu baru saja hendak menceritakan bagaimana caranya menyatakan perasaan kepada kekasihnya. Sha Nuo bahkan sudah sedikit penasaran dengan jawabannya. Namun baru saja Lin Xuan hendak membuka mulut, gangguan seperti ini tiba-tiba datang.

Tatapan Sha Nuo perlahan beralih ke arah pintu kedai. Orang-orang Keluarga Bao yang baru masuk langsung menyapu seluruh ruangan dengan pandangan tajam. Beberapa saat kemudian, tatapan mereka berhenti pada sebuah meja di sudut. Di sana terdapat Gao Rui, Lin Xuan, dan Sha Nuo.

Salah seorang pengawal yang sebelumnya ikut membopong Bao sebelumnya langsung mengangkat tangannya dan menunjuk ke arah mereka.

“Itu mereka!”

Suara pria itu penuh kemarahan.

“Orang-orang itulah yang menghajar Tuan Muda dan rekan-rekan kita!”

Mendengar perkataan tersebut, wajah orang-orang Keluarga Bao langsung berubah. Tatapan mereka dipenuhi amarah.

“Jadi mereka orangnya?”

“Berani sekali mereka melukai Tuan Muda!”

“Keluarga Bao tidak akan membiarkan masalah ini begitu saja!”

“Kita balas mereka!”

Suara-suara penuh kemarahan terdengar dari berbagai arah.

Lin Xuan yang sejak tadi duduk langsung menjadi pucat. Ia melihat ke arah pintu kedai. Bukan hanya beberapa orang, kali ini Keluarga Bao datang membawa puluhan orang.

Belasan orang bahkan sudah memenuhi bagian dalam kedai, sementara puluhan lainnya masih berdiri di luar. Jumlah mereka jauh lebih banyak daripada sebelumnya.

Namun yang paling membuat Lin Xuan ketakutan bukanlah jumlah mereka. Tatapannya berhenti pada seorang pria tua yang berjalan di antara rombongan tersebut. Aura yang terpancar dari tubuh pria itu sangat kuat.

Lin Xuan mengenalinya. Dia adalah pendekar suci milik Keluarga Bao. Keluarga Bao bahkan membawa salah satu pendekar duci mereka.

Pria itu juga cukup terkenal di Kota Wuye. Namanya sudah dikenal oleh banyak pendekar. Tidak sedikit orang yang pernah mendengar tentang kekuatannya.

Lin Xuan menelan ludah. Wajahnya semakin pucat.

“Bagaimana mungkin aku bisa selamat dari ini?”

Sebelumnya ia masih merasa sedikit tenang karena ada Gao Rui dan Sha Nuo di sampingnya.  Namun melihat banyak orang dan seorang pendekar suci muncul, keyakinannya kembali goyah.

Ia segera memandang Gao Rui.

“Saudara Rui... bagaimana ini?”

Gao Rui menghela napas. Tatapannya tetap tenang ketika melihat orang-orang Keluarga Bao yang semakin mendekat.

“Sepertinya kita memang harus bertarung.”

Senyum tipis muncul di sudut bibirnya.

Lin Xuan justru semakin bingung melihat ekspresi tersebut. Bagaimana mungkin Gao Rui masih bisa tersenyum dalam keadaan seperti ini?

Sha Nuo yang sejak tadi duduk akhirnya berdiri. Kursinya bergeser sedikit ke belakang. Ia memandang Gao Rui.

“Biar aku yang mengurus semuanya.”

Gao Rui menoleh.

Sha Nuo menghela napas pendek.

“Kebetulan aku sedang kesal.”

Tatapan Sha Nuo kemudian beralih kepada orang-orang Keluarga Bao. Entah mengapa, hawa di sekitar tubuhnya terasa berubah.

Lin Xuan yang berada di belakangnya langsung merasa merinding.

“Senior, berhati-hatilah.”

Sha Nuo tidak menjawab. Gao Rui justru tertawa kecil mendengar ucapan Lin Xuan.

“Justru mereka yang harus berhati-hati.”

Lin Xuan terdiam. Gao Rui kemudian memandang Sha Nuo.

“Paman.”

“Jangan bunuh mereka.”

Sha Nuo menoleh. Gao Rui menunjuk ke arah orang-orang Keluarga Bao.

“Kalau mereka mati, itu hanya akan menambah beban Bibi Ya untuk membereskan masalah ini.”

Sha Nuo terdiam beberapa saat. Ia kemudian menghela napas.

“Baiklah...”

Sha Nuo melangkah maju. Tubuh besarnya berdiri tepat di depan Gao Rui dan Lin Xuan. Ia memutar bahunya, menggerakkan leher, lalu merenggangkan kedua tangannya seolah sedang melakukan pemanasan sebelum bertarung.

Beberapa orang Keluarga Bao yang melihat tindakannya langsung mencibir. Sha Nuo tidak peduli. Ia menggoyangkan pergelangan tangannya.

“Jadi...”

Tatapannya menjadi dingin.

“Bisa kita mulai?”

Lin Xuan membeku. Ia benar-benar tidak menyangka pria itu akan menghadapi puluhan orang sendirian. Lebih dari itu, Gao Rui bahkan terlihat sama sekali tidak berniat membantu.

Lin Xuan menoleh kepada Gao Rui dengan wajah bingung.

“Saudara Rui...”

“Sepertinya kita juga harus membantu dan ikut bertarung.”

Gao Rui menggeleng santai.

“Tidak perlu.”

Lin Xuan tertegun.

“Tidak perlu?”

Gao Rui menunjuk Sha Nuo dengan dagunya.

“Paman saja sudah cukup untuk membereskan mereka semua.”

Lin Xuan menatap Sha Nuo. Kemudian ia kembali melihat Gao Rui. Keyakinan Gao Rui terhadap pria itu benar-benar tidak masuk akal menurutnya.

Ia akhirnya tidak tahan untuk bertanya.

“Siapa sebenarnya pria itu?”

Gao Rui berkedip. Baru sekarang ia menyadari sesuatu. Sejak awal ia belum pernah memperkenalkan Sha Nuo kepada Lin Xuan.

“Oh, benar juga.”

Gao Rui menunjuk pria yang berdiri di depan mereka.

“Namanya Sha Nuo.”

Lin Xuan mengerutkan kening.

“Sha Nuo?”

Gao Rui mengangguk.

“Dia salah satu pendekar terkuat yang pernah aku temui.”

Lin Xuan kembali memandang Sha Nuo. Ia mencoba mengingat nama tersebut.

Sha Nuo, nama itu terasa tidak asing. Ia pernah mendengarnya. Namun di mana?

Lin Xuan terus berpikir. Beberapa detik kemudian, matanya tiba-tiba membesar. Wajahnya berubah penuh keterkejutan.

“Hantu Pedang...”

Ia menatap sosok besar di hadapannya.

“Jangan bilang... dia adalah Hantu Pedang Sha Nuo?”

Gao Rui mengangguk santai.

“Benar.”

Ia menunjuk Sha Nuo yang masih berdiri di depan mereka.

“Orang itu adalah Hantu Pedang Sha Nuo.”

Tubuh Lin Xuan langsung lemas. Namun kali ini bukan karena takut menghadapi orang-orang Keluarga Bao. Ia lemas karena baru menyadari bahwa sejak tadi dirinya duduk satu meja, makan, bahkan berbicara dengan sosok yang begitu mengerikan.

Hantu Pedang, nama itu bukanlah nama yang asing bagi Lin Xuan. Selama ini ia sudah sering mendengar tentang pria tersebut. Hantu Pedang Sha Nuo dikenal sebagai tangan kanan salah satu Raja Dunia.

Sosok yang kekuatannya berada di luar jangkauan pendekar biasa. Beberapa kisah tentang dirinya bahkan telah tersebar luas di kalangan para pendekar.

Lin Xuan menelan ludah.

“Jadi... sejak tadi aku makan bersama orang seperti ini?”

Sebelumnya ia memang sudah menyadari bahwa pria yang datang bersama Gao Rui bukanlah pendekar biasa. Aura Sha Nuo begitu kuat sehingga sejak awal Lin Xuan menduga pria tersebut mungkin memiliki kekuatan yang setara dengan seorang tetua sekte.

Namun sekarang ia baru mengetahui kenyataannya. Bukan sekadar setara dengan para tetua Sekte Gunung Giok. Kekuatan orang itu bahkan jauh berada di atas mereka.

Lin Xuan kembali menatap punggung Sha Nuo. Pria itu masih berdiri dengan santai.

Tidak ada sedikit pun rasa gugup meskipun puluhan anggota Keluarga Bao sudah mengepung kedai. Bahkan ada seorang pendekar suci juga berada di antara mereka. Seolah-olah semua orang yang ada di hadapannya tidak lebih dari sekumpulan orang biasa.

Lin Xuan semakin merasa tidak percaya.

“Untung saja aku tidak pernah mengatakan sesuatu yang bodoh kepadanya...”

Ia kemudian teringat percakapan mereka sebelumnya. Sha Nuo bahkan sempat menasihatinya mengenai hubungan dengan kekasihnya.

Lin Xuan tiba-tiba merasa punggungnya dingin.

“Berarti orang yang tadi menasihatiku tentang masalah perempuan adalah Hantu Pedang?”

Gao Rui yang melihat perubahan ekspresi Lin Xuan langsung tertawa.

“Hahaha!”

Lin Xuan menoleh. Gao Rui tampak sangat menikmati reaksi tersebut.

“Aku senang sekali melihat reaksi orang-orang setelah mengetahui identitas Paman.”

“Semuanya terlihat lucu! Hahaha...”

1
Bubat Garage Reborn
saatnya beraksi Paman🤣
yayat
wah datang diwaktu yg salh datang mlh mengantarkan uang jajan buat paman nou untuk beli mie pangsit n ayam bekakak
Jeffie Firmansyah
yang pasti ancaman salah sasaran .... masuk ke kandang singa..... berani nya pengancaman harta langit dan paman Nuo.
.. yang pasti pulang tinggal nama sekte pedang hantu punah🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍👍👍💪💪💪💪💪
ibarumbung
👍👍👍👍👍
Markinyo
sygny tayang episode ny cmn 1-2 episode tiap hr
mbono keling
👍💪👍💪👍💪👍💪👍💪👍💪💪👍
udenk
waaah mau main hantu2an ama paman nuo
tariii
/Good//Good//Good//Good//Good//Good//Good/
Eka Haslinda
waaahhh.. kasihan sekali Sekte Lembah Hantu Kegelapan.. datang di waktu yg sangat tepat.. bertemu langsung dgn Hantu pedang.. ketemu sesama hantu pasti ramai.. gasss lanjot thoorrr
Eko🍤
hehehehe aroma pembantaian nih🤣👍ayooooo bantaaaaaaaiiiiii
Raju
percaya diri di.awal...
menyedihkan di ahir, itulah gu shu...
𝕸𝕬𝕾𝕿𝕰𝕽𝕾 𝕷𝕰𝕰, 𝕬𝕸𝕶
Mantap
Putri K
kata kata paman nuo sudah mengikuti jejak babang boqing🤣🤣
Momu
🤣🤣🤣
Sarip Hidayat
adalagi yg cari cari koit🤣
Dianrp
💪💪💪💪
syarif ibrahim
ayo paman Nuo..... habisi saja orang jahat itu... 😄😄😄😄😄😄😄👍
Xiao Shuxiang
VOTE MELUNCUR
Alfan
🤭🤭🤭
Alfan
sungguh berjodoh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!