cewek kere, apes, mulut pedas ketiban rejeki nomplok karena ketabrak CEO ganteng
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fira Lmj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tragedi
Saat Azizah sedang membeli saos dan kecap Arofik yang telah menjaga gerobak cilok di taman kota sedang di ganggu dua preman berbadan gempal.
" Hei anak kecil bagi setoran" Ucap preman berkepala plontos
" Maaf om aku gak ada uang" ucap Arofik gemetaran karena takut
" Jangan bohong nih buktinya cilok daganganmu tinggal dikit mana uangnya" Bentak preman berambut gondrong
" Beneran om uangnya gak ada, uangnya di bawah kakak om beli saos dan kecap huhuhuuuu" ucap Arofik sambil menangis
" Ayo kita acak-acak dagangannya biar kagak dapat uang sekalian" ucap preman kepala plontos
" Jangan om huhuhuuu.... Kakaaakkk ..... Huhuhuuuuu.... Jangan om....." teriak Arofik di sela-sela menangis
" Tolong..... Tolong..... Daganganku..... Huhuhuuuuu Tolong.... Jangan di hancuri. Gerobaknya om nanti gak bisa jualan lagi huhuhuuuuuu...." Mohon Rofik ke para preman.
" Hahahaaa sukurin siapa suruh gak mau bayar hahahaa" ucap preman kepala plontos dengan tertawa lepas
" Lumayan ciloknya buat ganjal perut bang" ucap preman berambut gondrong
" Jangan ganggu dia bang kasihan" ucap penjual minuman
" Apa? Mau aku acak-acak juga daganganmu haa.!" ucap preman kepala plontos
" Jangan bang" ucap penjual minuman
" bayar gak Lo kalau gak bayar aku hancurin juga daganganmu mana bayar" bentak preman berambut gondrong
" Ini bang hanya segini belum banyak yang laku" ucap penjual minuman dengan tangan gemetar dia mengulurkan uang
" Cuma 20 rebu haa! Mana lagi kurang ini..!" ucap si plontos
" Maaf bang cuma segitu " ucap penjual minuman
" Ya sudah besok jangan lupa kasih setoran lagi" ucap si gondrong
Sedangkan Azizah yang baru keluar dari supermarket begitu melihat adeknya yang menangis dan melihat dagangannya hancur tanpa pikir panjang dan tanpa melihat sekitar Azizah langsung berlari menuju adeknya yang telah menangis ketakutan.
Brakkk.....
Sreekkk......
Duagh......
Azizah terpental jauh dan tidak sadarkan diri karena tertabrak mobil Alphard berwarna putih, dan seketika para pengunjung taman kota langsung melihat dan memenuhi tempat dimana tubuh Azizah yang tergeletak bersimbah darah.
Sedangkan Arofik yang melihat kakaknya tertabrak langsung berlari menghampiri kakaknya dan menangis dengan histeris.
" Kakaaaaaaakkkk huwaaaaaa..... Kakaaaaakkk" Teriak Arofik sambil menangis berlari menuju tubuh kakaknya yang tergeletak di tengah jalan.
" Hey kamu keluar.... Duagh....Duagh....Duagh... Keluar..." ucap beberapa bapak-bapak sembari menggedor kaca mobil yang telah menabrak Azizah.
Sedangkan si pelaku Hanya terdiam syok di dalam mobil.
" Ya tuhan aku nabrak orang" ucap si pelaku dengan mata melotot dan nafas tidak beraturan
" woy buka pintunya cepat tanggung jawab" ucap bapak-bapak itu
" I....iya pak" ucap si pelaku dengan tubuh yang bergetar efek syok yang melanda
Setelah si pelaku keluar mobil dan membuka pintu mobil bagian belakang para bapak-bapak langsung menggendong dan meletakkan tubuh Azizah di dalam mobil untuk segera di bawah ke Rumah Sakit terdekat.
" Sudah tolong bawah dia ke Rumah Sakit segera semoga dia bisa selamat" ucap bapak-bapak itu
" Hey nak kamu juga ikut kerumah sakit dampingi kakakmu" ucap bapak-bapak yang lain sambil melihat Arofik yang terus menangis
" Ayo dek kita segera ke rumah sakit" ucap si pelaku
Setelah Arofik dan si pelaku naik ke dalam mobil, mobil pun bergegas menuju rumah sakit dengan kecepatan di atas rata-rata.
Beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah sakit, si pelaku langsung menggendong tubuh Azizah menuju IGD dengan Arofik yang ikut berlari di belakang si pelaku dengan terus menangis.
" Tolong suster ada korban kecelakaan" Teriak si pelaku
Terlihat beberapa suster berlari sambil membawa brankar menghampiri si pelaku, setelah tubuh Azizah di letakkan di atas brankar para suster langsung membawa Azizah ke ruang penangana.
" Tolong isi formulir pasien dan urus administrasi terlebih dahulu ya pak" ucap suster kepada si pelaku
Sedangkan Arofik terus berdiri di depan pintu ruangan tempat kakaknya sedang di tangani dengan terus menangis.
Setelah mengurus administrasi tanpa mengisi formulir pasien si pelaku menghampiri Arofik.
" Dek siapa nama kakakmu?" tanya si pelaku
" Azizah om nama kakakku huhuuu" jawab Arofik
" Kalau kamu siapa namanya?" tanya si pelaku
" Aku Arofik om huhuu,, Kakaku gak akan kenapa-napa kan om gak bakalan meninggal kan om? huhuhu" tanya Arofik di sela-sela tangisannya
" Insyaallah kita doakan saja ya dek semoga kakakmu baik-baik saja" ucap si pelaku sambil memeluk Arofik dengan erat
Setelah beberapa menit kemudian pintu ruangan tindakan telah terbuka nampak tubuh Azizah yang masih belum sadar segera di pindahkan di ruang VIP atas perintah si pelaku.
" Pak Dimas Anggara pasien akan kami pindahkan ke ruang VIP sesuai dengan permintaan anda" ucap suster
Yaa,, Dimas Anggara yang telah menjadi pelaku tabrakan, saat itu dia yang melewati jalan taman kota setelah menghadiri meeting dengan klien di sebuah cafe di dekat taman kota.
Setelah sampai di ruang VIP para suster yang sudah bertugas meninggalkan ruangan tersebut dan menyisakan dua orang beda generasi yaitu Dimas Anggara dan Arofik.
" Kaak cepet sadar aku takut kaak huhuhu" ucap Arofik sambil menangis
" Tenang Arofik kakakmu baik-baik saja dia hanya tertidur karena efek obat" ucap Dimas Anggara
" Kamu bersih-bersih dulu saja di kamar mandi yang ada di pojok ruangan itu bajumu ada banyak noda darah" ucap Dimas Anggara
" Tapi aku tidak ada baju ganti om" ucap Arofik dengan menundukkan kepala
" Tenang saja sebentar lagi bakal ada yang mengantar baju ganti untukmu" ucap Dimas Anggara
" baik om" ucap Arofik sambil berjalan ke arah kamar mandi
Sedangkan Dimas Anggara segera menelpon Hendra selaku Aspri untuk membawakan baju ganti untuk dia dan Arofik.
" Hendra segera bawakan saya baju ganti dan belikan juga sepasang baju untuk anak laki-laki usia sekitar 8 tahun, dan antarkan ke Rumah Sakit Harapan Bangsa" ucap Dimas Anggara
" Siapa yang sakit Dimas kamu tidak apa-apa kan Tante Casandra sudah tau belum kalau kamu di rawat di sana" ucap Hendra dengan panik
" Buruan jangan banyak tanya" ucap Dimas dan langsung mematikan telpon
Sedangkan di tempat Hendra sekarang Hendra telah di kandang panik dan syok atas apa yang telah di dengarnya.
" Aku akan menelpon Tante Casandra terlebih dahulu" ucap Hendra
Tuuut....Tuuutt....
" Ya halo Hendra ada apa?" tanya mama Casandra
" Tante Dimas di rawat di rumah sakit Harapan Bangsa" ucap Hendra
" Apa? Kamu jangan bercanda ya Hendra gak lucu" ucap Casandra
" Aku gak bercanda Tante barusan aku di telpon Dimas dia menyuruhku untuk membawakan baju ganti dan membelikan baju untuk anak laki-laki usia 8 tahun dan di suruh segera mengantarkan ke rumah Saiki harapan Bangsa" ucap Hendra
" Ya sudah saya akan segera kesana" ucap Casandra
Mama Casandra langsung berlari menuju mobil dan tancap gas menuju rumah sakit.
*** Hai kakak jangan lupa tanda kasihnya dan rangkaian bunganya ya makasih****