Di hari anniversary mereka yang ketiga tahun, Grizla ingin menaikkan jabatan suaminya dari Manager menjadi CFO dalam diam.
Tapi malam itu, ia terpaksa mengurung niatnya karena ibu dan adiknya ikut campur di hari perayaan anniversary mereka.
Dan lebih menyakitkan lagi, mertuanya itu membawa wanita asing bersama mereka yang membuat ia tidak nyaman dan membuat ia ragu harus menyerah posisi itu.
Lama kelamaan, suaminya mulai bersikap dingin, tidak ada keharmonisan ruma tangga yang ia dambakan. Akhirnya suaminya selingkuh dengan wanita tersebut yang ternyata satu kantor dengannya, alasan selingkuhnya adalah ia menginginkan seorang anak.
Plot twist-nya adalah, perusahaan itu miliknya, yang mengangkat suaminya sebagai manager adalah dirinya melalui orang Kepercayaan yang menjadi CEO sementara di perusahaan G' Jaya.
"Hari ini buka matamu lebar-lebar, siapa yang telah mengangkat derajatmu!" - Grizla
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
7
Antonio mencengkeram tepi jasnya, dan memijit pelipisnya. Kata-kata Grizla telak menghantam harga dirinya.
Kepalanya mendadak pening membayangkan limit kartu kreditnya yang pasti akan berkurang banyak malam ini.
"Grizla... kamu, kamu jangan memanas-manasi situasi," bisik Antonio terbata-bata dan bergetar panik.
"Memanas-manasi? Aku hanya bicara fakta, Antonio. Tadi kamu membentakku seolah-olah aku ini istri yang tidak tahu diri karena membawa tiga temanku. Sekarang lihat ke sana. Ibumu sedang memesan menu lobster dan caviar untuk tujuh orang!"
Sebelum Antonio sempat membalas, mata tajam Widya tak sengaja menangkap sosok anak dan menantunya di sudut ruangan.
Wajah Widya langsung berbinar seraya melambaikan tangan dengan heboh.
"Eh, Antonio! Sini, Nak! Sini bergabung sama Ibu!" teriak Widya tanpa urat malu, membuat beberapa pengunjung restoran berkelas itu menoleh risi.
Grizla menatap Antonio dengan senyum menantang. "Ayo, Suamiku. Ibumu memanggil. Mau pamer bonus 40 juta lagi, kan?"
Dengan langkah berat dan senyum yang dipaksakan, Antonio berjalan menghampiri meja besar tersebut, diikuti Grizla yang berjalan santai di belakangnya.
"Nah, Jeng-Jeng sekalian, ini dia Antonio, anakku yang sukses itu! Dia manager perusahaan besar lho," pamer Widya dengan nada angkuh saat keduanya tiba di meja.
"Wah, ganteng ya, Jeng. Sopan lagi. Duh, Antonio, makasih banyak ya malam ini ibumu baik banget mau traktir kami," sahut Jeng Lastri sembari mengipas-ngipas wajahnya, sementara tangan satunya sibuk menunjuk menu-menu paling mahal.
"Ah... iya, Tante. Sama-sama. Silakan dinikmati," jawab Antonio kaku.
Senyumnya tampak seperti seringai menahan sakit gigi. Ia melirik nota pesanan sementara yang sudah dicatat pelayan di ujung meja.
Angkanya sudah menyentuh belasan juta, dan itu baru hidangan pembuka.
"Dan ini menantu Jeng ya?" tanya Buk Vina menujuk ke arah Grizla.
Widya kemudian beralih menatap Grizla dengan tatapan merendahkan. "He he he. Iya, Jeng, menantu saya ini memang suka sekali main, untung anak saya sabar dan banyak duitnya. Di suruh kerja nggak mau, maunya nunggu uang dari suaminya doang. Untung saja anak saya memungutnya, kalau tidak, dia jadi gelandang di tengah jalan!"
Teman-teman Grizla menjadi geram, ingin rasanya ia menampar wajah wanita tua itu
Sementara Mendengar sindiran mertuanya, Grizla sama sekali tidak tersinggung. Ia justru tersenyum manis, lalu menoleh ke arah pelayan yang sedang berdiri di dekat Widya.
"Mbak Pelayan. Tolong ya, tagihan dari meja teman-teman saya yang di sebelah sana... disatukan saja dengan nota meja Ibu Widya ini. Biar sekalian dibayar oleh anak suksesnya malam ini," panggil Grizla dengan suara cukup lantang.
"Baik, Ibu," jawab pelayan itu sopan.
"Eh? Apa-apaan kamu, Grizla?! Kok malah ditombokin ke sini? Ibu kan traktir teman-teman Ibu, kenapa teman-temanmu malah ikut numpang?" kata Widya, matanya membelalak tidak terima.
Grizla menatap Widya dengan pandangan polos yang dibuat-buat, lalu melirik Antonio yang wajahnya sudah berubah pucat pasi.
"Lho, Ibu... tadi Mas Antonio bilang ke saya, bonus bulan ini melimpah banget. Katanya kalau cuma traktir sepuluh sampai lima belas orang di resto ini mah kecil, uangnya gak akan habis," ucap Grizla berbohong dengan ekspresi tanpa dosa. "Iya kan, Mas? Masa teman-teman Ibu ditraktir, tapi teman-teman istri sendiri pelit? Nanti apa kata orang-orang?"
Ibu-ibu sosialita di meja itu langsung saling berpandangan dan mengangguk setuju. "Iya dong, Jeng Widya. Masa sama menantu sendiri perhitungan? Kan Antonio uangnya banyak."
Widya seketika terpojok oleh ucapan teman-temannya sendiri. Ia hanya bisa menelan ludah, lalu menatap Antonio, memberi kode agar anaknya itu meluruskan masalah. "Nio... kamu, kamu beneran bilang begitu?"
Antonio memandang ibunya, lalu beralih ke Grizla yang sedang menaikkan sebelah alisnya. Jika Antonio jujur di depan teman-teman ibunya, maka kedok "keluarga kaya raya" yang selama ini dipamerkan ibunya akan hancur.
"I-iya, Bu..." jawab Antonio akhirnya dengan suara tercekat, terpaksa menelan gengsinya bulat-bulat. "Pesan saja... semuanya b-biar Antonio yang bayar."
Grizla hampir saja tertawa lepas melihat ekspresi frustrasi suaminya.
Ia mendekatkan wajahnya ke telinga Antonio, lalu berbisik dengan sangat pelan namun tajam.
"Selamat menikmati makan malam mahalnya, Suamiku. Jangan lupa dipikirkan ya, besok kita mau bayar cicilan mobil pakai daun apa."
kuy.. yg banyak geh ...😭
yg banyak lagi to Les... nanggung bacanya..
tak kasih kopi nih.. biar terang kontestrasinya... 😂😂🤭
yg semangat upnya, tak kirim kopi..💪
jgn kelamaan grizla yg disiksa di rumah hantu itu..