Bella Oceana adalah istri kedua dari Alan Elvis. Alan menikahi Bella karena Tevy sudah tidak bisa melaksanakan kewajibannya sebagai istri untuk melayani Alan. Tevy sudah lumpuh sejak tiga tahun terakhir karena kecelakaan. Karena alasan tersebut, Alan menikah lagi dengan wanita yang ia kenal dari sebuah restaurant. Karena pada saat itu Bella adalah Manager Restaurant tersebut. Pernikahan Alan dengan Bella tentunya tidak di ketahui oleh Tevy. Alan sangat menyayangi Tevy, ia tidak akan sampai hati jika harus mengatakan hal yang sejujurnya kepada istrinya. Namun Alan juga pria normal yang membutuhkan sentuhan wanita. Sudah satu minggu ini sikap Tevy begitu berbeda kepada Alan, menjadi sangat manja dan tidak ingin ditinggal terlalu lama. Tentu saja sikap Tevy membuat Alan serba salah karena ia juga harus bekerja dan tentunya menemui Bella, istri keduanya. Setiap Tevy mulai menyentuh tubuh Alan, yang terbayang dalam benaknya adalah wajah Bella, desahan Bella, dan juga erangannya diatas ranjang. Dan itu semua membuat Alan memiliki hasrat berlebih untuk bersama dengan Bella. "Sayang, aku pikir kamu udah gak bergairah, ternyata sentuhanku masih bisa membuat kamu seperti ini" ucap Tevy Seketika mata Alan terbuka, ia menyadari jika yang sedang menyentuh miliknya bukanlah Bella, melainkan Tevy istri sahnya sejak tujuh tahun ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayalifeupdate, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
12
Bella begitu penasaran dengan kondisi Tevy, namun Bella juga ragu untuk bertanya kepada Alan. Karena Bella menyadari jika ada pembatas diantara dia dan Tevy.
"Maaf sayang, hari ini aku sibuk"
"It's okay sayang, no need sorry it doesn't matter"
"Malam ini mau dinner di luar?"
"Kalu kamu gak capek, kalau kamu gak lagi banyak kerjaan. Aku mau"
"Kenapa?"
"Sayang, tujuan kamu kesini untuk business trip bukan untuk jalan-jalan. Kamu harus mendahulukan pekerjaan kamu, setelah semua selesai kita bisa melakukan yang lain"
"Tapi aku juga gak mau kamu merasa bosan disini sendirian"
"Sayang, aku bisa pergi ke gym, berenang dan ke restaurant"
"Oke, aku janji besok akan bawa kamu jalan-"
"Sebentar sayang, Tevy menelfon" ucap Alan
Alan menerima panggilan Tevy, namun tangannya masih memeluk tubuh Bella. Samar-sama Bella bisa mendengarkan suara Tevy yang mengatakan jika ia merindukan Alan saat ini.
Alan merasa tidak nyaman bicara dengan Tevy saat di sebelahnya ada Bella, namun Bella mengangguk mengisyaratkan kepada Alan jika ia harus bersikap normal.
"Aku pulang minggu depan sayang, masih banyak pekerjaan disini dan aku juga baru balik. Harus mandi dan makan siang" - Alan
"Kamu belum makan sayang? Ya sudah kamu makan saja dulu, kalau ada waktu telepon aku ya" - Tevy
"Iya sayang, pasti" - Alan
"Love you" - Tevy
Mata Alan menatap Bella dengan tatapan bingung, namun lagi-dan lagi Bella mengangguk perlahan.
"Love you too" - Alan
"Sayang, maaf" ucap Alan seketika merubah posisi duduknya
"Sayang, ini bukan masalah. Kamu harus bersikap normal, dia juga istri kamu"
"Aku tahu"
"Ya sudah, kamu mandi aku akan pesankan room service buat kamu"
"Sayang, tapi aku sudah makan. Aku cuma bohong sama Tevy supaya gak terlalu lama menelfon"
"Astaga"
Alan kembali memeluk tubuh Bella, tangannya mulai mengusap-usap pinggang Bella. Namun karena Alan masih terlalu banyak pikiran antara Bella dan Tevy, ia sengaja tidak melakukan hubungan suami istri terlebih dahulu, meskipun Alan sangat menginginkannya.
"Kamu gak pernah pulang sayang?" tanya Alan
"Kemarin Mama telpon, ditanya kapan pulang. Aku pulang dulu ya sayang setelah dari sini"
"Iya sayang, kamu bisa pulang untuk mengunjungi mereka"
"Okey"
"Mereka tahu kalau ada aku?"
"M-maksudnya?"
"Maksudnya sebagai pacar mungkin"
"Belum tahu, kalau mereka tahu mereka bisa memaksa aku segera menikah"
"Tapi kalau mereka gak tahu, gimana kalau mereka jodohin kamu?"
"Sayang, Mama dan Papa gak akan melakukan itu, kamu jangan hawatir. Lagi pula aku juga jarang pulang"
"Oke sayang, pastikan kamu bisa menghindari apapun itu jika berhubungan dengan suami, karena kamu sudah punya suami"
"Oke sayang"
Setelah selesai bicara dengan Bella, Alan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Lagi-lagi Alan meninggalkan ponselnya di meja, dan Bella tidak melewatkan kesempatan itu begitu saja.
Bella membuka ponsel Alan, kemudian membuka daftar nomor telepon lalu menyimpan beberapa nomor penting yang ada di ponsel tersebut. Beberapa nomor diantaranya adalah nomor Tevy, nomor dokter yang menangani Tevy dan beberapa asisten yang membantu Tevy selama ini.
Bella tidak yakin untuk apa, tapi dia pikir mungkin suatu hari Bella akan membutuhkannya. Dan setelah dirasa cukup, Bella mengembalikan ponsel Alan pada tempatnya, dan ia pindah ke kamar dan duduk di tepi ranjang.
"Ngapain sayang?" Tanya Alan
"Mau ngecas ponsel aku sayang"
"Oh, oke. Aku mau ketemu Ghaly dibawah ya, kalau butuh sesuatu hubungi Helia"
"Oke sayang"
Alan mengganti pakaiannya menggunakan pakaian casual, kemudian ia segera turun ke caffe di hotel tersebut untuk menemui Ghaly.
Merasa ada waktu untuk stalking, Bella membuka media sosialnya kemudian mulai mengetik nama Dokter yang sedang menangani Tevy.
Setelah Bella menemukan akun Devan, ia segera mengikuti akun tersebut dan kemudian menunggu di konfirmasi untuk bisa stalking.
Bella memang aktif menggunakan media sosial tapi ia tidak menggunakan namanya sendiri, melainkan menggunakan nama-nama acak, tapi tentu saja Bella tetap memasang foto dirinya sendiri di media sosial tersebut.
Setelah mendapat konfirmasi dari Devan, Bella segera melihat ke akun media sosisal tersebut, mencari informasi dimana Devan melakukan praktek, kemudian mencari tahu siapa saja orang-orang di sekitar devan.
Ting! Satu notifikasi muncul di media sosial milik Bella
"Cantik" - Devan
Devan membalas postingan Bella saat ia berada di tempat olahraga, seketika Bella hanya mengernyitkan dahinya ketika membaca pesan tersebut.
"Suka olahraga ya?" - Devan
"Iya" - Bella
"Pertahankan, itu bagus" - Devan
"Thanks" - Bella
Bella terdiam, diia sedikit berfikir bagaimana bisa dokter tersebut bersikap sangat ramah kepada orang bahkan yang baru ia lihat di media soial.
"Apa ke Tevy dia juga sama?" batin Bella