NovelToon NovelToon
CINTA YANG TAK SEPADAN

CINTA YANG TAK SEPADAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Dunia Masa Depan / Diam-Diam Cinta
Popularitas:429
Nilai: 5
Nama Author: Essa Amalia Khairina

Kepergian kekasihnya membuat Naya menyadari akan kehilangan yang begitu mendalam. Luka yang ditawarkannya pun begitu hebat hingga membuat Naya harus benar-benar pulih dari rasa sakit hati.

Dan seiring berjalannya waktu, Zaki datang dan mengubah kehidupannya yang dulu begitu terasa hampa penuh luka tersebut kini penuh kebahagiaan yang tak pernah ia miliki sebelumnya.

Namun sayangnya, kebahagiaan itu harus mereka perjuangkan bersama agar tetap bertahan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Essa Amalia Khairina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SUDUT SUNYI

​Naya tiba di rumah, disambut oleh sunyi begitu ia memasuki ambang pintu. Ia melangkah gontai ke ruang tengah, lalu membiarkan tubuhnya jatuh lemas di atas sofa, tenggelam dalam keheningan yang terasa mencekik.

​Pandangannya tertuju pada satu sudut di dinding, tempat sebuah bingkai foto tergantung dengan apik. Di sana, wajah mendiang ibunya, Erna, tampak tersenyum hangat. Sebuah tatapan yang selalu berhasil meluluhkan hatinya di hari-hari terburuk. Namun kini, kehangatan itu hanya mampu ia dapati lewat guratan tinta pada kertas foto, menyisakan jarak yang tak lagi bisa ia jangkau.

​Sudah dua tahun berlalu sejak kursi reot di ruangan itu tak lagi diduduki, sejak suara tawa ibunya tak lagi mengisi dapur setiap petang.

​"Bu..." gumam Naya lirih, suaranya pecah di tengah kesunyian rumah yang luas. Ia memejamkan mata sejenak, membayangkan tangan lembut sang ibu ketika menyentuh pundaknya, seperti yang selalu dilakukan Erna setiap kali Naya pulang dengan lelah setelah mengajar. "Hari ini Naya ngajar... rasanya lelah banget."

​Naya tidak memalingkan wajahnya. Ia membiarkan matanya tetap terkunci pada foto itu, seolah dengan menatapnya lebih dalam, ia bisa menarik kembali serpihan kekuatan yang mulai memudar. Di tengah kelelahan fisik yang mendera, kerinduan itu datang menghantam lebih keras. kerinduan pada seseorang yang biasanya menjadi tempatnya pulang untuk melabuhkan segala keluh kesah.

​"Tapi lelah yang aku rasakan hari ini... rasanya berbeda, Bu." Lanjut Naya. "Aku merasa hampa... terluka, tapi juga ada sesuatu yang berhasil mengobati perasaan itu."

Naya tersenyum getir. "Ibu sudah pergi cukup jauh meninggalkan aku sendirian. Randi dan Tian pun adalah dua pria yang telah berhasil memberikan aku luka dan air mata. Tapi, apa Ibu tahu?"

Hening.

Hanya terdengar suara detak jarum jam yang menyahut dalam kesunyian yang menyelimuti kesendirian Naya.

"Namanya Zaki, Bu. Entah kenapa aku merasa anak itu benar-benar berbeda dari kebanyakan lelaki seusianya." Gumam Naya. "Iya. Dia siswaku di sekolah. Tapi, pada saat itu juga... dunia seolah menyihirku untuk lari dari segala keterpurukan yang aku rasakan, Bu. Usianya cukup jauh denganku tapi cara ia bicara dan bersikap jauh begitu dewasa dan bertanggungjawab."

Naya mendesis pahit, senyum getir tersungging di bibirnya yang pucat. Ia meremas bantal sofa dengan jemarinya yang dingin.

"Apa aku bodoh, Bu? Apa aku sudah kehilangan akal sehat?" tanyanya, seolah meminta restu atau mungkin teguran dari sosok yang tak lagi bisa menjawab itu. "Apa aku salah jika harus mengagumi, atau bahkan... menaruh rasa pada seseorang yang seharusnya hanya menjadi sebatas muridku? Seseorang yang seharusnya tidak boleh kulihat dengan cara seperti ini?"

Keheningan kembali menyergap, terasa semakin berat dan menyesakkan. Ia pun memejamkan mata, membiarkan bayangan wajah Zaki saat lelaki itu bersimpuh di depannya tadi siang kini tengah bermain-main di benaknya. Rasanya sungguh seperti ia sedang berjalan di atas tali tipis yang membentang di atas jurang. Satu langkah maju berarti merobohkan batasan moral yang selama ini ia junjung tinggi, namun diam di tempat pun rasanya sudah tidak sanggup lagi.

​"Aku takut, Bu," bisiknya lagi, air mata akhirnya jatuh membasahi pipinya. "Aku takut karena di balik rasa ini, aku menemukan kembali alasan untuk bernapas yang sempat hilang setelah kepergian Ibu... dan setelah semua luka itu."

****

1
Rahmi Mamimima
Typo ini.. Harusnya aku yg pduli sm kamu
Rahmi Mamimima
Kasian, naya udah g punya sahabat baik lagi

Kinan jug ksian krna uda g punya orang tua
Rahmi Mamimima
Wadduuhh gimana si kecil? Apa dy ikut dlm kcelakaan itu?
Rahmi Mamimima
Ah masa iya stlh obrolan itu tdk ad obrolan lgi ntara nya dan zaki
Mlah nay tu dr grup sekolahan, bkn dr zaki sendiri
Rahmi Mamimima
🤣🤣🤣😄Org lagi jatuh cinta kok malah mau d bw k psikiater
Rahmi Mamimima
Jatuh cinta beneran si naya sm muridnya
Rahmi Mamimima
Ibunya sdh mninggl? Apa krna anaknya g jdi mnikah?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!