NovelToon NovelToon
Dinikahi Jenderal PTSD

Dinikahi Jenderal PTSD

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Romansa Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Syfaanca

Su Wanqing selalu hidup sebagai orang asing di rumahnya sendiri. Namun, di tengah hujan deras yang mengguyur sore itu, ia dikejutkan oleh satu kenyataan pahit—tanpa sepengetahuannya, keluarganya telah menjodohkannya dengan seorang pria yang paling ditakuti di seluruh negeri, Jenderal Lu Jingyuan.

Dikenal sebagai pahlawan revolusi sekaligus monster di medan perang, Lu Jingyuan adalah sosok dingin yang namanya mampu membuat musuh gemetar. Di balik reputasinya yang kejam, tersembunyi luka masa lalu dan trauma perang yang mengubahnya menjadi pria yang sulit didekati dan tak pernah mengenal kebahagiaan.

Terjebak dalam pernikahan yang tidak pernah ia pilih, Su Wanqing hanya bisa pasrah menghadapi takdirnya. Namun, ketika dua jiwa yang sama-sama terluka dipersatukan oleh keadaan, akankah mereka saling menyembuhkan... atau justru semakin menghancurkan satu sama lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syfaanca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7 - Emas Batangan

Wanqing akhirnya tiba di kediaman besar milik Jenderal Lu Jingyuan yang merupakan suaminya saat ini. Ia merasakan adanya perubahan sikap dan pelayanan yang sangat kentara terharap dirinya, salah satunya adalah dengan disambutnya dirinya oleh seluruh pelayan di depan pintu, dan beberapa barang miliknya segera dibawakan ke dalam, pakaiannya pun beberapa kali dibersihkan dari debu dan partikel yang menempel oleh beberapa pelayan wanita dan kaki serta tangannya diberikan ember kecil khusus untuk langsung dicucikan dan dibersihkan ketika memasuki kediaman itu.

Wanqing baru saja mengelap kering tangannya ketika Ibu Mei keluar dari dapur. "Wanqing!! Menantuku!! Ahhhh, kemarilah sayangku.."

Wanqing yang turut senang mendapatkan kehangatan tadi berjalan sumringah menghampiri Ibu Mei. "Ibu, ada apa dengan semua pelayanan ini?" Tanya Wanqing bingung.

Ibu Mei menertawainya, "Wanqing anakku, bagaimana bisa Ibu membiarkan Kamu pulang dari acara pernikahanmu tanpa sedikitpun pelayanan." Ujarnya sembari membimbing Wanqing untuk duduk.

Wanqing mencoba menoleh sedikit ke arah pintu kamar sang Jenderal. "Jingyuan belum pulang, sepertinya ada beberapa kesibukan yang tidak bisa dia tinggalkan Nak."

Wanqing mengangguk tanda mengerti. Ibu Mei lalu menyajikan beberapa makanan hangat yang sangat mewah dan memintanya untuk makan. Wanqing yang baru saja makan beberapa menit lalu mengernyit bingung, "Ibu.. Tapi sebelum pulang tadi, Jingyuan membawaku makan ke restoran, bahkan sisanya masih banyak dan Aku sangat kekenyangan." Ujarnya merasa tidak enak.

Ibu Mei hanya tersenyum, "Tidak apa anakku, kalau begitu nanti Ibu makan bersama suamiku saja."

Wanqing mengangguk cepat. "Kalau begitu Wanqing pamit untuk bersih-bersih dulu."

Belum sempat dirinya bangun dari kursi itu, Wanqing langsung ditahan oleh Ibu Mei. "Wan-Wan yang baik.."

Ibu Mei memberikan isyarat pada salah satu pelayan. Tak lama pelayan itu datang membawakan sebuah box besar berpita bunga yang harum dan indah. "Nah anakku, ini adalah hadiah pernikahanmu."

Wanqing menerimanya dengan suka cita. "Wow Ibu.. Ini indah sekali.." Gumamnya sambil terus mengelus bunga-bunga yang mengeluarkan wangi menyengat itu.

Ibu Mei tersenyum, "Besok kita pergi ke butik di kota dan coba cari beberapa kain yang indah untuk dibuatkan gaun demi Nyonya Lu Muda ya.."

Wanqing tersipu malu, "Baik Ibu."

...

Malam sudah sangat larut, tapi bahkan Wanqing masih belum bisa tidur. Setelah mandi tadi, Wanqing berusaha meredam rasa bosannya dengan membaca buku novel usang yang ia bawa. Namun entah kenapa matanya masih belum bisa tertutup. Wanqing merasakan ketegangan sekaligus rasa cemas berlebih karena tahu bagaimanapun juga, malam ini adalah malam pertama di pernihakan mereka.

Wanqing akhirnya beranjak dan mengambil kotak hadiah dari Ibu Mei. Wanqing membukanya dengan hati hati, menjaga agar bunga di atas pita tetap terjaga di atas pita itu dan tidak copot. Wanqing lalu menggantungkan pita berisi bunga itu di depan lemari.

Wanqing tersentak kaget dan melemparkan kotak hadiah itu begitu membukanya. "I-Ibu.."

Wanqing mendapati isi kotak itu adalah satu set pakaian hot yang terlihat sangat tidak senonoh. Pakaiannya tipis berwarna merah tua dengan beberapa ukiran ornamen bunga di area pinggang. Pakaian tipis itu sangat transparan dan bahkan memiliki banyak sekali tali di berbagai sisi yang memudahkannya untuk dibuka dari berbagai arah.

Wanqing segera menutup kotak itu tepat ketika ia mendengar langkah kaki mendekat. Sepucuk surat dari dalam kotak itu ternyata terlempar keluar kotak. Wanqing segera memasukkan kotak itu ke dalam lemari dan mengambil surat itu.

Wanqing menunggu pintu kamar itu terbuka, namun ternyata tak kunjung terbuka. Merasa lega Wanqing bergumam, "Ternyata hanya pelayan."

Wanqing membuka surat yang ia terima dari Ibu Mei itu.

Wanqing tersayang..

Ibu sangat bahagia atas pernikahan kalian, belum pernah ada wanita yang sanggup bertahan beberapa hari bahkan hanya untuk mendaftarkan pernikahan dengan Jenderal Lu Jingyuan. Ibu yakin Wanqing adalah jodoh yang terbaik untuk Jingyuan.

Ibu berikan sedikit hadiah, maaf jika lancang. Ibu hanya ingin malam pertama kalian lancar dan menyenangkan. Ibu yakin dengan kekuatan dari kelembutan dan ketulusanmu, Jingyuan akhirnya akan luluh.

Segeralah berikan Ibu cucu-cucu yang banyak ya, hahaha

Ibu Mei.

Wanqing tersipu malu membaca kalimat akhir. Bagaimana bisa ia memberikan cucu secepat itu, dan lagipula, selama ini, Wanqing tidak pernah diberikan pelajaran yang proper. Mungkin orang di kediaman ini semuanya tidak akan tahu bahwa Wanqing tidak pernah bersekolah. Kemampuannya membaca dan pengetahuan etikanya hanya sebatas pemula.

Wanqing menutup surat itu dan mengembalikannya ke dalam kotak. Bingung harus melakukan apa lagi, Wanqing akhirnya memutuskan untuk tidur di atas sofa itu lagi dengan beralaskan selimut tebal itu. "Dimana Jenderal?" Gumamnya.

...****************...

Wanqing baru saja selesai bersiap setelah mandi dan langsung turun ke bawah. Ia yakin semalam Jenderal Lu Jingyuan tidak kembali ke kamar. Bagaimana mungkin pagi itu dia masih terbangun di atas sofa.

Wanqing terkejut melihat Jingyuan yang sedang duduk di meja makan sambil menyeruput kopi hitam dan membaca koran. "Jenderal?" Sapa Wanqing.

Jingyuan menoleh singkat, "Nyonya Muda Lu." Sapanya dingin dan kaku.

Wanqing tersenyum miring dan mencoba untuk mengabaikan sapaan dingin itu. Ibu Mei baru saja akan menyajikan makanan ketika Jingyuan berdiri dan meraih beberapa barangnya. Wanqing terkejut melihat Jingyuan sepagi itu sudah rapih dengan beberapa barang termasuk koper.

"Jenderal ingin pergi lama?" Tanya Wanqing pelan. Jingyuan mengangguk singkat. "Dinas." Ujarnya lalu melengos pergi.

Wanqing berusaha mengejarnya, "Jenderal pergi kemana? Berapa lama? Apakah perlu kutemani?" Tanyanya beruntun.

Jenderal Lu Jingyuan tidak menghentikan langkahnya dan hanya berkata, "Tidak perlu." Lalu memasuki mobilnya. Wanqing masih terdiam tanpa alas kaki di samping mobil itu. Tak lama mobil itu pun pergi meninggalkan kediaman.

Wanqing menghela napas bingung. Seorang pria menepuk pundaknya lembut. "Nyonya, tidak baik berjalan tanpa alas kaki, nanti kaki Nyonya bisa terluka."

Menoleh, Wanqing dikejutkan dengan Cufan yang langsung menggendongnya dan berjalan memasuki kediaman. Wanqing mencoba berontak, "Cufan, turunkan Aku, Aku bisa jalan sendiri."

Cufan baru menurunkannya di dalam kediaman. "Nyonya, jangan berlaku sembrono seperti itu lagi, nanti kakimu terluka."

Wanqing menatap Cufan bingung. Ia hanya bisa terdiam dan menerima perlakuan beberapa pelayan yang datang dan membersihkan kakinya serta memakaikannya sendal untuk di dalam rumah.

Wanqing berjalan gontai menuju meja makan. "Wan-Wan.. Tenanglah, Jingyuan memang harus melakukan beberapa perbaikan sistem pemerintahan dan mengatur beberapa hal politik di daerah baru yang berhasil ditaklukan beberapa waktu lalu." Ujar Ibu Mei.

"Ayo kita bersiap saja, sebentar lagi kita akan pergi ke butik kain di kota."

Wanqing menggeleng, "Ibu.. Bagaimana Aku bisa merepotkan Ibu, Aku bahkan tidak memegang uang sedikitpun, nanti saja kita tunggu Jenderal Lu Jingyuan kembali ya Bu?" Gumam Wanqing.

Ibu Mei terkekeh geli, "Itu di hadapanmu ada dompet merah indah bergambarkan angsa, masa Kau tidak melihatnya anakku?"

Wanqing yang baru menyadari kehadiran dompet itu menatap Ibu Mei bingung, "Ini apa Ibu?"

"Bukalah."

Wanqing membuka dompet itu. Matanya membelalak kaget melihat isinya yaitu satu balok emas tebal yang memenuhi satu dompet itu. "Ibu.. Ini.."

Ibu Mei terkekeh, "Suamimu tidak pernah miskin."

*BERSAMBUNG*

Terima kasih sudah membaca sejauh ini, jangan lupa Like, Komen, dan Subscribe ya, Votenya pun tidak ketinggalan. Sampai jumpa lagi!!

1
arya
modus
Lamycut
Suka geremm banget baca si Bai Bai itu ish sebalnya, buang ajah dia 🤭
Syfaansa: harusss🤣🤣🤣
total 1 replies
Lamycut
keren kakak, itu si dingin jendral malu-malu yah, lanjut dan semangat ya kak
arya
ini terbaik sih, author bisa buat karya se megah ini, mau dong tips nya.. hehe
Syfaansa: menghayal dan menonton drachin lah tipsnya KWKWKW
total 1 replies
Syfaook
Lanjut Thor!! jangan lupa update banyak banyak yan
Xxzyeyi
WOII KEREN BANGET MBA AKUNTAN HAHAHA, diem diem idenya nulis beginian, bagus lanjutkan saudarakuh!! semangatt /Curse/
Eat Reactwithmee
Slow burn ya ini Thor hahaha, temen kerjaku karyanya bagus banget, bikin greget banget sama perilaku saling malunya mereka berdua, si Jingyuan juga sok bener nahan nahan padahal mah udh demen kan, ngaku hayu /Scream/
Fei Lord
Ceritanya sangat unik dan menarik sekali yaa, jadi penasaran kelanjutan hubungan kaku bgtu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!