NovelToon NovelToon
Cinta Beda Umur Juga Asik

Cinta Beda Umur Juga Asik

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ananda Anggit

Arabella yang di paksa bertunangan dengan anak sahabat ayahnya. saat dia tau bahwa yang jadi tunangan nya adalah orang yang dia sukai, maka Bela dengan senang hati menerima nya.


Arga seorang CEO muda yang mempunyai kekasih matre harus rela bertunangan dengan Arabella.

apakah kisah mereka bakal berjalan dengan mulus atau kandas di tengah jalan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ananda Anggit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 7.

Di kantin rumah sakit. Bela masih asik duduk-duduk sambil memainkan handphone. Lula yang melihat Bela pun langsung menghampiri.

" Bel gue minta maaf, maaf kalo gue ngebohongin lo. Sbenernya gue cuma mau kasih kabar aja ke lo kalo Galang masuk rumah sakit, tapi Galang maksa gue buat prank lo. Maaf ya Bel."  Lula berdiri di sebelah Bela yang sedang duduk, mata Lula sudah berkaca-kaca hampir menangis.

" hmm udah gue duga. Tuh Gala Gala biang keroknya." Dengus Bela

" m-maaf Bel .. Tapi semalem Galang emang keadaannya darurat. Awalnya gue mau ngabarin lo tapi gue ngga enak sama nyokap bokap lo."

" ya gue maafin, yo kita ke Galang. Mau gue pites tu orang."

Bela dan Lula menuju ke kamar inap Galang. Waktu mereka masuk ternyata ada orang lain yang mereka kira orang tua Galang.

" mm.. Pagi om.. Tante." Nyengir Bela saat mereka masuk.

" pagi." Dingin, itu yang di rasakan Bela dan Lula.  " kalian teman-temanya Galang?"

"I-iya om kami temannya Galang." Takut- takut Bela menjawab, kalo salah jawab takutnya di banting. Itu yang di pikir kan Bela.

Plak.. Bunyi tabokan terdengar keras.

" ABANG UDAH NAPA, KASIAN TEMEN-TEMEN GUE PADA TAKUT." Teriak Galang. Pelaku yang nabok itu Galang karna kesal dengan Abangnya yang mengaku- ngaku sebagai bapak nya.

"A-Abang...." Beo Bela dan Lula.

Bagas yang di ruangan itu hanya cekikikan di pojok.  Ternyata yang mereka kira orang tua Galang itu Abang dan kakak iparnya Galang.

"Bhuahahahahaha" suara menggelegar dari Abang Galang. Sebut aja bang elang.

" maaf maaf.. Muka kalian lucu soalny kalo lagi ketakutan Kek curut ke jepit."

" ish sayang ga boleh gitu ngomong nya." Tegur anita kakak ipar Galang. " maaf ya kami bikin kalian takut. Sini duduk makanin nih kue kuenya." Senyum ramah anita sambil menarik 2 makhluk itu yang masing bengong.

" nama kalian siapa? Trus siapa yang pacarnya Galang?" Cerocos anita sambil memandangi 2 gadis tersebut.

" s-saya Lula ka dan satu lagi Bela." Senyum Lula yang membuat pipi kempotny sangat terlihat jelas.

" iihhhh cantik banget sih kamu." Anita memuji Lula dan yang di puji hanya tersenyum malu.  Lalu dia menoleh ke Bela. " ohh ini yang namanya Bela, oh ya Bela kenapa kamu ngga mau Terima adik kaka, padahal adik kaka lumayan loh ganteng walaupun agak sengklek sama kaya abangnya."

" hah Terima apa kak." Bela bingung dengan pertanyaan anita

" UDAH BEL GAUSAH DI DENGER." panik Galang. " mbak jangan asal ngomong dong, Abang pulang gih ajak mbak anita."

Galang mendorong dorong kakaknya untuk pulang jadi mau ga mau anita ikut pulang. Emang ga sopan sih Galang tapi dia takut Rahasiany terbongkar.

" ck iya bocah gue pulang, dasar cemen banget gitu aja ngga berani nembak. Di tikung baru tau rasa lo." Ledek elang kepada sang adik

" ihh dasar adek durjana. Ywdah kami pulang dulu ya, Bela tolong jaga Galang ya." Ucap Anita sebelum pergi.

Suasana kembali hening. Galang belom berani tengil lagi ke Bela, dia tau Bela masih marah dengan kelakuannya.

" Bel.. Maafin gue ya, sumpah gue cuma di suruh Galang kok suer." Bagas langsung ambil start sebelum Galang ngomong.

Galang yang di tuduh Bagas hanya diam dan menunduk ngga berani lihat ke arah Bela.

" maaf." Cuma itu yang bisa Galang ucapkan.

Bela hanya diam lalu dia ambil bantal sofa lalu melemparnya ke Galang.

Buk.. " APA LO MAU MARAH BALIK HAH." sentak Bela

" hehehe ngga ko, dari pada lo mukulin gue mending peluk gue kayak tadi." Goda Galang sambil menaik turun kan alisnya.

" IDIIH NAJIS."

----

Di kamar yang mewah dan luas. Arga bolak balik mengecek HP nya. Ngga ada chat, ngga ada telpon. Pesan yang dia kirim pun belom di baca.

" Anjirr apa bener Ratna ngehianatin gue." Arga pusing sendiri. " apa gue tanya aja ke bastian." Dan dia langsung bergegas ke kamar adik sepupunya itu.

" Bas" Arga langsung masuk aja tanpa ketok pintu.

Di dalam Bastian sedang menyelesaikan tugas OSIS, karna sebentar lagi dia akan menyerah kan jabatannya kepada adik kelas. "Hm, ngapa bang? Pasti mau nanyain tentang Bu Ratna ya?"

" hm, kok lo bisa nuduh Ratna selingkuh, emang lo ada bukti?" tanya Arga sambil rebahan di kasur Bastian.

" Banyak. Foto ada.. Vidio juga ada."

Arga yang mendengar itupun langsung terduduk tegak. " mana?"

Cuma 1 kata yang keluar dari mulut Arga tapi buat hatinya deg deg an ngga karuan.

Bastian langsung membuka HP nya dan klik.. Dia udah mengirim beberapa bukti atas penghianatan bu Ratna. " gue lakuin itu karna gue peduli sama lo bang. Gue ngga mau kakak sepupu gue di manfaatin sama ular, dan beg* nya lo ngga sadar-sadar." Terang Bastian.

Arga membuka hpny dengan tangan gemetar. Dengan bukti yang sudah Bastian berikan membuat hati Arga hancur, sehancur hancurnya. Padahal dia sangat mencintai Ratna dengan sepenuh hati, apapun yang dia minta selalu dia kasih. Sebenarnya dia udah merasakan kalo Ratna sedang memeras hartanya tapi yang namanya cinta, Arga tetap memberikannya dengan sepenuh hati.

" breng***. Ini ngga mungkin." Badan Arga kaku, mata memerah menahan amarah. "Bas ini editan kan, lo pasti jago edit. Ya kan, ngaku lo." Tuduh Arga

Bastian menghela nafas. " Bang, Lo mau percaya apa ngga itu urusan lo. Lagian percuma gue jelasin panjang lebar ke orang Bulol ngga bakal di terima." Kesal bastian

" Dah lo mending keluar aja sono, ganggu aja gue lagi kerjain tugas." Usir Bastian sambil ngedumel.

Arga langsung keluar kamar tanpa mengatakan sepatah apapun. Dia masih ngga Terima tentang fakta ini.

----

Senin 07:30 - SMA MAJU TERUS

Semua murid berbaris mengikuti upacara bendera, dibelakang barisan para murid ada petugas PMR yang siap siaga.

Bela dan Lula baris di paling belakang karna mereka paling terpendek, Ada untung nya mereka mempunyai tinggi badan 145cm .jadi setiap upacara bendera mereka tidak terkena panasnya matahari. tetep kena sih tapi dikit

" la gue lemes, tadi pagi belom nyarap." Ucap Bela yang memang terlihat pucat

" eh lo sakit? Bntar gue panggil petugas PMR dulu."  Lula langsung memanggil petugas PMR dan kebetulan petugas yang paling dekat orang yang dia kenal dan orang yang masih menjabat ketua OSIS di sekolah ini.

" Bas.. Bastian di sini ada yang sakit."  Baru saja Lula memanggil petugas, Bela sudah ambruk. Bruk.. 

Bastian yang merasa namanya terpanggil pun menoleh dan langsung melihat ada murid yang sudah terbaring di pangkuan temennya, Bastian langsung berlari mendekatinya. Setelah dia dekati ternyata Bela lah yang pingsan, tanpa pikir panjang Bastian langsung menggendong Bela ala bridal style. Teman sepetugas Bastian yang melihat pun langsung  membantu namun Bastian menolak.

Setelah sampai di ruangan kesehatan Bastian langsung membaringkan Bela dan meminta petugas perempuan yang mengurus nya. Setelah itu Bastian berinisiatif membeli makanan dan minuman untuk Bela.

Arga yang memang sejak malam kepalanya terasa sakit. Mau ngga mau dia tidak mengikuti upacara bendera, dan memutuskan untuk beristirahat di ruanganny saja. Tapi bukannya reda rasa sakitnya, Arga pun memutuskan pergi ke ruang kesehatan untuk meminta obat sakit kepala.

Tok.. Tok..  Arga mengetuk pintu.

" permisi, apa ada obat sakit kepala? " tanya Arga kepada petugas

" Ada pak, tunggu sebentar saya ambil obatnya."

Sambil menunggu Arga melihat sekeliling ruangan dan ngga sengaja dia melihat siswi yang pernah membuat nya terpana atas kecantikan ny itu. Dia sedang duduk bersandar sambil meminum teh hangat.

" ini pak obatnya, semoga lekas sembuh ya pak." Ucap petugas siswi itu sambil tersenyum malu

" iya terimakasih." Arga membalas senyumanya. Lalu dia menghampiri Bela yang sedang duduk bersandar sambil memejamkan matanya.

" kamu sakit apa?"

Mendengar suara berat dan serak-serak basah, Bela membuka matanya.. Penglihatannya belom terlalu jelas tapi dia tau kalo yang di hadapannya ada seorang laki-laki berwajah tampan.

" ya Allah, gue udah ada di surga ya. Enak banget buka mata langsung lihat pangeran." Gumam Bela yang terdengar jelas di kuping Arga.

Arga terkekeh mendengar gumaman Bela "hei kamu masih hidup belom ada di surga."

Bela yang mendengar itupun langsung tersadar. " eh bapak, maaf pak tadi kepala saya pusing hehe." Cengengesan Bela dengan muka yang sudah merah.  Anjirr..Bel malu tau ngga maluuu , seruan suara hati Bela.

" sudah minum obatnya?"

" sudah pak." Senyum Bela

" ya sudah, oh ya kalo boleh bapak tau nama kamu siapa?"

Bela yang hanya di tanya nama malah salbut.. Salting butral. "A-Arabella pak"

" ohh Arabella, ya sudah cepet sembuh ya Arabella." Tangan Arga menepuk pelan kepala Bela, yang di tepuk malah jadi patung tapi hati ser ser an.

Tepat setelah Arga pergi Bastian datang membawa makanan.

" ni buat lo, kata Lula lo belom nyarap." Sambil menyodorkan makanan ke Bela,Ucapny dingin tapi hati ser-ser ran.

" makasih " ucap Bela yang memang sedari tadi senyam senyum.

Bastian yang lihat kelakuan Bela pun jadi geer. " seneng banget lo di beliin makanan sama gue."

" Dih pd banget lo, orang gue lagi seneng habis ketemu jodoh gue."

" Gue dong jodoh lo .. kan dari tadi cuma ada gue." Bastian Dengan penuh percaya diri.

" dih pede banget lo, orang tadi ada pak Arga yang kesini. Teruss yaa dia tap tap kepala gua.... Aaaaaaa seneng bangett jadi berasa di sayang."  Cerita Bela dengan sangat menggebu gebu.

Bastian tercenung , sakit itu yang di rasakan Bastian. Dia yang sudah lama menyukai Bela tapi naas nya Bela menyukai sang kakak sepupu yang baru saja menjadi guru di sekolah ini.

" jangan kepedean, dia begitu hanya sekedar guru ke murid. Ga lebih. Lagian dia sudah punya pasangan." Celetuk Bastian, lalu dia meninggalkan Bela yang terkejut atas ucapannya.

POV author : Terima kasih yang sudah membaca novel saya ☺. Tolong saran dan kritiknya kalo ada Kata-kata yang kurang mengenakan. Dan mohon kasih semangat biar saya makin semangat nulisnya hehe. 

Sekian dari saya Terimagaji

1
Rafi Hafizh
👍
Ananda Anggit
😍💪💪
Rafi Hafizh
semangat author👍
Rafi Hafizh
semangat author.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!