NovelToon NovelToon
PEMBERONTAK PARA DEWA LAST SEASON

PEMBERONTAK PARA DEWA LAST SEASON

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Epik Petualangan / Perperangan
Popularitas:8.8k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Seratus tahun telah berlalu sejak Shi Hao mengorbankan kultivasinya menggunakan Teknik Terlarang untuk menyelamatkan Alam Atas dari kehancuran Kaisar Langit. Di Alam Atas, kedamaian semu tercipta di bawah pimpinan Dewan Bersama (Raja Yan, Lei Zhen, Ao Zun).

Namun, di sebuah desa fana yang terpencil, Shi Hao hidup bahagia sebagai petani buta dan lumpuh bersama istri fananya (Gu Qing Yi yang menyembunyikan identitasnya). Kepompong fana Shi Hao perlahan-lahan menyehatkan jiwanya yang hancur, menanamkan pemahaman Dao Kemanusiaan yang belum pernah dicapai oleh Dewa mana pun.

Kedamaian itu hancur ketika Dinding Dimensi Alam Atas robek. Shen Yu, Dewa Iblis dari Semesta Sembilan Nether yang telah menaklukkan ribuan alam, akhirnya tiba bersama pasukan jenderalnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 26

Alam Atas – Sektor Tembok Ratapan.

Ketika kelopak mata kiri Shi Hao terbuka sepenuhnya, seluruh cahaya di lautan bintang Sektor Utara mendadak padam. Bukan redup, melainkan ditelan bulat-bulat oleh kegelapan yang lebih pekat dari dasar jurang ketiadaan.

Di dalam rongga mata kirinya, Lautan Darah Asura bergolak liar. Itu bukanlah darah kiasan, melainkan wujud fisik dari miliaran dosa, pembantaian, dan keputusasaan yang pernah ia tanggung demi menaklukkan tiga ribu dunia di masa lalu. Hawa membunuh yang murni tumpah keluar, mengubah ruang hampa di sekitarnya menjadi merah darah.

Tiga Jenderal Tertinggi Kekaisaran Asura entitas yang kekuatannya mampu membuat dewa-dewa gemetar kini tersungkur tak berdaya. Lei Shan, Wuming, dan Ao Zun harus menancapkan kuku dan senjata mereka ke atas batu meteor hanya agar jiwa mereka tidak terkoyak oleh tekanan aura raja mereka sendiri.

"Ini... ini adalah wujud sejati Beliau..." Wuming, yang selama ini memuja kegilaan dalam pertarungan, menangis tersedu-sedu. Matanya memancarkan ketakutan mutlak sekaligus pemujaan yang fanatik. "Selama seratus tahun... Beliau menyembunyikan monster kosmik ini di balik senyum seorang petani..."

Shi Hao tidak mempedulikan sekitarnya. Fokusnya telah terkunci pada satu titik: puncak tak kasat mata dari dimensi ini, tempat Dao Surgawi (Heavenly Dao) bersemayam.

Pemuda berbaju rami itu sedikit menekuk lutut kanannya. Sabit Perang berwarna merah darah di tangannya berdengung, haus akan esensi kehidupan.

"Di desa, jika atap rumah sudah lapuk dan mulai meneteskan air beracun..." Shi Hao berbisik pelan, suaranya terdengar seperti gesekan dua bilah pedang yang berkarat. "...Maka atap itu harus diruntuhkan."

BOMMM!

Shi Hao melompat.

Tidak ada ledakan api. Tidak ada pusaran Qi. Namun, gaya tolak dari lompatan fisik fananya itu menghancurkan meteorit di bawah kakinya hingga menjadi ketiadaan absolut, dan meretakkan dimensi Alam Atas sejauh sepuluh juta mil.

Sosok Shi Hao berubah menjadi seberkas garis lurus berwarna merah darah yang melesat ke atas, menembus lapisan pelindung Sektor Utara, menembus Kubah Bintang Sembilan Lapis, dan menghancurkan Selubung Realitas. Ia terbang ke arah Langit Tertinggi, alam abadi tempat Tatanan Mutlak mengendalikan roda Samsara.

Langit Tertinggi – Inti Takdir Surgawi.

Tempat ini tidak memiliki tanah, langit, atau batas. Ini adalah dimensi konseptual yang hanya berisi cahaya keemasan yang dingin dan steril. Di tengahnya, mengalir Sungai Takdir (River of Fate) yang terbuat dari miliaran benang perak, mewakili nyawa setiap makhluk hidup di tiga ribu dunia. Roda gigi raksasa yang terbuat dari hukum karma berputar tanpa henti dengan suara gema yang tanpa emosi.

Ini adalah wilayah suci. Bahkan Dewa Iblis Shen Yu atau Leluhur Kehancuran tidak akan pernah bisa melangkah ke tempat ini.

Namun hari ini, ketenangan abadi itu robek.

CRAAAAK!

Sebuah robekan vertikal raksasa berwarna merah darah membelah cahaya keemasan Langit Tertinggi. Dari dalam robekan itu, Shi Hao melangkah masuk. Sandal jeraminya yang usang memijak kehampaan suci, meninggalkan jejak telapak kaki yang terbuat dari api darah Asura.

Kehadiran entitas yang membawa niat membunuh absolut di dimensi suci ini memicu mekanisme pertahanan tertinggi alam semesta.

Suara Tatanan Surgawi bergema dari segala penjuru. Sungai Takdir bergolak keras. Dari dalam sungai perak itu, bangkitlah Sembilan Puluh Sembilan Bayangan Kesengsaraan. Masing-masing bayangan mengenakan zirah emas yang bersinar, memegang tombak penghakiman, dan memancarkan aura di ranah Raja Dewa (God King) puncak!

Sembilan puluh sembilan entitas tertinggi yang dikendalikan langsung oleh Kehendak Langit, diutus hanya untuk memusnahkan satu petani buta (yang kini tak lagi buta).

"KEMBALILAH PADA DEBU, PELANGGAR HUKUM!" teriak sembilan puluh sembilan bayangan itu serentak, suara mereka bergabung menjadi paduan suara kematian. Mereka melesat maju, mengepung Shi Hao dari segala penjuru, melepaskan ribuan rantai petir penghakiman yang siap meremukkan keberadaannya.

Di tengah kepungan yang bisa memusnahkan jutaan galaksi itu, Shi Hao mengangkat wajahnya. Mata kiri Asura-nya berputar, memancarkan seringai gila yang tidak pernah ia tunjukkan di hadapan istrinya.

Ia memutar Sabit Merah di tangannya, mencengkeram gagangnya dengan kedua tangan.

"Saat musim panen tiba, gandum yang sombong tumbuh paling tinggi..." Shi Hao melangkah maju satu langkah. Hawa membunuh meledak dari tubuhnya, membentuk lautan darah yang secara paksa menekan cahaya keemasan dimensi suci itu.

"Teknik Asura"

SWUUSH!

Shi Hao mengayunkan sabitnya dalam satu putaran penuh.

Tidak ada benturan sihir yang bergemuruh. Tidak ada pertarungan epik selama ratusan jurus.

Bilah sabit merah itu menembus pertahanan mutlak, memotong hukum karma, dan merobek zirah emas kebanggaan surga layaknya pisau panas yang mengiris mentega. Sebuah cincin cahaya merah darah meluas dalam sekejap mata.

ZRAAAASH!

Sembilan puluh sembilan Bayangan Kesengsaraan tingkat Raja Dewa... terpotong menjadi dua tepat di bagian pinggang mereka.

Tanpa sempat mengeluarkan suara jeritan, tubuh emas mereka hancur, meledak menjadi serpihan cahaya yang jatuh layaknya hujan rintik di atas Sungai Takdir.

Eksekutor terkuat dari Tatanan Surgawi dipanen layaknya rumput liar di pekarangan belakang rumah!

Shi Hao tidak berhenti. Ia mengayunkan sabitnya untuk membuang sisa cahaya di bilahnya, lalu melangkah maju menuju pusat Langit Tertinggi sebuah bola cahaya raksasa yang berdenyut layaknya jantung kosmik. Itu adalah Mata Surgawi, wujud kesadaran murni dari Tatanan Alam Semesta.

"SHI HAO. KAU TELAH GILA."

Mata Surgawi berdenyut hebat. Cahaya keemasannya kini memancarkan riak kepanikan yang nyata. Kehendak Langit, yang seharusnya tanpa emosi, kini merasakan teror primal dari kematian.

"JIKA KAU MENGHANCURKANKU, RODA SAMSARA AKAN BERHENTI BERPUTAR! LANGIT DAN BUMI AKAN RUNTUH! DUNIA FANAMU, DESAMU, DAN SETIAP MANUSIA LEMAH YANG KAU SAYANGI AKAN MUSNAH MENJADI KETIADAAN BERSAMAKU! KAU TIDAK BISA MEMBUNUHKU TANPA MEMBUNUH RUMAHMU SENDIRI!"

Langkah Shi Hao terhenti. Sandal jeraminya berjarak kurang dari seratus Zhang dari Mata Surgawi.

Mata kiri Asura-nya berkedip. Ancaman Langit Tertinggi bukanlah gertakan kosong. Hukum alam semesta memang terikat pada Inti Takdir ini. Jika Shi Hao menebasnya, keseimbangan akan hancur, dan kiamat mutlak akan menelan Dunia Fana tempat Gu Qing Yi dan penduduk desa berada.

"Kau bersembunyi di balik nyawa orang-orang fanaku?" suara Shi Hao merendah, menekan amarah yang membuat Langit Tertinggi bergetar. Sabit di tangannya berdengung meronta, namun tertahan oleh dilema sang Kaisar. Ia mengingat janji yang baru saja ia buat untuk Shen Yu, janji untuk melindungi kedamaian desa.

Melihat Shi Hao terdiam, Mata Surgawi mengira ia telah memenangkan konfrontasi ini. Cahaya keemasannya perlahan kembali stabil, bersiap mengeluarkan rantai kutukan baru.

"TUNDUKLAH, ASURA. KEMBALILAH KE TANAH LUMPURMU DAN TERIMA HUKUM—"

TING.

Ucapan Tatanan Surgawi mendadak terpotong oleh sebuah suara yang sangat halus, jernih, dan penuh keanggunan.

Di bahu kanan Shi Hao, tepat di atas jubah raminya yang kasar, sebuah kelopak Bunga Teratai Hijau yang memancarkan cahaya murni tiba-tiba mekar dari ketiadaan.

Aroma harum bunga teratai seketika menyapu bersih bau darah dan kesombongan Langit Tertinggi. Dari dalam kelopak teratai itu, mengalunlah sebuah suara wanita yang sangat lembut, namun dihiasi oleh otoritas absolut dari seorang Ratu yang sesungguhnya.

"Suamiku," panggil suara Gu Qing Yi, bergema merdu menembus Sungai Takdir.

Mata Surgawi bergetar ngeri. Entitas lain?! Bagaimana mungkin seorang wanita fana bisa memproyeksikan suaranya langsung ke Inti Langit Tertinggi tanpa dihancurkan oleh hukum karma?!

"Jangan pedulikan ancaman Langit yang pengecut itu," lanjut suara Qing Yi, nadanya sangat tenang, setenang seorang istri yang sedang menasihati suaminya saat membetulkan pagar rumah. "Jika atap rumah ini memang sudah busuk, runtuhkan saja. Aku telah mengaktifkan Formasi Teratai Penopang Semesta di Dunia Fana."

Di kejauhan, di Dunia Fana, sebuah pilar cahaya hijau raksasa menjulang dari halaman gubuk bambu keluarga Shi, menembus atmosfer dan menahan seluruh pondasi langit dan bumi dengan kekuatan Raja Dewa murni milik Gu Qing Yi. Nyonya rumah itu sedang menopang langit seorang diri agar suaminya bisa mengamuk tanpa beban!

"Tebas saja, Hao," bisik Qing Yi dengan kelembutan yang mematikan. "Aku akan menahan langit untukmu. Pulanglah sebelum supnya dingin."

Mendengar suara istrinya, kegilaan di mata kiri Shi Hao mereda sejenak, digantikan oleh senyum cinta yang sangat tulus. Beban kosmik di pundaknya sirna tak berbekas.

"Kau mendengarnya, Langit," Shi Hao kembali menatap Mata Surgawi yang kini bergetar panik. Sang Kaisar mengangkat Sabit Merahnya tinggi-tinggi ke belakang bahu. Otot-otot fananya mengeras, diiringi oleh ledakan Niat Membunuh Asura yang mencapai puncaknya.

"Istriku telah memberikan izin untuk membongkar atap ini."

"TIDAK! TUNGGU! KITA BISA—"

Shi Hao tidak memberi ampun. Dengan satu ayunan yang mengoyak keheningan abadi alam semesta, Sabit Merah itu melesat lurus menuju jantung Tatanan Tertinggi!

1
yos helmi
🤣🤣🤣🤣
yos helmi
🙏🙏🙏🙏
yos helmi
👍👍👍👍👍
yos helmi
😄😄😄😄
yos helmi
💪💪💪💪
yos helmi
😍😍😍😍😍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣
saniscara patriawuha.
kasian berkali kali manggg wuuuu ini....
saniscara patriawuha.
sakit banget tuhhh rasaneee...
saniscara patriawuha.
sikattttttt lagiiii mangggg shiiiiii.....
saniscara patriawuha.
mantaffffff surataffff....
Hendra Saja
makin penasaran.....apa tidak bertemu dengan sang tiran Thor....
yos helmi
👍👍👍👍
yos helmi
😄😄😄😄
yos helmi
😍😍😍😍
yos helmi
💪💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣
yos helmi
🙏🙏🙏🙏
HINATA SHOYO
mantapp jiwa kerennn cuuyyyyy
HINATA SHOYO
kerenn poolĺll lanjutttt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!