NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Kaisar Wang Hao

Reinkarnasi Kaisar Wang Hao

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Misteri / Action
Popularitas:26.7k
Nilai: 5
Nama Author: Zerro One

Wang Hao, Kaisar Tertinggi Dunia Dou Li, mati secara misterius di puncak kejayaannya. Murid muridnya bersumpah mencari pelaku. Namun jiwa Wang Hao justru bangkit di tubuh pemuda lemah bernama Chen Nan di tempat lain. Kematiannya sendiri adalah misteri terbesar. Siapa yang mampu membunuh sosong sepertinya? Atau ada rahasia lebih kelam di balik kematiannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zerro One, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26. Mata Pedang di Hutan Sunyi

"Kau mencari mati!"

Raungan itu menggema di antara pepohonan, berasal dari seorang pria berusia sekitar tiga puluhan yang mengenakan jubah hitam Klan Gao dengan simbol pedang bersilang di dadanya. Kultivasinya berada di Pendirian Fondasi tahap awal, dan aura merah tua sudah berkumpul di sekitar tubuhnya seperti kabut beracun yang siap meledak.

Ia melangkah maju dan berhenti sekitar tujuh meter di depan Wang Hao, lalu menoleh ke arah Patriark Gao yang berdiri di barisan belakang. "Patriark, izinkan saya memberikan pelajaran untuk bocah sombong ini."

Patriark Gao menganggukkan kepalanya perlahan, matanya tidak pernah lepas dari Wang Hao. "Jangan terlalu kasar. Jika dia mati, kesempatan kita untuk mendapatkan resep pil itu akan hilang."

Beberapa orang di barisan belakang tertawa mendengar peringatan itu, suara tawa yang ringan namun penuh ejekan. Beberapa lagi hanya tersenyum sinis, melipat tangan di depan dada, menikmati tontonan yang mereka yakini akan berakhir dalam beberapa tarikan napas saja.

Wang Hao menghela napas pendek, lalu mengeluarkan pedangnya dari cincin ruang. Bilah abu-abu gelap itu muncul dalam genggamannya. Tidak ada yang istimewa dari pedang itu, setidaknya bagi mata mereka... pedang itu hanya baja biasa tanpa pancaran energi spiritual yang bisa dirasakan.

Pria Klan Gao itu menyeringai lebar. "Hanya itu yang kau punya, bocah lapis tujuh? Benar-benar mengecewakan. Aku mengira setidaknya kau akan mengeluarkan sesuatu yang lebih pantas untuk dilihat."

Ia mengangkat pedang peraknya sendiri, bilahnya yang mengilap mulai diselimuti oleh energi spiritual berwarna merah menyala yang berputar-putar seperti pusaran darah di sekitar logam.

"Ini untuk pelajaran pertamamu, bocah!"

Ia menebas miring ke depan, gerakannya cepat dan terlatih.

Slash!

Energi pedang merah menyala melesat dari bilahnya, membentuk busur tajam yang mengoyak udara, mengarah lurus ke dada Wang Hao. Energi itu meninggalkan jejak merah di udara, dengan suara desingan kuat.

Wang Hao berdiri tanpa mengubah ekspresi. Ia mengangkat pedangnya sendiri, lalu menebas dengan sudut yang sama, miring dan ringan. Energi pedang berwarna putih bersih terbentuk, kemudian melesat ke depan, menyambut serangan yang datang.

Kemudian...

Dua kilatan energi itu bertemu di udara.

Tidak ada ledakan.

Yang terdengar hanyalah desisan kecil, seperti air yang jatuh ke atas bara. Energi merah dan putih saling bergesekan, menciptakan percikan-percikan kecil yang beterbangan ke segala arah.

Beberapa orang dari Klan Gao, Klan Wei, dan Sekte Awan Ungu tersenyum miring melihat pemandangan itu.

"Bocah itu pasti kalah," bisik seorang kultivator Klan Wei kepada rekannya. "Energi pedangnya bahkan tidak bisa meledak. Itu pertanda kekuatannya jauh di bawah."

Rekannya mengangguk setuju. "Dia hanya menggertak. Melawan kultivator Pendirian Fondasi dengan Kondensasi Qi lapis tujuh? Itu bunuh diri."

Namun senyum mereka tidak bertahan lama.

Crak!

Retakan mulai muncul di permukaan energi pedang merah, menjalar seperti jaring laba-laba di atas kaca yang dipukul. Retakan itu semakin melebar, semakin banyak, hingga energi putih milik Wang Hao membelahnya tepat di tengah.

Crash!

Energi pedang putih itu menerobos tanpa perlawanan berarti, terus melesat ke depan dengan kecepatan yang tidak berkurang sedikit pun. Pria Klan Gao itu membelalakkan matanya, keterkejutan muncul di wajahnya, tetapi tubuhnya tidak sempat bereaksi.

Sreeet!

Energi pedang itu membelahnya dari bahu kanan ke pinggang kiri, potongan yang bersih dan rapi, seperti kain sutra yang dipotong dengan pisau tajam. Darah menyembur sesaat kemudian. Dan pria itu akhirnya jatuh tanpa sempat mengucapkan sepatah kata pun. Kesadarannya telah hilang bahkan sebelum tubuhnya menyentuh tanah.

Bugh!

Suara tubuh yang menghantam tanah memecahkan keheningan.

Menyaksikan kejadian itu... semua orang membelalak. Beberapa dari mereka mundur selangkah, beberapa lagi menahan napas, tidak percaya pada apa yang baru saja mereka saksikan.

Wang Hao tetap berdiri di tempatnya, pedangnya masih tergenggam longgar di tangan kanan, ekspresinya tetap tenang dan tidak berubah sedikit pun.

"Ini... ini tidak mungkin!" seru seorang pria paruh baya dari Klan Wei sambil mundur selangkah. "Bagaimana bisa seorang bocah Kondensasi Qi lapis tujuh membunuh seorang tetua Pendirian Fondasi tahap awal? Ini benar-benar tidak mungkin!"

Seorang tetua wanita dari Klan Wei menunjuk Wang Hao dengan jari gemetar, kultivasinya berada di Pendirian Fondasi tahap awal, tetapi suaranya kini bergetar oleh campuran kemarahan dan ketakutan.

"Bagaimana bisa... bocah lapis tujuh membunuh seorang kultivator Pendirian Fondasi? Ini... ini melawan hukum langit! Ini benar-benar tidak mungkin!"

Wajah-wajah di sekelilingnya dipenuhi keraguan. Kepercayaan diri yang tadi membuncah kini telah menguap, digantikan oleh kebingungan dan ketakutan yang tidak bisa mereka sembunyikan.

Tetua Huan Yue mengepalkan tangannya begitu keras hingga buku-buku jarinya memutih.

"Chen Nan, kau..." Ia berhenti sejenak, menelan ludah dengan susah payah, lalu melanjutkan dengan suara yang lebih keras.

"...jangan berpikir kau sudah menang!"

Ia mengangkat tangannya tinggi-tinggi, lalu berteriak dengan suara yang menggema di seluruh hutan.

"Serang bocah itu! Bersama-sama!"

Mendengar perintah itu, sembilan orang kultivator Pendirian Fondasi dari Sekte Awan Ungu langsung bergerak.

Wush! Wush! Wush!

Mereka menyebar membentuk lingkaran mengelilingi Wang Hao, jarak di antara mereka sekitar lima meter, menutup semua celah untuk melarikan diri. Pedang, tombak, dan berbagai senjata lainnya muncul dalam genggaman mereka. Energi spiritual berkumpul dalam berbagai warna, biru, merah, kuning, ungu, menciptakan pemandangan yang seharusnya mengerikan bagi siapa pun yang berada di tengahnya.

Tiga orang menyerang bersamaan.

Yang pertama, seorang pria bertubuh kekar di sisi kiri Wang Hao, menebaskan pedang besarnya dan melepaskan energi pedang berwarna biru tua yang melesat lurus ke arah leher Wang Hao.

Yang kedua, seorang wanita di sisi kiri juga, menusukkan tombak spiritualnya ke depan dan melepaskan proyektil energi berbentuk ular yang meliuk-liuk di udara.

Yang ketiga, seorang pria kurus di depan Wang Hao, menarik busur energi spiritualnya dan membentuk anak panah api yang menyala terang, lalu melepaskannya dengan kecepatan yang hampir tidak bisa diikuti oleh mata biasa.

Wang Hao menggelengkan kepalanya pelan, nyaris tidak terlihat. Ia tidak menebas, tidak menghindar, tidak bergerak dari tempatnya. Sebagai gantinya, ia mengangkat tangan kirinya, dan dari ujung tiga jarinya niat pedang berwarna putih bersih mulai berkumpul.

'Kalian bisa jadi percobaan niat pedang ku, di lapis tujuh kondensasi qi'

Niat pedang itu bukan sekadar energi pedang biasa, melainkan perwujudan dari pemahaman mendalam Wang Hao terhadap Dao Pedang. Ia telah mengasahnya selama puluhan ribu tahun, menyempurnakannya melalui jutaan tebasan, dan kini meskipun hanya secuil yang bisa ia kerahkan, itu sudah lebih dari cukup.

Niat pedang putih itu melesat cepat, meninggalkan jejak samar di udara.

Ketiga serangan itu bertemu di tengah, namun niat pedang Wang Hao menghantamnya seperti batu gunung yang menimpa telur. Energi pedang biru hancur berkeping-keping. Tombak ular spiritual terbelah menjadi dua. Anak panah api padam seketika tanpa meninggalkan percikan.

Niat pedang putih itu terus melesat tanpa kehilangan kecepatan, langsung menuju ke arah tiga penyerang yang berdiri dengan wajah membelalak.

Jleb! Jleb! Jleb!

Ketiga penyerang itu tersentak. Mulut mereka terbuka, darah segar mengalir keluar dari sudut bibir, menetes ke jubah mereka. Organ dalam mereka telah hancur lebur oleh niat pedang yang menembus tubuh mereka tanpa perlawanan.

"Tidak... mungkin..." bisik salah satu dari mereka dengan suara yang nyaris tidak terdengar. "Dia... terlalu kuat..."

Bruk! Bruk! Bruk!

Tiga tubuh itu ambruk ke tanah, hampir bersamaan, menciptakan bunyi berdebam yang membuat enam penyerang lainnya terpaku di tempat mereka berdiri. Mereka saling berpandangan dengan wajah pucat, keraguan kini telah berubah menjadi ketakutan yang nyata.

Wang Hao mengedarkan pandangannya ke arah enam orang yang tersisa, ke klan Gao, klan Wei, lalu berhenti pada sosok Huan Yue.

"Jika kita meneruskan pertarungan ini," katanya dengan suara tenang yang terdengar jelas di tengah keheningan hutan, "saya jamin tetua akan menerima banyak kerugian."

Huan Yue menegang, rahangnya mengeras, dan tangannya yang terkepal mulai gemetar.

"Bagaimana mungkin kekuatan lapis tujuh bisa membunuh Pendirian Fondasi?" suaranya terdengar lebih tinggi dari biasanya, lebih tajam, lebih putus asa. "Kau pasti menekuni aliran kultivasi sesat! Benarkan?!"

Wang Hao menatapnya dengan sorot datar yang tidak berubah. "Anda tidak tahu, bukan berarti hal seperti ini tidak pernah ada. Jadi tidak perlu kaitkan kekuatan yang melampaui ranah dengan aliran sesat. Ini pemikiran yang terlalu dangkal."

Huan Yue mengepalkan tangannya lebih keras, urat-urat di lehernya menonjol, kemarahannya hampir mencapai puncak. Ia membuka mulutnya untuk berteriak, untuk memerintahkan serangan habis-habisan, untuk menghancurkan pemuda yang telah mempermalukannya dua kali.

Namun sebelum suaranya keluar, angin berdesir.

Dari balik semak belukar di sisi utara, suara seorang pria terdengar, dalam dan berat, membawa wibawa yang membuat enam kultivator yang masih ragu langsung menundukkan kepala mereka.

"Tetua Huan Yue... Apakah rekan muda Chen menolak permintaan kita?"

Semua mata beralih ke arah suara itu.

Dari balik pepohonan, seorang pria paruh baya melangkah keluar dengan langkah yang tenang namun penuh kuasa. Jubah ungunya berkibar pelan diterpa angin hutan, dan simbol awan di dadanya berkilau lebih terang dibandingkan milik yang lain. Rambutnya setengah putih, diikat ke belakang dengan jepitan giok sederhana. Wajahnya tenang, tetapi di balik ketenangan itu tersimpan ketajaman yang hanya dimiliki oleh seseorang yang telah memimpin sebuah sekte selama puluhan tahun.

Pemimpin Sekte Awan Ungu, Yun Changsheng, kultivator Pendirian Fondasi tahap akhir.

1
༄⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Alur ceritanya sudah bagus tapi MC nya Tingkat Kultivasi masih Tingkat Rendah.
Zerro One: Oalah mbah😪
Mbah gak lupa ya, Wang Hao pernah berdiri di puncak kultivasi? Mbah apa lupa, Wang Hao bisa menerobos secepat mungkin 'jika dia mau'.

Betapa idiots nya Wang Hao, jika ber kultivasi secepat mungkin, yang membuat kesalahan sama terulang lagi. Btw Wang Hao bisa aja dalam setahun sampai Ascendant, dengan metode penyerapan inti bumi. Bisa dilakukan bahkan saat Kondensasi qi.
Tapi masa iya, orang memperluas Dao, disuruh seperti pahlawan klise meridian tersumbat, dantian retak, sampah klan terhina kan. Ya kan gak mungkin mbah.

Apalagi kayak komentar bang agus. Dia bilang kelemahan ceritanya karena Wang Hao sombong dan angkuh.

Lah, jadi maunya pembaca MC dibuat seperti pendekar muda, yang belum paham apa apa tentang kultivasi? yang gak tau, keramahan adalah kemewahan sia sia, terlalu banyak berhubungan dengan seseorang akan memperbanyak ikatan karma sebab akibat yang tidak perlu.

Author padahal berharap, komentar pembaca itu mengeluhkan ceritanya terlalu bertele-tele, atau gaya penulisan yang kurang ngena. Jadi author bisa ubah, sesuai dengan kritik.
Contohnya yang ngasih author bintang satu itu. Karena dia, cerita ini langsung berhenti dipromosikan, padahal sebelumnya, perkembangan cukup bagus. Tapi yaudahlah, author bisa apa, karena mungkin terlalu bertele-tele banget, jadi sangat pantas cerita ini terbenam dan gak layak di sebarluaskan. Author sadar diri kok, karena itu ceritanya kemungkinan besar dipercepat end S1, meskipun gak akan ada S2.
total 1 replies
Nanik S
Mantap Poooool👍💪💪💪
Nanik S
Tidak ada kata takut buat Wang Hao
Zerro One: Betul-betul betul/Determined/
total 1 replies
Nanik S
Lanjut terus
Nanik S
Wang Hao.... datang saja ke lembah batu
Nanik S
Wang Hao selalu jadi rebutan demi kepentingan masingasing
Agus Rose
Novel ini sebenar nya bagus dari penyusunan kata,penjelasan alur cerita.
yang kurang itu si MC terlalu angkuh sombong dengan ingatan masa lalu sedangkan kehidupan sekarang belum kuat tapi selalu bertindak sok kuat yang berlebihan.
Zerro One: Terimakasih banyak, itu artinya author gak gagal.

Tentang sifat Wang Hao...

Bro kurang memperhatikan detail keci, dan yang dilihat sesuatu yang sangat jelas saja. Padahal karakter Wang Hao ini abu abu, tidak hitam, atau putih, tidak sombong ataupun ramah. Author gak mau jelaskan panjang lebar, takut bro tersinggung.

Karena itu... kita anggap saja Wang Hao sombong🙏🙏

Author sepakat 🤝
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
cepat bantai semua pasukan itu jika wang hao sudah kuat cepat bantai raja itu pajang tubuhnya bantai juga semua keluarga raja itu
Nanik S
Apakah mereka akan menjemput Wang Hao
Zerro One: Iya kak 😫
total 1 replies
༄⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Mantap 👍👍
Lanjut Up Thor..
Zerro One: Oke mbah🙏
total 1 replies
Nanik S
Lanjut Terus Tor🙏🙏
Nanik S
Gadis Pintar dan pasti walau hantu tapi mulai memahami situasi
Nanik S
Ceritanya bagus Tor
Nanik S
Untungnya ada Nashuang... hingga Cengle bisa selamat
Nanik S
👍👍👍👍👍👍
Nanik S
Rou Li dibuatkan pedang juga..... keren amat... hantu cantik berpedang
Nanik S
Hansuo jangan meremehkan Wang Hao...💪💪💪
Fajar Fathur rizky
bikin klan du di hukum berat bikin du lou malu
Fajar Fathur rizky
jika sudah ranah jiwa baru lahir nascent soul bikin wang hao bantai klan du thor
Nanik S
Lanjutkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!