NovelToon NovelToon
Sistem Lempar Dadu Monopoly

Sistem Lempar Dadu Monopoly

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:11.8k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Budi, seorang karyawan kantor biasa yang gaji bulanannya selalu numpang lewat karena harus melunasi utang warisan orang tuanya, tiba-tiba mendapatkan sebuah sistem aneh bernama 'System Lempar Dadu Monopoly'.

Sistem ini menampilkan papan permainan hologram mirip Monopoli lengkap dengan avatar chibi dirinya di atasnya, di mana setiap lemparan dadu bisa memberikannya reward uang dan item ajaib, atau hukuman memalukan yang harus ia jalani di dunia nyata.

Kini, hidup Budi berubah drastis menjadi sebuah pertaruhan harian di mana setiap petak yang ia injak perlahan-lahan mengangkatnya dari kemiskinan, asalkan ia bisa bertahan dari "kejutan" konyol yang disiapkan oleh sistem tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

Matanya otomatis terpejam menikmati ledakan rasa gurih dan pedas di lidahnya.

Bumbu rendangnya meresap sampai ke serat daging terdalam dan teksturnya sangat empuk.

"Ya Tuhan, enak sekali."

Budi bergumam sendiri dengan mulut masih penuh makanan.

Ini adalah makan malam paling mewah yang pernah dia rasakan dalam enam bulan terakhir.

Biasanya uang gajiannya langsung ludes ditransfer untuk membayar cicilan utang mendiang bapaknya.

Bapaknya meninggal setahun lalu dan meninggalkan utang yang jumlahnya puluhan juta pada bos rentenir.

Budi sebagai anak tunggal mau tidak mau harus menanggung beban berat tersebut.

Tapi malam ini rasanya berbeda.

Untuk pertama kalinya Budi merasa punya harapan baru di tengah keputusasaannya.

Sambil mengunyah makanan, pikiran Budi kembali melayang pada kejadian aneh satu jam yang lalu.

Dia mencoba memanggil sistem itu di dalam pikirannya.

'Sistem Lempar Dadu, apa kau bisa mendengarku.'

Tiba tiba layar hologram biru itu kembali muncul di hadapan Budi.

Cahayanya sedikit membuat Budi menyipitkan mata namun dia tidak merasa takut lagi.

Papan permainan Monopoli itu masih terlihat sama persis seperti sebelumnya.

Avatar chibi Budi sedang duduk bersila di atas petak berwarna emas bertuliskan Kesempatan Pertama.

Di atas kepala avatar itu terdapat sebuah jam hitung mundur yang melayang.

Angkanya menunjukkan waktu dua puluh tiga jam lebih lima menit.

Itu adalah sisa waktu sebelum Budi bisa melempar dadu gratisnya besok malam.

Budi mengamati layar itu lebih detail kali ini.

Di sudut kanan atas terdapat ikon bertuliskan Status Pengguna.

Budi menyentuh ikon tersebut dengan telunjuknya yang masih sedikit berminyak karena makanan.

Layar berubah memunculkan daftar informasi tentang dirinya.

Nama Budi.

Level Papan Nol, Papan Kayu Lapuk.

Saldo Sistem Nol Rupiah.

Aset Properti Kosong.

Item Ajaib Kosong.

Budi mengerutkan keningnya melihat status Level Papan miliknya.

"Papan Kayu Lapuk, sistem ini benar benar suka merendahkan orang miskin."

"Lalu kenapa saldo sistemku nol padahal tadi aku dapat lima ratus ribu."

Budi berbicara sendiri menatap layar.

Tiba tiba muncul teks penjelasan di bawah angka saldo tersebut.

"Uang dari hadiah pertama telah dikonversi seluruhnya ke bentuk fisik."

"Saldo sistem hanya akan terisi dari keuntungan pasif aset properti atau hadiah yang tidak ditarik tunai."

Budi mengangguk paham membaca penjelasan singkat itu.

Berarti uang yang sudah ada di dompetnya sekarang murni menjadi miliknya di dunia nyata.

Dia menutup jendela status itu dan kembali melihat papan permainannya secara keseluruhan.

Petak petak di depannya masih banyak yang tertutup kabut abu abu misterius.

Budi menyadari bahwa papan ini sangat panjang dan sepertinya bisa berevolusi jika levelnya naik.

"Besok malam aku akan melempar dadu lagi."

Budi menatap avatar chibinya dengan penuh tekad.

"Aku tidak peduli dari mana sistem ini berasal atau siapa yang menciptakannya."

"Selama benda ini bisa membantuku melunasi utang Bang Jali dan mengubah nasibku."

"Aku akan memainkan permainan ini sampai garis akhir."

Budi menghabiskan sisa makan malamnya dengan perasaan luar biasa tenang.

Dia meminum teh dinginnya hingga habis lalu merapikan sampah makanannya.

Malam ini Budi akhirnya bisa tidur dengan nyenyak di atas kasur tipisnya.

Tidak ada lagi bayangan seram Bang Jali atau ketakutan akan kelaparan esok hari.

Hanya ada mimpi indah tentang putaran dadu dan masa depan yang menantinya.

Keesokan harinya Budi bangun dengan tubuh yang terasa jauh lebih segar.

Dia bersiap siap berangkat ke kantor seperti biasa.

Kemeja lengan panjang dan celana bahan yang warnanya sudah mulai pudar menjadi seragam kebanggaannya.

Meski hanya staf administrasi biasa dengan gaji pas-pasan, Budi tidak pernah malas bekerja.

Perjalanan menuju kantor memakan waktu sekitar empat puluh lima menit menggunakan bus kota.

Setibanya di lobi gedung perkantoran, Budi menarik napas panjang.

Gedung berlantai lima belas ini adalah tempatnya menghabiskan waktu sembilan jam setiap hari.

Dan juga tempat di mana dia harus menghadapi bos paling menyebalkan di dunia.

Pak Anton adalah manajer divisi yang hobinya marah marah dan menindas bawahan.

Budi baru saja melangkah masuk ke ruang divisinya ketika sebuah map tebal melayang ke arah mejanya.

Brak.

Suara map itu menghantam meja membuat beberapa rekan kerja menoleh.

"Budi, kenapa laporan bulanan ini banyak sekali salah ketiknya."

Suara berat dan galak itu menggelegar dari ambang pintu ruangan.

Pak Anton berdiri di sana dengan wajah memerah menahan marah.

Budi langsung berdiri dan menundukkan kepalanya.

"Maaf Pak Anton, semalam saya harus mengejar tenggat waktu jadi mungkin kurang teliti."

Budi berusaha membela diri dengan suara pelan.

"Saya tidak mau tahu alasanmu Budi."

Pak Anton berjalan mendekat dan menunjuk nunjuk wajah Budi dengan telunjuknya yang gemuk.

"Perbaiki semua laporan itu hari ini juga sebelum jam makan siang."

"Kalau tidak selesai, saya pastikan uang makanmu bulan ini saya potong habis."

Budi hanya bisa menghela napas pasrah.

"Baik Pak Anton, akan segera saya perbaiki."

Pak Anton berbalik dan berjalan kembali ke ruangannya dengan langkah sombong.

Dari meja sebelah, terdengar suara tawa kecil yang mengejek.

Itu adalah Siska, rekan kerja Budi yang selalu merasa dirinya paling hebat karena menjadi anak emas Pak Anton.

"Makanya Budi, kalau kerja itu pakai mata bukan pakai dengkul."

Siska mengibas ngibaskan rambut pendeknya dengan gaya menyebalkan.

"Biar miskin setidaknya kerjanya becus dikit, jangan menyusahkan divisi kita terus."

Budi tidak membalas ucapan tajam Siska dan memilih duduk kembali di kursinya.

Tangannya mengepal erat menahan amarah yang mendidih di dada.

Dulu dia hanya bisa diam dan meratapi nasibnya yang selalu diinjak injak.

Tapi hari ini mentalnya sudah sedikit berbeda.

'Tunggu saja Pak Anton, Siska.'

'Suatu saat nanti roda pasti berputar.'

Budi membuka map tebal itu dan mulai menyalakan komputernya.

Pikirannya tiba tiba terfokus pada jam hitung mundur sistem di kepalanya.

Tinggal belasan jam lagi sebelum dia bisa memutar nasibnya kembali.

Dia bertekad akan bertahan menghadapi siksaan di kantor ini sampai jam gajian sistemnya tiba.

Pertempuran di dunia nyata dan dunia papan Monopoli Budi baru saja dimulai.

Dan dia sudah siap untuk melempar dadunya.

1
Rickielessta
baguss...lanjutkan...semangat yaaa thoorr
Just Nokk
semangat 💪
irena
lanjut thor
Gege
baru juga 100jt kurang sebulan bud... masih belom milyarder namanya...🤣🤭 buka saja usaha sesuai kemampuan. misal bikin aplikasi kasir menengan kebawah tidak mahal tapi lengkap dan mudah via bahasa Excel. target 1 juta UMKM yang pakai beli..omset prediksi milyaran sebulannya...contoh lho bud...Yen cocok.
Ahmadi 241215: itu orang kantoran apa supir kantor murah apa gajihnya🤣
total 2 replies
Wega Luna
hidupnya berputar disitu saja ,kerja, supermarket,nasi goreng,kost ,main sistem🤭.GK ada suasana yang lain kah
Just Nokk
mangat Thor
Yui: makasih kak😊
total 1 replies
Gege
disini kesalahan othor. jelas jelas semalam dapat pengetahuannya, Eeh mengklaim nya kemarin siang...🤭🤣
Yui: terimakasih atas koreksinya/Applaud/
total 1 replies
adib
dua vote meluncur efek hari ni update banyak
Yui: Terimakasih kak🤭
total 1 replies
Gege
kita....othor aja kalee😄🤣🤭
Yui: Kita/Smile/
total 1 replies
Gege
kereen Thor.. dibawa ringan santai ceritanya... Yoo mas Budi lemparan dadu kedua dapat semilyar..🤣🤣
Gege
asik ringan ngalir ceritanya
Gege
gass lagi thorrr 10k kata
Gege
laah sisa 200k + 500k dibelanjakan 40k.. sisanya yaa 660k doong bud... sekolah engga ini..😄🤭
Alarycs: waduh
total 2 replies
Amrye Jhon
semangat
Amrye Jhon
lanjut
Amrye Jhon
next
Amrye Jhon
bagus
Amrye Jhon
mantap
Amrye Jhon
semangat
Amrye Jhon
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!