NovelToon NovelToon
MY ALTER EGO

MY ALTER EGO

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi Wanita / Wanita Karir
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: FantasiKuyy

Judul: My alter ego

Kehilangan orang tua, pengkhianatan suami, dan terjebak di kantor yang toksik membuat hidup Hira Lione hancur dalam semalam. Namun, saat keputusasaan mencapai puncaknya, sebuah suara misterius muncul di dalam kepalanya.

Demi membalas dendam, Hira membuat kesepakatan berbahaya: menyerahkan kendali tubuhnya pada sosok alter ego yang dingin dan kejam. Hira yang rapuh kini telah tiada, digantikan oleh predator yang siap meruntuhkan hidup siapa pun yang pernah menginjak-injak harga dirinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FantasiKuyy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22: Badai di Dermaga Utara

​Awan hitam menggantung rendah di atas cakrawala utara, menutupi sinar matahari siang yang seharusnya terik. Dermaga industri tua itu tampak seperti kuburan raksasa bagi mesin-mesin besi yang mulai keropos dimakan usia. Tiang-tiang derek berkarat menjulang ke langit bagaikan jemari monster yang mati membeku.

​Sebuah taksi berwarna biru pudar berhenti di tepi jalan aspal yang retak-retak. Ban mobil itu berdecit pelan saat bergeser dengan pasir dan kerikil tajam.

​Pintu belakang taksi terbuka perlahan.

​Ketukan sepatu hak tinggi merah marun langsung menyentuh tanah kering penuh debu. Hira melangkah keluar dengan keanggunan yang terasa sangat asing di lingkungan kumuh tersebut. Ia merapikan kerah blus hitamnya, mengabaikan beberapa genangan air hujan yang kotor di dekat kakinya.

​Taksi tersebut segera berputar balik dan melaju cepat meninggalkan area sepi itu. Pengemudinya tampak enggan berlama-lama di kawasan yang terkenal sebagai sarang preman pelabuhan.

​Hira berdiri diam selama beberapa detik. Matanya yang dingin menyapu seluruh penjuru dermaga.

​{Tempat ini benar-benar sunyi. Sempurna untuk menyembunyikan mayat seorang peretas sombong.}

​Jiwa asli Hira bergidik pelan di dalam kepalanya, merasakan angin dingin yang menusuk kulit melalui sela-sela pakaian tipisnya.

​{Hati-hati. Kael pasti sudah menyiapkan jebakan di dalam gudang besar itu. Kita tidak tahu berapa banyak kamera atau senjata yang ia miliki.}

​Alter ego Hira hanya mendengus meremehkan di dalam pikiran terdalamnya. Rasa takut adalah emosi yang sudah lama ia buang ke tempat sampah.

​{Dia hanya seorang bocah yang bersembunyi di balik barisan kode komputer. Begitu kita merampas mainannya, dia tidak lebih dari sekadar mangsa yang lemah.}

​Hira merogoh tas tangannya, memastikan flash drive baja milik Teran Honigan masih tersimpan dengan aman di tempatnya. Jari-jarinya kemudian menyentuh koin hitam berukir sirkuit mikro yang ia rampas dari Kael tadi.

​Sebuah senyum miring yang penuh dengan kelicikan perlahan menghiasi wajah cantiknya. Selama perjalanan tiga puluh menit di dalam taksi tadi, ia tidak menyia-nyiakan waktu. Tablet digitalnya telah bekerja keras membedah isi dari koin hitam tersebut.

​Benda kecil itu rupanya bukan sekadar alat modifikasi biasa. Di dalamnya tertanam sebuah tanda tangan kriptografi unik yang langsung terhubung dengan server utama tempat Kael menyembunyikan seluruh hasil jarahannya.

​Kael membuat kesalahan fatal dengan membiarkan koin itu jatuh ke tangan orang yang salah.

​Hira melangkah mantap menuju gudang nomor dua belas yang terletak paling dekat dengan bibir pantai. Pintu seng raksasa gudang tersebut tampak sedikit terbuka, menyisakan celah gelap yang seolah siap menelan siapa saja yang berani masuk.

​Derap langkah sepatunya bergema nyaring saat ia melintasi ambang pintu gudang.

​Bagian dalam gudang itu sangat luas dan remang-remang. Cahaya matahari hanya mampu menerobos masuk melalui beberapa lubang di atap seng yang bocor, menciptakan berkas-berkas sinar pucat yang memotong kegelapan. Tumpukan peti kayu kosong dan kontainer berkarat berbaris rapi di sepanjang dinding beton.

​Di tengah-tengah ruangan kosong itu, sebuah meja lipat aluminium berdiri kokoh. Kael duduk santai di atas kursi lipat di balik meja tersebut. Jaket hoodie hitamnya masih terpasang rapi, menutupi kepalanya.

​Pria muda itu mendongak saat mendengar suara langkah Hira. Senyum malas yang dipenuhi keangkuhan kembali menghiasi wajahnya yang pucat.

​"Tepat waktu. Aku menyukai wanita yang menghargai setiap detik dalam hidupnya."

​Kael mengetuk permukaan meja lipatnya, menunjuk ke arah ruang kosong di depannya.

​"Bawa flash drive baja itu ke sini. Dan jangan mencoba melakukan gerakan tambahan jika kau masih ingin melihat hari esok."

​Hira menghentikan langkahnya tepat tiga meter di depan meja lipat tersebut. Postur tubuhnya tegak sempurna, memancarkan dominasi yang membuat suasana di dalam gudang terasa semakin dingin.

​"Aku sudah datang, Kael. Dan aku membawa apa yang kau inginkan."

​Hira merogoh sakunya, mengeluarkan flash drive baja milik Teran dan mengangkatnya tinggi-tinggi di sela jarinya. Logam tebal itu berkilau samar terkena pantulan cahaya neon pucat dari atas.

​"Tapi sebelum aku menyerahkan benda ini, aku ingin memastikan satu hal."

​Kael menopang dagunya dengan kedua tangan. Matanya menyipit tajam menatap flash drive tersebut dengan penuh gairah ketamakan.

​"Tanyakan saja. Aku sedang dalam suasana hati yang cukup baik hari ini."

​"Apakah kau benar-benar berpikir bahwa kau adalah satu-satunya orang yang memegang kendali di sini?"

​Kael tertawa pelan. Suara tawanya terdengar sangat kering, memantul di dinding-dinding beton gudang yang kosong.

​"Tentu saja. Aku memiliki seluruh data pribadimu. Aku memegang bukti skrip bayangan yang bisa membuat Teran mencabik-cabik tubuhmu dalam hitungan jam. Kau tidak punya pilihan selain mematuhi perintahku, Nyonya Lione."

​Hira perlahan menurunkan tangannya. Ia merogoh tas tangannya sekali lagi, menarik keluar tablet digital miliknya. Layar benda tipis itu menyala terang, menampilkan sebuah grafik enkripsi melingkar yang terus berputar cepat.

​"Kau terlalu meremehkan orang yang baru saja menghancurkan Viktor di basemen terdalam, Kael."

​Hira menyentuh layar tabletnya beberapa kali dengan gerakan yang sangat santai.

​"Koin hitam yang kau berikan padaku tadi... adalah kunci yang sangat indah."

​Raut wajah malas Kael perlahan memudar. Pria itu menegakkan punggungnya, menatap lekat-lekat ke arah tablet di tangan Hira.

​"Apa maksudmu? Koin itu tidak akan berguna tanpa terminal utamaku."

​"Memang tidak berguna bagi orang biasa."

​Hira melangkah maju satu langkah, mempersempit jarak di antara mereka.

​"Tapi di dalam koin itu terdapat penanda digital unik yang terenkripsi. Selama perjalanan ke sini, aku menggunakan sistem satelit darurat milik ID Eksekutif Independen untuk melacak asal sinyal penanda tersebut."

​Hira memutar layar tabletnya menghadap ke arah Kael.

​"Dan tebak apa yang kutemukan di ujung pelacakan itu?"

​Grafik melingkar di layar tablet Hira seketika berubah, menampilkan sebuah peta satelit tiga dimensi yang sangat detail. Sebuah titik merah besar berkedip cepat tepat di sebuah koordinat bangunan apartemen tua di bagian barat kota.

​Di bawah peta tersebut, terdapat sebuah barisan angka kapasitas memori server yang terus menyusut dengan kecepatan ekstrem.

​[Mengirim Protokol Penghapusan Massal. Status: 45% Selesai.]

​Mata cokelat Kael langsung melebar sempurna. Pria itu berdiri dari kursi lipatnya hingga benda logam itu terjatuh ke belakang dengan suara hantaman keras.

​"Kau... bagaimana mungkin kau bisa menembus enkripsi serverku tanpa kode induk?!"

​"Aku tidak membutuhkan kode indukmu, Kael."

​Hira mengetuk layar tabletnya satu kali lagi.

​"Tanda tangan kriptografi di dalam koin hitammu sudah cukup untuk membuat sistem servermu mengira bahwa perintah penghapusan ini datang dari dirimu sendiri. Protokol pembersihan darurat yang kau tanam untuk situasi panik... sekarang sedang bekerja menghancurkan seluruh database milikmu."

​Wajah Kael memucat seketika. Seluruh tubuh peretas muda itu bergetar hebat. Ia buru-buru menyambar sebuah laptop tipis dari dalam tas ranselnya di bawah meja dan membukanya dengan kasar.

​Jari-jarinya mengetik keyboard dengan kecepatan yang tidak masuk akal, mencoba menahan laju kerusakan data di server utamanya.

​"Berhenti! Hentikan sekarang juga! Itu hasil kerjaku selama enam bulan!"

​Suara Kael terdengar pecah, dipenuhi kepanikan yang luar biasa. Air mata keputusasaan mulai menggenang di pelupuk matanya saat melihat barisan kode di layarnya berubah menjadi baris kesalahan berwarna merah satu per satu.

​Hira tersenyum sangat manis. Seringai mematikan itu kini terpampang jelas di bawah sorotan lampu remang-remang gudang.

​"Aturannya sangat sederhana, peretas kecil."

​Hira mengangkat ibu jarinya di atas layar tablet.

​"Kirimkan dokumen skrip bayanganku kembali ke perangkat ini sekarang juga. Bersihkan seluruh salinan yang kau miliki di terminal bayanganmu. Jika dalam sepuluh detik aku tidak melihat file itu terhapus secara permanen, aku akan membiarkan protokol ini menyelesaikan tugasnya hingga tidak ada satu bita pun data tersisa di servermu."

​Kael menatap Hira dengan tatapan yang dipenuhi ketakutan absolut. Pria itu menyadari bahwa wanita di hadapannya bukan lagi mangsa yang bisa ia peras. Dia adalah monster sejati yang tidak memiliki belas kasihan sedikit pun.

​"Baik! Aku akan mengirimkannya! Aku akan menghapusnya sekarang!"

​Dengan tangan yang sangat gemetar, Kael menekan beberapa tombol di laptopnya.

​Sebuah bunyi bip pendek terdengar dari tablet Hira.

​[Sinyal Masuk: Dokumen Skrip Bayangan Diterima. Status Salinan Eksternal: Terhapus Permanen.]

​Hira memeriksa data tersebut selama dua detik. Setelah memastikan semuanya bersih tanpa ada sisa enkripsi tersembunyi, ia menekan tombol hijau di tabletnya.

​[Protokol Penghapusan Dibatalkan. Status Server: Aman pada Kapasitas 48%.]

​Kael langsung menjatuhkan tubuhnya ke lantai beton yang dingin. Napasnya tersengal-sengal seolah baru saja berlari puluhan kilometer tanpa henti. Keringat membasahi seluruh wajah dan lehernya.

​"Kau gila... kau benar-benar sudah gila..."

​Hira melangkah mendekat, berdiri tepat di samping tubuh Kael yang terduduk lemas. Ia menatap pria muda itu dari atas dengan pandangan yang sangat merendahkan.

​"Jangan pernah mencoba bermain-main denganku lagi, Kael. Di gedung itu, aku adalah Eksekutif Independen. Di sini, aku adalah takdir burukmu."

​Hira memasukkan kembali tabletnya ke dalam tas. Ia membalikkan badan, bersiap untuk meninggalkan gudang tua tersebut dengan kemenangan mutlak di tangannya.

​Tiba-tiba, suara deru mesin mobil yang sangat berat terdengar dari arah luar gudang.

​Bunyi rem berdecit keras menyusul detik berikutnya, diikuti oleh suara pintu kendaraan yang ditutup secara serentak dengan hantaman kasar.

​Sorot lampu mobil yang sangat terang menerobos masuk melalui celah pintu seng gudang yang terbuka, menyapu kegelapan di dalam ruangan dengan kilatan cahaya putih yang menyilaukan mata.

​Hira langsung membeku di tempatnya. Matanya menyipit tajam menatap ke arah luar.

​{Teran? Tidak... dia tidak mungkin tahu tempat ini secepat ini.}

​Kael yang masih terduduk di lantai ikut menoleh ke arah pintu dengan wajah yang semakin pias.

​Derap langkah kaki yang sangat banyak dan teratur mulai terdengar mendekati pintu masuk gudang, memecah kesibukan badai dermaga utara yang dingin.

1
Kustri
ayo UP lg💪
lg seru nih
Kustri
koq msh siang
jm 9 ketemu dar, trus ketemu her & si botak, trus ketemu taren(lupa) trus ketemu victor, ini ketemu kael🤔 hrs'a sdh sore x thor
Kustri
dilanjut bsk ra, sdh saat'a pulang
Kustri
cepet bgt hira dpt smua info penyelewengan🤔🤔🤔
kodammu luar biasa!
Kustri
💪💪💪thor
Kustri
👏👏👏
🤝
Kustri
vote u hira💪
Kustri
dgn senang hati kutrima tantanganmu presdir💪
Kustri
klo teran cenayang pasti bisa merasakan alter ego'a hira🤣
Kustri
☕dl hira.... semangat💪
Kustri
ketemu jodoh🤣
Kustri
hlaaa... istri'a sdg berduka bukan'a ditemeni ini malah nyari hiburan sendiri, dasar suami durhaka🤣👊👊👊
Kustri
siapa yg kirim foto yaa🤔🤔🤔
Kustri
tunggu... tunggu berarti hira & suami 1 bos gitu thor🤔
ampe qu ulang baca part 1 hlo
JihanSan: betul cekali teman
total 1 replies
Kustri
awal yg menarik
biasa'a dirasuki jiwa lain, ini malah dr diri sendiri, mgkin ini kodam yg memberontak🤭
semangat thor💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!