NovelToon NovelToon
Arumi Gadis Pemetik Teh

Arumi Gadis Pemetik Teh

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: feby_mb

Arumi Kurnia Ningsih seorang gadis berusia dua puluh tahun. Dia bercita-cita ingin menjadi desainer terkenal. Namun harapan itu pupus ketika sang ayah menjodohkannya dengan anak juragan teh.

Bagaimanakah hari-hari yang dijalani Arumi setelah menikah, akankah bahagia atau menderita. Yuk segera baca🤗🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon feby_mb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Selesai menghitung laba jualan, Arumi kembali ke rumahnya. Semoga orang tuanya belum pulang dari balai desa. Saat membuka pintu Arumi dikagetkan sama suara ibunya.

" Habis keluyuran dari mana kamu Rumi!"

" Dari rumah Rani, Buk"

" Emang kamu nggak punya rumah, sehingga kamu harus pergi ke rumah teman kamu. Kenapa kamu bikin malu kakak kamu?!"

" Apa maksud ibuk?"

" Nggak usah pura-pura bodoh kamu!"

" Emang aku melakukan apa, sehingga ibuk bisa bicara seperti itu"

" Tadi kamu bertemu kan sama mbak mu"

Sekarang Arumi mengerti kenapa ibunya sampai bicara seperti itu.

" Aku cuma jualan, jadi kenapa aku bisa membuat mbak Nita malu"

" Kamu nggak liat dia pergi sama siapa?!. Apa nanti kata orang tua Ardi kalau dia tau kamu jualan!"

" Mas Ardi biasa aja saat melihat aku jualan. Jadi kenapa ibuk sampai bilang aku buat malu mbak"

" Kamu itu bisa nggak sih, satu hari saja nggak membuat masalah untuk mbak kamu"

Arumi tidak mengerti apa yang dikatakan ibunya. Sejak kapan ia membuat masalah untuk mbaknya. Justru sebaliknya, Anita lha yang selalu membuat masalah dengan nya.

" Apa aku ini anak kandung ibuk "

" Apa maksud kamu bertanya seperti itu?. Tentu saja kamu anak kandung ibuk sama bapak"

" Tapi aku merasa seperti bukan anak kandung ibuk"

" Kalau kamu bukan anak kandung ibuk, terus kamu anak siapa"

" Aku juga nggak tau, mungkin anak yatim-piatu"

" Jangan sembarangan bicara kamu Rumi!"

Arumi sudah tidak ada tenaga lagi untuk berdebat dengan ibunya.

" Kalau aku memang anak kandung ibuk, tolong perlakukan aku seperti anak kandung. Jangan pilih kasih "

Setelah mengatakan sedikit isi hatinya, Arumi masuk ke dalam kamarnya. Sedangkan sang ibu hanya terdiam saat mendengar ucapan Arumi.

" Kenapa Buk?"

" Rumi, dia selalu saja membuat masalah untuk Nita. Bapak darimana"

" Ngopi sama teman-teman Buk"

" Kenapa bapak nggak coba cari kerja"

" Bukan bapak nggak mau cari kerja Buk, kan ibuk tau sendiri bagaimana keadaan bapak. Mana ada yang mau menerima orang tua dan penyakitan kaya bapak "

" Kalau bapak nggak bisa kerja, setidaknya bapak berhenti nongkrong di warung "

" Iya Buk, ini juga udah dikurangi "

" Dikurangi apa, bapak itu tiap hari nongkrong diwarung "

" Bapak cari-cari informasi juga Buk. Siapa tau nanti ada kerjaan yang nggak terlalu berat untuk bapak "

" Terserah bapak aja, ibuk capek "

Ibu Arumi pun masuk ke dalam kamarnya. Ia tidak ingin berdebat lagi dengan suaminya. Sedangkan bapak Arumi pergi ke dapur untuk melihat makanan.

Ya bapak Arumi memang tidak bisa bekerja berat lagi karena kecelakaan saat bekerja, yang mengakibatkan kakinya cedera. Jadi jalan ayah Arumi sedikit pincang. Ditambah lagi bapak Arumi juga ada penyakit asma.

***

Pagi hari Arumi sudah bersiap-siap untuk pergi memetik teh. Kerjaan yang sudah ia tekuni setelah lulus SMA. Hanya kerjaan inilah yang bisa Arumi lakukan sekarang.

" Rum, ayo berangkat "

Suara sahabatnya yang selalu setia memanggilnya untuk berangkat bekerja bersama.

" Rum pulang kerja nanti kita mampir ke kebun semangkanya pak Karso ya"

" Kamu mau beli semangka "

" Iya, tadi ibuk aku nitip. Kalau beli kebun harganya lebih murah dibandingkan di pasar"

" Emang udah panen?"

" Sudah"

Semangka di kebun pak Karso memang semangka terbaik yang ada di desanya. Semangka-semangka itu juga dikirim ke kota. Bahkan beberapa supermarket sudah menjadi langganan pak Karso.

" Sebentar lagi juga pesta panen kan?"

" Iya, nggak kerasa ya udah mau pesta panen aja"

" Aku pengen banget mencicipi mangga miliknya pak Burhan"

" Aku juga, mangga yang hanya bisa kita cicipi di waktu pesta panen"

" Mangga beliau kan juga salah satu mangga terbaik dari desa kita"

" Kamu benar Rum. Bahkan buah mangga nya sampai dikirim ke luar negeri. Mangga aja mainnya udah nyampe luar negeri. Lha kita masih aja mainnya di desa"

" Berdoa aja Ran, semoga nanti kita juga bisa keluar negeri"

" Kalau kita bisa keluar negeri, kamu ingin mengunjungi negara mana?"

" Islandia "

" Islandia?, emang ada apa di sana?"

" Pemandangan alam di sana sangat bagus. Kita juga bisa melihat Aurora. Kalau kamu Ran"

" Aku yang dekat-dekat aja, Jepang "

" Pasti kamu mau melihat sakura "

" Iya Rum, kok kamu tau"

" Emang apalagi yang mau dilihat di sana selain bunga sakura"

" Kulinernya kan juga bisa kita coba Rum. Katanya melon di sana juga manis dan harganya juga mahal "

" Disini melon juga banyak, ngapain jauh-jauh belinya ke luar negeri "

" Bedalah, melon di sana itu sangat manis"

" Rasanya seperti melon juga kan?"

" Ya emang, tapi manisnya beda sama melon di tempat kita"

" Berdoa aja Ran, semoga kita bisa pergi ke tempat-tempat yang kita inginkan"

" Aamiin, semoga kita bisa pergi bersama"

Arumi tidak tau apakah bisa mengunjungi tempat-tempat yang indah yang ada di belahan dunia. Tapi rasanya seperti sulit untuk ia gapai, apalagi dengan keadaannya yang seperti sekarang ini.

" Mulai sekarang mari kita menabung "

" Aku nggak tau Ran, apakah aku bisa menabung"

" Kamu pasti bisa, kan kita mau jualan "

" Iya, tapi aku takut ketahuan sama ibuk aku, Ran"

" Insyaallah nggak akan Rum. Aku yang akan simpan uang kamu"

" Semoga aja deh Ran "

Arumi berharap ibunya tidak akan tau uang simpanannya nanti. Arumi ingin dengan tabungannya nanti bisa menyewa ruko untuk butik. Syukur-syukur nanti bisa bangun butik sendiri.

Karena asik mengobrol tanpa terasa mereka sudah sampai di kebun teh. Seperti biasa, para pekerja lain juga sudah sampai di kebun.

Kebanyakan pekerja di kebun teh ibu-ibu. Hanya beberapa orang saja yang masih muda. Kebanyakan anak perempuan di desa ini gengsi bekerja di kebun. Hanya Arumi dan Rani yang tidak gengsi bekerja sebagai pemetik daun teh.

Bagi Arumi dan Rani selagi kerjaan itu halal mereka akan lakukan. Karena kalau mengikuti gengsi, mereka berdua tidak akan bisa mendapatkan uang.

" Arumi, Rani kesini "

Arumi dan Rani yang mendengar nama mereka dipanggil, segera mendatangi mandor.

" Iya Pak "

" Lusa pak Kusuma akan datang kesini"

" Pak Kusuma yang pemilik kebun ini Pak "

" Iya Ran. Dia akan meninjau perkembangan pabrik. Jadi sekalian melihat pekerja disini"

" Terus kita mau ngapain Pak"

" Kalian berdua tolong siapkan keperluan untuk menyambut pak Kusuma"

" Kita berdua harus ngapain Pak"

" Kalian berdua tolong bantu istri saya masak"

" Baik Pak, cuma masak aja kan Pak"

" Iya, yang lainnya akan membantu saya untuk pasang tenda dan juga membawa kursi. Kita akan memberikan pelayanan terbaik untuk pak Kusuma"

" Siap Pak"

Arumi dan Rani tidak menyangka akan membantu istri pak mandor untuk menyiapkan acara untuk menyambut kedatangan pemilik kebun teh. Kedua gadis cantik itu tidak akan membuat mandornya kecewa. Mereka berdua akan melakukan yang terbaik.

To be continued.

Jangan lupa tinggalkan jejak sayang kalian banyak-banyak

Happy reading guys 🤗 🤗

1
Sari Supriyanti
Semangat thooor up nya...cerita bagus,no typo typo...👍👍semangat...semangaaaaat 💪💪💪
AsLan 🦁
jadi ke mantu wae, terus sekolah ke ben si Usman kambi bojoe nyesel
Sulastri Mawardi.87
kk feby sy setuju jika Arumi di jadikan anak angkat sm tuan kusuma..
AsLan 🦁
semoga yang denger pak Kusuma,
Sulastri Mawardi.87
pasti Arumi ini bukan anak kandung nya mungkin...yg sllu di pedulikan hanya si nita aja..
Marie Louis AK
dasar ibu tdk punya akhlak. karma baru tahu rasa. kasihan Arumi.
sunshine wings
Sialan.. ups kelepasan makinya..
ibuk macam apa itu pilih kasih..
Arumi diruh itu ini diambik lagi gajinya..
sunshine wings
Tinggalkan mereka Arumi biar tau rasa..
Memeras aja kerjanya.. huh..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!