Lin tian seorang remaja yang tinggal bersama ayah nya seorang pemabuk. suatu hari tiba tiba ayah nya berbicara dan mengasih warisan keluarga untuk anak nya dapat berkultivasi. seperti pepatah mengatakan "di balik kekuatan hebat terdapat musuh yang kuat"
Mampu kah Lin Tian bertahan dari banyak nya musuh yang datang.
mari kita cari tau bersama.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tawaki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31: Pergerakan Faksi Bayangan
Fajar keesokan harinya datang dengan keheningan yang berbeda di kompleks utama Sekte Pedang Azure. Kabar mengenai runtuhnya Paviliun Azure Spirit di lantai atas akibat riak energi misterius pada malam hari telah menyebar ke telinga para Tetua Intelijen. Namun, karena area tersebut adalah Puncak Azure Heaven yang dijaga ketat oleh formasi Tetua Agung Mo Feng, tidak ada murid biasa yang berani naik untuk menyelidikinya.
Sementara Lin Tian sedang bermeditasi untuk membiasakan diri dengan kekuatan barunya di puing-puing paviliun, sebuah pertemuan rahasia sedang berlangsung di **Puncak Pedang Tersembunyi**, wilayah kekuasaan Faksi Dalam yang dipimpin oleh para sesepuh konservatif sekte.
Di dalam sebuah aula batu yang remang-remang, tiga orang duduk melingkari meja giok hitam. Salah satu dari mereka adalah seorang pemuda tampan dengan jubah putih bersulam benang emas murni—tanda statusnya sebagai Murid Inti Nomor Satu faksi dalam, **Zhao Feng**. Di sampingnya, duduk seorang pria paruh baya berwajah burik yang tidak lain adalah pamannya sendiri, **Tetua Agung Zhao Kuang**.
Orang ketiga di ruangan itu adalah sesosok bayangan berjubah merah darah yang aura energinya sangat asing—seorang utusan rahasia dari Sekte Api Langit.
"Dua hari lalu, bocah bernama Lin Tian itu menghancurkan Song Jian hanya dengan teknik elemen angin yang cacat,"
Zhao Feng membuka suara, nadanya tenang namun dingin, matanya memancarkan kilatan kecemburuan yang mendalam.
"Kemarin malam, mata-mata melaporkan adanya fluktuasi energi yang sangat masif dari Puncak Azure Heaven. Saking kuatnya, formasi pelindung paviliun miliknya sampai hancur total. Aku curiga... dia telah menembus ranah lagi."
"Menembus ranah lagi?"
Tetua Zhao Kuang mendengus sinis, janggut kambingnya bergetar.
"Dia baru menembus Pemurnian Meridian beberapa hari lalu saat melawan Song Jian. Jika dia menembus ranah lagi, apakah dia menganggap kultivasi seperti membalikkan telapak tangan? Tapi tak peduli seberapa cepat dia tumbuh, Bakat Emas Legendaris miliknya telah mengancam posisi kita, Feng'er"
"Jika dia dibiarkan hidup hingga Kompetisi Tiga Sekte bulan depan, posisi perwakilan utama sekte kita akan direbut olehnya."
Sosok berjubah merah darah dari Sekte Api Langit akhirnya terkekeh, suaranya parau seperti gesekan batu.
"Hehehe... Tetua Zhao tidak perlu risau. Sekte Api Langit kami juga tidak sudi melihat monster seperti itu tumbuh di halaman belakang kalian. Tuan Muda Gu Wei telah cacat total, dan klan Gu di Kota Azure Wood telah bersumpah setia pada kami untuk membalas dendam. Kami telah menyiapkan sebuah rencana."
Zhao Feng menoleh, matanya menyipit.
"Rencana apa?"
"Tiga hari lagi, Sekte Pedang Azure akan membuka **Lembah Kabut Darah** untuk misi perburuan monster tahunan bagi para Murid Inti dan Murid Dalam, bukan?"
Utusan jubah merah itu mengeluarkan sebuah token batu hitam kecil berpola tengkorak dari balik bajunya dan meletakkannya di atas meja.
"Ini adalah Token Pemanggil *Binatang Buas Peringkat 3* (setara Ranah Fondasi Jiwa akhir). Jika kalian bisa memancing Lin Tian ke bagian terdalam lembah, kami akan memastikan dia terkubur di sana tanpa meninggalkan jejak. Mo Feng sekalipun tidak akan bisa melacak kematiannya karena itu akan dianggap sebagai kecelakaan perburuan."
Melihat token tersebut, mata Zhao Feng berkilat serakah dan kejam.
"Lembah Kabut Darah... Tempat itu dipenuhi dengan interferensi spiritual alami. Bahkan jika dia mati di sana, tidak ada jimat pelacak jiwa yang bisa mengirimkan pesan keluar."
Tetua Zhao Kuang mengangguk setuju, seulas senyum licik mengembang di wajahnya yang keriput.
"Bagus. Feng'er, gunakan pengaruhmu di Aula Misi untuk memasukkan nama Lin Tian ke dalam daftar wajib partisipasi Lembah Kabut Darah. Biarkan bocah desa itu menikmati status barunya selama tiga hari ini, karena itu akan menjadi hari-hari terakhir dalam hidupnya."
Di saat yang sama, di Puncak Azure Heaven, Lin Tian tiba-tiba membuka matanya dari meditasi. Seberkas cahaya emas tipis melintas di pupilnya sebelum menghilang kembali ke dalam kedalaman matanya yang hitam jernih.
*'emm? Mengapa tiba-tiba ada firasat buruk yang melintas di kesadaranku?’* batin Lin Tian sedikit mengernyit.
Sebagai mantan Dewa Bela Diri, meskipun kekuatannya saat ini belum pulih sepenuhnya, sensitivitas jiwanya terhadap niat membunuh (*Killing Intent*) yang diarahkan padanya dari jarak jauh masih sangat tajam. Dia tahu betul bahwa setelah mempermalukan faksi dalam dan menghancurkan masa depan Gu Wei, musuh-musuhnya tidak akan tinggal diam.
"Niat membunuh yang samar... tampaknya ada anjing-anjing tua yang sedang merencanakan sesuatu di kegelapan,"
gumam Lin Tian sambil berdiri dan membersihkan jubah putih awan peraknya dari debu.
Dia tidak takut. Sebaliknya, sudut bibirnya justru terangkat, membentuk seulas senyum tipis yang penuh dengan aura tiran yang dingin. Dengan 108 meridian tersembunyi yang terbuka sempurna dan kultivasi Ranah Pemurnian Meridian Level 7 miliknya, dia justru membutuhkan lebih banyak tekanan dan pertarungan hidup-mati untuk merangsang sisa potensi *Fisik Suci Yang Terbalik* menuju transformasi berikutnya:
**Tulang Emas**.
*‘Maju saja. Tidak peduli jebakan apa yang kalian siapkan, pedang besarku ini siap meminum darah segar kalian sebagai tumbal kekuatanku!’*
cerita nya seru, like + bunga🌹 , semangat😉