NovelToon NovelToon
Dibuang Suami, Dicintai Presdir Tampan.

Dibuang Suami, Dicintai Presdir Tampan.

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Penyesalan Suami
Popularitas:17.5k
Nilai: 5
Nama Author: Sylvia Rosyta

Lima tahun menikah, Kanisha Rayya Shanika selalu percaya bahwa rumah tangganya bersama sang suami, Arven Mahendra, akan berjalan harmonis untuk selamanya. Ia rela menekan mimpinya sendiri demi menjadi istri sempurna dan ibu terbaik bagi anak angkat yang sangat ia cintai. Namun semua kepercayaan itu runtuh dalam satu malam.
Kanisha memergoki Arven berselingkuh dengan sekretaris pribadinya sendiri—wanita yang selama ini ia anggap hanya rekan kerja biasa. Belum sempat pulih dari pengkhianatan itu, kenyataan yang jauh lebih kejam kembali menghantamnya. Anak angkat yang ia rawat dengan penuh kasih ternyata adalah darah daging hasil hubungan terlarang suaminya dengan sang selingkuhan.

Dikhianati sebagai istri sekaligus dipermainkan sebagai seorang ibu, Kanisha memilih pergi dan mengakhiri pernikahan yang telah menghancurkan hidupnya. Dengan tekad untuk bangkit, Kanisha mulai membangun hidup baru dan membuktikan bahwa dirinya bukan wanita lemah yang bisa diinjak begitu saja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sylvia Rosyta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1

“Tidak mungkin…” lirih Kanisha sambil menggeleng pelan. “Kamu pasti lagi bercanda kan, mas?”

“Aku serius.”

“Enggak…” Kanisha mundur selangkah. “Enggak, kamu nggak bisa ngelakuin ini sama aku, mas.”

“Aku udah lama ngerasain ini, Kanisha.”

Air mata Kanisha jatuh semakin deras. Ia benar-benar tidak siap mendengar semuanya langsung dari mulut suaminya.

“Aku capek pulang ke rumah dengan suasana yang itu-itu aja,” lanjut Arven dingin. “Kamu terlalu membosankan, Kanisha.”

Kanisha menatap pria itu dengan wajah pucat.

Membosankan? Dirinya? Selama ini ia bangun paling pagi untuk menyiapkan semua kebutuhan Arven. Ia mengurus rumah, menunggu pria itu pulang setiap malam, merelakan karirnya hanya untuk menjadi istri yang baik hingga mendukung semua pekerjaan Arven. Dan sekarang ia disebut membosankan oleh suaminya sendiri?

“Aku ngelakuin semuanya buat kamu, mas.” suara Kanisha bergetar hebat. “Selama ini aku selalu berusaha jadi istri yang baik.”

“Dan aku nggak pernah minta kamu untuk melakukan semua itu untuk aku.”

Jawaban itu menghantam Kanisha tanpa ampun. Wanita itu sampai terisak pelan sambil menutup mulutnya sendiri. Sakit, Kanisha merasakan dadanya terasa sangat sakit. Selena yang sejak tadi diam akhirnya melangkah mendekati Arven perlahan dan hal itu membuat Kanisha merasa semakin dipermalukan.

“Pak Arven…” suara Selena lembut. “Mungkin sebaiknya saya pulang dulu.”

Namun sebelum Arven menjawab, Kanisha lebih dulu berbicara.

“Apa kamu seneng sekarang?” Selena menegang sementara Kanisha menatap wanita itu dengan penuh air mata. “Apa kamu puas udah ngerebut suami orang?”

“Bu Kanisha, saya nggak pernah bermaksud untuk_”

“DIAM!!! TUTUP MULUTMU ITU, jangan panggil aku dengan mulutmu yang kotor itu.” bentak Kanisha sambil menangis. “Jangan pura-pura baik sama aku setelah apa yang kamu lakukan sama suami aku!”

Ruangan itu kembali sunyi. Kanisha benar-benar merasa hancur, ia bahkan merasa sulit bernapas sekarang. Sementara Arven terlihat mulai kehilangan kesabaran.

“Cukup, Kanisha. Hentikan drama ini sekarang juga!!!”

“Nggak bisa, mas!” sahutnya cepat. “Aku punya hak buat marah!”

“Kamu bikin semuanya makin ribet.” ujar Arven tanpa perasaan dan membuat Kanisha tertawa kecil di sela tangisnya.

“Ribet?” ulangnya lirih. “Yang selingkuh itu kamu, mas…”

Arven mengalihkan pandangannya sebentar sebelum akhirnya berkata pelan namun menusuk.

“Selena lebih ngerti aku dibanding kamu.”

Kanisha membeku. Matanya langsung menatap Arven tanpa berkedip. Pria itu melanjutkan kalimatnya tanpa ragu sedikit pun.

“Dia tahu gimana caranya bikin aku nyaman.”

Tangis Kanisha pecah semakin keras.

“Kenapa kamu tega ngomong kayak gitu sama aku, mas?”

“Karena itu kenyataannya.” Arven menatap Selena sekilas sebelum kembali menatap Kanisha. “Selena jauh lebih menarik daripada kamu, Kanisha.” Setiap kata yang keluar dari bibir pria itu terasa seperti pisau yang menusuk berkali-kali ke dada Kanisha. “Aku nyaman sama dia.”

Kanisha menggeleng pelan. Tidak, Ia tidak mau mendengar lagi tapi Arven terus berbicara seolah tidak peduli kalau hatinya sedang hancur berkeping-keping.

“Dia lebih cantik.” Napas Kanisha tercekat. “Dia juga lebih ngerti apa yang aku mau dibanding kamu.”

Air mata terus jatuh tanpa henti di pipi Kanisha. Untuk pertama kali dalam hidupnya, Ia merasa dirinya benar-benar tidak berharga.

Ruangan itu terasa begitu sunyi tapi justru dalam kesunyian itulah hati Kanisha terasa semakin bising. Semua ucapan Arven terus terngiang di kepalanya. Membosankan, tidak menarik dan kalah dari selingkuhannya sendiri. Kanisha sampai merasa sulit berdiri tegak sekarang. Kakinya lemas, dadanya sesak seperti diremas kuat-kuat tanpa ampun. Namun di tengah rasa hancur itu, ada sesuatu yang perlahan berubah di dalam dirinya.

Rasa kecewa, rasa sakit dan kemarahan. Kanisha menatap Arven cukup lama sekali. Matanya merah karena terlalu banyak menangis, tetapi untuk pertama kalinya malam itu, ada tatapan berbeda di sana. Tatapan terluka yang perlahan berubah menjadi kecewa.

“Jadi itu alasan kamu selingkuh?”

Suara Kanisha terdengar jauh lebih pelan. Ia tidak lagi berteriak ataupun histeris. Justru nada tenang itulah yang membuat Arven sedikit mengernyit.

“Kalau memang iya, kenapa?”

Kanisha tertawa kecil. Tawa pahit yang terdengar menyedihkan.

“Kamu bilang aku membosankan.” Air matanya jatuh lagi. “Kamu bilang dia lebih cantik, lebih ngerti kamu…” Wanita itu menarik napas panjang walaupun dadanya terasa sakit. “Tapi selingkuh tetap salah, mas.” Arven langsung mengalihkan pandangannya dari Kanisha sedangkan Selena tampak tidak nyaman mendengar ucapan Kanisha. “Kalau kamu udah nggak cinta sama aku…” lanjut Kanisha lirih. “Kalau kamu udah capek sama rumah tangga ini, kamu bisa ngomong baik-baik sama aku, mas.” Tangis Kanisha pecah lagi. “Kamu bisa minta cerai…”

Suasana ruangan kembali sunyi.

“Aku mungkin bakal hancur…” Kanisha tersenyum pahit. “Tapi setidaknya aku nggak dipermalukan kayak gini.”

Arven mengepalkan tangannya pelan sementara Kanisha menatap pria itu dengan mata berkaca-kaca.

“Perselingkuhan itu pilihan, mas.” Kalimat itu membuat Arven menegang samar. “Mas sadar nggak sih?” suara Kanisha mulai bergetar lagi. “Setiap hari aku nungguin kamu pulang…” Ia tertawa kecil di sela tangisnya sendiri. “Bahkan waktu mas bilang lembur sampai pagi, aku masih percaya sama mas.”

Arven terdiam. “Aku selalu mikir suamiku kerja keras buat keluarga kita.” napas Kanisha tersendat. “Aku nggak pernah nyangka ternyata mas ada main di belakang aku sama perempuan lain.”

Selena menunduk semakin dalam. Mungkin ia merasa malu, bersalah, atau mungkin hanya tidak nyaman karena semuanya terbongkar.

Kanisha tidak tahu dan sekarang ia juga tidak peduli.

“Aku tuh pernah nanya sama diri aku sendiri…” lirihnya pelan. “Apa aku kurang cantik? Apa aku kurang perhatian? Apa aku kurang jadi istri yang baik buat kamu, mas?” Tangannya mengepal kuat di samping tubuhnya. “Tapi sekarang aku sadar…” Kanisha mengangkat wajahnya perlahan. “Masalahnya bukan di aku.” Arven menatapnya tanpa bicara. “Masalahnya karena kamu emang memilih buat selingkuh, mas.”

Degup jantung Kanisha terasa begitu sakit saat mengatakan kalimat itu. Karena pada akhirnya inilah kenyataan yang harus ia terima bahwa pria yang sangat ia cintai ternyata memang memilih menghancurkan dirinya. Bukan karena kurang cinta, bukan karena kurang perhatian, tapi karena Arven memang menginginkan wanita lain.

“Aku nggak pernah maksa kamu buat tetap sama aku kalau kamu udah nggak bahagia, mas.” lanjut Kanisha dengan suaranya yang pecah. “Tapi kamu nggak punya hak buat ngehancurin aku sejahat ini.”

Arven terlihat mulai tidak sabar.

“Udah selesai ngomongnya?”

Kanisha tersenyum miris mendengar itu. Lima tahun pernikahan mereka ternyata berakhir hanya dengan rasa bosan dari seorang Arven Mahendra. Mudah sekali sampai membuat Kanisha merasa hidupnya benar-benar tidak ada artinya. Tiba-tiba—

“Ma…?”

Suara kecil itu langsung membuat semuanya terdiam. Kanisha menoleh cepat ke arah pintu, begitu pula Arven dan Selena. Seorang gadis kecil berdiri di sana sambil memeluk boneka kelinci berwarna putih di dadanya. Rambut hitamnya sedikit berantakan karena baru bangun tidur. Gaun tidur merah muda yang dikenakannya tampak kusut, sementara mata bulatnya menatap bingung ke arah ketiga orang dewasa di ruangan itu. Gadis kecil itu terlihat polos. Terlalu polos untuk melihat semua kekacauan ini. Kanisha langsung membeku.

“Naira…”

1
Rain Aricia
Bagus banget sih ini, emosinya dapat. Mc nya gak menye2 dan langsung gerak🤩
Rain Aricia
Papanya aku suka, langsung gercep
Rain Aricia
Malu lah ya, masa jadi laki2 ga punya duit, mana dia selingkuh pake duit istrinya. Kocak kali dua sejoli ini🤣
Rain Aricia
Memang gilanya Arven itu, orang2 kayak gitu emang merasa ga ada dosa sih
Rain Aricia
Biasalah pa, ulahnya si lelaki tak tau diri itu
partini
si kamfreeet belum juga sadar
Noey Aprilia
Hai kk...
Aku udh mmpir....slm knal....
dr awl aku udh gedek sm s pcundang...kya'nya dia emng ga pnya hti,smp tega ngucapin kta2 mnyakitkn sm istrinya...mnimal kl dia pnya hti,diem aja....kl mau psah,tnggal psah.....yg bkin dngkol,ga ngrsa brslah sm skli.....sntai bgt mlah....
tp abs ni prshaannya bkln hncur,scra pd tngkt dewa kl slma ni bs skses krna usaha sndri....pdhl tnp bntuan istrinya,udh bmgkrut dr dlu kaleee.....😡😡😡
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: emang Gedeg itu si Arven kak, btw makasih ya udah mampir baca ke karya aku🙏😍
total 1 replies
Suhadi Mulyo
The best 👍👍👍👍👍👍👍

dari semua karyamu , aku selalu suka dengan semua jalan ceritanya kak. Alurnya pas, konfliknya ada, jalan ceritanya rapi dan nggak putus di tengah jalan.
terus tingkatkan semua ceritanya supaya lebih baik kak, aku suka semua🤭☺️
☘️🍀Author Sylvia🍀☘️: terima kasih banyak kak 🙏😍
total 1 replies
Suhadi Mulyo
mampus
Suhadi Mulyo
alasannya itu Mulu kamu ven
Suhadi Mulyo
teruskan pak, buat mereka sadar dan tahu diri kl perlu.
Suhadi Mulyo
menantu apanya? anaknya sendiri selingkuh masa bapaknya nggak tahu
Suhadi Mulyo
kata siapa keluarga? udah enggak ya, sorry nih 🤣🤣🤣
Suhadi Mulyo
tanya saja sama anakmu, pak.
Suhadi Mulyo
dengerin, makanya jadi orang itu yang punya sedikit rasa syukur, udah dikasih bantuan plus istri cantik malah banyak tingkah 🤣🤣🤣
Suhadi Mulyo
cowok selingkuh bermuka tebal🤣🤣🤣
Suhadi Mulyo
makanya jadi cowok tu jangan kebanyakan polah
Suhadi Mulyo
nggak malu ta pak sampe datang ke besan cuma mau nanya soal bantuan? waduh bapak anak nggak ada malunya
Suhadi Mulyo
kalau begini terus kerjaannya mereka, ya bangkrut lagi perusahaannya.
Suhadi Mulyo
kamu nggak denger ya ven apa kata asisten kamu tadi? udah red flag, tuli juga.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!