NovelToon NovelToon
Tiba-tiba Cinta

Tiba-tiba Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:121
Nilai: 5
Nama Author: nisa_prafour

Aruna Prameswari tidak pernah tahu bagaimana hidupnya berubah menjadi runyam. Semenjak Kedatangan sosok Liam Noah Rajasa, Atlet bola sekaligus Pengusaha ibukota. Hidupnya dibuat kacau balau sejak laki-laki itu selalu merecoki harinya yang gitu-gitu aja. Kerja, lembur, nongkrong, dan pulang.

Laki-laki itu semakin gencar mendekati dirinya ketika tahu kalau dirinya baru saja putus dari pacarnya, padahal Aruna masih belum begitu move on. Namun Liam dengan segala usahanya hingga membuat dirinya menyerah dan cinta itu datang tiba-tiba.

akankah Cinta Aruna yang datang tiba-tiba berakhir dengan indah atau malah sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nisa_prafour, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 7

Malam kian larut. Namun aktivitas manusia masih banyak yang masih berlangsung. Tidak tidur salah satunya. Itu yang menjadi alasan Aruna saat ini tetap berada di pusat hiburan salah satu ibukota.

Ia duduk sendirian dipojok ruangan. Duduk di sofa khusus yang entah bagaimana dengan keadaan yang kacau ia memesannya tadi. Tidak ada yang bersamanya. Dan ia benar-benar sendirian.

"Sialan! Dia bilang apa? Putus saja? Ckckck!! Jadi dua tahun ini nggak ada artinya apa-apa buatnya? Haah!! Sulit dipercaya!"

Hei! Bukannya ini yang kamu mau ya Run? Putus bukannya solusi terbaik kan katamu? Tapi ... Bukan ini yang Runa harapkan sebenarnya. Kenapa dia, Marinos laki-laki itu dengan gamblang dan segampang itu memutuskan? Bilang putus? Segampang itu?

Dia dan Marinos ... Benar-benar sudah tidak ada hubungan? Iyakah?

"Dasar brengsek!"

"Sialan! Segampang itu dia bilang putus?!! Kamu pikir aku wanita murahan hah Dua tahun kamu permainkan?! Brengsek!!"

Tidak, tidak! Aruna memang kini berada di bar salah satu  kota. Namun ia tidak mabuk. Ia hanya menghabiskan beberapa kaleng soda hingga membuatnya pusing seperti sekarang. Bahkan kini kepalanya sudah telungkup diatas meja bercampur dengan beberapa kaleng soda yang sudah kosong isinya.

"Kak? Kak Runa?!! Ini Kamu kan Kak?!!"

Dengan denyutan yang masih mendera kepalanya Aruna mengangkat kepalanya perlahan, Suara teriakan barusan mampu menembus pendengarannya meskipun hingar bingar Bar tidak kalah memekakkan telinga.

Kedua bola matanya memicing sebelum ia benar-benar mengenali sosok didepannya. Gadis dengan rambut panjang yang dikuncir kuda, berdiri tepat didepannya sambil menatapnya khawatir serta keterkejutan yang memancar jelas di kedua matanya.

Dengan rasa kesal tiba-tiba Aruna mendengus meski sambil menahan kepalanya yang berdenyut. Ia kemudian memalingkan wajahnya enggan menatap sosok itu.

"Kak, ngapain disini? Kamu  sendirian kak?"

"....."

"Ayo pulang kak. Disini bukan tempat yang aman"

"Kamu sendiri ngapain disini hah?! Kamu harusnya di asrama kan? Tugas mu cuma kuliah yang benar! Bukan malah keluyuran nggak jelas!!"

"Kak, aku kesini cuma mau jemput temen sekamar ku kak. Aku juga sudah izin sama mas Rehan tadi. Mas sama temen-temennya juga lagi disini kok kebetulan"

"Ckck! Enak banget ya! Jam segini kamu masih bebas keluyuran nggak jelas! Alasan mu nggak masuk akal sialan!"

"Kak, aku serius. Kalau kakak nggak percaya kakak bisa tanya kak Rehan"

"Aku nggak perduli! Udah mending pergi sana jangan ganggu aku!"

"Nggak! Kakak disini sendirian. Kalau terjadi apa-apa gimana? Kakak ikut aku dulu aja nanti biar aku antar pulang"

"Aku nggak mabuk Rin! Udahlah jangan ganggu aku. Aku pengen sendiri!"

"Kak, aku khawatir sama kamu"

"Aku nggak papa! Udah sana jangan cerewet. Kepalaku bertambah pening kalau kamu masih disini!"

Aruna benar-benar dibuat emosi, kesal, dan jengkel. Kenapa semua orang hari ini berpotensi membuatnya kesal hari ini? Niatnya ia kesini mencari hiburan dan menenangkan pikiran namun kenapa ia malah bertemu dengan adiknya?

Dan apa barusan sang adik bilang? Kakanya juga kebetulan disini? Di bar ini? Kenapa harus disini? Kenapa tidak di bar yang lain? Apa dunia se-sempit ini untuk dirinya?

"Kak please ayo pulang. Aku anterin ya?"

"Kamu anak kecil tau apa?! Lebih baik kamu yang balik sana!"

"Tapi kak, kakak udah kayak--"

"Rin, sudah ketemu temen mu?"

Suara barusan membuat Karin menoleh. Dan ia mendapati sang kakak sulung bersama dengan beberapa orang temannya yang sedikit ia ketahui sudah berdiri menatapnya. Namun berbeda halnya dengan Aruna, Reaksi gadis itu hanya mendengus kesal sebelum kemudian, sang kakak mulai mengetahui keberadaannya. Dan ia sudah menduganya kalau reaksi sang kakak akan sangat berlebihan.

"Aruna? Kamu disini? Ngapain hah?!"

Lihat kan? Benar bukan dugaannya jika reaksi laki-laki itu akan sangat berlebihan. Sebentar lagi telinganya akan mendengar rentetan kalimat menyebalkan dan tuduhan-tuduhan konyol yang tidak berdasar keluar dari mulut kakaknya.

.

.

.

.

.

Brengsek!

Satu kata untuk kondisinya saat ini. Bagaimana ia tidak kesal dan ingin menangis. Saat ini ia tengah duduk berdua di dalam mobil bersama dengan laki-laki yang menjadi penyebab dirinya menjadi wanita menyedihkan hari ini. Iya, siapa lagi kalah bukan Marinos.

Ia tidak bisa menceritakan bagaimana ia dan Marinos bisa satu mobil seperti saat ini karena akan terlalu panjang jika ia menjabarkannya. Yang jelas, saat ia berdebat beberapa saat lalu dengan kakak dan adiknya, tiba-tiba sosok Marinos datang dan memaksanya untuk mengantarnya pulang. Dan jadilah sekarang ini ia duduk disamping Marinos yang tengah fokus mengemudikan mobilnya.

"You okay? Run?"

Aruna masih tetap dengan sikapnya seperti pertama kali ia masuk dan duduk dalam mobil ini. Diam, Ia bahkan melarikan pandangannya pada luar jendela. Menatap lalu-lalang kendaraan yang melintas disampingnya.

Haruskah laki-laki ini menanyakan dirinya baik-baik saja atau tidak?

Ckck konyol sekali!

"Aruna?"

"Aku turun di persimpangan depan aja. Maksudku, lampu merah depan"

"Aku akan antar kamu sampai rumah"

"Nggak perlu!"

"Run, ini terlalu larut buat cari kendaraan online. I'm worried about you"

Dan tepat ketika kalimat terakhir Marinos selesai, Aruna menolehkan wajahnya. Menatap Marinos yang kini juga menatapnya penuh. Namun hanya sebentar karena laki-laki itu harus kembali fokus dengan kemudinya.

"Khawatir? Kamu? Waow ... Kamu nggak lupa kan kalau kita ini bukan siapa-siapa? Kamu nggak lupa ingatan kan?"

"Run please... Kita masih bisa bicarakan semuanya baik-baik "

"Aku ingetin kalau kamu lupa. Kamu sendiri yang bilang kalau kita udah nggak ada hubungan apapun!"

"Run .. I'm sorry aku tahu aku salah. Tapi please  jangan begini"

"Aku nggak paham maumu. Benar kata mas Rehan kalau kita banyak sekali perbedaan. Sebaiknya kita memang harus seperti ini kan? Kita nggak cocok"

"Bullshit! Nggak cocok? Kenapa setelah dua tahun kamu baru berani bilang?"

"....."

"Aku mohon kamu dengarkan penjelasan aku dulu"

"....."

"Aku salah dan brengsek! Aku akui itu Aruna. But, I Have No other reason or choice. Aku pikir setelah mengenal mu lebih jauh, aku bisa dan berani mengungkapkan siapa aku sebenarnya. But, i wrong. Aku salah besar. Justru aku semakin takut kamu lari dariku setelah kamu tahu siapa aku. Aku takut Run"

"....."

"Dan berakhir aku harus bohongi kamu selama ini"

"Kamu pikir tindakan kamu yang seperti ini lebih baik?"

"No! Of course No! Aku menyesal Run. I'm sorry"

"Aku nggak tahu harus gimana sekarang. Apa mas Rehan tahu soal ini?"

"Dia lebih dulu tahu"

"Kita putus aja!"

"Nggak Run! Aku nggak mau!"

"Kita terlalu jauh berbeda Marinos"

"Apa karena aku punya anak?"

"Ini bukan tentang kamu dan anakmu. Just ...complicated to explain"

"Aku nggak mau!! Apapun alasannya aku ngga mau pisah!"

"Kamu egois! Lebih baik turunkan aku didepan sana. Aku rasa ngga ada yang perlu dibicarakan "

"....."

"Marinos?!"

"Aku nggak akan berhenti sebelum kamu berjanji nggak meninggalkan aku"

"Berhenti atau aku benar-benar akan Loncat dari mobilmu!"

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!