NovelToon NovelToon
Toko Lorong Waktu

Toko Lorong Waktu

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Mata Batin
Popularitas:978
Nilai: 5
Nama Author: ANGWARUL MUJAHADAH

Di sebuah kota modern, ada sebuah toko antik yang hanya muncul saat hujan deras. Pemiliknya bukan manusia, dan barang yang ia jual bukan benda mati, melainkan "waktu" yang hilang dari masa lalu pembelinya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANGWARUL MUJAHADAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hacker Hana

Keberhasilan Bimo membela Sari membuat kantor mereka diserbu oleh klien-klien baru. Namun, kasus-kasus tersebut mulai merambah ke wilayah yang lebih sulit dijangkau secara digital—daerah terpencil dan area-area yang tidak terjangkau jaringan data Jakarta 2045.

Suatu hari, Aris sedang berada di sebuah desa di pinggiran Jakarta, mencari jejak seorang saksi kunci untuk kasus perdagangan ilegal. Di sana, ia bertemu dengan seorang gadis bernama Hana. Gadis itu baru saja pindah dari pedalaman desa di Jawa Tengah. Meski tampak lugu, Aris terpana melihat kemampuan Hana dalam menembus sistem keamanan gedung tua hanya dengan teknik analog-hacking—kemampuan yang sudah jarang dimiliki orang di masa serba digital ini.

Hana juga memiliki insting yang luar biasa tajam. Saat Aris diam-diam mengaktifkan gelang peraknya untuk memantau situasi dari masa lalu, Hana secara tidak sadar selalu bisa merasakan kehadiran "sesuatu" yang janggal di udara.

"Kau punya insting yang tidak dimiliki orang kota," puji Aris suatu malam di depan tenda darurat mereka.

"Di desa, kalau kita tidak bisa melihat jejak kaki di hutan, kita mati," jawab Hana lugas.

Aris melihat potensi besar. Ia memboyong Hana ke Jakarta dan melatihnya menjadi hacker handal, namun dengan gaya yang berbeda.

Jika Bimo bertarung di meja hijau dengan argumen hukum, Hana bertarung di balik layar komputer dengan menembus enkripsi paling rumit untuk melacak data yang tersembunyi.

Hana menjadi "tangan kanan" teknis bagi Aris. Sementara Aris menggunakan jam digitalnya untuk melihat masa lalu di TKP, Hana bertugas mengumpulkan bukti digital yang ditinggalkan pelaku—jejak log transaksi, riwayat pesan yang terhapus, dan akses ke satelit kota.

Trio ini menjadi kekuatan yang tak terbendung:

Aris (Sang Pengamat): Memegang kartu as dengan gelang penembus waktu.

Bimo (Sang Advokat): Menjadi wajah publik yang memukau hakim dan juri.

Hana (Sang Teknisi): Membuka gembok data yang paling terkunci rapat.

Suatu saat, mereka menangani kasus besar: hilangnya seorang aktivis lingkungan yang diculik oleh korporasi raksasa. Polisi menyatakan tidak ada jejak digital. Aris menggunakan gelang peraknya untuk melihat saat penculikan itu terjadi. Namun, kali ini pelakunya sangat cerdik; mereka menggunakan scrambler sinyal untuk menghapus rekaman digital di sekitar area.

Aris kembali ke masa sekarang, tampak frustrasi. "Mereka menggunakan strategi berpindah - pindah lokasi mengunakan mobil dan sangat rapi, aku tidak bisa melihat detail wajah mereka dan lokasi terakhirnya penyekapan, karena keterbatasan waktu 1jam di lorong waktu."

Hana tersenyum tipis. "Mereka mungkin pandai mengatur strategi, tapi mereka lupa bahwa di tahun 2045, setiap kendaraan punya black box yang mencatat frekuensi radio di sekitarnya. Aris, berikan aku koordinat waktunya, dan aku akan 'mengunci' sisa-sisa sinyal yang tertinggal di awan data, untuk mengetahui dimana tempat terakhir penyekapan"

Kerja sama mereka yang solid berhasil mengungkap tempat penyekapan sang aktivis. Saat Bimo membacakan pembelaan di pengadilan, bukti-bukti yang disusun Hana berdasarkan petunjuk Aris membuat pihak korporasi tidak berkutik.

Namun, di balik layar, Aris mulai merasa ada yang memperhatikan mereka. Seringkali, saat ia selesai menggunakan gelang peraknya, ia merasakan ada gangguan frekuensi asing yang mencoba melacak sinyal dari gelangnya sendiri.

Aris membawa gelang perak itu ke ruang kerja Hana yang dipenuhi dengan layar hologram dan kabel-kabel optik. Ia meletakkan gelang tersebut di atas meja pemindai. "Hana, aku butuh lebih banyak waktu di lorong. Satu jam tidak cukup untuk memetakan kasus yang rumit. Aku ingin kau menembus protokol pembatas waktu Profesor Chronos"

Hana menatap gelang itu dengan mata berbinar. Jemarinya menari di atas konsol, membongkar arsitektur kode jam tersebut yang sangat kuno namun jenius. "Ini bukan sekadar jam, Aris. Ini adalah kompresor dimensi," gumam Hana.

Hana mulai melakukan modifikasi sistematis pada struktur internal waktu yang diatur oleh gelang tersebut. Ia meretas sistem dasarnya dengan perhitungan matematis yang ekstrem:

Sebelumnya:

1 jam \= 60 menit

1 menit \= 60 detik.

Perombakan Pertama: Hana mengubah konstanta aliran waktu menjadi:

1 menit \= 60 detik

1 detik \= 60 titik

1 titik \= 60 jet

1 jet \= 60 net

Perombakan Kedua (Optimasi): Agar durasi di lorong waktu lebih panjang, ia melakukan overclocking pada chip dimensi gelang tersebut:

1 menit \= 60 detik

1 detik \= 600 titik

1 titik \= 60 jet

1 jet \= 600 net

Hasilnya mencengangkan. Hana berhasil mengelabui sistem "penguncian" Profesor Chronos. Dengan mengubah skala unit terkecil waktu (dari detik ke net), ia menciptakan efek dilasi waktu di mana persepsi dulu durasi satu kini membentang menjadi dua puluh jam di dalam lorong waktu.

"Sudah selesai," ujar Hana sambil menyeka keringat di dahinya. "Gelang ini tidak lagi membaca 'satu jam' sebagai batas absolut. Ia sekarang membacanya sebagai satu unit energi yang bisa dipecah menjadi ribuan net. Kau punya waktu 20 jam, Aris. Tapi ingat, semakin lama kau berada di sana, semakin besar tekanan pada saraf otakmu dan kamu mulai sedikit demi sedikit terlihat orang."

Aris menatap gelang perak yang kini berkedip dengan warna ungu yang lebih pekat. Ia merasa seperti memiliki dunia di tangannya. Dengan 20 jam, ia tidak hanya bisa sekadar melihat kejadian; ia bisa meneliti setiap sudut, membaca setiap dokumen yang dipegang pelaku, bahkan mengikuti pergerakan musuh ke mana pun mereka pergi tanpa takut kehabisan waktu.

Namun, Aris merasakan ada sesuatu yang berbeda. Ruang di dalam jam itu terasa lebih "padat". Ia sadar bahwa semakin ia memaksakan durasi di lorong waktu, semakin besar risiko ia terlihat oleh "entitas" yang menjaga keseimbangan waktu—sesuatu yang mungkin tidak diinginkan oleh Profesor Chronos.

"Terima kasih, Hana," ucap Aris pelan. Ia tidak tahu bahwa dengan melakukan peretasan ini, ia baru saja merobek batasan yang seharusnya tidak pernah disentuh manusia.

Kini, dengan kemampuan "mengintip" selama 20 jam, Aris bersiap untuk kasus besar berikutnya—kasus di mana ia tidak hanya akan melihat kebenaran, tapi mungkin akan menemukan sesuatu yang sebenarnya disembunyikan oleh Profesor Chronos sendiri.

Aris merasa bahwa kekuatan barunya di lorong waktu tidak akan maksimal jika ia tidak memiliki "mata" yang mumpuni di masa kini. Ia kembali menemui Hana, kali ini dengan ide yang jauh lebih ambisius.

"Hana, aku butuh sistem pengawasan yang tak terlihat, tapi punya jangkauan tak terbatas. Aku ingin kau membuat satelit, tapi bukan satelit yang mengorbit di luar angkasa. Aku ingin satelit yang melayang rendah, setinggi gedung tertinggi di Jakarta, yang bisa bergerak lincah seperti drone," ujar Aris.

Hana terdiam sejenak, otaknya bekerja secepat kilat. "Satelit Nano-Stratos? Itu teknologi yang sangat berisiko, Aris. Satelit itu harus menggunakan teknologi anti-gravitasi agar tetap melayang tanpa suara di ketinggian gedung, dan optik Quantum-Thermal agar bisa menembus dinding bangunan."

"Lakukan," tegas Aris.

1
Adi Rbg
berguna banyak pelajaran tentang hidup!
SANTRI MBELING: makasih kak
total 2 replies
Ariasa Sinta
bahasan nya udah berat ya, meskipun q kurang ngerti sama istilah²nya v lanjutkan saja, penasaran
Ariasa Sinta
hmmm...
sesuatu yg berlebihan itu tidak baik, meskipun dengan niat untuk menolong ..
SANTRI MBELING: ia kak. makasih
total 1 replies
SANTRI MBELING
makasih kak 👍👍👍👍🙏🙏😍😍
Ariasa Sinta
aku kasih kopi thor biar semangat update nya 💪
SANTRI MBELING: jangan lupa baca yang novel saya yg cinta zaenab
total 2 replies
Ariasa Sinta
banyak bgt kata2 d kepala ku thor buat komen tapi q bingung ngerangkai nya,
andai waktu bisa di putar ....
ah sudahlah
Ariasa Sinta
aduhhh banyak wow nya ini
Ariasa Sinta
aku merinding loh ...
Ariasa Sinta
aku mampir thor,
baru bab 1 z udah menarik ini bikin penasaran, lanjut thor
SANTRI MBELING: makasih kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!