Seorang wanita dari jaman modern masuk ketubuh Permaisuri yang di jadikan pilar Kekaisaran, Dinny Winata.. umur 25 tahun, Dinny terkejut saat jiwanya di tarik paksa oleh cahaya yang datang ke tubuh nya
"Siapa kau?" tanya Dinny
"Aku jiwa yang dihianati dan di buang ke dalam jurang kebencian" jawab wanita yang persis dengan Dinny
"Apa mau mu? sampai menarik jiwaku yang sedang duduk di balkon" ucap ketus Dinny
"Hahaha... balaskan rasa sakitku, aku serahkan putriku dan putra untuk kau jaga, bukan nya kau di dunia ini hidup sendiri" ucapnya dengan nada penuh kebencian. Dinny menggerutu tidak jelas
"Tidak mau tiba-tiba punya anak, dsini aja aku masih single-single loh" jawab kesal Dinny. wanita yang menatap penuh kebencian langsung menatap penuh kerapuhan
Penasaran dengan cerita ini? yuk mampir kecerita Nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
7
Burung cantik milik Permaisuri Ai Ning pun langsung pergi, setelah dia merekam semua kejadian yang dilakukan oleh kedua orang yang sedang menikmati liburan di dalam penginapan setelah membunuh istri dan kedua anak dari laki-laki yang sedang dimabuk cinta itu.
"Tunggu... aku bukan di berikan obat gatal? huhu... nikmati sensasi bercinta kalian manusia tidak tahu diri" ucap burung cantik itu dan menaburkan ramuan gatal di ke atap penginapan yang di isi oleh Kaisar Rui Ning dan adik dari Permaisuri Ai Ning.
***
Sedangkan di kediaman Tuan Nam Ai, dia menarik harta milik Selirnya. begitu juga harta Yeuer, kedua orang tua Permaisuri Ai Ning tak tanggung-tanggung, mereka juga menghancurkan kedua kediaman yang pernah ditempati oleh dua benalu.
"Ratakan semua.... Jangan sampai ada yang tertinggal" teriak Nyonya Go Yang. dia begitu merasa saat kedua benalu itu ingin membunuh Putri satu-satunya itu.
"Mereka berdua benar-benar tidak tahu diri" ucap Nyonya Tua Ai. dia tidak menyangka kalau wanita yang sudah menjebak putranya itu malah ingin menguasai kediaman milik keluarga besar Ai.
"Dulu ibu mendukung nya..." sindir Tuan Nam Ai. Nenek tua Ai mendengus saat mendengar ucapan putranya, dulu kan dia menyetujui pernikahan putranya itu karena di dihasut oleh mantan pelayannya.
"Kau masih saja mengungkitnya! dulu kan Ibu menyetujui wanita itu menjadi selirmu karena Ibu dari wanita itu, Ibu juga baru tahu kalau mantan pelayan ibu itu adalah... ibu dari wanita beracun itu" ucap nenek Tua Ai. Nyonya Go Yang terkekeh geli mendengar jawaban kesal dari mertuanya, dulu juga dia sangat kesal kepada mertuanya. karena mertuanya menyetujui suaminya menikahi wanita yang sudah menjebak suaminya itu.
"Sudah-sudah... sekarang kita harus mencari tahu keberadaan Permaisuri Ai Ning, aku akan ke istana untuk menemui Ibu suri" ucap Tuan Nam Ai, dia harus mencari kepastian bagaimana keadaan Putri dan kedua cucunya itu.
Gege Pertama dan kedua Permaisuri Ai Ning pun ingin ikut bersama dengan ayahnya, mereka juga khawatir dengan keadaan adik mereka dan keponakan mereka.
"Kami ikut ayah... kami juga harus tahu dimana adik dan keponakan kami" jawab putra pertama Tuan Nam Ai, akhirnya mereka pun berangkat ke istana. Mereka tidak tahu kalau Permaisuri Ai Ning dan kedua anaknya sudah seperti sedang kemping di hutan, apa lagi Ang Bei sudah mulai sembuh total. obat herbal yang di racik Permaisuri Ai Ning sangat ampuh, walau pun di beri air biru.
Tuan Nam Ai dan kedua putranya pergi ke istana dan meminta kejelasan pada Ibu suri Ning, ibu suri Ning di beritahu kalau Keluarga Permaisuri Ai Ning ingin bertemu. ibu suri Ning semakin marah kepada Kaisar Rui Ning, dia benar-benar benci kepada anak gundik suaminya yang dengan sukarela dia besarkan.
"Rasanya aku ingin langsung membunuh putra haram suamiku itu.... andai aku tak mengangkat nya jadi Kaisar, mungkin anak itu sudah di usir oleh para menteri" gumam Ibu suri Ning. dia benar-benar malu dengan keluarga menantunya itu, kalau bukan Permaisuri Ai Ning yang berkontribusi tentang kekaisaran Ning ini, mungkin kekaisaran ini tidak akan jaya seperti ini.
"Biarkan Tuan Nam Ai masuk... aku yakin dia ingin menanyakan kondisi putri dan kedua cucunya" ujar Ibu suri Ning, dia pun duduk di kursi tempat bertemu dengan para menteri.
"Salam ibu suri... semoga pencipta memberikan anda umur panjang" ucap Tuan Nam Ai dan kedua putranya, Ibu suri Ning pun mengangguk dan mempersilahkan mereka bertiga untuk duduk.
"Aku yakin Permaisuri Ai Ning sudah memberikan kalian kabar, aku sebagai ibu sambung nya sangat malu.... kalian tenang saja, aku sendiri yang akan menurunkan dia dari tahta itu. mulai sekarang kita harus menjaga Putra mahkota Ang Bei, kita harus bimbing dia agar menjadi kaisar berbudi luhur dan mulia" ucap Ibu suri Ning. Tuan Nam Ai dan kedua putranya menatap tak percaya, jadi ibu suri bersedia melengserkan Kaisar Rui Ning, ini luar biasa.
Ibu suri Ning menatap wajah ketiga orang didepan nya, terlihat sekali mereka meragukan ucapan nya itu.
"Kenapa? kalian meragukan ucapanku? kalian tahu bukan Kaisar Rui Ning itu, bisa berdiri di tahta itu karena aku yang mengangkatnya... kalau dia tidak bisa menjadi pemimpin yang benar aku pun bisa menariknya kembali, walaupun dia Kaisar. tetapi statusnya itu hanya Kaisar kosong.... masalah tentang bahan pangan dan juga aturan-aturan yang ditetapkan olehnya itu adalah kontribusi Permaisuri Ai Ning, dia tanpa Permaisuri Ai Ning. hanya orang bodoh yang berdiri di hadapan kalian" ucap datar Ibu suri Ning, Tuan Nam Ai dan putranya pun saling tatap mereka tidak tahu kalau yang selama ini mengatur dan membahas tentang bahan makanan yang juga pertanian itu milik Putri dan adik mereka.
"Ya... permaisuri Tidak pernah berbicara kepada kalian itu, karena dia tidak ingin suaminya terlihat bodoh di mata kalian dan para menteri lainnya. tapi pengorbanan permaisuri tidak dianggap oleh anak sambungku, daripada dia terus menjadi pemimpin yang tidak berguna Lebih baik aku menarik kembali kepemimpinan itu bukan?" ucap ibu suri Ning. Tuan Nam Ai dan kedua putranya pun mengangguk setuju dengan ucapan Ibu suri.
"Kalian tenang saja.... dalam waktu 2 hari kita sudah mendapatkan informasi keberadaan permainan suri dan kedua cucuku itu, dan Aku juga yakin satu minggu lagi kedua penghianat itu akan kembali ke sini. dan pura-pura bersedih... kita ikuti saja permainan mereka sampai permaisuri datang kembali ke istana ini, dan kita juga tidak perlu memberitahu para menteri tentang keberadaan permaisuri, kita hanya sebarkan saja tentang kecelakaan permaisuri disebabkan oleh Kaisar Rui Ning dan putri mu Tuan Nam Ai" ucap ibu suri Ning. Tuan Nam Ai pun mengangguk setuju dengan apa yang diucapkan oleh ibu suri.
"Hamba akan mengikuti apa yang mulia inginkan" ucap Tuan Nam Ai. Ibu suri pun terkekeh geli mendengar ucapan besan nya itu.
"Bukan aku yang mengatur cerita ini tapi ini keinginan putrimu bangsawan Nam Ai.... kalian tahu bukan strategi yang dimainkan oleh permaisuri ini benar-benar sangat baik, aku pun sebagai ibu mertuanya sangat bangga dengan aturan permainan yang diinginkan oleh menantuku itu, sebagai mertua yang baik aku pun akan mengikuti keinginan menantu terbaikku itu" ucap lirih ibu suri Ning. Ibu suri bahkan sudah menganggap Permaisuri Ai Ning itu putri nya, bahkan dia lebih dekat dengan Permaisuri Ai Ning.
"Baik Yang Mulia kami akan menunggu kabar tentang keberadaan Permaisuri Ai Ning.... hamba mohon tetap berikan kami kabar mereka bertiga, agar istri hamba tidak mengusir hamba untuk tidur di ruang kerja" ucap Tuan Nam Ai. Ibu suri pun tertawa dengan aduan besan lelakinya itu, dia mengetahui kekonyolan dari sahabatnya. ya Nyonya Go Yang itu sahabat kecil ibu suri.
"Ternyata dia masih tetap galak walau sudah memiliki cucu begitu banyak......
Bersambung......
2 kaki = 10 kilo?
siapa yang batuk?? 🤭