NovelToon NovelToon
Brine Dan Marine Garis Takdir

Brine Dan Marine Garis Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mafia / Balas Dendam
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: istimariellaahmad

Di bawah langit Jakarta yang lembap dan aroma melati yang pekat, Nikolai Brine tidak pernah menyangka akan menemukan kelemahannya. Sang predator berdarah Dubai-Rusia ini datang ke Indonesia untuk menghancurkan musuh, namun ia justru terpaku pada Clara Marine.
Pertemuan tak terduga itu memicu obsesi liar yang membawa Clara dari hangatnya tanah tropis menuju dinginnya benteng baja di Moskow. Nikolai tidak hanya menculik seorang wanita; ia menculik takdirnya sendiri. Di antara dinding es Rusia, sang mafia yang kejam harus belajar bahwa satu-satunya cara memiliki Clara adalah dengan bertekuk lutut pada kelembutannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istimariellaahmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengkhianatan di balik asap

Ketegangan di ballroom mencapai puncaknya. Meski cincin sudah melingkar di jari Clara, suasana tidak terasa seperti pesta. Silas Marine berdiri di sudut ruangan, berbicara dengan nada rendah melalui earpiece-nya. Ia tampak gelisah.

"Pastikan perimeter utara bersih. Aku tidak mau ada satu pun lalat yang masuk ke area presidential suite," perintah Silas.

Ia kemudian menghampiri Clara yang sedang duduk kaku di samping Julian. Silas mengisyaratkan Julian untuk menjauh sebentar. Pria dingin itu berlutut di depan adik kembarannya, menatap mata Clara yang berkaca-kaca.

"Aku tahu kau membenciku saat ini, Clara," bisik Silas. Suaranya tidak lagi sedatar biasanya. Ada beban berat di sana. "Kau pikir aku senang menjual adikku sendiri kepada bawahanku?"

"Lalu kenapa kau melakukannya, Silas? Kau punya segalanya. Kekuasaan, uang, pasukan," sahut Clara pahit.

Silas menarik napas panjang. "Karena Ayah sedang berada dalam posisi terjepit. Nikolai Brine memegang bukti transaksi ilegal yang dilakukan Arthur Ocean sepuluh tahun lalu di Rusia. Jika bukti itu jatuh ke tangan Interpol, seluruh imperium Marine akan runtuh dalam semalam. Reputasi keluarga kita akan hancur."

Clara tertegun. Ia tidak menyangka akan terjadi seperti itu.

"Menikah dengan Julian adalah cara kita mengamankan aset. Jika kau resmi menjadi keluarga Tide, Nikolai tidak bisa menggunakan dokumen itu untuk memeras kita lagi karena perjanjian hukum yang sudah kubuat dengan firma keamanan Julian," Silas menggenggam tangan Clara. "Aku terpaksa melakukannya, Clara. Untuk melindungi keluarga. Untuk melindungimu dari kejaran hukum yang lebih kejam daripada Nikolai."

Belum sempat Clara menjawab, alarm kebakaran memekik nyaring.

Kekacauan di Menara

BOOM!

Ledakan kecil terjadi di ruang panel listrik, diikuti oleh matinya seluruh aliran listrik di hotel. Lampu darurat berwarna merah menyala, memberikan kesan mencekam pada lorong-lorong mewah.

"Lindungi Nona Clara!" teriak Julian sambil menarik pistol dari balik tuxedo-nya.

Asap tebal mulai memenuhi ruangan. Para tamu berhamburan panik. Dalam kegelapan itu, Silas mencoba menarik Clara menuju pintu rahasia di belakang panggung, namun sebuah tembakan diredam mengenai bahu salah satu pengawal di depan mereka.

"Silas, di sana!" Clara menunjuk ke arah balkon.

Sesosok bayangan melompat masuk dengan gerakan lincah. Itu adalah Nikolai Brine, namun kali ini ia tidak sendirian. Enam orang tim taktisnya masuk melalui jendela yang dipecahkan. Mereka menggunakan kacamata night vision, membuat pengawal Silas yang buta dalam kegelapan menjadi sasaran empuk.

"Silas Marine," suara Nikolai menggema di antara suara sirine. "Kau pikir kesepakatan kecilmu dengan Julian bisa menghentikanku? Aku tidak peduli dengan dokumen ayahmu lagi. Aku ingin bunganya."

Nikolai melepaskan tembakan ke arah lampu darurat, membuat ruangan benar-benar gelap total. Suara baku hantam pecah. Silas bergelut dengan salah satu anak buah Nikolai, sementara Julian mencoba mengevakuasi Clara.

Namun, Nikolai lebih cepat. Ia muncul dari balik kepulan asap dan menghantam tengkuk Julian dengan gagang pistolnya hingga pria itu jatuh tersungkur.

"Lepaskan dia!" teriak Silas sambil mencoba membidik Nikolai, namun lengannya tertembak oleh penembak jitu Nikolai dari helikopter yang melayang di luar.

Silas terjatuh, memegangi lengannya yang bersimbah darah. Di bawah temaram lampu helikopter, ia melihat Nikolai menarik Clara ke arah balkon.

"Silas!" teriak Clara histeris.

Nikolai berhenti sejenak, menatap Silas yang tak berdaya di lantai. "Kau gagal melindunginya sebagai kakak, Silas. Sekarang lihat bagaimana seorang mafia menjaga miliknya."

Nikolai menyuntikkan obat bius ke leher Clara. Dalam hitungan detik, tubuh Clara terkulai lemas di pelukan Nikolai. Pria Rusia-Dubai itu kemudian memasang tali pengaman pada tubuh Clara dan dirinya sendiri, lalu mereka ditarik naik ke helikopter tepat saat pasukan tambahan Silas mendobrak pintu.

Silas hanya bisa menatap nanar helikopter itu menjauh ke arah laut. Ia telah mengkhianati perasaan adiknya demi bisnis, dan kini, ia kehilangan adiknya sepenuhnya.

Happy reading sayang...

Baca juga cerita bebu yang lain...

Annyeong love...

1
Mega Maharani
lanjut thor ditunggu update bab selanjutnya
olyv
mampir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!