NovelToon NovelToon
Perjalanan Sang Kaisar Pedang Surgawi

Perjalanan Sang Kaisar Pedang Surgawi

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Action / Anak Genius
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: DafToon

Satu Hari 5 Bab... bantu saya untuk terus berkarya😎😎

Di Kota Xiang, seorang jenius muda bernama Xiao Ba pernah dipuja sebagai harapan terbesar Keluarga Xiao karena memiliki Akar Spiritual Suci Tingkat 9, bakat langka yang bahkan sulit ditemukan dalam seribu tahun. Namun semuanya berubah ketika akar spiritualnya hancur secara misterius, membuatnya jatuh dari langit ke dasar kehinaan dalam semalam.

Dulu dipuji, kini dihina.

Dulu didekati, kini dijauhi.

Bahkan keluarga yang pernah memohon perjodohan dengannya datang untuk memutuskan hubungan sambil mempermalukannya di depan semua orang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DafToon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari Pertama di Tebing Tujuh Roh

Fajar belum sepenuhnya merekah ketika seluruh kawasan depan Tebing Tujuh Roh sudah dipenuhi manusia.

Para penonton berdatangan dari berbagai penjuru Kota Beira dan desa desa sekitarnya sejak dini hari.

Mereka berdesakan di area yang sudah dibatasi oleh tali tali berwarna merah yang dipasang oleh penguasa kota, memilih posisi terbaik untuk menyaksikan pembukaan pertarungan generasi muda yang hanya terjadi lima tahun sekali ini.

Pedagang pedagang dadakan sudah membuka lapak mereka di sepanjang jalan menuju kawasan tebing.

Ada yang menjual makanan dan minuman, ada yang menjual pernak pernik bertuliskan nama nama keluarga besar yang akan berlaga, ada pula yang membuka meja taruhan di pinggiran jalan dengan papan berisi nama nama kultivator muda beserta odds masing masing.

Di papan taruhan itu, nama Xiao Tian dari Keluarga Xiao terpampang dengan odds yang cukup menggiurkan.

Di bawahnya, nama Wang Chunying dari Keluarga Wang dengan odds yang sedikit lebih rendah.

Tak ketinggalan nama nama dari keluarga lain seperti Keluarga Quon, Keluarga Fu, dan beberapa keluarga kelas tiga serta empat lainnya.

Namun, nama Xiao Ba tidak ada di papan taruhan itu sama sekali.

Ia tidak dicantumkan karena menurut semua orang, tidak ada gunanya memasang taruhan untuk seseorang yang tidak bisa berkultivasi.

Kalaupun ia ikut masuk ke dalam kawasan tebing, semua orang sudah mengambil kesimpulan bahwa ia hanya akan menjadi beban atau, lebih buruk lagi, korban pertama yang akan disingkirkan dari arena.

Di platform batu besar yang dibuat khusus sebagai panggung pengumuman di depan gerbang masuk kawasan tebing, Penguasa Kota Beira berdiri dengan jubah resminya yang berwarna emas tua.

Ia adalah Hua Menglong, pria berusia sekitar seratus lima puluh tahun dengan tubuh tegap yang menyiratkan kekuatan kultivasi yang tidak main main.

Di belakangnya berdiri beberapa pejabat kota dan perwakilan dari masing masing keluarga yang akan mengikuti pertarungan.

Xiao Sun berdiri di antara para perwakilan itu dengan ekspresi tenang, namun matanya terus mencari satu sosok di antara kerumunan junior Keluarga Xiao yang berkumpul di area persiapan.

Ia akhirnya menemukan sosok itu berdiri agak terpisah dari yang lain.

Xiao Ba berdiri dengan santai di pinggiran kelompok junior Keluarga Xiao.

Ia mengenakan jubah putih yang bersih dengan rambut hitam panjang yang diikat rapi ke belakang.

Tangannya terlipat di depan dada, sementara matanya menatap ke arah kawasan tebing dengan ekspresi yang tidak bisa ditebak oleh siapa pun.

Di sampingnya, agak jauh, Xiao Tian berdiri bersama Xiao Xiyun dengan ekspresi yang berusaha terlihat tidak peduli.

Namun, sesekali ia melempar pandangan ke arah Xiao Ba dengan kilatan emosi tertentu di matanya.

"Hari ini adalah hari yang sudah kalian tunggu selama lima tahun."

Suara Hua Menglong bergema di seluruh kawasan, dibantu oleh energi Qi yang dialirkannya ke dalam pita suara sehingga orang yang berdiri paling jauh pun bisa mendengarnya dengan jelas.

"Pertarungan ini bukan sekadar tentang siapa yang mengumpulkan Kristal Roh Laut terbanyak."

"Ini adalah tentang siapa yang layak membawa nama keluarganya dengan bangga di hadapan seluruh Kota Beira!"

Penonton pun bersorak riuh.

"Aturannya sederhana."

"Kalian memiliki waktu satu bulan penuh di dalam kawasan Tebing Tujuh Roh."

"Tidak ada yang diizinkan keluar dan masuk kembali setelah gerbang ditutup."

"Kristal Roh Laut yang berhasil dikumpulkan akan dihitung di akhir bulan."

"Keluarga yang wakilnya mengumpulkan total kristal terbanyak akan menjadi pemenang dan mendapatkan hak untuk memilih satu hadiah dari perbendaharaan kota."

Hadiah dari perbendaharaan kota adalah sesuatu yang diimpikan oleh setiap keluarga di Kota Beira.

Kabarnya, di sana tersimpan berbagai teknik kultivasi langka, pil pil spiritual tingkat tinggi, senjata spiritual bermutu, dan beberapa item yang nilainya bahkan tidak bisa diukur dengan batu spiritual biasa.

"Persiapkan diri kalian!"

Hua Menglong mengangkat tangannya.

Gerbang masuk kawasan Tebing Tujuh Roh, sebuah lengkungan batu karang raksasa yang sudah berdiri sejak ratusan tahun lalu, terbuka perlahan dengan suara berderit khidmat di tengah keheningan yang tiba tiba menyelimuti seluruh area.

Angin laut berembus keluar dari dalam kawasan itu seperti napas panjang yang sudah lama ditahan.

Para junior dari setiap keluarga mulai bergerak masuk, berjalan atau berlari tergantung strategi masing masing.

Beberapa langsung memisahkan diri dari kelompok begitu melewati gerbang demi mencari arah yang sudah mereka rencanakan sebelumnya.

Beberapa lagi bergerombol bersama anggota keluarga mereka, bergerak sebagai satu unit.

Xiao Ba berjalan dengan langkah santai melewati gerbang batu karang itu.

Tidak terburu buru dan tidak bergabung dengan siapa pun.

Di belakangnya, Xiao Tian menatap punggung yang berjalan menjauh itu dengan rahang yang sedikit mengeras.

Sesuai rencana yang sudah disusun bersama kakeknya, ia seharusnya memastikan Xiao Ba bergerak ke arah tebing enam sejak hari pertama.

Namun, melihat cara Xiao Ba berjalan, seolah tahu persis ke mana ia akan pergi tanpa perlu diarahkan, Xiao Tian merasa rencana itu tidak akan semudah yang dibayangkan.

"Kakak Tian, kenapa tidak bergerak?" bisik Xiao Xiyun di sampingnya.

"Tidak perlu terburu buru," jawab Xiao Tian, suaranya lebih rendah dari biasanya.

"Kita ikuti dulu."

"Lihat ke mana dia pergi."

Di luar gerbang, Xiao Sun masih berdiri memandang ke arah gerbang yang kini sudah tertutup kembali.

Di sebelahnya, Lu Ming berdiri dengan ekspresi tegang.

"Patriark, apakah benar membiarkan Tuan Muda masuk sendirian?"

"Dia tidak sendirian, Lu Ming."

Xiao Sun memalingkan wajahnya ke arah laut yang terlihat di kejauhan.

"Dia tidak pernah sendirian."

Di dalam kawasan Tebing Tujuh Roh, Xiao Ba sudah bergerak menuju arah yang bahkan tidak bisa langsung diikuti oleh Xiao Tian.

Bukan ke arah tebing yang mudah dijangkau di dekat gerbang, melainkan langsung menuju celah sempit di antara tebing tiga dan tebing empat yang hanya bisa dilewati satu orang.

Celah itu hanya bisa ditemukan oleh mereka yang sudah benar benar mengenal medan ini.

Itulah celah yang ia temukan selama tiga hari pengelanaan sebelumnya, celah yang tidak terdapat di peta standar yang biasanya dipelajari oleh keluarga keluarga besar sebelum pertarungan dimulai.

Begitu ia melewati celah itu dan permukaan batu karang di kedua sisinya menutup pandangan ke arah belakang, Xiao Ba berhenti sejenak.

Ia melepaskan teknik penyembunyian alam kultivasinya selama beberapa detik, membiarkan indra spiritualnya yang berada di Pengumpulan Qi Tingkat 9 Awal menyapu seluruh kawasan tebing dalam radius yang jauh melampaui kemampuan siapa pun di pertarungan ini.

Dalam hitungan detik, ia sudah memiliki gambaran yang cukup jelas tentang posisi semua orang di dalam kawasan ini.

Para junior dari Keluarga Wang bergerak ke arah tebing dua dan tiga.

Keluarga Quon menuju tebing empat.

Keluarga Fu, dengan Fu Jingmi dan Fu Haocun di dalamnya, bergerak ke arah tebing lima dengan formasi yang lebih hati hati dari yang lain.

Xiao Tian dan Xiao Xiyun masih di dekat gerbang masuk, berputar putar seolah mencari sesuatu yang tidak bisa mereka temukan.

Dan di kawasan tebing enam dan tujuh, tepat di area yang paling jauh dan paling berbahaya dari semua, ia mendeteksi empat aura yang bersembunyi dengan cukup rapi di balik berbagai formasi batu karang.

Empat petarung Keluarga Yun.

Mereka sudah di sana bahkan sebelum gerbang dibuka.

Mereka masuk lebih awal melalui cara yang tidak bisa ia ketahui saat ini, namun fakta bahwa mereka sudah menunggu di sana sudah cukup untuk mengonfirmasi bahwa rencana yang ia duga memang sedang berjalan.

Xiao Ba menyembunyikan senyumnya.

Lalu, ia mengaktifkan kembali teknik penyembunyian alam kultivasinya dan mulai bergerak.

Bukan menuju tebing enam dan tujuh seperti yang diharapkan Xiao Tian dan Keluarga Yun, melainkan menuju kawasan celah batu yang ia tahu menyimpan konsentrasi Kristal Roh Laut tertinggi di seluruh kawasan tebing ini.

Tempat yang hanya bisa diketahui olehnya setelah menjelajahi kawasan ini selama berhari hari.

Di antara tebing empat dan tebing lima, ada sebuah gua tersembunyi yang mulut masuknya terendam air laut setinggi pinggang saat pasang, namun terbuka penuh saat surut.

Di dalamnya, ia menemukan dinding dinding yang penuh dengan Kristal Roh Laut yang menempel secara alami, tumbuh selama ratusan tahun tanpa ada yang mengambil karena hampir tidak ada yang tahu tempat itu eksis.

Ia tiba di mulut gua itu tepat saat air mulai surut, membuka jalan masuk yang selama ini tersembunyi.

Di dalam, cahaya biru kehijauan dari ribuan Kristal Roh Laut yang menempel di setiap dinding menerangi seluruh ruangan gua dengan cahaya yang berkilauan seperti bintang yang jatuh ke dalam laut.

Xiao Ba berdiri di ambang pintu gua itu, menatap ke dalam.

"Bagus," gumamnya pelan.

Ia melangkah masuk, mengeluarkan tas penyimpanan khusus yang sudah disiapkan sebelumnya, lalu mulai bekerja dengan tenang dan sistematis untuk memanen Kristal Roh Laut dari dinding dinding itu satu per satu.

Bukan dengan terburu buru seperti orang yang takut kehabisan, melainkan dengan ketenangan seseorang yang tahu bahwa tidak ada seorang pun yang akan datang ke tempat ini hari ini.

Atau bahkan selama sebulan ke depan.

Di luar gua, ombak kembali naik perlahan, mulai menutup mulut gua dari pandangan dunia luar.

Dan di dalam, cahaya biru kehijauan terus berkilauan, menerangi sosok pemuda yang bekerja dalam keheningan yang menyimpan badai.

Next author ngantuk ya🥺

1
sibaweh abduh
nice thor
Dafa Faiha Roshiq: Terima kasih bossku
total 1 replies
Jerry K-el
bagus ceritanya mengalir,tdk bertele-tele.
pertahankan👌
Protocetus
Mampir ya ke novelku Remontada
Dafa Faiha Roshiq: done yahhh
total 1 replies
Dafa Faiha Roshiq
teman aku butuh penilaian mu
Dafa Faiha Roshiq
Gimana masih ada yang kurang tidak bro
Dafa Faiha Roshiq
gesss harap dibaca dengan hikmat dan kalo ada kesalahan tulis tolong kasih tau ya🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!