NovelToon NovelToon
Hamil Anak Para Ceo Kaya

Hamil Anak Para Ceo Kaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Balas Dendam / CEO
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: Heresnanaa_

Warning ***+

~~~

Mayang Puspita Sari, seorang lulusan SMP dari kampung, pindah ke ibu kota dengan tujuan menyelamatkan adiknya yang sakit keras dan menopang ekonomi keluarga. Setelah berjuang mencari pekerjaan di kota yang keras, ia akhirnya mendapatkan kesempatan sebagai ibu pengganti - pekerjaan yang memberinya hidup berkecukupan dan biaya pengobatan yang cukup untuk adiknya.

Seiring waktu, Mayang malah merasa senang dengan pekerjaannya karena semua keinginannya tercapai dan bayarannya sangat besar, meskipun ia tidak menyadari bahwa pilihan ini akan membawa konsekuensi emosional dan moral yang tidak terduga nanti.


~~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heresnanaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 7

***

Rumah itu berdiri tersembunyi di balik rimbunnya pepohonan di kawasan Sentul yang sunyi. Bukan sebuah apartemen kaca yang mencolok, melainkan sebuah vila bergaya kolonial dengan penjagaan yang jauh lebih ketat daripada rumah Aris. Ini adalah "istana rahasia" Gunawan, tempat di mana pria logistik itu menyembunyikan sisi gelap yang tak pernah diketahui oleh ketiga anak kandungnya.

Mayang turun dari mobil, menatap bangunan itu dengan tatapan datar. Ia tidak lagi membawa koper berisi baju-baju kumal dari kampung. Di tangannya kini melingkar jam tangan mewah, dan di belakangnya, asisten pribadinya mengurus tumpukan koper bermerek.

Gunawan berdiri di teras, memegang cerutu, tawanya pecah saat melihat Mayang. "Selamat datang di rumah 'pensiun' kita, Mayang. Di sini, kau tidak perlu khawatir akan kamera paparazzi atau gosip rekan bisnisku."

Mayang melangkah mendekat, memberikan senyum yang paling manis namun kosong. "Tempat yang sangat privasi, Tuan Gunawan. Saya menyukainya."

Begitu mereka masuk ke dalam ruang tengah yang luas dengan furnitur kayu jati kuno, Gunawan meletakkan tangannya di pinggang Mayang, menariknya kasar agar menghadapnya.

"Aku sudah membaca kontrak yang disusun pengacaramu. Kau minta sepuluh persen saham di anak perusahaanku setelah anak itu lahir? Kau benar-benar berani, Kecil," bisik Gunawan, suaranya parau.

Mayang tidak menghindar. Ia justru memperbaiki kerah kemeja Gunawan dengan gerakan sensual. "Saya belajar dari yang terbaik, Tuan. Aris memberikan saya properti, tapi Anda... Anda akan memberikan saya kekuatan. Bukankah itu yang Anda janjikan?"

Gunawan tertawa penuh kemenangan. "Tentu. Tapi kau ingat syaratnya, bukan? Aris bilang padaku bahwa kau adalah mahakarya saat berjuang melahirkan secara normal. Dia bilang rintihanmu adalah musik yang paling indah. Aku ingin merasakan itu juga. Aku ingin memberikanmu apa yang dia berikan padamu... bahkan lebih gila lagi."

Mayang terdiam sejenak. Ingatan tentang rasa panas dan perih saat kepala bayinya merobek jalan lahirnya kembali muncul. Namun, rasa sakit itu kini telah bermutasi menjadi sebuah kebanggaan yang ganjil. Ia telah menemukan "keahlian" uniknya: menjadi martir bagi fetish pria-pria berkuasa.

"Hamil dan melahirkan adalah keahlian saya sekarang, Tuan," ucap Mayang tanpa kedip. "Jika itu yang membuat Anda senang dan membuat saya kaya, maka lakukanlah."

**

Kehidupan di Sentul dimulai dengan ritme yang lebih ekstrem. Jika Aris adalah pria yang dingin dan terukur, Gunawan adalah pria yang ekspresif dan kasar.

"Makan semuanya, Mayang!" perintah Gunawan suatu malam saat jamuan makan malam privat.

Di meja hanya ada mereka berdua. Gunawan memaksa Mayang memakan daging wagyu mentah yang katanya bagus untuk kesuburan.

Mayang mengunyah daging itu meski perutnya mual. "Ini sedikit... amis, Tuan."

"Telan!" bentak Gunawan, lalu sedetik kemudian ia mengelus pipi Mayang. "Aku ingin kau sehat. Aku ingin rahimmu kuat. Jangan buat aku kecewa seperti istri-istriku dulu yang hanya bisa mengeluh saat hamil."

"Saya tidak akan mengeluh," sahut Mayang sambil mengelap sudut bibirnya dengan serbet sutra. "Setiap rasa mual ini adalah uang bagi saya. Saya menikmatinya."

Gunawan terkesima. "Kau benar-benar monster, Mayang. Kau bukan lagi gadis desa yang malang. Kau sudah menjadi iblis yang cantik."

"Dunia yang membuat saya begini, Tuan," jawab Mayang dingin. "Dulu saya memohon belas kasihan untuk nyawa adik saya, dan dunia hanya tertawa. Sekarang, saya membiarkan dunia memakai tubuh saya, dan dunia berlutut memberikan hartanya."

**

Hanya butuh waktu satu setengah bulan bagi Mayang untuk kembali melihat dua garis merah pada alat tes kehamilannya. Saat ia menunjukkannya pada Gunawan di ruang kerjanya, pria itu tidak memeluknya seperti Aris. Gunawan justru menjatuhkan gelas wiskinya dan berlutut, mencium kaki Mayang.

"Benihku... ada di dalam sana," gumam Gunawan dengan nada obsesif.

"Sekarang, mana janji Anda, Tuan? Surat pengalihan saham itu," tagih Mayang. Ia tidak mau membuang waktu untuk romantisme palsu.

Gunawan mendongak, matanya merah karena pengaruh alkohol dan gairah. "Kau sangat dingin, Mayang. Bahkan tidak ada rasa kasih sayang untuk janin ini?"

Mayang mengelus perutnya yang masih rata. "Anak ini adalah mitra bisnis saya, Tuan. Dia memberikan saya kekuasaan, dan saya memberikan dia tempat berteduh selama sembilan bulan. Itu saja."

Gunawan terkekeh, bangkit berdiri dan mengambil dokumen dari laci mejanya. "Ini. Sepuluh persen saham Gunawan Logistics. Kau sekarang adalah salah satu pemegang saham di perusahaanku. Tapi ingat, Mayang... kontrak ini hanya sah jika kau melahirkan secara normal di depanku. Tanpa obat bius. Tanpa dokter yang mencampuri urusanku sampai aku bilang cukup."

Mayang mengambil pulpen, menandatangani surat itu dengan tangan yang sangat stabil. "Deal."

****

Bersambung.....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!