NovelToon NovelToon
Asmara Setelah Menikah

Asmara Setelah Menikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Nikah Kontrak / Obsesi / Keluarga / Penyesalan Suami / Cinta setelah menikah
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: yesstory

Tara dan Devan sudah menikah selama tiga tahun. Hanya Tara yang jatuh cinta di sini. Selama tiga tahun, Tara berusaha membuat Devan jatuh cinta. Apakah Tara berhasil saat ia tahu persis pernikahannya dengan Devan berbeda dengan pernikahan normal lainnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yesstory, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 02

“Mau sarapan apa hari ini, Dev?” tanya Tara sambil menyiapkan seragam kerja Devan.

“Ehm.. apa aja deh, Ra,” jawab Devan.

“Oke. Aku cari makanan di luar dulu ya.”

“Iya hati-hati.”

Tara mengangguk dan keluar dari kamar. Seperti pagi-pagi sebelumnya, Tara bersikap seolah tak terjadi masalah apa-apa semalam.

Begitulah Tara. Dia hanya marah sesaat dan keesokan paginya maka semua kembali normal dan baik-baik saja. Tara tak ingin berlarut-larut dalam masalah yang tak pernah menemukan jalan keluarnya.

Tara menyalakan motor dan menuju warung makan. Tara jarang memasak dan Devan juga tak protes. Devan bukan tipe suami yang banyak menuntut istrinya.

Selesai membeli makan, Tara kembali pulang. Namun di tengah jalan, tiba-tiba motornya mati. Tara panik dan langsung meminggirkan motornya. Dia turun dan mencoba menyalakannya lagi namun mesinnya tetap mati. Mana dia tak bawa ponsel. Tara mana ngerti tentang kendaraan roda dua seperti ini.

Tara mengedarkan pandangan mencoba mencari bengkel terdekat atau siapa tahu saja ada tetangganya yang lewat. Namun tak ada yang dia kenal.

Tara bingung sekarang. Sebentar lagi Devan akan berangkat bekerja. Tapi dia tak bisa mengabari Devan.

“Duh, bagaimana ini? Devan pasti keburu berangkat kerja. Tapi gimana? Kok aku nggak bawa hape sih,” gerutu Tara benar-benar bingung dan panik.

Jarak rumahnya masih jauh karena Tara mencari warung makan yang cukup jauh dari rumah.

Saat sedang kebingungan, sebuah mobil berhenti tak jauh dari tempat Tara. Seorang pria turun dari mobil dan mendekati Tara.

“Tara.”

Tara yang tengah duduk kebingungan di trotoar langsung mendongak saat mendengar sebuah suara menyapanya. Tara membelalakkan matanya dan spontan langsung berdiri.

“David.” Suara Tara tercekat. Tak menyangka akan bertemu David setelah tiga tahun berlalu.

David tersenyum. “Kenapa motornya?” Tunjuk David pada motor Tara.

“Oh.. itu.. motornya tiba-tiba mati. Aku nggak ngerti kenapa.”

David mendekati motor Tara dan memeriksanya. “Ini harus dibawa ke bengkel, Ra. Kayaknya ada yang nggak beres di mesinnya.”

“Tapi jam segini mana ada bengkel yang buka?”

“Sebentar ya.”

David mengambil ponsel dan menghubungi salah satu karyawannya untuk mengambil motor Tara. Walaupun sebenarnya bengkelnya belum buka, tapi dia kasihan melihat Tara yang kebingungan di pinggir jalan seperti ini.

“Sebentar lagi Heru ke sini. Dia karyawan bengkelku. Dia bakal ambil motor kamu dan membawanya ke bengkelku.”

Ingin menolak, tapi tak ada pilihan selain mengiyakan. “Ehm… terima kasih ya, Vid.”

David mengangguk. “Kamu abis beli makan?” tanya David melirik dua bungkus makanan di motor Tara.

“Iya. Ehm.. Vid, boleh minta tolong lagi nggak?”

Sebenarnya Tara merasa sedikit canggung karena sekian lama tak bertemu, tapi dia harus segera pulang.

“Mau diantar pulang?” tanya David seolah mengerti apa yang ingin Tara katakan.

Tara menggeleng. “Aku harus segera pulang sebelum Devan berangkat kerja. Tapi aku nggak bawa ponsel. Aku mau minta tolong bisa orderin ojek online aja nggak?”

“Aku anter aja, Ra. Jam segini jam sibuk loh.”

Tara ragu. Jika mengiyakan tawaran David, Tara takut jika Devan marah dan curiga padanya. Tapi yang dikatakan David ada benarnya juga. Jam segini jam sibuk orang-orang berangkat sekolah dan berangkat bekerja. Sementara Tara harus segera mengantarkan sarapan untuk Devan.

“Apa nggak ngrepotin kamu, Vid?” tanya Tara.

“Enggak kok. Yuk.”

“Tapi motorku aman kan, Vid?”

“Aman. Sebentar lagi Heru datang. Rumahnya nggak jauh dari sini. Kalau kamu nunggu dia, kamu bisa terlambat. Keburu suamimu berangkat kerja.”

“Oke. Yuk.”

David tersenyum. Sepanjang jalan menuju rumah, Tara lebih banyak diam. Dia bingung harus bicara apa. Masih tak menyangka bisa bertemu David lagi setelah sekian lama. Tara pikir David pergi entah kemana karena ia tak pernah bertemu David setelah tiga tahun padahal mereka berada di kota yang sama.

“Gimana kabar kamu, Ra?” David menoleh sekilas sebelum kembali fokus ke jalanan karena dia sedang menyetir.

“Aku baik dan juga sehat,” jawab Tara.

David tersenyum kecil. “Iya aku tahu. Maksudnya gimana kabar rumah tanggamu?”

“Hah?” Beo Tara.

“Masih baik-baik aja kah?” tanya David.

“Tentu saja.”

David mengangguk. Tara menoleh dan melihat David. “Kamu stay disini terus, Vid?”

“Iya. Emangnya mau kemana lagi. Disini rumahku.”

Tara mengangguk. “Terima kasih ya. Kalau nggak ketemu kamu tadi, aku mungkin masih diam aja di trotoar tadi.”

“Sama-sama. Walaupun nggak ketemu aku, pasti akan ada orang lain yang menolong kamu.”

“Oh iya. Nanti kabari aja ya kalau motorku udah beres.”

“Nomermu masih yang lama?”

“Iya. Aku nggak pernah ganti nomer.”

“Oh ya? Setelah kita putus, kamu ganti nomer.”

Tara tersenyum pahit. “Ya kan mau nglupain kamu.”

“Bisa?”

Tara mengangguk. “Kalau nggak bisa, nggak mungkin aku nikah sama Devan.”

David mengangguk. Di sisa perjalanan, keduanya saling diam hingga sampai di depan rumah Devan.

“Sekali lagi terima kasih ya, Vid,” ujar Tara sebelum membuka pintu mobil.

David tersenyum dan mengangguk. “Nanti aku kabari kalau motormu sudah jadi.”

Tara mengangguk dan keluar dari mobil. David tak membuka kaca mobilnya yang gelap dan langsung pergi setelah Tara turun.

“Dev,” panggil Tara dari ruang makan. Dia tengah menyiapkan sarapan.

“Pulang sama siapa? Motornya kemana?” tanya Devan dingin dan datar.

Tara berjengit kaget dan menoleh. “Sarapan dulu. Kamu keburu telat nanti.”

Devan mengangguk dan duduk di kursi. Sembari menyuap makanan, Devan memperhatikan Tara. Devan mengernyit karena Tara seperti salah tingkah.

“Jawab pertanyaanku, Tara,” ujar Devan.

Tara mengembuskan napas pelan. “Motornya mogok di jalan. Aku pulang diantar orang yang lewat tadi.”

“Lagian kenapa nggak bawa ponsel ? Aku nelponin kamu dari tadi. Ternyata ponsel kamu ada di meja rias.”

“Iya maaf lupa, Dev.”

“Terus motor kamu kemana ?”

“Dibawa ke bengkel. Ditolong orang yang tadi nganter aku.”

“Ya udah kalau gitu.”

Tara menghela napas lega. Untunglah tadi David segera pergi tanpa membuka kaca mobilnya sehingga Devan tak tahu kalau David lah yang mengantar Tara pulang.

Sementara itu, sesampainya di ruang kerja di bengkel, David tersenyum saat melihat pesan yang masuk ke dalam ponselnya.

Miska [Selamat pagi, Sayang. Semangat kerjanya. Aku nanti siang ke bengkel ya. Aku bawain cake buatanku sendiri nanti. I love you.]

Tiga tahun lalu saat David menanyakan apakah Miska bersedia masuk ke dalam hatinya jika ia membuka hati, maka jawaban Miska adalah iya. Sudah sejak SMA, Miska menyukai David. Pertemuan tak sengajanya di bengkel justru membuat David akhirnya mau membuka hati untuk wanita lain. Dia belum bisa melupakan Tara, tapi dia akan berusaha.

David [Oke, Sayang. Cake buatanmu adalah yang terlezat yang pernah ku makan. Kamu juga selamat bekerja.]

Miska yang menerima balasan pesan dari kekasihnya itu pun terus tersenyum lebar. Dia sudah siap di dapur bakery nya untuk membuat cake kesukaan David. Hatinya berbunga-bunga karena David membalas perasaannya. Dengan semangat dan senyuman riangnya, Miska melanjutkan kegiatannya.

Berbeda dengan Miska yang terus tersenyum, setelah membaca balasan pesan dari Miska, David melunturkan senyumannya. Membuka laci kerja, dia mengambil bingkai foto berisi fotonya dengan Tara. David sudah tak meletakkan bingkai foto itu di atas meja kerja karena menghargai perasaan Miska sebagai kekasihnya sekarang.

David menatap lirih foto Tara. Pertemuannya dengan Tara tadi pagi, membuat hatinya kembali merasa galau. David benar-benar belum bisa melupakan Tara walau dia sudah menjalin kasih dengan Miska. Sekuat apapun itu, David lemah terhadap cintanya pada Tara.

Namun apa mau dikata. Sampai tiga tahun usia pernikahan Tara dan Devan, David tak kunjung menemukan bukti kalau Tara nya tak bahagia. David tak benar-benar pergi dalam hidup Tara. Dia hanya bersembunyi. Dia diam-diam masih mengawasi Tara. Dan hal itu tentu saja tak diketahui Miska.

Melihat Tara yang kesusahan di jalan seperti tadi, membuat David akhirnya terpaksa menampakkan dirinya untuk menolong sang mantan. Hal itu pula yang membuat hatinya perih. David mulai merasa jika dia telah salah mengambil keputusan untuk menjadikan Miska kekasihnya. Karena saat bertemu lagi dengan Tara, jantung David masih berdebar. Cinta itu masih ada untuk Tara nya. Sementara dengan Miska, David tak merasakan apapun. Dia hanya mencoba melanjutkan hidup, namun sekarang dia merasa kalau dia telah salah membawa Miska masuk ke dalam hidupnya.

Memandang sekali lagi foto Tara, dia meletakkan bingkai foto itu kembali ke dalam laci meja. Mengembuskan napas panjang, David akan sekali lagi mencoba. Mencoba melupakan perasaannya pada Tara. Jika tetap tak bisa, maka tak ada pilihan lagi. David tak ingin egois dengan menahan Miska yang sampai saat ini belum bisa membuatnya jatuh cinta.

Tok tok tok

“Masuk.”

“Permisi Bos. Motor yang tadi saya ambil, ada beberapa bagian yang harus diganti. Saya perlu persetujuan Bos untuk menggantinya atau menunggu pemilik motor itu datang,” ucap Heru.

“Ganti saja apa yang perlu diganti. Kalau udah selesai, kasih tahu saya ya.”

“Baik Bos.”

Heru pun keluar ruangan. David memijit pelipisnya. Masih pagi tapi pikirannya sudah ruwet. Memang bertemu dengan Tara bisa membuat efek yang luar biasa pada David. Jika sebelumnya David akan merasa bahagia jika bertemu wajah cantik sang mantan, lain hal dengan sekarang dimana dia sudah memiliki kekasih. David tak menyangka kisah cintanya akan serumit ini.

“Argghh! Sial!”

Bersambung …

1
Atik R@hma
ok ka yes,salam kenal🤣🤣
yesstory: Terima kasih banyak kak Atik yang setia baca karyaku. Semoga suka ya.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!