NovelToon NovelToon
Dinikahi Tuan Muda Dingin: Rahasia Sang Istri Pengganti

Dinikahi Tuan Muda Dingin: Rahasia Sang Istri Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Orang_Cuman_Cerita

Araya Lin dipaksa menjadi pengantin

pengganti bagi kakak tirinya. la dinikahkan dengan Arkanza Aditama, seorang CEO miliarder yang dirumorkan kejam, dingin, dan cacat akibat sebuah kecelakaan tragis. Keluarga Araya tertawa, mengira mereka telah membuang anak tak berguna ke dalam 'neraka'.

Namun, di malam pertama pernikahan mereka, Araya terkejut saat melihat pria jangkung dengan tatapan setajam elang berdiri sempurna di hadapannya-tidak cacat sedikit pun. Di sisi lain, Arkanza mengira ia hanya menikahi gadis udik yang bisa ia kendalikan. la tidak tahu bahwa istri kecilnya yang terlihat lugu ini adalah "Z", seorang peretas jenius misterius yang selama ini dicari-cari oleh perusahaannya sendiri.

Ketika dua pembohong ulung terjebak dalam satu atap, akankah pernikahan kontrak ini berakhir dengan pertumpahan darah, atau justru memicu romansa yang tak terhentikan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Orang_Cuman_Cerita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 3: Pagi Pertama di Kandang Singa

Sinar matahari pagi menembus celah gorden tebal kamar utama, menyilaukan mata Araya. Ia mengerang pelan, meregangkan tubuhnya yang terasa kaku setelah semalaman meringkuk di sofa demi menjaga image "istri yang tertindas".

​Ia melirik ke arah ranjang king size di tengah ruangan. Kosong. Arkanza sudah tidak ada. Spreinya bahkan terlihat sangat rapi, seolah pria itu sudah bangun sejak subuh—atau mungkin tidak tidur sama sekali.

​'Baguslah,' batin Araya sambil merapikan gaun tidurnya yang sederhana. 'Semakin jarang aku melihat wajah es batunya, semakin aman penyamaranku.'

​Setelah mandi dan mengganti pakaiannya dengan dress selutut berwarna pastel yang membuatnya terlihat semakin lugu dan tak berdaya, Araya melangkah keluar kamar. Tujuannya hari ini satu: memetakan lokasi dan mencari tahu di mana Arkanza menyimpan server data pribadinya.

​Ia menuruni tangga marmer yang melingkar elegan. Di lantai bawah, kesibukan pagi sudah dimulai. Beberapa pelayan berseragam hitam putih tampak berlalu-lalang.

​"Permisi..." sapa Araya pelan, membuat suaranya terdengar ragu-ragu.

​Langkah para pelayan terhenti. Mereka menatap Araya dengan tatapan menilai. Tidak lama kemudian, seorang wanita paruh baya dengan wajah tegas berjalan menghampirinya.

​"Anda pasti Nona Araya," ucap wanita itu dingin, tanpa membungkuk hormat sedikit pun. "Saya Bi Inah, kepala pelayan di rumah ini. Tuan Muda sudah berpesan, meskipun Anda adalah istri penggantinya, Anda tidak berhak bertingkah seperti nyonya rumah. Anda bebas berkeliaran, tapi jangan pernah mendekati ruang kerja Tuan Muda di sayap barat."

​Araya menunduk, meremas ujung bajunya. "B-baik, Bi Inah. Aku mengerti posisiku. Apa... apa aku boleh membantu menyiapkan sarapan untuk Tuan Arkanza?"

​Bi Inah mendengus meremehkan. "Tuan Muda sangat pemilih soal makanan. Tapi silakan saja jika Anda ingin mencoba."

​Di dapur yang luas dan semewah restoran bintang lima, Araya mulai membuatkan secangkir kopi hitam. Sementara tangannya sibuk menakar bubuk kopi, matanya yang tajam menyapu setiap sudut ruangan.

​'Kamera pengawas di sudut kiri atas, sensor gerak di dekat jendela, dan... bingo. Router jaringan internal mereka terhubung langsung ke panel di balik lemari es,' batin Araya tersenyum miring. 'Pertahanan fisik mereka sangat kuat, tapi keamanan siber mereka sangat menyedihkan.'

​"Apa yang kau lakukan?"

​Sebuah suara bariton yang berat dan dingin tiba-tiba menggelegar dari ambang pintu dapur, membuat beberapa pelayan berjengit kaget.

​Araya berbalik dan mendapati Arkanza berdiri di sana. Pria itu sudah mengenakan setelan jas abu-abu gelap yang melekat sempurna di tubuh atletisnya. Auranya sangat mendominasi, seolah bisa mencekik siapa saja yang berada di dekatnya.

​"S-saya membuatkan kopi untuk Anda, Tuan," cicit Araya, menyerahkan cangkir porselen itu dengan tangan sedikit gemetar.

​Arkanza menatap cangkir itu sejenak, lalu menatap mata Araya dengan kilatan merendahkan. Tanpa peringatan, pria itu menepis pelan tangan Araya. Tidak keras, tapi cukup untuk membuat cangkir itu jatuh dan hancur berkeping-keping di lantai porselen.

​Prang!

​Air kopi panas memercik ke lantai, nyaris mengenai kaki Araya.

​"Aku tidak meminum racikan dari orang asing," desis Arkanza tajam. "Terutama dari keluarga Lin yang licik."

​Araya menundukkan kepalanya dalam-dalam. "M-maafkan aku, Tuan..." lirihnya, membiarkan suaranya terdengar seperti akan menangis.

​Arkanza memalingkan wajahnya, merasa muak. Ia menoleh ke arah Leon, asisten pribadinya yang baru saja tiba di belakangnya.

​"Leon, pastikan wanita ini tidak keluar dari mansion seinci pun hari ini. Awasi dia," perintah Arkanza mutlak.

​"Baik, Tuan Arkanza," jawab Leon patuh.

​Arkanza pun melangkah pergi meninggalkan dapur tanpa menoleh lagi, membawa serta badai es yang mengelilinginya.

​Begitu deru mesin mobil Arkanza terdengar menjauh dari halaman mansion, Araya perlahan mengangkat wajahnya. Tidak ada lagi sisa-sisa air mata atau ketakutan di sana. Wajah lugunya berganti dengan ekspresi datar yang mematikan.

​Ia menatap sisa tumpahan kopi di lantai, lalu menyeringai tipis.

​'Awasi aku sesukamu, Arkanza,' batinnya geli. 'Siapa juga yang mau keluar dari mansion ini? Ruang kerja sayap barat, ya? Terima kasih sudah memberitahuku di mana kau menyembunyikan hartamu, Suamiku sayang.'

​Waktunya "Z" beraksi.

1
Anonim
Ceritanya Bagus! /Heart/
Susilawati 1978
serru, lanjut
Anonim
Lanjut
Anonim
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!