NovelToon NovelToon
GABRIELA MAHAPUTRI LEANDRA (PEMBALASAN DENDAM)

GABRIELA MAHAPUTRI LEANDRA (PEMBALASAN DENDAM)

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mafia / Action
Popularitas:386
Nilai: 5
Nama Author: PrinsesAna

gadis bernama Gabriela atau biasa di panggil El, berusaha membalas dendam nya kepada orang yang menyakitinya dan juga orang yang telah membunuh mama nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PrinsesAna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2

Hari ini El bangun kesiangan, mungkin saja karena dia tertidur saat sudah menjelang subuh.

El langsung saja menuju kamar mandi untuk membersihkan diri nya, tak sampai sepuluh menit El pun selesai mandi, El pun bersiap dan segera menuju sekolah nya.

Lima belas menit perjalanan El sampai di sekolah nya dan ternyata gerbang sudah di tutup oleh satpam sekolah.

"Aduh neng El telat lagi ya. " ucap pak satpam yang sudah tau bagaimana kebiasaan El.

"Bukain pak. " ucap El dengan wajah datar n ya.

"Aduh maaf ya neng, ga bisa lagu atuh di buka gerbang nya, ini aja udah telat lima belas menit neng. " ucap pak satpam itu dengan ringisan.

"Ya sudah. "ucap El memutar motor nya untuk pergi dari sekolah, El tidak akan mencari jalan masuk untuk sekolah, justru dia akan pergi meninggalkan sekolah itu, dan masalah hukuman, El tidak takut sama sekali jika mendapat kan hukuman dari sekolah.

***

Kini El berada di sebuah danau buatan, tempat ini sangat sepi karena memang tidak ada yang mengetahui dan hanya El lah yang tau tempat ini.

El sangat berbeda dengan gadis pada umum nya, yang lebih suka jalan-jalan ke mall atau nongkrong di cafe mewah, El justru lebih suka tempat yang sepi dan sunyi, yang mana hanya ada diri nya sendiri di tempat itu.

El menaikan rumah pohon yang dia buat untuk tempat dia istirahat di tempat ini, El tertidur hingga menjelang sore dan terbangun karena deringan ponsel nya.

   papa is calling,...

"Ya." ucap El menerima panggilan dari papa nya.

"PULANG SEKARANG JUGA. "teriak sang papa.

"Iya" jawab El tanpa bantahan sama sekali.

"PULANG SECEPATNYA ANAK SIALA*."bentakan sang papa.

"Iya, El udah di jalan. " ucap El dengan santai lalu menutup panggilan dari papa nya.

El berjalan menuju jendelan kecil dan menatap langit yang sudah berubah warna jingga, bukan nya langsung segera pulang

El justru menunggu hingga langit gelap, baru lah dia beranjak pergi dari tempat itu.

butuh waktu satu jam untuk sampai ke pusat kota dari tempat itu, sebelum pulang El memilih untuk makan malam lebih dulu, setelah makan El pun kembali melanjutkan perjalanan menuju rumah.

Plak

Baru saja El menginjakkan kaki nya di rumah justru sudah di berikan tamparan keras oleh papa nya.

"Sudah saya katakan untuk cepat pulang, tapi kamu malah jam segini baru sampai di rumah anak siala*."ucap tuan Arya yang murka melihat putri kandung nya ini.

Sedangkan El sendiri hanya diam saja, wajah nya yang kemarin saja belum sembuh dan hari dia kembali mendapatkan tamparan di wajah yang sama.

"Apa lagi yang kamu perbuat El, surat apa ini haaa, kenapa kamu selalu saja tidak berguna seperti sampah El. " ucap tuan Arya melemparkan surat dari sekolah kepada El.

"Kamu sudah seperti anak tidak punya pendidikan, anak liar yang selalu saja membuat masalah dan membuat saya malu. "maki tuan Arya dengan wajah memerah karena amarah nya.

"Sekarang jelaskan apa maksud surat ini El, apa yang kamu perbuat hingga kamu di keluar kan dari sekolah itu. " ucap tuan Arya menatap El.

"El ga tau pa. " jawab El.

Plak

"Dasar anak tidak berguna, selalu menyusahkan saya. " maki tuan Arya dengan dada naik turun.

"Mulai besok kamu pindah ke sekolah yang sama dengan Deon dan Alena, agar kamu mendapatkan didikan yang benar, bukan sekolah sampah yang isi nya anak berandalan dan liar semua. " ucap tuan Arya.

"Pah, Lena ga mau satu sekolah sama El, nanti apa kata teman teman ku kalau aku punya saudara seperti El yang berandalan." ucap Alena saudara tiri El.

"Aku juga ga mau pah, yang ada aku malu di depan teman-teman ku kalau mereka tau dia adik ku. " protes Deon, abang El.

"Kalian berdua tidak usah cemas, El masuk tanpa membawa nama Leandra. " ucap tuan Arya yang berlalu pergi di ikuti oleh istri nya dan juga Deon.

"Gue peringkatin ya, jangan sampai lo ngaku-ngaku kalau lo saudara gue. " ancam Alena kepada El.

"Gue dan lo beda, dan bukan sodara, lo cuma anak tiri yang di bawa mama lo. " ucap El dengan wajah datar dan tatapan mata dingin nya.

El sendiri tidak akan diam saja jika di tindas oleh Alena dan mama nya, El bukan anak yang gampang di tindas, yang hanya menangis jika di sakiti, dia selalu diam saat di maki oleh papa dan abang nya karena kedua nya adalah keluarga nya, kalau dengan Alena dan mama nya, El tentu tak akan diam saat di tindas.

"Sial, awas aja lo El. " ucap Alena dengan wajah memerah.

El sendiri tak peduli dan segera menuju kamar nya, sampai di kamar El segera mandi dan berganti pakaian, untung saja dia sempat makan malam saat perjalanan pulang.

Setelah membersihkan diri, El berbaring di atas tempat tidur nya, bagi El sendiri dia tak pernah merasa sulit tertidur karena sedih atau mengingat kenangan bersama papa dan mama nya.

Karena mama nya telah meninggal saat melahirkan El, dan saat itu juga papa nya menjadi membenci nya dari lahir hingga sekarang.

El sendiri tak tau bagaimana rupa wajah mama nya atau dimana makan mama nya bahkan nama mama nya sendiri El juga tidak tau, karena papa nya tak pernah mau memberi tau bahkan di saat El bertanya bukan jawaban yang dia dapatkan, melainkan tamparan dan pukulan juga makian dari papa nya itu.

***

Pagi hari nya El bangun pagi, El tidak mau membantah perintah sang papa, El segera bersiap dan mengenakan seragam sekolah baru nya, setelah nya El segera turun menuju meja makan.

"Eh lo ngapain duduk disini, bikin gue ga nafsu makan aja. " ucap Alena dengan tatapan sinis.

"Iya ngapain kamu duduk disini, sana di dapur saja sarapan bersama pelayan." ucap mama Alena menatap sinis El.

"Eh lo tuli ya, mama gue bilang mending lo pindah ke dapur sana, jangan bikin sarapan pagi semua orang jadi ga enak. " ucap Alena mengusir El yang masih saja tak bergeming.

"Alena kenapa kamu berteriak di meja makan pagi-pagi begini.? " tanya tuan Arya yang baru saja sampai di meja makan.

"Ini pah, aku ga mau satu meja dengan El begitu juga dengan mama. " ucap Alena mengadu kepada papa nya.

"Benar apa yang di katakan Lena mas, aku ga nafsu makan kalau ada El disini. " ucap mama Alena.

"Mama sama Lena benar pah, mending dia makan di dapur aja, ga cocok bareng kita disini. " ucap Deon yang duduk di kursi nya.

"El kamu pindah ke dapur sarapan nya. " ucap tuan Arya, dan benar saja El segera bangkit dan pindah sesuai ucapan papa nya.

Sudah El katakan jika dia tak akan membantah sedikit pun ucapan papa nya apa pun itu.

para pelayan yang melihat itu semua merasa sedih dengan nasih nona muda mereka, yang selalu tersiksa dan di asingkan oleh ayah kandung dan abang nya sendiri sejak masih kecil.

*****

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!