(🌶️🌶️🌶️🌶️🌶️)
"Aku tidak mau menceraikan Alexa Ma!" pekik Stevan, suaranya menggelegar memenuhi ruang tamu.
"Mama tidak meminta kamu untuk menceraikan Alexa! Tapi kamu harus bertanggung jawab atas apa yang sudah kamu lakukan, Stevan! Karena saat ini, Emily tengah mengandung anak kamu!"
Duar!
Perkataan Nyonya Eta Raven, ibu kandung Stevan sekaligus ibu mertua Alexa bagaikan petir yang menyambar Alexa di pagi hari. Alexa mematung di tempat menatap pertengkaran mereka tanpa mengeluarkan suara. Jantungnya terus berdetak kencang tanpa henti, membuat Alexa tiba-tiba merasakan sesak nafas. Pandangannya pun perlahan kabur dan...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon medusa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab~07.
...🔥🔥🔥🔥...
...Pria itu segera meraih tubuh Alexa, dan mengeluarkannya dari dalam mobil, dan Alexa yang sedang dalam pengaruh obat langsung mencium pria itu tanpa permisi, membuat para pengawal pria itu terkejut segera berbalik membelakangi mereka....
"Hhhmmm."
"Ah, Alexa hentikan," ucap pria itu mendorong Alexa yang ingin terus menciumnya, lalu menatap Alexa dari kaki hingga kepala dengan tatapan heran bercampur bingung."Apa yang terjadi kepadamu? Kenapa kamu bisa berada disini?"
"A-aku tidak tau Tuan... tubuhku sangat panas, aku menginginkan Tuan, tolong bantu aku..." pinta Alexa melangkah maju, kembali ingin menciumnya.
"Tidak, kamu sedang tidak sadar, sebaiknya kita-"
"Kalau Tuan Tidak mau, biarkan salah satu dari mereka menemaniku tidur, aku benar-benar tidak bisa menahannya lagi," ucap Alexa membuat para pengawal pria itu menetes keringat dingin membasahi pelipis mereka.
"Nona, kami semua masih ingin hidup," batin salah satu pengawal menelan ludah dengan susah payah.
"Kau, ikut aku."
...Pria itu segera mengendong Alexa bak karung beras, dan membawanya pergi menuju mobil miliknya dan masuk ke dalam....
*
*
...Di sisi lain, Stevan dengan susah payah berkelahi dengan orang suruhan pria itu yang mencoba menghalanginya, hingga ia membuat mereka semua babak belur, lalu ia langsung berjalan sempoyongan menuju menelusuri lorong klub malam menuju tempat parkir mobil....
...Sesampainya disana, Stevan segera berjalan ke arah mobil pria tua itu, dan menemukan pria tua itu pingsan tak berdaya tepat di samping mobilnya....
"Hey! Dimana istriku yang kau bawa?" tanya Stevan meraih kerah kemeja pria itu dengan marah, akan tetapi tidak ada jawaban sama sekali dari pria tua itu."Sial," desis Stevan melempar pria tua itu begitu saja, sambil terus melirik kesana kemari, dan melihat beberapa pengawal tengah berdiri tegap mengelilingi semua mobil yang nampak bergoyang tak karuan.
...seketika jantung Stevan serasa mau copot, ia segera berlari ke arah mobil itu, entah mengapa ia merasa Alexa pasti berada di dalam. Para pengawal yang melihat kedatangan Stevan, segera menahannya....
"Lepaskan aku! Alexa!" teriak Stevan meronta.
Set.
...Kaca mobil perlahan turun menampakan Alexa membungkuk di hadapan pria itu menikmati setiap hentakan yang pria itu lakukan. Tanpa ragu Alexa mengeluarkan suara erotis membuat pria itu semakin bersemangat menggerakkan pinggangnya. Pemandangan itu langsung menghantam dada Stevan, ia berlutut lemas menatap wajah cantik Alexa yang dipenuhi keringat penuh penyesalan....
"Maafkan aku sayang... aku yang salah..." lirih Stevan tanpa sadar menitikkan air mata.
Tring.
...Cincin pernikahan mereka tiba-tiba dilempar keluar oleh pria itu, dan kaca mobil pun kembali tertutup rapat, seolah pria yang ada di dalam mobil bersama dengan Alexa tidak ingin kesenangannya di ganggu oleh Stevan....
"Hey bajingan! Lepaskan istriku!" raung Stevan bangkit.
...Para pengawal pria itu kembali menahan Stevan dan perkelahian pun terjadi. Beberapa menit kemudian Stevan yang tidak sanggup menerima tinju dan tendangan yang di layangkan kepadanya secara bertubi-tubi, akhirnya ia pun berakhir babak belur, terkulai lemas di atas lantai sambil menatap mobil yang terus bergoyang....
"Le... lepaskan istriku, aku mohon..." lirih Stevan.
*
*
...(Satu jam kemudian)...
Ceklek.
...Pintu mobil terbuka setengah, dan sosok pria yang meniduri Alexa pun turun dengan tubuh basa penuh keringat. Setelan gagah yang tadi rapi kini hanya tertinggal jas tanpa kemeja yang menempel di tubuh kekarnya, pertanda bahwa permainan mereka di dalam mobil sangat menguras energi. Ia melangkah mendekati Stevan yang terbaring lemas, dan menatapnya dengan dingin. Dengan sigap sang asisten pria itu segera mendekat dan menyerahkan kotak cerutu....
"Tuan, silahkan," ucap menunduk hormat.
...Pria itu tersenyum smirk, membuka kotak cerutu, lalu meraih satu batang cerutu menempatkannya di mulut, dan sang asisten pun segera menyalahkan pemantik tanpa diminta....
"Apa dia mati?" tanya pria itu menghembuskan asap cerutu ke udara.
"Tidak Tuan," jawab sang asisten.
"Cih." Pria itu duduk tepat di samping Stevan, lalu meraih rambut Stevan dan menarik ke arahnya dengan kasar."Hufff..." Asap rokok menyerbu wajah Stevan membuatnya terbatuk-batuk perlahan membuka mata.
"Ka-kau... lepaskan istriku," pinta Stevan menatap pria itu, walaupun wajah pria itu buram di matanya.
"Sobat, dia sekarang milikku, karena kau tidak pantas untuknya," balas pria itu tersenyum lebar penuh kemenangan.
"Bajingan. Kau meniduri istri orang, tapi malah berani bilang dia milikmu, hah?" Stevan mencoba melawan dengan sisa tenaga yang ia punya, tapi tak bisa.
"Dari dulu sudah kutakan kepadamu, sekali saja dia masuk ke dalam pelukanku, maka tidak akan kubiarkan dia pergi, apa kau lupa?" tanya pria itu.
Kening Stevan mengerut."Siapa kamu? Katakan."
"Aku-"
"Uhh... aaahhh... sayang, dimana kamu?" potong Alexa kembali mendesah.
"Sepertinya perkenalan kita di tunda dulu. Wanitaku sedang mencariku, bye."
...Pria itu menghempaskan rambut Stevan, bangkit melangkah pergi menuju mobil. Sebelum masuk, ia memerintah parah anak buahnya untuk mengantar Stevan pulang, sedangkan dia akan pergi ke villa dekat tepi pantai bersama Alexa untuk melanjutkan olahraga panas....
...(Bersambung)...