Kevin Argantara, pewaris tunggal Argantara group. Namanya terkenal di dunia bisnis sebagai pengusaha muda ternama
Pertemuannya dengan seorang gadis cantik bernama Alanna Kalila, seorang pelayan disebuah Night Club membuatnya jatuh dalam pesona gadis tangguh itu
Keluarga besar jelas menolak seorang gadis dengan latar belakang yang jauh dibawah keluarga Argantara
Pernikahan Kevin dan seorang penulis cantik bernama Raina Soesatyo, putri keluarga Soesatyo akhirnya ditetapkan dan Kevin tak bisa lari dari perjodohan dua keluarga besar itu
Lalu akan seperti apa kisah cinta Kevin dan Alanna? Akankah pernikahan bersama gadis berhijab itu membawanya pada kebahagiaan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu Calon Mertua
Alanna hanya bisa menghela napasnya berat, menghadapi pria seperti Gerry benar-benar membuat kesal
Alanna terpaksa membawa boneka besar itu ke pantry, hal itu jelas menghebohkan seisi pantry
Kamu dapat dari mana boneka sebesar ini?" Tanya Annisa, ia saja takjub dengan boneka besar ini
"Dari tuan Gerry!"
Annisa membulatkan matanya "Tuan Gerry, sahabatnya tuan Kevin?"
"Hmm"
"Astaga Alanna, kamu beruntung banget bisa disukain sama cowok seperti tuan Gerry!"
Alanna diam, andai saja sahabatnya ini tau jika dirinya memiliki kekasih yang jauh lebih segalanya dari pria bernama Gerry
"Kamu juga suka sama tuan Gerry?"
Alanna menggeleng "Enggak lah, aku juga sadar diri Nis"
"Ngapain kalian? Sekarang itu waktunya kerja, malah ngegosip!" Dengan wajah juteknya Amel memarahi dua junior nya itu
"Iya mbak" sahut Annisa dan Alanna bersamaan
"Boneka siapa ini?" Tanya Amel , begitu pandangannya tertuju pada sebuah boneka beruang besar yang diletakkan diatas kursi
"Punya Alanna mbak" jawab Annisa
"Dapat dari mana kamu?"
"Dari tuan Gerry!"
Amel memandang wanita dihadapannya dari ujung rambut hingga ujung kaki. Ia heran, apa yang membuat para laki-laki itu tertarik pada gadis sederhana seperti Alanna ini
"Hebat juga kamu, setelah tuan Kevin sekarang kamu mau merayu tuan Gerry"
Ucapan itu benar-benar menyinggung perasaan Alanna. Ia tak pernah merayu siapapun, ia saja bingung kenapa Gerry tiba-tiba mendekatinya bahkan baru pertama kali bertemu
Andai ia bisa, mungkin Amel sudah kehilangan pekerjaannya
Bukan hanya dikantor, boneka besar itu menjadi masalah hingga tiba dirumah. Kevin kesal, membuat pria itu marah-marah tidak jelas
"Suka banget kamu sama bonekanya?"
Alanna memutar matanya malas, jika seperti ini akan sulit untuk merayu kekasihnya itu
"Terus kamu mau aku ngapain?" Tanya Alanna
"Ya balikin bonekanya!"
"Kamu aja yang balikin! Bilang sama tuan Gerry untuk berhenti mendekati aku karena aku sudah punya calon suami!" Ujar Alanna menantang
"Kamu udah siap go publik?" Tanya Kevin tak percaya
"Hhmm"
Kevin memeluk sang kekasih dengan erat. Selama ini ia hanya menunggu kapan Alanna bersedia untuk mengumumkan hubungan mereka
"Kamu yakin?" Tanya Kevin lagi
Alanna mengangguk, ia cukup lelah dengan ocehan Amel. Mungkin dengan menjadi kekasih dari seorang CEO akan membuatnya bekerja dengan tenang
Kevin tak bisa menahan diri, wajahnya mendekat namun Alanna menahan wajah kekasihnya itu
"Malam ini nggak bisa!"
"Kenapa?"
"Aku lagi dapet"
Kevin tak dapat menyembunyikan rasa kecewanya. Tapi biarlah, sebentar lagi mereka akan menjadi sepasang suami istri
Pasangan halal yang membuatnya bebas melakukan apapun tanpa rasa bersalah setelahnya
***
Malam ini adalah malam yang paling menakutkan bagi Alanna, malam ini ia akan bertemu keluarga sang kekasih
Detak jantungnya semakin tidak karuan begitu mobil mewah milik sang kekasih melewati gerbang tinggi
Alanna terbelalak, ia tahu kekasihnya adalah orang kaya. Tapi rumah ini? Rasanya ini bukan rumah, tapi sebuah istana
Bangunan megah berlantai tiga itu begitu memukau. Ini masih bagian luar rumah, akan semewah apa jika ia masuk kedalam
Kevin menggenggam tangan kekasihnya, ia tahu Alanna sedang merasa gugup. Bagaimanapun hasilnya, ia akan menghadapi semuanya lalu menjadikan wanita ini sebagai istrinya
Pintu dibuka, seorang wanita tiga puluh tahun dengan pakaian pelayan menunduk hormat begitu tuan muda Argantara didepannya
"Selamat malam tuan muda"
"Dimana papa dan Mama?" Tanya Kevin, suaranya dingin. Aura orang kaya terpancar dan itu membuat Alanna sedikit gugup
Ia semakin merasa tida pantas berdiri disamping pria seperti Kevin Argantara
"Nyonya dan Tuan besar telah menunggu diruang tamu!" Ujar pelayan itu lalu memberi jalan bagi sang tuan muda
Kevin masuk, genggaman tangannya pada tangan sang kekasih kian erat. Ia dapat merasakan jika telapak tangan kekasihnya itu berkeringat
"Mah, Pah!"
"Kevin!"
Astaga, rasanya Alanna ingin menghilang saja dari tempat ini. Aura yang terpancar dari dua sosok didepannya sangat menakutkan
Seorang pria paruh baya yang masih terlihat sangat tampan, sekarang ia tahu dari mana asal ketampanan sang kekasih
Lalu wanita disampingnya, usianya mungkin tidak muda lagi. Tapi kecantikan nya masih sangat terpancar, Alanna tahu jika perawatan yang dilakukan orang-orang kaya memang sangat mahal dan hasilnya seperti ini
"Mah, Pah. Kenalkan dia Alanna! Pacar aku" Kevin memperkenalkan wanita yang berdiri disampingnya
Tatapan kedua orang itu seperti hendak mengulitinya. Alanna berusaha menormalkan ekspresinya dan tersenyum
"Selamat malam tuan, nyonya. Saya Alanna!" Wanita cantik itu mengulurkan tangannya
Jika ayah Kevin menyambut uluran tangan itu, berbeda dengan sang ibu yang malah menatap Alanna intens
"Siapa namamu?" Tanya wanita empat puluh lima tahun itu
"Alanna nyonya!" Alanna memaksakan senyum diwajahnya
"Kamu bekerja dimana?"
"Sebaiknya kita duduk dulu!" Ujar Pengusaha ternama Renaldi Argantara
"Iya, ayo sayang! Kamu duduk" Kevin membawa kekasihnya untuk duduk disampingnya
Dihadapan mereka sepasang suami istri yang seolah siap menguliti calon menantunya
"Oke Alanna, saya tidak suka berbasa-basi. Orang tua kamu bekerja dibidang apa?"
Alanna lebih dulu menarik napas dalam-dalam, ia akan menjawab sejujur-jujurnya tentang hidupnya
"Orang tua saya sudah meninggal, sebelum memutuskan untuk tinggal sendiri saya menumpang dirumah paman dan bibi saya, nyonya!" Jawab Alanna apa adanya
Kevin membiarkan wanita itu menjawab, ia tak ingin kedua orang tuanya menerima Alanna dengan kebohongan
"Lalu sekarang kamu bekerja dimana?" Tanya Cynthia, nyonya besar kediaman Argantara
"Saya bekerja sebagai office girl di perusahaan Argantara" Jawab Alanna
Jawaban itu jelas membuat sepasang suami istri itu terkejut. Bagaimana bisa putra semata wayangnya membawakan seorang calon menantu yang hanya bekerja sebagai office girl
"Office girl?" Cynthia berharap jika dirinya salah dengar, apa yang akan ia katakan pada teman-teman sosialita nya jika dirinya memiliki menantu seorang office girl
"Kamu tahu, Kevin ini anak saya satu-satunya. Dan sebagai ibunya saya jelas akan memilihkan pendamping hidup yang setara"
Ucapan itu benar-benar menusuk, Alanna seperti dihempaskan didasar bumi terdalam
"Mah!" Kevin menegur, ia bisa pastikan rasa sakit yang kekasihnya ini rasakan
"Maafkan saya nyonya, mungkin memang saya tidak setara dengan putra nyonya. Tapi saya sangat mencintai Kevin" Ujar Alanna
Cynthia tertawa sinis "Cinta? Jangan munafik kamu! Sekarang katakan kamu butuh berapa untuk meninggalkan putra saya!"
Alanna tak percaya, cairan bening itu menetes begitu saja. Harga dirinya terluka saat cinta tulus yang ia persembahkan hanya diukur dengan uang
"Mah tolong, aku sangat mencintai Alanna dan aku hanya akan menikah dengan dia" Tegas Kevin
Selama ini dirinya selalu menuruti keinginan kedua orang tuanya, dan hari ini ia punya keinginan. Mempertahankan Alanna adalah tanggung jawabnya
"Mama kamu benar Kevin"