NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Dokter Bedah Jenius Di Dunia Hybrida

Reinkarnasi Dokter Bedah Jenius Di Dunia Hybrida

Status: sedang berlangsung
Genre:Dunia Hybrid / Satu wanita banyak pria / Fantasi / Reinkarnasi / Dokter Genius / Harem
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Lorong Smartphone

Lilyana Cooper, ialah seorang dokter bedah jenius dengan tingkat keberhasilannya dalam mengobati pasien 99% membuatnya diagung-agungkan sebagai dewi penyembuh oleh orang-orang.

Akan tetapi dalam 1% itu ialah hasil dari kegagalannya, entah kutukan atau apa tetapi ia selalu gagal mengobati orang yang ia sayang, termasuk suaminya sendiri.

Ditengah keterpurukan dan kehilangan orang yang ia mata cintaku, setelah ia gagal menyelamatkannya, tiba-tiba dia terbunuh saat sudah menyelamatkan seseorang ditangan seorang anak kecil, membuatnya langsung mati di tempat berdampingan dengan jasad suaminya.

Bukannya menyusul suaminya dan mati tetapi ia malah terlempar ke zaman kuno dimana semua penduduknya yaitu ras beasthuman, dan ia terlahir kembali sebagai salah satu penduduk disana, sebagai manusia setengah binatang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lorong Smartphone, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tradisi

...----------------...

"Kau sudah dengar? Nona kecil menemukan keajaiban mengunakan sihir langka yang ia punya sehingga mendapatkan ilmu menemukan sumber air di dasar tanah."

"Benar! Aku juga mencobanya ternyata itu benar-benar berhasil sehingga kita tidak sudah-sudah mengambil air dari jauh lagi."

"Nona benar-benar hebat, di umurnya segini kepintarannya di atas rata-rata, saya yakin dia reinkarnasi Dewa Aplo."

"Aplo?"

Roger yang baru saja pulang berburu dengan pasukannya kembali dengan wajah bingung bercampur rasa bangga mendengar berita tentang anaknya, saat ia akhirnya kembali masuk ke dalam rumah sembari meletakkan binatang buruannya dan tentunya langsung disambut istrinya, Renova yang sedang diam menjahit pakaian.

"Suamiku? Kau akhirnya pulang."

Roger hanya mengangguk sembari mendekatinya mengecup keningnya dengan singkat mengelusnya, kemudian menelisik ruangan menyadari ketidakhadiran anak-anaknya.

"Dimana anak-anak?" nadanya sedikit naik dengan dan mendengus bagaimanapun sadar hari sudah hampir malam sedangkan putrinya tidak ada di rumah.

Renova seketika tersenyum tipis mulai bangkit sembari menggeleng kemudian melirik ke bawah lantai melihat hasil buruan suaminya dengan kagum, begitu banyak aneka hewan mulai dari rusa, kelinci bahkan daging burung yang sudah mati tertembak panah, sadar bahwa suaminya selalu hebat dalam hal apapun.

"Tidak tahu, tadi Lily jalan-jalan dengan kakaknya di sekitar pemukiman untuk jalan-jalan."

Seketika Roger menatapnya bingung dan kaget tidak habis pikir istrinya malah terkesan biasa padanya putrinya yang baru masih kecil berkeliaran di sekitar beastman tanpa memikirkan konsekuensi yang terjadi, tanpa basa-basi akhirnya ia mulai pergi meninggalkan rumah.

Sedangkan Renova hanya menggeleng heran melihat kekhawatiran berlebihan suaminya, bagaimanapun mengingat Lily dijaga kakaknya dan yang paling penting mereka hanya berjalan-jalan di kediaman orang-orang.

Perlahan mulai mengambil hewan-hewan yang sudah tergeletak tersebut, dengan kesusahan karena beban yang berat, sembari bersenandung pelan bersemangat mengambilnya bersiap mengurus dan memasaknya.

"Lily dan Emura pasti lapar setelah pulang."

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Roger menengok kesana-kemari mencari keberadaan anaknya lebih tepatnya Lily, akan tetapi bingung suasana desa malah terlihat sepi membuatnya bertambah khawatir, akhirnya ia mendekati salah satu beastman yang terlihat sedang membersihkan rumahnya.

"Kau lihat anak-anakku, Gyo?"

Pemuda dengan telinga kucing tersebut menegakan badan menatapnya kaget sembari tersentak bingung karena kehadirannya.

"Nona kecil dan pangeran?"

Ragu-ragu dia berbicara sebelum akhirnya menjawab karena tidak yakin. "Saya belum melihatnya, mungkin mengikuti orang-orang melihat pertunjukkan kan?"

Seketika Roger teringat pertarungan antar beastman untuk acara kedewasaan anak-anak, membuat ia menepuk jidat seketika menyadari hal sepenting itu sebagai pemimpin ia lupa, kemudian mulai mengangguk berjalan dengan cepat.

"Terima kasih."

Pria setengah binatang itu hanya mengangguk tersenyum tipis, dengan bersemangat membersihkan lagi lantai rumah halamannya, sebelum tersentak mendengar suara di dalam.

"Pria sialan, bantu aku mengurus anak ini, aku ingin kawin dulu dengan Penta."

Sesampainya Roger di lapangan desa mendapati suasana begitu ramai dengan sekumpulan para beasthuman, fokusnya tertuju pada kedua anaknya yang sedang menonton di samping bercampur yang yang lain, dengan langkah tegas mendekat mengabaikan suara orang-orang yang menyapanya.

"Tuan patriark?"

"Anda akhirnya bersedia lagi menonton menghadiri acara ini!"

"Apakah anda akan ikut memberikan berkat pada mereka?"

"Tuan, tolong tebak siapa yang menang, putra Nut atau putra dari Onet?"

Lily dan Emura sedang fokus terdiam menikmati pertarungan dua beastman yang masih kecil sedang bertarung sengit di arena tanpa mengabaikan kondisi masing-masing, Lily terdiam kaget ngeri bercampur iba melihat pertarungan tersebut sedangkan Emura bersorak terus mengikuti yang lain menyemangati.

Seketika ia tersentak mendapati pundaknya dielus kemudian terbelalak kaget dan bingung.

"Ayah? Kau sudah pulang."

Roger tidak menjawab hanya tersenyum tipis kemudian mengelus pundaknya menyadari tatapan anaknya yang terpaku menatap pertarungan tersebut. "Sangat ironis kan?"

Lily seketika terdiam menatap dua beastman kecil yang terlihat dengan sengit mempertaruhkan nyawa hanya untuk sebuah acara kedewasaan mereka, melihat keduanya bertukar wujud jadi binatang mengeluarkan racun atau kemampuan masing-masing wujud hewan mereka berniat saling membunuh.

"Mengapa semua melakukan ini? Mereka masih kecil, jika ada yang terbunuh bagaimana?" tanyanya linglung bagaimanapun tau terdengar polos karena hasilnya terlihat benar, akan tetapi ia merasa menyayangkan hal ini terjadi apalagi pada anak-anak.

Membuat ayahnya seketika menghela nafas tau kelembutan hati putrinya, sadar pasti ini membuat terguncang apalagi mengingat umurnya masih amat kecil, sehingga ia khawatir keberadaannya disini.

"Ini kegiatan wajib untuk menyeleksi mereka untuk menjadi petarung hebat, agar kuat dan siap menghadapi pertarungan apapun dan menjaga desa ini, jika ada penyintas atau beastman desa lain yang menyerang suatu hari nanti."

Membuat Lily terdiam seketika ucapan itu terdengar masuk akal mengingat ini sekumpulan beasthuman yang memiliki kelompok sendiri dengan mengikuti insting binatang dan hasrat mereka, tentu masuk akal jika suatu hari ada beastman yang menjarah desa ini dan membantai orang-orang disini meremas makanan atau batu kehidupan mereka, tapi hal ini masih membuatnya hatinya nyeri karena tidak tega apalagi melihat mereka masih kecil.

"Tapi ini terlalu kejam, mereka masih kecil tidak perlu menanggung tanggung jawab sebesar ini." tanpa sadar mata Lily berkaca-kaca sembari mengepalkan tangan, sebagai seorang dokter di masa lalu, ia iba dan tidak bisa melihat pertumbuhan nyawa apalagi anak sekecil itu, membuat kemanusiaannya terguncang.

Roger hanya terdiam, sejujurnya dari lubuk hatinya ia khawatir mendengar jawaban ini, takut akan jadi bumerang suatu hari jika nyawa Lily dalam bahaya dan putrinya tidak bisa menyerang seseorang karena hatinya terlalu lembut seperti ibunya, akan tetapi ia sadar masih terlalu dini mengkhawatirkan hal tersebut.

Menguap bosan akhirnya Emura menengok adiknya memastikan keadaannya apakah baik-baik saja, akan tetapi tubuhnya seketika terdiam kaku berkeringat dingin melihat tatapan tajam ayahnya membuat menyadari kesalahannya mengajak Lily tanpa ijinnya.

"Ayah?" tersenyum cengengesan berusaha mencairkan suasana mendekatinya.

Akan tetapi tidak membuat pemimpin Patriak tersebut luluh malah ekspresinya semakin dingin mulai menarik telinganya keras.

"Sepertinya kau membutuhkan latihan lagi, atau haruskan ayahmu memberikan tes lagi dan membuatmu menginap di hutan selama berhari-hari?"

Emura cemberut bertanya-tanya mengapa ayahnya pilih kasih memperlakukan anak, melihat jika dihadapkan adik perempuannya ia lemah lembut bahkan di depan ibunya, sedangkan di hadapannya kejam dan tegas seperti memperlakukan orang lain bahkan ia ingat di umurnya yang baru satu tahun, ia sengaja dibuang ke hutan oleh ayahnya agar bertahan hidup selama berhari-hari menghadapi iklim dan binatang disana membuat seketika tubuhnya menggigil ketakutan.

"Jangan begitu ayah,..aku kan sudah mendapat ijin ibu."

Sedangkan Lily terus fokus mengabaikan keduanya, matanya fokus melihat pertarungan yang semakin sengit dan ganas.

"Ayo!"

"Bunuh dia, jangan segan-segan! Pacung kepalanya, berikan dia racun supaya langsung mati."

"Dia hampir sekarat, ayo teruskan jangan kasih ampun, buktikan bahwa kau putra si Nut itu!"

"Hahah dasar pengecut, liat dia lari terbirit-birit ketakutan."

Dengan terengah-engah keringat mengucur di dahinya, tubuhnya yang awalnya berwujud binatang tapi berubah menjadi manusia akibat daya hidupnya yang semakin sedikit, sekujur tubuhnya penuh lebam, penuh tusukan dan gigitan binatang, ia dengan kesusahan mencoba berlari menghindari kejaran dari lawannya.

Tapi saat ia hampir keluar arena tiba-tiba terbelak melihat tatapan tajam ayahnya, membuat langkahnya membeku bagaimanapun tubuhnya dicegat sehingga tidak bisa keluar.

"Pengecut dan lemah, bagaimana bisa aku punya keturunan sepertimu." ucap seorang pria dewasa bernama Onet, alias manusia setengah beruang tersebut, menatap anaknya sinis dan kecewa.

"Matilah jangan membuat keluarga Jia malu."

Ucapannya membuat langkahnya terhenti, tiba-tiba otaknya seperti berkunang-kunang penuh emosi membuat rasa sakit di tubuhnya seketika menjadi tidak berasa.

"Matilah! Dan jadilah kemenangan pertamaku, bajingan pengecut!"

Ucap seorang anak laki-laki dengan wujud binatang yaitu cheetah, rahangnya terbuka lebar bersiap membuatnya mati dalam sekali gigitan, melihat mangsanya terlihat begitu empuk malah terdiam setelah babak belur dibuatnya.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"BERHENTI!"

1
Musdalifa Ifa
semoga Lily tidak apa"
Sraine Annase
maaf kak lagi sibuk juga pasca lebaran sama nunggu kontrak juga, 😓 insyaallah deh sehari sekali bisa up
Musdalifa Ifa
jangan lama-lama up nya Thor🙏
Musdalifa Ifa
ada manusia lain yg melintas dunia binatang yah
Musdalifa Ifa: iya Thor seru, semangat up yah 💪
total 2 replies
Sraine Annase
siap kak😁 mungkin akan update dua hari sekali, saya akan usahain biar cepet2, soalnya butuh 1 jam lebih buaat bikin satu chapter 😭
Musdalifa Ifa
rajin dan semangat up Thor ceritanya bagus 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!