NovelToon NovelToon
Takdir Cinta Aurora

Takdir Cinta Aurora

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Cinta pada Pandangan Pertama / Cintapertama
Popularitas:811
Nilai: 5
Nama Author: Karang Biru Samudera

Apa yang sebenarnya di maksud dengan cinta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Karang Biru Samudera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ojol

Apa yang terjadi di kampus tadi tak bisa Aurora ceritakan begitu saja pada kedua orang tuanya. Bukan tanpa alasan, karena hubungannya dengan Kenzo sejak awal memang sengaja Aurora sembunyikan dari kedua orang tuanya.

Tak ayal, saat pulang tadi Aurora langsung masuk ke dalam kamarnya. Beruntung, kedua orang tuanya belum ada yang pulang. Jadi, tak ada satupun dari mereka yang memergoki tentang perubahan sikapnya.

Terbangun dari tidur lelapnya, Aurora cukup terkejut karena hari sudah berganti malam. Itu artinya, dia cukup lama tertidur karena rasa lelah juga trauma yang dia alami tadi. Membawa tubuhnya bangun dari tempat tidur, Aurora melangkah mendekati jendela kamarnya untuk menutup gorden. Rasa lapar yang tiba-tiba menghampiri membuat Aurora mau tak mau untuk keluar dan mencari makanan.

***

"Airin, aku tadi kirim makanan ke rumah kamu, mungkin bentar lagi ojolnya nyampek." Beritahu Ny. Agnes dalam telfonnya.

Awalnya, Airin tengah menikmati tontonan filmnya di layar kaca. Tapi, ponsel yang dia letakkan di atas meja tiba-tiba berdering dan memperlihatkan nomer Agnes yang menelfonnya.

^^^"Kok krepotin sih, nes?"^^^

"Gak krepotin sama sekali. Aku kebetulan tadi masak banyak, terus inget kamu. Ya udah, aku kirimin aja."

^^^"Thanks ya."^^^

"Sama-sama. Kalo misalkan ada yang kurang atau apa, komen ya?"

^^^"Pasti."^^^

"Eh, udah dulu ya rin. Pak Suami kayaknya udah pulang tuh."

^^^"Oke. Salam buat dia. Sekali lagi makasih buat makanannya."^^^

"Sama-sama. Nanti disampein kalau aku gak lupa."

Panggilan dimatikan. Ponsel pun diletakkan kembali di atas meja lalu mengambil remot di sebelahnya untuk melanjutkan tontonan.

"Ma?" Tegur Aurora seraya melangkah mendekati sang ibu yang duduk di sofa ruang keluarga mereka.

"Hay, sayang. Udah bangun?" Balas Ny. Airin menoleh dan tersenyum manis.

"Telfonan sama siapa?" Tanya Aurora duduk di sebelah sang ibu.

"Tante Agnes. Dia bilang dia ngirimin makanan buat kita."

Lihatlah sekarang, meskipun dia sudah besar, tapi sifat manja Aurora terhadap sang ibu masih terlihat jelas dan tak akan mungkin bisa dihilangkan begitu saja.

Memeluk sang ibu dari samping, Aurora kembali terlihat memejamkan matanya seraya menyandarkan kepalanya di bahu sang ibu. Ditambah lagi, usapan lembut yang Airin berikan di belakang membuat Aurora semakin merasa nyaman.

"Papa kemana, Ma? Belum balik?" Tanya Aurora seraya mengangkat kepalanya dan duduk dengan sempurna.

Karena biasanya kedua orang tuanya itu akan duduk bersama di ruang keluarga jika mereka sudah sama-sama selesai dengan pekerjaan masing-masing.

"Udah. Lagi maen bulutangkis sama Mang Diman."

"Ara laper ya?" Lanjut Ny. Airin bertanya seraya menyelipkan rambut Aurora ke belakang telinga.

"Iya Ma. Di dapur ada makanan kan?" Meskipun tak mengatakannya, tapi sang ibu selalu saja tahu apa yang Aurora pikirkan.

"Ada. Angetin sendiri aja atau minta tolong Bibi buat angetin."

"Iya."

Bangkit dari duduknya, Aurora berniat menuju dapur. Belum juga kaki melangkah lebih jauh, bel rumah mereka berbunyi.

"Itu mungkin ojol dari Tante Agnes. Kamu ke dapur aja, biar Mama yang bukain pintu." Ucap Ny. Airin bangkit dari duduknya dan mematikan TV karena Aurora yang hendak memutar langkah untuk membuka pintu.

Mengangguk sekilas, Aurora kembali melanjutkan tujuannya menuju dapur, sementara Airin menuju pintu utama mereka.

"Bi Asih, siapa?" Tanya Ny. Airin pada sang pelayan yang sudah terlebih dulu membukakan pintu.

"Den Luca Nyonya." Beritahu sang pelayan seraya menggeser tubuhnya dan sedikit menjauh.

"Malem Tante." Sapa Luca dengan senyum ramah.

"Malem. Tumben Luca ke sini, ada apa?"

"Nganterin ini buat Tante, di suruh Mana." Ucapnya memberikan tas yang dia bawa pada Airin.

"Loh, katanya ojol?" Kaget Ny. Airin seraya menerimanya.

"Emang Mama bilang gitu?" Ny. Airin mengangguk dan tersenyum. Bisa-bisanya sang teman menyebut anaknya sendiri sebagai ojol.

"Yuk masuk dulu." Ajak Ny. Airin.

"Makasih Tante."

"Luca udah makan malem?" Tanya Ny. Airin di tengah langkah. Sementara Bi Asih langsung menutup pintu lalu pergi.

"Hmmm...." Gumam Luca tersenyum canggung seraya menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

"Udah apa belum? Gak usah malu-malu." Tanya Ny. Airin sekali lagi dengan sedikit candaan.

"Belum Tante. Tadi habis dari kantor langsung kesini." Jawab Luca akhirnya jujur.

"Kebetulan banget. Aurora juga baru mau makan malem tuh, kalian bareng aja."

"Eh, gak usah Tante, krepotin." Tolak Luca dengan ramah seraya menghentikan langkah.

"Krepotin gimana? Kamu itu udah Tante anggep kayak anak sendiri, jadi gak usah sungkan." Ikut menghentikan langkahnya, Ny. Airin mengusap bahu Luca lembut dibarengi dengan sebuah senyuman layaknya seorang ibu pada anaknya.

Berniat kembali menolak, tapi Ny. Airin sudah terlanjur kembali melangkah. Mau tak mau Luca pun mengikuti dari belakang.

"Sayang? Kok bikin mie instan?" Tanya NY. Airin saat memasuki dapur. Pertanyaan itu keluar karena kompor yang menyala dan Aurora yang baru saja mengambil mie instan dari dalam lemari.

"Kata Bibi makanannya udah abis, ya udah, Ara bikin mie aja biar cepet."

"Ya udah, matiin kompornya. Kamu sama Luca makan ini aja." Perintah NY. Airin meletakkan tas yang dia bawa di atas meja makan lalu mengeluarkannya satu per satu dan menatanya.

"Katanya ojol? Kok jadi Lo?" Tanya Aurora melirik Luca seraya mematikan kompornya dan mengembalikan mie instan nya ke dalam lemari.

"Gue ojolnya." Kekeh Luca karena sang ibu yang menganggapnya sebagai ojol.

"Gak papa kan makan bareng?" Tanya NY. Airin menatap keduanya bergantian.

"Gak papa Ma."

"Mama tinggal ya? Kalian nikmatin aja."

"Iya Ma."

"Makasih Tante." Ucap Luca sebelum pergi.

"Eh, thanks." Kaget Luca tersenyum canggung menerima piring berisikan nasi yang Aurora ulurkan.

"Sama-sama."

Mengambil tempatnya berhadapan dengan Luca, Aurora mengambil nasi lalu lauk yang dia inginkan.

"Lo.... Udah baik-baik aja?" Tanya Luca ragu sebelum menyendok makanannya.

"Hm. Makasih karena lo udah bantuin gue tadi."

"Sama-sama."

"Kok lo bisa tiba-tiba ada di sana?" Tanya Aurora penasaran. Sejenak menghentikan Luca yang hendak memasukkan nasinya ke dalam mulut.

"Gak tiba-tiba. Gue emang mau balik, terus Rion liat lo di bawa paksa sama tuh cowok. Gue spontan aja bantuin."

"Rion Arditama?" Luca mengangguk.

"Kok lo bisa kenal dia? Kalian kan beda jurusan."

"Kebetulan kenal aja."

Menyantap makanannya, tak ada obrolan lagi yang tercipta diantara mereka. Keduanya sama-sama diam menikmati makanan masing-masing.

"Ngomong-ngomong, lo belum cerita kejadian tadi sama orang tua lo?" Tanya Luca kembali membuka obrolan diantara mereka.

"Belum dan gak akan." Tekan Aurora meyakinkan.

"Pantes."

"Pantes apa?"

"Nyokap lo keliatan biasa aja. Dia juga pasti gak ngeh kalo tangan lo memar gitu." Lirikan Luca berikan pada pergelangan tangan Aurora yang terlihat sedikit keunguan. Berbanding kontras dengan warna kulitnya yang putih bersih.

"Gue lupa kompres tadi. Jadi warnanya masih jelas gini." Sahut Aurora menanggapi.

"Kenapa gak cerita? Tuh cowok pasti gak satu dua kali gangguin lo kan?"

"Kok lo tahu?"

"Rion yang cerita. Katanya, dia yang biasa bantuin lo kalo dia pas liat. Artinya, lo hampir setiap hari dong di gangguin sama tuh cowok?"

"Gue sama Kenzo itu backstreet, gak ada yang tahu kita pacaran selain sahabat kita doang."

"Kok gitu? Kenapa?"

"Dia sendiri yang mau."

"Terus, kenapa sekarang dia jadi ngejar-ngejar lo dan berbuat kasar ke lo kalian udah putus?"

"Gue juga gak tahu. Sejak gue tiba-tiba putusin dia secara sepihak, dia tiba-tiba berubah jadi kayak gitu."

Tak lagi melanjutkan obrolan, keduanya sama-sama memilih menikmati makanan yang tersisa di piring dalam diam.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!