NovelToon NovelToon
Wanita Itu Jodoh Ku

Wanita Itu Jodoh Ku

Status: sedang berlangsung
Genre:Slice of Life / Dan perjuangan hegemoni / Anak Lelaki/Pria Miskin / Romansa / Mengubah Takdir
Popularitas:827
Nilai: 5
Nama Author: Author_Karbitan

Jalan Kehidupan yang tak pernah Terduga seakan membuatku mendapat kenyataan Yang Tak pernah aku sangka.
pertemanan yang ku kira Biasa, nampak berbeda kala Cinta hinggap diantara kita.
sialnya aku tak pernah menyadari dan baru ku ketahui kala kau telah pergi.
dulu aku tak pernah memikirkan akan hadir cinta diantara kita, dengan status kita yang berbeda.
kau seorang gadis manis se elok bunga, sedang aku seorang Duda yang terluka.
dinama kala ketulusan menghancurkan segalanya. terombang - ambing sendiri dalam sepi hingga aku berjumpa seorang wanita yang setara. lalu singgah dan ingin menetap, namun memudar kala suatu fakta yang membuat semua sirna.
semua salahku, dan semua karenaku.
aku yang larut dalam kecewa pada diri ini, memilih pergi meninggalkan rumah yang selama ini menemani lukaku seorang diri.
akan tetapi dari tempat baru inilah semuan berawal, dari sebuah kota di pulau seberang.
cinta yang dulu belum selesai, kini harus bertemu meminta pertanggung jawaban.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Author_Karbitan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan Yang Dingin

kehidupan berjalan seperti aliran air dari hulu menuju hilir, begitu pula yang aku jalani saat ini, kadang kita harus terpaksa membiasakan suatu hal agar terbiasa.

Lagi pula aku biasa hidup sendiri tanpa adanya cinta, walau dalam hati kecil ini masih bisa berharap mengulang apa yang pernah kita lewati bersama dengannya.

" Mbak Winda.... Aku merindukanmu " dalam hati kecil berkata tentang kerinduanku kepadanya.

Sudah sebulan berlalu saat dari kejadian itu, dia sudah tidak ada di rumahnya, dan entah ada dimana.

Rumahnya selalu kosong dan tak pernah di kunjungi olehnya selama ini, hanya di pagi itu terakhir kalinya aku melihatnya dan tak pernah ku jumpai lagi.

Pesan whatsapp darinya aku baca ulang berulang kali untuk mengenang masa - masa indah yang kini telah sirna.

Beberapa kali aku mencoba untuk menghubungi nya, namun selalu aku urungkan karena aku merasa dia takut terganggu.

Rindu ini tak bisa aku sembunyikan, dengan menghel nafas panjang aku beranikan diri untuk memencet tombol hijau di layar.

" tuuuuuttttt " suara sambungan telepon berbunyi, serta menandakan dia sedang aktif hari ini.

Namun tak ada jawaban darinya. Lantas aku mencoba mengulanginya kembali.

" Hallooo...... "

Ucapnya seakan menggetarkan diriku yang sudah lama menunggu kabar darinya. lidahku terasa kelu seakan tak bisa memulai sebuah kata untuk bertanya padanya.

" Hallo mas... ada apa ? aku tak banyak waktu saat ini "

ucapnya membuyarkan lamunanku di balik sambungan Telepon.

" ehhh.... iya mbak, apa kabar "

Ucapku mencoba untuk menyapanya.

" Baik, ada apa kok menelpon, aku saat ini sedang kerja, kalau gak ada yang mau di bicarakan dan hanya basa - basi, lain kali saja mas, aku sibuk "

" sebentar mbak, aku ingin bicara sama Mbak Winda, ada hal yang harus aku sampaikan "

" Hal apa ? "

" Soal yang kemarin Mbak "

Dia tak menjawab pertanyaanku, lalu terdengar helaan nafasnya yang panjang.

Seketika sambungan telepon kita tak ada suara, dan tanpa sepatah katapun keluar dari kedua mulut ini.

" Aku sedang sibuk Mas, mau kerja lagi "

" Mbak sebentar mbak, aku perlu bicara sebentar saja mbak "

" Apa yang ingin kamu bicarakan lagi ?! Bukankah semuanya sudah jelas ?? "

" itu tak seperti yang mbak pikirkan, Beri aku kesempatan untuk bicara mbak, Beri aku waktu untuk bicara bersamamu secara langsung "

" Aku tak punya waktu "

" Mbakkkk.... ayolah,,, aku mohon "

Dia tak menjawab perkataan dariku kembali, dan masih dengan pendirian dan diamnya juga.

" Sebentar saja Mbak, Aku mohon sekali padamu "

" nanti malam temui aku di cafe Crispus jam 7 malam, harus tepat waktu karena aku ada janji dengan orang hari ini, dan waktu ku juga terbatas "

" Baiklah Mbak, aku akan kesana malam ini sesuai janji-Mu "

Dia kembali tak berbicara dan menutup sambungan telepon tanpa sepatah kata.

itu sudah cukup bagiku, walau hanya sesaat bisa bicara dengannya, namun hati ini merasa lega, setelah sebulan lamanya kita tak saling bicara bahkan dia tak pulang walaupun hanya sebentar saja.

Jam 5 sore aku mandi dan berdandan dengan rapi memakai baju terbaik yang aku miliki, setelah itu aku berdandan serta memakai parfum agar terlihat lebih segar dan wangi.

" semoga aja hari ini adalah hari yang baik untukku, semoga mbak Winda bisa memaafkan dan mengerti "

Ucapku dalam hati sambil mengoleskan pomade di rambut dan menatanya dengan rapi di depan cermin.

Aku sudah tak sabar bertemu dengan Mbak Winda, dan semoga saja kali ini dia bisa berubah dari sikap marahnya padaku selama ini.

Tepat jam 6 malam, aku mengeluarkan motor dan bersiap untuk pergi ke Cafe yang dia maksudkan, aku sengaja datang lebih awal agar dia merasa sedikit terkesan dengan keseriusan ku meminta maaf padanya.

Jalanan kota yang tidak terlalu macet, memudahkan ku untuk sampai di tujuan dengan cepat.

Setiba di lokasi aku parkirkan motor dan membuka jaket serta Helm lalu masuk ke dalam.

Aku memilih tempat yang cukup sepi agar memudahkan kita bicara secara tenang dari hati ke hati.

" mau pesan apa mas "

Ucap waiters yang datang kepadaku sambil memberikan daftar menu padaku.

" Nanti saya panggil ya mbak, ini masih mau menunggu teman "

" owh baiklah mas, nanti lambaikan tangan ya "

Aku hanya mengangguk, dan dia pergi berlalu meninggalkanku seorang diri.

Cukup lama aku menunggu kedatangannya, hingga rasa jenuh mulai aku rasakan, lantas aku mengirimkan pesan padanya untuk mengabarkan bahwa aku sudah ada di lokasi hari ini.

Pesanku hanya di baca dan tak ada balasan darinya.

Setelah menunggu beberapa saat, nampak seorang wanita dengan memakai pakaian casual langsung berjalan ke arahku.

Seseorang yang tak asing bagiku, namun kali ini dia telah merubah penampilannya.

Dia nampak lebih cantik dari sebelumnya, perubahan kecil dalam merias diri dengan versi yang baru seakan membuatku terkesima.

Berbeda dengan sebelumnya dan sangat nampak berbanding terbalik dengan terakhir kita bertemu di kala itu.

Dia menuju ke arahku, lantas duduk namun membuang muka seperti tak sudi untuk memandangku secara langsung.

" Mau makan apa mbak "

Aku menawarkan makanan sembari membuka pembicaraan.

" Aku masih kenyang, dan tak usah pesan minum untuk ku, kamu saja yang pesan, aku buru - buru "

Ucapnya dengan sangat ketus sekali.

awal yang buruk untuk sebuah pertemuan yang aku kira manis.

setelah memesan minuman dan snack, lantas dia menanyakan apa maksud dan tujuanku untuk mengajaknya bertemu malam ini.

" Sebenarnya aku dan dia itu hanya teman saja mbak, sebelum mengenal Mbak Winda, aku dan dia sudah saling mengenal, dia hanya teman di Pabrik saja, dia kemarin berpamitan padaku resign dan pulang kampung "

Ucapku memberikan penjelasan padanya.

Akan tetapi Mbak Winda hanya bergeming dan tak bersuara, raut wajahnya datar dan sorot matanya seakan menyiratkan sebuah kebencian. Entah apa yang ada dalam benaknya saat ini, sementara aku merasa jantung ini serasa berdegup dengan kencang dan pikiran tak karuan.

situasi canggung menyelimuti kita berdua saat ini.

Tak seperti yang aku bayangkan, dan tak seperti yang di harapkan, rasanya aku bertemu dengannya seakan menemui tembok yang begitu tebal menyelimuti hatinya.

Detik demi detik berlalu, aku semakin di buat merasa tak nyaman dengan apa yang terjadi saat ini, jemariku bermain diatas meja sambil mengetuknya.

Bingung..... gelisah dan juga pasrah seakan menghantui ku saat ini.

Niatku hanya ingin agar bisa membuat situasi menjadi nyaman dan clear tanpa ada jarak diantara kita seperti sedia kala.

akan tetapi yang ku dapati hanya konflik yang belum menemukan titik temu.

tangan ini rasanya berkeringat, akan tetapi aku memberikan diri untuk meraih dan menggenggamnya dengan perlahan.

Entah bagaimana lagi caranya aku bisa mendengarkan aku menjelaskan semuanya, aku ingin dia memahami bahwa apa yang terjadi kemarin hanyalah suatu salah paham yang tak terduga.

1
kalea rizuky
lanjut Thor q ksih bunga deh
✒️Author_Karbitan: udah aku Up ya🙏
di tunggu bunganya
total 1 replies
kalea rizuky
kok tau tretes author orang mana
✒️Author_Karbitan: sama J-Team kak 😄😄
deket dong sama tretes
total 3 replies
leci_mannis
semangat kaa!
✒️Author_Karbitan: thanks kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!