Rain menjadi ketua, dari geng yang dibuat sendiri, Rksabi. Yang berkecimpung pada tugas jasa, geng yang terdiri enam orang itu mencari klien dengan berbagai masalah demi mengumpulkan pundi-pundi uang. Sampai satu tugas yang menawarkan bayaran mahal, membawanya pada gadis muda, dan Rain merasa terjebak disana, di dalam rumah mewah keluarga Vick sebagai Pengawal pribadi Yasmin Celia. Dia datang untuk menyelesaikan misi sebagai Pengawal pribadi yang melindungi, tapi selesai tugas justru jadi Bapak yang mencari keturunannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asrar Atma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
7
Dirumah lantai tiga, ke tiga anggota bertukar cerita pada Sandi yang tidak ikut. "Sebenarnya aku kurang pas kalau mengerjakan tugas permintaan Kamandaka, bayaran harus dipotong hubungan karena dia anggota geng Rksabi" ujar Alex, lalu mencolek sambal dengan buah mangga nya, sedangkan Sandi mendengarkan sambil menghitung keuangan mereka.
"Aku setuju, kenapa Ketua pilih tugas dia daripada yang lain?" Bintang menjelajah gambar wanita seksi untuk dicuci, lalu digunting dan dijadikan koleksi majalah.
"Karena ini tugas aneh, bantu geng sendiri. Lain dari yang lainnya, aku pikir itu seru" jawab Rain, menghembuskan asap rokok nya.
"Kenapa kau bisa kenal dengan bocah itu Taka?" Tanya Irfan yang penasaran awal mulanya dari dahulu, tapi baru sekarang ingat menanyakan nya saking sibuknya dia belajar jadi hacker.
"Ibu yang mengenalnya lalu kami di kenalakan, dia pernah bantu Ibu menemukan Adel yang nyasar dan hilang sampai berhari-hari waktu pertama kali ke kota"
Cerita Rain mulai mengingatkan kembali kenangan lima tahun yang lalu, dimana dia tinggal sebulan dipenjara akibat berkelahi dengan anak Kepala Desa. Usianya saat itu 25 tahun kelas 3 SMA, dia jarang naik kelas namun tetap sekolah karena itu pesan terakhir Bunda nya.
Ketika tinggal didalam penjara yang ada di kota, Ibu angkat nya diminta datang. Lalu saat itulah, Adel nyasar dan ditemukan Haneul. Sedangkan dia didalam penjara tidak bisa berbuat apa-apa, namun dari dalam sana dia bertemu dengan ke empat orang yang kini bersama nya. Mereka membuat geng setelah semua orang keluar dari penjara, Haneul pun diajak Rain karena dia terlihat tidak kalah gila nya dari mereka. Geng itu pun tercipta dan disembunyikan dari keluarga masing-masing, kerjaan mereka dimulai dengan menangani kasus anak berseragam yang dilecehkan.
***
Ke lima lelaki dewasa dengan kriteria yang berbeda tengah mencari peruntungan di meja judi, yang bermain hanya satu orang yang lain nya pajangan. Mereka baru berkumpul lagi setelah tiga tahun lalu pernah bertemu di penjara, sekali berkumpul mereka reuni ditempat pertaruhan yang belum tentu untung.
Suasana nya cukup tegang dalam ruangan tersembunyi, namun diluar begitu ramai. Rain akan menjadi andalan mereka dalam permainan, tidak peduli jika lelaki blasteran itu baru pertama kalinya. Karena mereka punya filosofi yang dibuat sendiri, bahwa seseorang yang rupawan punya keberuntungan. Lawannya adalah lelaki tiongkok bermata sipit, yang memasang wajah meremehkan melihat lima sekawan yang berisik dan asing.
"Jangan mengecewakan Taka, uang itu aku pinjam dari tetangga jangan sampai aku tidak bisa mengembalikan nya."
"Dia mencuri Taka, kalau tidak dikembalikan Irfan bisa masuk penjara lagi" bisik-bisik kedua kawan nya pada Rain yang serius, dia terbiasa menghadapi situasi sulit yang dapat membawa bahaya. Baginya, kemungkinan apapun yang terburuk dari apa yang dilakukan bukanlah masalah besar.
Pria tiongkok memasang taruhan terkecil sementara disamping nya wanita seksi memangku tas berisi uang, senyum miring menghiasi kumis pendek nya.
"Dia menghina uang kita...tidak apa, jangan terpancing. Anggap saja ini permulaan yang bagus" bisik Bintang pada Rain yang kini membuka kartu, membuat senyum pria tiongkok pudar.
Rain mengulas senyum sombong tapi justru terlihat menawan, kemenangan pertama berpihak pada mereka. Kawan-kawan nya seketika bersorak girang, lalu memberikan jempol ke bawah.
"Hong hang stung ca" ucap Bintang, ketiga kawan nya serempak menoleh, merasa takjub.
"Apa artinya?" Bintang nampak berpikir sebentar, mencari arti yang bagus untuk bahasa cina dadakan.
"Yang kalah jangan nangis" mereka ber 'Wah' bersamaan, pria tiongkok menggebrak meja lalu menunjuk mereka.
"Gun kai!" Teriak nya menyuruh pergi atau diam.
"Apa katanya?" Tanya Irfan lagi, Bintang tampak berpikir sebelum menerjemahkan nya.
"Permainan belum selesai, tapi saya sudah marah" mereka tergelak bersamaan, lalu sedetik setelahnya berhenti, saat pria tiongkok memasang taruhan yang besar sampai Rain harus merelakan semua uang nya.
Permainan semakin menegangkan, apalagi saat memasuki tahap terakhir. Mereka membuka kartu, dan Rain kembali memenangkan nya. Kegembiraan melingkupi kawanan Rain yang melompat- lompat, sedangkan pria tiongkok keluar dengan wajah muram.
Mereka akan membawa banyak uang untuk keluarga, serta bisa hidup hedon setelah ini. begitu yang dipikirkan sampai seorang wanita meraung ketakutan dalam rengkuhan pria brondong, membuat mereka berdiskusi dalam lingkaran.
"Wanita itu dijual kan?"
"Lebih tepatnya dipaksa"
"kita punya uang, kita bisa beli. Hitung-hitung sudah lama tidak sentuh perempuan, bagaimana?" Semua setuju, tapi tidak dengan Rain dan Sandi yang menolak mentah-mentah ide nafsu mereka.
"Jika kalian mau, pakai bagian kalian saja. Uang ku jangan diganggu" Bintang mendongak melihat wanita tadi yang tengah ditawar ke para pria disana, dia berharap uang mereka tidak cukup.
"Dia mahal, Taka. Bagian kami bertiga tidak cukup, kalau gabung baru bisa ke beli. Setelah di gilir, kita lepaskan. Anggap kita menyelamatkan nya"
"Kau saja, aku tidak butuh! tapi jangan pakai uang ku. Bohong sekali akan melepaskan nya, kalau sudah dicoba pasti ketagihan" ketiga nya tergelak, mereka mencoba meluluhkan Sandi yang hanya mengatakan tidak berulang kali.
"Ayo Sandi kapan lagi jadi baik" Sandi mengangguk membuat mereka terkejut, lalu ketiganya segera menghampiri pria brondong itu dengan uang mereka ber empat.
Dengan demikian bagian Rain aman, tanpa mereka ketahui Sandi tengah memikirkan cara lain agar wanita yang mereka beli benar-benar selamat tanpa jatuh pada ketiga kawan nya. Sementara mereka melakukan jual beli, Sandi menelepon pihak berwajib.
"Ayo baby, ikut kami" Bintang merangkul wanita yang berhasil mereka beli, ke lima sekawan itu lantas keluar bersama.
Wanita yang tadi, berulang kali mencuri pandang pada Rain yang berjalan didepan mereka, dia nampak tertekan. Mencoba memberontak namun tak berhasil, dengan tangannya yang diikat dibelakang punggung. Dia hanya tengah menunggu mereka lengah, dan mengambil kesempatan untuk lari.
"Menurut baby, kau kan sudah ke beli" Alex menekan pundak wanita dalam rangkulan Bintang, perjalanan mereka yang tidak punya kendaraan akan sampai ke rumah gubuk didekat hutan.
Wanita itu menurut menyiapkan tenaga, dengan hati berdoa, yang hebatnya kesempatan itu datang didepan mata. Mobil dinas melaju, wanita itu berteriak dengan sekuat tenaga nya.
"Papah...!" Ketiga orang yang menuntun nya seketika panik, hal ini diluar dugaan. Mengira wanita itu tidak akan punya kesempatan untuk meminta tolong, mengingat mereka dikawasan kejahatan. jadi siapa yang peduli? Tidak tahu nya kendaraan itu tiba-tiba lewat sana.
"Mampus, mati saja kau" ketiga nya berlari kocar-kacir, sedangkan Sandi mendekati wanita tadi yang tertekuk lemas.
"Tenang kau akan selamat, aku kenal Papah kau" ujar Sandi yang pernah lihat wanita itu, waktu dia keluar dari tempatnya ditahan.
"Taka...bantu aku menjelaskan pada aparat!" Ujar Sandi, melihat Rain tetap melangkah dengan santai, menoleh saat dipanggil lalu menghadap ke depan lagi.
"Tidak apa, aku bisa jelaskan sendiri. Jangan khawatir! kalian semuanya aman, aku tidak akan mengatakan hal buruk tentang kalian. Justru sebaliknya, aku akan bilang kalian telah menolong ku" Sandi tetap memanggil Rain, yang dengan terpaksa menghampiri mereka.
"Bantu aku jelaskan Rain" ucap Sandi sambil melepaskan ikatan wanita itu, Rain mengangguk dalam pandangan yang bertemu dengan wanita itu.
Seperti yang diminta Sandi, Rain pun menjelaskan sebelum para pria berseragam sempat bertanya. Bahkan wanita itu dengan Papah nya belum sempat memainkan peran anak dan orangtua yang baru bertemu lagi setelah kejadian yang mengerikan, Rain juga tidak memerlukan bantuan wanita tadi ataupun Sandi untuk menjelaskan.
"Kami menyelamatkan nya, dan itu sudah jadi tugas kami, yang bekerja sebagai sewa jasa bantuan. Semua masalah dapat kami tangani asalkan ada uang, sama seperti masalah putri anda yang hendak dilecehkan" Rain dengan lihai mengarang cerita, bagaimana mereka telah mengawasi kejahatan lalu berusaha menyelamatkan wanita itu.
Setelah malam itu, mereka memutuskan mewujudkan hayalan Rain. Membuat geng untuk sewa jasa bantuan. Karena melihat uang yang bertumpuk di hadapan mereka, ditambah pria berseragam tadi berjanji siap memberikan bantuan ala kadarnya selama pekerjaan mereka tidak melanggar hukum dan malah membantu abdi negara dalam pekerjaannya, sama seperti tadi, saat mereka memberitahu pelaku nya dan tempat judi berkedok tempat makan.
Tanpa terasa geng Rksabi pun sudah bertahan sampai tiga tahun, waktu membawa sedikit perubahan pada usia mereka namun tidak dengan kepribadian mereka. Waktu menjadikan Haneul yang dulunya kelas 1 kini jadi kelas 3, mengubah tanah tempat tinggal mereka yang dulu dikredit, menjadi milik mereka sepenuhnya. Mengubah gedung lantai tiga jadi ada warung nya, yang diisi oleh para penghuni jeruji yang telah tobat.
Mereka bekerja disana, mencari pundi-pundi yang cukup bagi mereka dan keluarganya. Sulit bagi mereka mendapatkan pekerjaan dengan gelar yang disandang, dan ke empat Sabi paham akan itu. Pekerjaan mereka memasak makanan setiap hari tiga kali sekali, lalu bersih-bersih. Disebut warung, karena lantai bawah memang dibuat demikian, persis warung makan yang juga menyediakan bahan pokok.