NovelToon NovelToon
Dua Akad Satu Cinta

Dua Akad Satu Cinta

Status: tamat
Genre:Angst / Poligami / Penyesalan Suami / Konflik etika / Tamat
Popularitas:505.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: mama reni

Tiga Tahun berumah tangga, Amanda merasa bahwa pernikahannya benar-benar bahagia, tapi semua berubah saat ia bertemu Yuni, sahabat lamanya.

Pertemuan dengan Yuni, membawa Amanda pergi ke rumah tempat Yuni tinggal, dimana dia bisa melihat foto pernikahan Yuni yang bersama dengan pria yang Amanda panggil suami.

Ternyata Yuni sudah menikah lima tahun dengan suaminya, hancur, Amanda menyadari bahwa dia ternyata adalah madu dari sahabatnya sendiri, apakah yang akan Amanda lakukan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Tujuh

Dengan berjinjit Amanda berjalan menuju balkon. Dia ingin mendengar siapa yang menghubungi suaminya.

"Ada apa," ucap Azka dengan suara datar.

"Mas, kamu janji akan pulang hari ini, tapi kenapa belum sampai. Apa kamu batal merayakan ulang tahun Nathan?" tanya wanita di seberang sana.

Wanita itu adalah Yuni, sahabatnya Amanda.

"Aku pulang besok. Aku tunggu di restoran biasa. Aku pasti akan merayakan ulang tahun Nathan. Tapi aku tak janji pulang ke rumah!" seru Azka.

"Mas, kenapa tak menginap? Hanya satu atau dua hari aku mohon luangkan waktumu untuk Nathan!"

"Sebentar lagi liburan, ibuku akan menjemputnya. Seperti biasa, aku mau hanya Nathan yang ikut."

"Mas, mau sampai kapan kamu begini. Kita sudah menikah lima tahun, apakah tak ada sedikitpun perasaan cinta itu untukku. Aku ini ibu anakmu," ucap Yuni sambil menahan air mata.

Pernikahan mereka memang karena perjodohan. Orang tua Azka menerima lamaran dari ayah dan ibu Yuni karena mereka merasa berhutang budi.

Saat usaha orang tua Azka bangkrut, keluarga Yuni yang membantu. Mereka juga membiayai kuliahnya Azka.

"Yuni, dari awal menikah, kamu sudah tau perasaanku. Kamu bilang menerimanya!"

"Mas, aku berharap dengan berjalannya waktu rasa cinta itu akan tumbuh. Apa kamu ada wanita lain sehingga tak bisa mencintaiku?" tanya Yuni.

"Apa urusanmu. Seperti yang kau mau, asal aku tetap jadi suamimu, kau menerima semuanya. Jadi jangan pernah ingin tau privasi ku!"

"Mas, di awal pernikahan, kamu tak begini. Walau tak mencintaiku, kamu masih sering pulang. Masih mau memberiku nafkah batin. Tapi belakangan ini kau semakin menjauh."

"Kau mau apa? Katakan saja!"

"Aku hanya ingin kamu memberikan kesempatan padaku. Buka hatimu, beradalah di sampingku, aku yakin bisa membuatmu mencintaiku. Jika kamu saja menghindariku terus, bagaimana aku bisa menggapaimu!"

"Sudahlah Yun, aku capek. Aku tak mau berdebat. Sore besok aku tunggu di restoran biasa!"

Tanpa persetujuan dari Yuni, sambungan telepon dimatikan. Azka lalu duduk dan mengambil rokok. Dia menarik napas dalam sebelum menghidupkan api rokok.

Amanda kembali berjalan berjinjit menuju tempat tidurnya. Dia jadi berpikir setelah mendengar obrolan sang suami.

"Sebenarnya siapa yang berbohong di sini? Yuni apa Azka? Yuni mengatakan kalau Mas Azka sangat perhatian dengannya, tapi yang tadi aku dengar Mas Azka sedikit bicara ketus. Yuni, apakah pernikahanmu tak bahagia karena kehadiranku. Maafkan, aku. Aku janji akan menyelesaikan semua. Beri aku waktu tiga bulan lagi. Mas Azka akan kembali menjadi milikmu satu-satunya. Aku juga ingin membuka topeng mertuaku, yang selama ini ikut membohongi ku," ucap Amanda dalam hatinya.

**

Malam itu, setelah telepon ditutup sepihak oleh Azka, Yuni hanya bisa duduk terpaku di tepi ranjang. Suara detik jam di dinding terasa begitu keras, mengisi ruang yang sunyi. Lampu kamar menyala redup, namun matanya menatap kosong ke arah ponsel di tangannya, layar yang kini gelap, tapi masih menyisakan gema ucapan suaminya:

“Aku tak janji pulang ke rumah.”

Dada Yuni sesak. Ia sudah berusaha keras untuk tidak menangis lagi, tapi air matanya jatuh begitu saja. Lima tahun ia mencoba menjadi istri yang sabar, memahami segala dinginnya sikap Azka, menunggu hatinya terbuka. Namun malam ini, semua usahanya terasa sia-sia.

Ia menggigit bibir bawahnya, menahan isak. “Mas … bahkan untuk ulang tahun Nathan pun kamu tak ingin pulang. Apa sesulit itu mencintaiku?”

Tangannya meremas ujung selimut. Di meja rias, ada bingkai foto keluarga mereka bertiga, Azka, dirinya, dan Nathan yang saat itu baru berusia dua tahun. Senyum di foto itu tampak bahagia, padahal Yuni tahu, hanya dirinya yang benar-benar tersenyum.

Ia menatap foto itu lama. “Besok sore kamu mau ke restoran ... setidaknya kamu masih mau datang,” bisik Yuni lirih. “Aku akan pura-pura kuat di depan Nathan. Aku nggak mau dia lihat ibunya menangis lagi.”

Yuni kemudian menutup lampu kamar. Dalam gelap, hanya suara napasnya yang berat terdengar. Ia berdoa dalam hati, bukan lagi untuk dicintai, tapi agar bisa bertahan demi Nathan.

"Mas, aku tau kamu bertahan dengan pernikahan ini hanya karena Nathan. Aku juga begitu. Aku tak mau dia hidup tanpa kehadiran ayah. Kita masih satu keluarga saja, kamu jarang pulang apalagi kalau kita pisah," ujar Yuni dalam hatinya.

Keesokan paginya.

Udara masih lembap sisa hujan semalam. Yuni menyiapkan sarapan untuk Nathan sambil berusaha tersenyum. Bocah kecil itu duduk di kursi makannya, bersemangat menanyakan apakah ayahnya akan datang.

“Ayah datang, kan, Bun?”

Yuni menatap wajah anaknya yang polos itu, lalu mengusap lembut kepalanya.

“Iya, Sayang. Ayah akan datang nanti sore di restoran. Tapi malamnya mungkin ayah harus kerja lagi.”

Nathan mengangguk, menerima jawaban itu tanpa curiga. Yuni memalingkan wajah sejenak agar anaknya tak melihat air matanya yang nyaris jatuh.

Setelah Nathan selesai makan, Yuni mengambil ponselnya. Ia membuka daftar kontak dan menekan nama Amanda.

Suara lembut terdengar di seberang sana.

“Halo, Uni!" sapa Manda. Saat ini Azka sedang berada di kamar mandi sehingga dia leluasa menerima telepon dari sahabatnya itu.

"Pagi, Manda.” Yuni berusaha menormalkan suaranya. “Maaf ganggu pagi-pagi, kamu sibuk nggak?”

“Nggak, kenapa?”

"Aku cuma mau mengingatkan kamu, jangan lupa sore nanti. Ulang tahunnya Nathan. Kami rayain kecil-kecilan di restoran dekat taman kota, yang biasa kamu suka.”

“Oh, iya ... tentu. Aku akan datang, Uni. Tapi mungkin agak telat," jawab Manda.

Yuni tersenyum samar, meski suaranya tetap lirih. "Aku juga pengin ngenalin kamu sama suamiku, Manda. Besok dia datang, walau cuma sebentar.”

“Wah, akhirnya aku bisa ketemu sama suami kamu,” jawab Amanda pelan, berusaha terdengar senang meski dadanya tiba-tiba terasa berat.

"Iya,” sahut Yuni. “Aku harap kamu datang ya, Manda. Nathan pasti senang banget lihat kamu.”

“Tentu, Uni. Aku nggak akan absen.”

Telepon ditutup. Yuni terdiam menatap layar ponselnya beberapa detik. Bibirnya tersenyum tipis, tapi matanya masih basah.

"Setidaknya sore ini Nathan bahagia,” gumamnya pelan. “Kalau aku harus pura-pura kuat lagi, aku pasti sanggup.”

Ia lalu beranjak ke kamar untuk menyiapkan baju Nathan, menata kado, dan berusaha menata hatinya yang hancur. Dalam hati kecilnya, masih ada secercah harapan bahwa mungkin, meski hanya untuk satu malam, Azka akan memandangnya bukan sebagai kewajiban, tapi sebagai istri dan ibu dari anaknya.

1
Suci Uci
yallah yuni hatimu seluas samudra walaupun tak pernah dicintai tetap bertahan🥺
Rahma Inayah
mam mau tanya cerita ikrar yang ternoda di hapus kah ..Krn SDH GK ada lagi notif nya ..
Defie Setiawati
bagus banget ceritanya, cukup menguras air mata.
Kasih Bonda
bagus ceritanya
Zainab Ddi
ksyaky cerita bagus
Febri April
harusnya yang spesial begini itu Yuni..biarkan Manda dengan Azka,ataupun kalau Manda sama davino paling ga Yuni dapat seseorang yg spesial..Disni yg tersakiti Yuni udh g dicintai suaminya ..sedang Manda malah bahagianya kliatan bagus masa depannya...ayo dong Thor Yuni juga di bahagiain kasian yuni
Titi Ati
aduh JD gemes SM Yuli,kok ga sadar diri😭
Febri April
kenapa hanya Manda yang hidupnya bakal lebih bahagia,sedangkan Yuni kan korban juga disini..ayo dong Thor buat Yuni juga bahagia setidaknya Yuni mendapat perhatian juga jangan Manda aja
Titi Ati
Yuni egois,
vera tri
lanjut LG thoor...pengen liat Manda hamil,dan uni nya ketemu jodoh lg
Nani Te'ne
Suka
Nie
eh si mama kok nyalahin Amanda mulu...lagian yg salah dari awal kan kalian,kalian memaksa Azka untuk menikah dgn Yuni dgn dalih balas budi pdhal Azka ga mau
Nie
Amanda tuh ngapain coba deketin Azka lagi,duh kalo si Yuni tau bakal tambah runyam
Nie
nikah karna perjodohan harusnya dari awal Yuni tinggal bareng Azka biar bs terus mepetin Azka
Ratna Komalasari
bagusss
Tatiw
yun ngapain bertahan sakit tau yun 😭
syska
ᴋᴇʀᴇɴ ʙᴀɴɢᴇᴛ ᴄᴇʀɪᴛᴀɴʏᴀ ᴛʜᴏʀ...
ᴘᴀs ʙᴀɴɢᴇᴛ ᴇᴍᴏsɪɴʏᴀ ᴅɪ ʙᴀʙ ᴀᴢᴋᴀ ᴍᴇɴɪɴɢɢᴀʟ, ᴄᴀᴍᴘᴜʀ ᴀᴅᴜᴋ ᴇᴍᴏsɪɴʏᴀ....
sᴇᴍᴀɴɢᴀᴛ ʙɪᴋɪɴ ᴄᴇʀɪᴛᴀ ʙᴀʀᴜ ʏɢ ʟᴇʙɪʜ ᴍᴇɴᴀʀɪᴋ ʟᴀɢɪ ᴛʜᴏʀ...🥰🥰
Ida Haryono
jgn buka hati dulu cerai resmi aja belum kan kamu amanda dianggap yg tersakiti jadi jaga image sbg wanita yg baik d benar
💐MommyZe💐
Nangis banget bacanya😭😭😭😭😭
Nilovar Beik
curiga memang si Azka gak mau Manda hamil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!