Novel Ketigabelas💛
Kirana adalah seorang ibu tunggal dengan satu orang anak perempuan yang masih SMP. Suatu hari, Sienna, putri dari Kirana, bersama dengan teman-temannya dan didampingi oleh sang ibu, datang ke sebuah konser boy group asal Korea Selatan, Stray Kids.
Tanpa sengaja Kirana bertemu dengan Hyunjin, center dari grup idola tersebut dan secara ajaib mereka saling jatuh cinta. Segala kerumitan terjadi setelahnya. Namun bukannya membuat hubungan mereka berakhir, hubungan Kirana dan Hyunjin malah terjalin lebih kuat.
Bagaimana kisahnya? Apakah akhir bahagia akan Kirana dan Hyunjin dapatkan?
Unofficial Soundtrack: Always Love (D4vd ft. Hyunjin)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lalalati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7: Cerita Saat Bercerai
Kirana tak percaya merasakan hal seperti ini di usianya yang sudah menginjak 33 tahun. Jantungnya berdebar tak karuan. Seperti remaja yang baru merasakan jatuh cinta. Kirana bisa mengkonfirmasinya dengan sangat valid, ia jatuh cinta pada Hyunjin.
Namun dari sudut pikirannya, tiba-tiba saja muncul sebuah teguran.
'Apa kamu terbuai, Kiran? Dia seorang bintang. Dia juga masih muda. Apa kamu gak berpikir kalau sekarang dia cuma sedang bosan dan berkenalan sama kamu hanyalah untuk mencari kesenangan?'
Kirana akhirnya mencoba kembali ke daratan setelah ia merasa seperti sedang terbang melayang di angkasa, menguasai dirinya, dan mencoba untuk tetap tenang. "Memang, kamu kira berapa usiaku?"
"Mungkin tak jauh beda denganku. Sekitar 25 tahun," ujar Hyunjin masih dengan tatapan terpesonanya pada Kirana.
"Kamu terlalu memuji. Lagipula, kamu tidak berpikir aku memiliki seorang suami?"
Hyunjin terdiam sejenak sambil menelisik. "Tidak, aku pikir kamu tidak memilikinya."
Kirana tertawa. "Aku memiliki seorang putri. Bagaimana bisa aku tidak memiliki suami?"
"Karena..." Tiba-tiba Hyunjin meraih tangan Kirana, dan ibu jarinya mengusap pelan jari manis Kirana. "Kau tidak memakai cincin di sini."
Satu bagian dalam hati Kirana ingin sekali menarik tangannya dari genggaman tangan Hyunjin. Tapi sisi lain hatinya menginginkan dan merasa sebaliknya. Kirana begitu bahagia bisa disentuh Hyunjin seperti ini.
"Hanya karena itu?" tanya Kirana.
"Tidak. Tidak hanya itu. Selain itu karena kamu memutuskan untuk datang menemuiku, aku pikir kamu memang tidak memiliki seorang suami."
"Baiklah, kau benar. Aku memang sudah tidak memiliki suami. Kami sudah bercerai."
"Jika kau tidak keberatan, bisa kau memberitahuku, kapan dan mengapa kau bercerai?"
Hyunjin masih menggenggam tangannya. Sekarang, walaupun Kirana senang, namun ia harus segera melepaskannya agar tidak timbul keinginan-keinginan yang tidak seharusnya ia rasakan.
Akhirnya Kirana menarik tangannya. Namun Hyunjin malah menggenggamnya semakin erat sebelum tangan mereka terlepas.
"Kenapa? Aku ingin menggenggamnya. Tidak apa-apa 'kan aku menggenggam tanganmu seperti ini?" ujar Hyunjin. Bahkan ia menautkan jari-jarinya yang indah itu ke sela-sela jari Kirana.
Seperti tangannya, hatinya pun semakin tertaut kepada bintang idola itu. Hingga ia tak mampu menolaknya lagi. "Baiklah, hanya untuk beberapa saat."
"Kenapa beberapa saat saja?"
"Tentu saja. Apa kamu berencana memegang tanganku hingga matahari terbit?"
Hyunjin tertawa. "Baiklah. Beberapa saat. Sekarang bisakah kau menjawab pertanyaanku tadi?"
"Apa kau benar-benar ingin mengetahuinya? Untuk apa?"
"Karena aku penasaran. Kita sedang berkenalan, bukan?"
Kirana menatap tangan mereka yang saling menggenggam. "Itu terlalu sulit untuk aku ceritakan terutama pada kamu yang baru saja aku kenal. Aku tidak yakin akan bisa menahan emosiku."
Ya. Walaupun semua sudah semakin membaik seiring waktu, namun luka di dalam Hati Kirana, belum sepenuhnya sembuh.
"Tidak apa-apa. Aku siap mendengarkan. Ceritakan saja. Aku berjanji, tidak akan membuatmu tidak nyaman."
Kirana sebenarnya tidak ingin menceritakan ini pada sosok asing seperti Hyunjin. Bahkan selama ini ia sudah tak pernah membahas ini kepada siapapun. Namun Hyunjin begitu penasaran dan wajahnya nampak serius kini saat Kirana mengatakan bahwa apa yang akan ia ceritakan adalah sesuatu yang sulit untuk ia ungkapkan.
Tapi baiklah, tidak ada salahnya juga menceritakannya. Toh, itu bukan rahasia yang harus terus dipendam.
"Dia bernama Oscar." Kirana mulai menceritakan kisahnya, dan Hyunjin mengangguk tanda ia memusatkan perhatiannya. "Dua tahun lalu kami memutuskan untuk bercerai karena dia memiliki perempuan lain yang ia cintai."
"Dia menceraikanmu demi wanita itu?" tanya Hyunjin dengan wajah bersimpati.
"Iya. Dia bilang sudah tidak mencintaiku lagi." Seketika kejadian itu muncul kembali dalam benak Kirana seakan baru terjadi kemarin. "Waktu itu, ada acara ulang tahun perusahaan di kantor, tempat di mana Oscar bekerja. Keluarga bisa ikut serta, jadi aku dan Sienna ikut dalam jamuan makan malam itu. Beberapa sahabatku pun ikut, karena suami kami memang bekerja di tempat yang sama. Kemudian suasana berubah canggung saat putri dari salah satu pemilik perusahaan itu muncul. Aku tidak tahu kenapa, dan singkat cerita aku menangkap basah Oscar berselingkuh. Aku tak mampu menahan histerisku, aku menangis di hadapan semua orang di ballroom itu. Aku ceritakan kepada sahabat-sahabatku, dan reaksi mereka di luar dugaanku. Begitu juga orang-orang yang ada di sana, menatapku iba. Hingga akhirnya, aku tahu bahwa," ungkap Kirana dengan mata yang mulai memanas. "Perselingkuhan mereka sudah berlangsung lama. Tidak hanya itu, sahabat-sahabatku sudah mengetahuinya. Bahkan semua karyawan yang hadir di sana sudah mengetahuinya. Hanya aku, yang baru mengetahuinya saat itu."