NovelToon NovelToon
Istri Palsu

Istri Palsu

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Obsesi / Cinta Seiring Waktu / Wanita Karir / Romansa
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Yayalifeupdate

Zhefinca yang dua tahun telah menikah dengan Giovano, ia hanya bertemu satu kali saat pernikahan, dan setelah itu keduanya hidup dengan masing-masing namun status tetap menjadi suami istri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayalifeupdate, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ternyata...

Hari ini Zhefinca tengah bersiap dengan kopernya, dia akan menuju luar kota untuk mengisi talkshow tentang bukunya. Kepergiannya kali ini tidak ada yang mengetahuinya termasuk Arka.

 

Zhefinca mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang, membelah jalanan ibukota yang begitu padat, hingga ia masuk kejalan tol, membuatnya begitu lega karena tidak lagi terjebak dalam jalanan yang begitu padat.

 

Hingga mobilnya masuk kedalam sebuah hotel dimana acara akan diselenggarakan malam nanti.

 

“Ariel, ini kunci kamar kamu” ucap panita.

 

“Terimakasih Bu”

 

Setelah mendapat kunci kamarnya ia segera menuju lift, lalu naik dan beristirahat sambil mempersiapkan apa saja yang akan ia butuhkan.

 

Sebagai penulis yang begitu diminati karyanya, Zhefinca tidak memiliki asisten untuk membantunya. Ia menyiapkan segala kebutuhannya sendiri.

 

Ting! Ponsel Zhefinca berdering.

 

Ia menatap layar dengan tatapan nanar.

 

“5juta, dan selama dua tahun aku baru menggunakannya kemarin” batin Zhefinca.

 

Uang bulanan dari suaminya telah ia terima, nominal yang menurutnya akan sangat mudah Zhefinca dapatkan. Namun ia tidak pernah keberatan dengan itu semua.

 

Sementara di kantornya, Giovano tengah disibukan oleh sikap Rosa yang berubah-ubah. Dari Hotel, kemudian mall, lalu uang dan semua gagal begitu saja.

 

Tapi Giovanotidak menaruh curiga sedikit pun dengan permintaan Rosa yang kemudian dibatalkan begitu saja.

 

Hingga Rosa merasa curiga dengan staff Giovano, karena setiap meminta sesuatu kepada Giovano, laki-laki itu selalu melemparkan kepada staffnya, jika tidak pada asistennya, pasti kepada sekretarisnya.

 

Dan Rosa pun mencurigai salah satu diantara mereka adalagh informan Lukas.

 

“Baby, aku gak nyaman kalau setiap permintaanku kamu minta mereka yang mengerjakan”

“Jadi kamu maunya bagaimana Rosa?”

“Dari rekening pribadi kamu, bukan rekening kantor”

 

“Ya sudah, aku transferkan pakai rekening pribadiku. Kita ke bank sekarang”

“Kita pergi berdua saja”

“Kenapa?”

“Aku ingin berdua sama kamu”

“Oke”

 

Giovano bergegas dari tempat duduknya, kemudian menggandengan tangan Rosa dan meninggalkan kantor. Ia melihat meja Arka tengah kosong, kemudian menuju lift dan turun ke basement.

 

Di bank, Arka memindahkan sejumlah uang dari rekening pribadinya, ke rekening baru milik Rosa dengan jumlah yang begitu fantastis.

 

Dan kali ini, Arka kelolosan. Begitu juga dengan Lukas, ia tidak mengetahui liciknya Rosa.

 

“Baby, jangan kamu katakana apapun ini kepada asisten ataupun sekretaris kamu”

“Kenapa?”

“A-aku dapat teror pesan katanya hanya menguras harta kamu saja. Aku terganggu”

“Aku akan bereskan pengganggu itu”

“Iya baby. Begitu nanti dia mengirim pesan, aku akan tunjukan”

 

Giovano membawa kembali mobilnya menuju kantor, kemudian mereka kembali masuk ke dalam ruangan Giovano.

 

Arka sedikit curiga, karena ini pertama kalinya Giovano pergi tanpa dirinya dan hanya bersama Rosa. Arka bukan ingin mencampuri hidup Giovano, hanya saja ia tidak mau wanita itu berhasil dengan caranya.

 

“Baby, mau aku bantu pesankan makan. Ini sudah siang”

“Kamu duduk saja Rosa, soal makanan kita bisa minta Arka”

“Hmm iya Baby”

 

Hari ini Rosa dari pagi sampai sore berada di kantor Giovano, hingga membuat Giovano lupa untuk memantau kamera pengawas yang ia pasang dirumah Zhefinca.

 

Sementara di tempat lain, Zhefinca tengah merias diri untuk acaranya malam ini, dengan balutan gaun semi formal yang membuat Zhefinca begitu anggun.

 

Acara Zhefinca hari ini tidak disiarkan di televisi, tapi acara tersebut menjadi trending pertama di media sosial. Penampilan baru Zhefinca (Ariel)  membuat Rosa begitu menyukainya. Bahkan Rosa tidak berhenti mengiriminya pesan, namun pesan tersebut tidak kunjung dibalas oleh Zhefinca (Ariel).

 

Tidak hanya Rosa, Arka dan Sekretaris Giovano juga tengah menonton siaran langsung tersebut pada meja masing-masing.

 

Ceklek!

 

“Arka kita pulang sekarang. Nia, kamu juga bisa pulang”

 

“Baik Pak” jawaab Nia.

 

Sementara Nia bersiap, Giovano mendengar suara yang begitu ia kenal. Gio mendekat ke meja sekretarisnya untuk memastikan sumber suara tersebut.

 

Ting! Ponsel Giovano berdering.

 

“Baby, belikan anting seperti ini” – Rosa

“Aku transfer uangnya, kamu beli sendiri. Besok jadwalku padat” – Giovano

“Thanks baby” – Rosa

 

Giovano melenggang pergi begitu saja dan melupakan sumber suara yang ia dengar. Sampai di mobilnya Gio segera bersandar dan memejamkan matanya. Sedangkan Arka fokus dengan mobil yang ia kemudikan.

 

Ketika Giovano sedang tidak ada kesibukan, bayangan Zhefinca kembali muncul menghantui pikirannya. Matanya terbuka, ia melihat kearah sisi jalan yang sudah mulai sepi.

 

“Apa yang dibuat Zhefinca hari ini Arka” tanya Giovano

 

“Maaf Pak, saya tidak mencari tahu. Karena tidak ada perintah dari Pak Gio. Tapi Pak Gio memiliki sambungan kamera pengawasnya, mungkin Pak Gio bisa cek”

 

“Benar juga. Terimakasih sudah mengingatkan”

“Baik Pak”

 

Giovano membuka ponselnya, namun baru ia membuka sebuah aplikasi yang terhubung dengan kamera pengawas dirumah Zhefinca, ponselnya mati karena kehabisan daya.

 

Sampai dirumah, Giovano membuka tabletnya. Ia membuka aplikasi kamera pengawas, namun ia tidak menemukan Zhefinca berada dirumah. Matanya menatap kearah jam tangannya, kemudian ia menarik dasinya dengan tidak beraturan.

 

“Arka, cari dimana Zhefinca. Sudah jam 10 dia tidak ada dirumah” – Giovano

“Baik Pak” – Arka

 

Arka yang mendapat perintah segera mengerahkan anak buahnya untuk menemukan titik Zhefinca berada, hingga salah satu anak buahnya mendapatkan lokasi Zhefinca berada di luar kota.

 

Tanpa menunggu lama, Arka segera mengirimkan titik lokasi tersebut kepada Giovano.

 

“Diluar kota?” batin Giovano sambil menghela napas kasar.

 

Ia mencari daftar nama istrinya kemudian segera menghubunginya, namun tidak ada jawaban dari Zhefinca. Hingga panggilan ke tiga tetap tidak ada jawaban.

 

Karena merasa kesal, Giovano melemparkan ponselnya lalu menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.

 

Dia sudah tidak peduli dengan apa yang di lakukan Zhefinca, Giovano berusaha memejamkan mata untuk istirahat. Namun bukannya tertidur, dia justru tidak tenang dengan keberadaan Zhefinca, bayangan laki-laki yang pernah menemani Zhefinca makan siang kembali muncul di benaknya.

 

Tidak ingin menunggu lama, Giovano segera mengganti pakaiannya dengan kaos dan celana panjang, kemudian ia mengambil kunci mobilnya dan segera menuju lokasi Zhefinca.

 

Giovano sampai di lokasi Zhefinca pukul 1.30 dini hari, ia kemudian masuk dan menuju meja resepsionis untuk mencari daftar nama Zhefinca Ariel, namun pada daftar tamu hotel itu tidak ada yang Bernama Zhefinca Ariel.

 

Giovano memaksa untuk mencarikan dimana istrinya, karena mobil Zhefinca terparkir dihotel tersebut.

 

“Pak, atau mungkin istri Bapak adalah Ibu Ariel?” tanya Resepsionis dengan hati-hati.

 

“Iya” jawabnya.

 

“Apa anak itu dikenal sebagai Ariel?” batin Giovano.

 

“Baik Pak, Ibu Ariel berada di kamar 808. Ini kuncinya Pak” ucap resepsionis tersebut.

 

Giovano segera naik dan menuju kamar dimana Zhefinca berada, dalam pikirannya adalah Zhefinca tengah bersama pria yang ia lihat beberapa waktu lalu, dan ketika membuka pintu, kamar tersebut begitu gelap.

 

Giovano menyalakan lampu berwarna kuning temaram, lalu ia mendekati Zhefinca yang tengah pulas.

 

Belum sampai disana, Giovano membuka selimut Zhefinca dengan perlahan, setelah memastikan pakaian tidur Zhefinca ia berjalan mendekati koper istrinya.

 

Membuka satu per satu barang yang dibawa Zhefinca, hingga Giovano membuka sebuah undangan talkshow dengan nama ‘Ariel’.

 

“Talkshow? Memangnya dia siapa?” batin Giovano.

 

Giovano membuka ponsel milik Zhefinca, lalu membuka galeri ponselnya dan menemukan setiap acara milik Ariel sang oenulis yang begitu di gemari oleh kekasihnya.

 

“Apa dia asistennya?” ujar Giovano.

 

Mata Giovano mendapati sebuah tanda tangan pada buku disamping Zhefinca tertidur, kemudian ia mengambil foto tanda tangan tersebut dan kembali membuka dokumen perjanjian antara ia dan istrinya.

 

Hingga mata Giovano terbelalak karena mendapati tanda tangan Arie sang penulis sama persis dengan tanda tangan Zhefinca.

 

“Ariel? Zhefinca Ariel?” gumamnya dengan terkejut.

 

Tidak berhenti disana, Giovano masih bergerak membuka beberapa dokumen milik istrinya, dan benar saja jika Zhefinca adalah Ariel sang penulis itu.

 

Giovano terduduk pada sebuah sofa, tatapannya mengarah kepada gadis yang ia nikahi dua tahun silam, ia tidak menyangka jika selama ini Zhefinca menyembunyikan itu darinya, dan begitu rapi tak terendus sedikitpun.

 

“Jadi ini alasan Ariel selalu menggunakan masker?” ucap Giovano dengan tersenyum smirk.

 

Dia benar-benar tidak menyangka jika istrinya begitu mandiri di usianya yang masih begitu muda. Kilasan masa lalu bagaimana ia sengaja mempersulit hidup Zhefinca, dengan uang bulanan yang begitu kecil dengan harapan Zhefinca akan tunduk, hingga beberapa kalimat hinaan jika ia hanya pengangguran.

 

Giovano kembali merapikan apa yang sudah ia lihatnya. Bahkan ia mengirimkan kepada Arka untuk diselidiki.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!