Ini benar-benar kado ulang tahun terburuk. Di saat Vira tidak mempunyai fikiran untuk menikah di usia muda, tepat di ulang tahunnya yang ke-20 orang tuanya memberikan hadiah calon suami untuknya. Jangankan bisa menolak, bahkan dia tidak punya kesempatan untuk sekedar bernegosiasi.
Begitu juga dengan Vino. Di saat dia sedang memperjuangkan kekasihnya, orang tuanya malah sudah memutuskan siapa yang akan menjadi istrinya tanpa berdiskusi dulu sebelumnya.
Tidak perduli bahkan jika Vino harus kehilangan segalanya, dia akan tetap pada pilihannya. Menikahi kekasihnya. Beberapa tawaran kerap di ajukan. Intinya jika Vino mau menikahi Vira terlebih dahulu, dia bisa menceraikannya nanti kalau memang Vino merasa tidak cocok. Tentu saja itu hanya sebuah kalimat bujukan saja. Nyatanya orang tuanya tidak akan membiarkan hal itu terjadi dengan mudah.
Gadis kampung, pasti kuno. Aku harap dia benar-benar buruk rupa sehingga aku bisa segera menceraikannya. Bukan keterlaluan, hanya saja alasan itulah yang pertama kali muncul di otak Vino.
Sayangnya, Vira adalah seekor angsa cantik yang sedang menyamar menjadi seekor itik buruk rupa.
" Hubungan kita hanya sebatas partner kerja sama. Bukan sebagai suami istri!! "
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vivi Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perdebatan di rumah calon suami
Saat di dalam mobil, Vino terus menambah kecepatan laju mobilnya supaya dia bisa cepat sampai di kediaman orang tuanya. Akhirnya beberapa puluh menit kemudian, Vino sampai di rumah orang tuanya.
" Aku pulang," ucap Vino yang langsung masuk ke ruang tamu menghampiri kedua orang tuanya.
" Sayang, anak kamu udah pulang tuh. Sekarang aku mau lanjutin kerjaan aku dulu di ruang kerja," ucap Yudis sambil berdiri beranjak pergi.
" Eh pa, Vino pikir ada yang mau papa bahas sama Vino, makannya papa suruh Vino pulang," ucap Vino yang membuat Yudis menghentikan langkah kakinya.
" Bukan papa, sekarang mama kamu yang mau bahas sesuatu sama kamu," ucap Yudis lalu melenggang pergi meninggalkan mereka.
" Duduk!" Perintah Yunita.
" Jadi mama yang nyuruh papa buat nyuruh aku pulang, kenapa? "
" Kalau mama yang SMS kamu tadi nyuruh kamu pulang, yang ada mama SMS hari ini kamu datangnya taun depan," ucap Yunita sambil mengerucutkan bibirnya karena kesal mengingat sikap anaknya yang susah sekali kalo di suruh pulang sama mamanya.
" Terus sekarang mama mau bahas apa sama Vino? "
" Bulan depan kamu nikah sama Vira anaknya om Andi. " Santai sekali berbicara sambil menyeruput teh di cangkirnya.
" Apa?? Kenapa tiba-tiba ? " teriak Vino terkejut.
Sekarang giliran Vino yang tersambar petir di siang bolong. Di kehidupan damainya tiba-tiba dia harus menikahi Vira, orang yang sama sekali tidak dia harapkan Kehadirannya.
" Enggak tiba-tiba, kalian memang sudah di jodohkan 10 tahun yang lalu," sahut Yunita riang sambil menempelkan jari telunjuk dan jari tengahnya di dekat matanya seperti orang yang sedang bergaya saat di foto.
" Enggak bisa, Vino enggak mau Vino enggak setuju! Lelucon macam apa ini? Mamah lagi prank Vino kan? "
" Enggak, mama serius." Kembali menyeruput tehnya dan memasang ekspresi serius.
" Mama tau kan Vino lagi pacaran sama Inggri? "
" Ia tau," sahut Yunita santai.
" Terus kenapa mama masih nyuruh Vino buat nikah sama orang lain? Mama juga enggak pernah menentang hubungan Vino sama Inggri sebelumnya, kenapa? " tanya Vino kesal.
" Karena mama enggak peduli sama hubungan kamu sama pacar kamu. Yang mama pedulikan cuma hubungan kamu sama calon istri kamu, calon nyonya muda Anggara yang sudah mama tentukan siapa orangnya."
" Enggak bisa mah, Vino enggak terima. Vino cuma cinta sama Inggri dan cuma Inggri yang berhak dan pantas jadi istri Vino."
" Enggak bisa, mama yang berhak memutuskan siapa yang pantas menjadi menantu mama. Kamu enggak bisa ganggu gugat, dan soal pacar mu itu, segera akhiri hubungan dengan dia!"
" Wah, ini enggak bisa begini, Vino harus lapor ke papa, papa juga pasti enggak setuju dengan ide gila mama." Vino beranjak pergi.
" Percuma kamu lapor sama papa kamu, orang ini semua ide dari papa kamu. Emangnya kamu sanggup nego sama papa kamu? " ucap Yunita sambil tersenyum manis.
Bruk! Vino kembali mendudukkan tubuhnya di sofa. Semangatnya yang menggebu-gebu untuk melapor kepada papa mendadak lenyap.
Vino memang tidak berni menolak atau membantah perintah papanya. Dulu waktu Vino masih remaja, dia pernah sekali membantah perintah papanya dan alhasil Vino di asing kan hampir setengah tahun membuat Vino kapok dan tidak berani lagi menentang keputusan papanya.
" Sebelum kamu bicara sama papamu untuk menolak perjodohan ini, sebaiknya mama kasih tau kamu lebih dulu apa yang papamu bilang kalau kamu berani menolak perjodohan ini."
Perkataan Yunita menggantung, dia menyeruput tehnya kemudian melanjutkan kalimatnya.
" Papa akan tarik semua kekayaan kamu, aset kamu dan kamu akan di coret dari silsilah keluarga Anggara. Semua bisnis atas nama kamu akan di ambil alih papamu, nanti kalau Dira sudah lulus kuliah, dia yang akan memegang kekuasaan mengurus kekayaan keluarga Anggara."
" Tapi, kenapa begitu? Aku yang udah bangun beberapa bisnis dan mengembangkannya sampai sukses dengan tangan ku sendiri."
" Bagaimana dengan modalnya? Itu semua di berikan papa kamu, kan? "
" Tidak masalah, mama sama papa silahkan mengambil semuanya dari ku. Aku akan tetap dengan keputusan ku, menikah dengan Inggri. Soal semua aset ku yang papa ambil, aku masih bisa mencarinya lagi membangun bisnis lagi dari nol dengan tanganku sendiri tanpa meminta bantuan mama dan papa."
" Kamu yakin? Apa Inggri masih akan menerimamu yang sudah jatuh miskin? Dan nanti kamu tidak akan ada ikatan hubungan lagi dengan keluarga Anggara? "
" Aku yakin, aku tidak peduli dengan semua ancaman mama. Aku cinta Inggri dan Inggri juga mencintai ku. Aku yakin Inggri akan tetap setia dengan ku terlepas dari bagaimana kondisiku."
Haduh gimana ini, kayaknya Vino benar-benar mencintai kekasihnya. Bahakan dia rela mengorbankan segalanya hanya demi untuk bisa bersama dengannya. Bahaya kalau begini, nanti perjodohan ini bisa gagal. Ayo-ayo berpikir lah otak. Gumam Yunita dalam hati.
" Mama akan kasih kamu kesempatan agar kamu tidak jatuh miskin. Kamu bisa coba dulu untuk menikah dengan Vira, satu tahun. Satu tahun mama kasih kamu waktu satu tahun. Kalau dalam waktu satu tahun itu kamu masih belum jatuh cinta dengan Vira, kamu bisa menceraikannya dan kamu bisa menjadikan kekasihmu sebagai menantu yang di akui di keluarga Anggara."
Satu tahun? Harusnya tidak akan terasa lama. Inggri juga pasti bisa menungguku satu tahun. Baiklah,anggap saja aku sedang berjuang satu tahun ke depan demi membuat Inggri di akui di keluarga ini sebagai menantu nantinya. Gumam Vino dalam hati.
" Bagaimana dengan papa? Apa papa akan setuju dengan ini? "
" Tentu saja tidak akan setuju, tapi mama akan berusaha membuat papamu setuju."
Sayang semoga kamu setuju dengan rencana ku. Tenang saja aku yang akan menjamin kalau dalam satu tahun ke depan Vino sudah jatuh cinta dengan Vira dan mereka tidak akan berpisah. Akan ku lakukan apapun caranya untuk menyatukan mereka.
" Tapi Vino ada syarat."
" Syarat apa? "
" Pernikahan Vino hanya boleh diketahui oleh keluarga Vino dan keluarga si Vira saja. Di muka publik, Vino masih berstatus sebagai pria lajang dan hubungan Vino dengan Inggri masih berjalan seperti biasa."
" Oke deal."
Sudah ku duga pasti dia memberikan syarat seperti itu. Tapi tidak masalah, dalam satu tahun ke depan mama akan ikat kamu dan Vira kuat-kuat. Mama akan buat kamu menghamili Vira sehingga kamu tidak akan bisa menceraikan Vira dalam satu tahun ini bagaimana pun caranya, bagaimana pun. Ucap Yunita dalam hati.
" Deal!!"
Mamah menyetujuinya begitu saja. Aku rasa ini tidak akan terlalu sulit. Gadis itu berasal dari kampung dan besar di kampung. Pasti penampilannya norak menjijikan. Dia pasti gampang di bodohi. Aku akan melakukan cara apapun agar bisa cepat-cepat bercerai dengannya nanti.
Heh, malang sekali nasib gadis kampung itu. Walaupun menikah dengan ku tapi tidak bisa memanggil ku suami di muka umum. Aku yakin nanti pasti dia yang akan meminta cerai lebih dulu dari ku. Lagian mana ada perempuan yang akan tahan bila di perlakukan seperti itu.
Ini semakin mempermudah ku, Inggri bersabarlah, tunggu aku satu tahun lagi.
To be continued, don't forget to like and vote 💜💜💜
suka bgt sm karakter vira
dia tu ttep gemes sampek akhir
mana ceplas ceplos tanpa basa basi ga menye² meskipun karakter vino kurang greget tp ya makesense si masa iya semua karakter utama bagus² doang
hu aku maraton ampek subuh sumpah emosinya dapet bgt gabosen dan gaskip samsek de bab awal
knp baru baca skrg ya
aku datang 2023 coy