Sakitnya dikhianati pria yang dicintainya, membuat Amanda Adelia menjadi frustasi, ia pergi ke club malam dan tidak sengaja tidur dengan seorang pria bernama Brian Marcelino Bramasta. Namun, tidak disangka-sangka pria itu justru paman dari mantannya, Reno Bramasta.
Bagaimana kisah mereka?
follow akun IG othor Marica-Author
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marica, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Don't touch me again
Hari sudah berganti senja. Amanda dalam perjalanan menuju tempat kerjanya. Ia bekerja di hotel Ambasador luxury hotel sebagai Housekepeer. Tiga tahun Amanda bekerja di tempat itu. Gajinya lumayan untuk memenuhi kebutuhannya sendiri, terkadang untuk membantu adik-adiknya di panti asuhan.
Ya, Amanda besar di panti asuhan, tidak tahu siapa orang tua kandungnya. Meskipun begitu tinggal dan dibesarkan di panti asuhan Amanda bisa menyelesaikan pendidikannya. Walaupun hanya sampai tamat sekolah. Keinginan untuk kuliah Amanda kubur lantaran tidak ingin membebani ibu pemilik panti asuhan. Setelah bekerja, bisa saja dirinya melanjutkan pendidikannya, tetapi Amanda sudah merasa nyaman dengan pilihannya saat ini.
Sampai di hotel, Amanda pergi ke ruang ganti untuk mengganti pakaiannya. Di sana rupanya ada beberapa rekan kerjanya yang sedang melakukan hal yang sama dengannya.
"Hai," sapa Amanda pada beberapa rekan kerjanya yang langsung dibalas senyuman oleh mereka.
Amanda lantas berjalan ke lokernya mengambil seragam miliknya. Kemeja putih dibalut dengan blazer warna navi, bagian bawahnya memakai rok span panjang sampai batas lutut dan memiliki warna senada dengan blazer, tidak lupa slayer melingkar di lehernya, dan juga sepatu pantofel berwarna hitam, rambutnya yang panjang digelung dengan sangat rapi.
BRAK
Pintu di buka lumayan keras membuat semua orang menoleh ke arah pintu, Jolie terlihat berdiri di ambang pintu dengan menekuk kedua tangannya di depan dada, ekspresi Jolie menujukkan seakan dirinya penguasa di tempat itu.
TAK TAK TAK
Suara sepatu Jolie terdengar ketika wanita itu melangkah. Beberapa dari mereka memilih menyingkir tidak ingin berurusan dengan Jolie yang menurut mereka bermuka dua.
"Kalian semua keluar?" perintah Jolie. "Kecuali kamu, Amanda. My best friend."
Lima rekan kerja Amanda memilih untuk pergi, malas untuk berurusan dengan Jolie.
"Manda, kita tunggu di luar ya," ucap salah satu dari rekannya.
"Iya," sahut Amanda.
Jolie memerhatikan Amanda sembari menunggu teman-temannya keluar dari tempat itu.
Amanda sendiri tidak terpengaruh oleh kehadiran Jolie. Ia memilih untuk melanjutkan kegiatannya dan tidak mengangap keberadaan Jolie.
"Oh, jadi ini yang namanya teman? Kamu tidak menyapaku sekarang?" ucap Jolie seraya memilih rambutnya dengan ibu jarinya.
"Hai, beb. Apa kabar?" Amanda memasang ekspresi ceria tetapi hanya dibuat-buat. "Kamu ingin aku menyapamu seperti biasanya setelah apa yang kamu lakukan padaku," ucap Amanda dibalas dengkusan oleh Jolie.
"Katakan apa maumu?" tukas Amanda. "Katakan sekarang juga! Jangan membuang-buang waktuku!"
"Ya, ya, ya, baiklah. Aku mau pak Reno," ucap Jolie. "Kamu tidak pantas untuknya."
Amanda tertawa mendengar perkataan Jolie lantas menutup pintu loker, setelah itu melihat ke arah wanita itu. "Akhirnya kamu menunjukkan wujudmu yang sebenarnya padaku."
"Aku tidak ingin berpura-pura baik padamu lagi," ujar Jolie.
"Aku begitu bodoh dengan percaya padamu selama ini, Jolie. Rupanya kebaikanmu itu hanya kamuflase," balas Amanda.
"Kamu sadar jika kamu itu bodoh. Makanya kamu itu sangat tidak pantas untuk pak Reno. Lebih baik sekarang kamu jauhi pak Reno dan biarkan aku bersamanya," ujar Jolie. "Satu lagi. Asal kau tahu, pak Reno itu tidak benar-benar mencintaimu. Makanya dia tidak ingin orang-orang di sini tentang hubungan kalian."
Amanda ingin menangis saat itu juga, tetapi dia tahan dengan sekuat tenaga, tidak ingin kalah dari Jolie, tidak ingin harga dirinya diinjak-injak oleh wanita itu.
"Kamu sudah mengambilnya dariku tanpa izin dan sekarang kamu justru meminta dia secara langsung padaku? Kamu anak lain ya," desis Amanda. "Kamu tenang saja, aku tidak mau sama barang bekas. Ambil saja jika kamu mau. Ops salah, lebih tepatnya kalau dia mau."
"Kamu —" Jolie belum selesai bicara, Amanda sudah lebih dulu memotongnya.
"Ucapanku benar, bukan. Tidak ingatkah apa yang dia katakan waktu itu. Setelah dia menikah, dia tidak membutuhkanmu lagi," ucap Amanda.
Perkataan Amanda membuat Jolie diam, tidak bisa membalas perkataannya.
"Satu lagi." Amanda menatap Jolie dengan tatapan mengejek. "Reno hanya menjadikan kamu sebagai penghangat ranjangnya. Jangan merasa bangga jika dia tidak menikahimu."
Amanda tersenyum puas melihat ekspresi Jolie. Wanita itu berdiri mematung sembari menunduk.
"Aku tidak ingin membuang-membuang waktu lagi. Bye," ucap Amanda sebelum pergi dari tempat itu.
Sampai di luar Amanda menarik napas panjang, merasa lega bisa membuat Jolie diam tanpa berkutik sedikit pun. Mulai saat itu juga Amanda tidak akan pernah menangisi putusnya hubungannya dengan Reno dan melupakan kesalahan fatal yang dirinya lakukan. Kini Amanda hanya ingin fokus pada kehidupannya juga kesejahteraan adik-adiknya yang tinggal di panti asuhan.
Waktu berputar begitu cepat, Amanda dan satu rekannya bernama Ayu sedang menjalankan pekerjaannya. Hanya tinggal beberapa kamar. Setelah selesai mereka beristirahat di tempat yang telah disediakan.
Beberapa saat kemudian Amanda dipanggil oleh seorang pria. Amanda sangat mengenali pria itu, dia asisten pribadi Reno. Pria itu mengatakan agar dirinya menemui Reno. Amanda sempat menolak, tetapi Reno mengatakan ada sesuatu yang penting mengenai pekerjaan, maka Amanda memutuskan untuk menemui pria itu meskipun enggan.
Amanda mengayunkan langkah ke tempat Reno. Dia tahu di mana harus menemui pria itu.
TOK TOK TOK
Amanda lebih dulu mengetuk pintu sebelum masuk ke ruangan itu. Di sana Amanda melihat Reno sedang duduk di sofa dengan satu kaki di letakan di atas pangkuannya, di tangan pria itu terselip satu batang ber nikotin. Jika biasanya Amanda senang saat Reno ingin menemuinya, tetapi kali ini dirinya merasa muak.
"Ada apa, Pak Reno memanggil saya?" tanya Amanda berusaha bersikap formal pada pria itu.
Reno tidak langsung merespon pertanyaan Amanda. Pria itu justru beranjak dari tempat duduknya setelah mematikan rokoknya kemudian berjalan ke dekat Amanda.
"Kita sedang berdua, jangan bersikap formal, Sayang," ucap Reno.
Pria itu ingin menyentuh pipi Amanda, tetapi tangannya di tepis oleh pria itu. "Don't touch me again! And don't call me that. I'm not your lover anymore."
"Baiklah jika itu maumu," ujar Reno.
"Heru, mengatakan Anda ingin bicara tentang pekerjaan. Ada apa?" tanya Amanda.
Reno mundur satu langkah, menatap Amanda dari bawah hingga atas dengan tatapan nakal.
"Aku bisa menaikan jabatanmu menjadi Eksekutive Housekepeer. Asalkan ..." Reno menjeda ucapannya masih tetap menatap Amanda dengan nakal, lantas membungkuk mensejajarkan bibirnya dengan telinga Amanda. "Sleep with me tonight."
Mata Amanda terbelalak, ekspresi wajahnya seketika berubah marah saat tahu arah pembicaraan Reno. Amanda lantas mendorong pundak Reno, menjauhkan tubuh pria itu darinya. "Apa kamu tidak puas dengan Jolie, hingga memintaku juga untuk melayanimu?"
"Aku sudah bosan dengannya," jawab Reno tanpa ada rasa bersalah sedikit pun.
"Kamu gila!" maki Amanda lantas bergegas pergi, tetapi langkanya ditahan oleh Reno.
Pria itu meraih lengan Amanda, membuat wanita itu menoleh ke arah Reno. Bukan hanya itu, Reno mencengkram kedua pundak Amanda. Tanpa sengaja pria itu melihat tanda merah di balik slayer Amanda yang bergeser, letaknya di bagian bawah leher. Dengan kasar Reno melepaskan slayer yang Amanda pakai, hingga tanda merah keunguan terpampang jelas. Buka hanya satu, tapi beberapa. Hal itu memancing kemarahan Reno.
"Kamu tidur dengan siapa, hah!" tanya Reno dengan tatapan marah.
"Aku mau tidur dengan siapa itu bukan urusanmu!" balas Amanda. "Sekarang lebih baik kamu lepaskan aku dan jangan menyentuhku lagi. Don't touch me again!"
Setelah itu Amanda mendorong Reno menjauh darinya lantas pergi dari tempat itu. Namun, baru sampai pintu Amanda memekik saat rambutnya ditarik oleh Reno.
"Kamu pikir bisa lolos dariku dengan mudah."
rupanya hanya anak adopsi koq belagu banget🤣🤣🤣