Cerita ini adalah lanjutan dari novel ~MIRA~
_____
Enam tahun telah berlalu di mana kejadian aksi bunuh diri Mira belum bisa dilupakan oleh Raka Alendra. Pria muda tampan yang memiliki kelebihan dapat mendengar isi pikiran orang lain.
Dengan kemampuannya itu ia dapat membangun perusahaan terbesar serta perusahaan lainnya. Seorang Presdir termuda di Perusahaan Welfin di kota Byusan. Tanpa sengaja, ia bertemu dengan Sovia indriani, wanita yang baru tiba dari luar negri sekaligus seorang single mom yang memiliki rupa yang sama dengan Mira dan memiliki seoarang Putra yang bernama Deva. Sovia bekerja sebagai karyawan biasa di perusahaan Welfin.
Tiba-tiba saja seorang wanita lain hadir dan memiliki wajah yang juga mirip dengan Mira. Wanita itu mencoba untuk mengambil perhatiaan Raka. Namun karena gadis kecil yang bernama Dean, Putri kecil dari Raka mencoba untuk menyingkirkan wanita tersebut, karena tak ingin Ayahnya terjebak akan rencana jahatnya.
Begitupun dengan bocah yang bernama Deva, ia mencoba membantu Dean untuk mempersatukan Ibunya dengan Ayah Dean. Dan ternyata kedua bocah itu adalah saudara kembar yang artinya Sovia dan Raka adalah orangtua kandung mereka.
Lalu bagaimana semua itu terungkap?
Yuk kita baca sampai selesai:)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asti Amanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
07. Tangisan
...🌻(Beri like dan komen)🌻...
Keesokan yang sama, matahari mulai memancarkan sinarnya. Sovia terburu-buru untuk segera berangkat kerja. Tidak lupa mencium kening putranya terlebih dahulu. Meski begitu, Sovia masih saja memikirkan mimpinya yang kemarin. Disaat membuka pintu, seseorang mengagetkan Sovia dari luar.
"Dokter?"
"Pagi Sovia! Maaf mengganggumu."
Seorang Pria tampan, putih, tinggi dan berkacamata, tersenyum ke pada Sovia dan Deva. Dia adalah Dokter yang bekerja di Rumah Sakit terbesar di Kota B bernama Kevin Jivano, berumur 26 tahun yang masih berstatus sendirian alias jomblo. Dia adalah teman Sovia dan juga pria yang disukai Sovia.
"Ah! Tidak masalah, lagian sudah lama kita tidak pernah bertemu." Sovia tersenyum manis padanya.
"Ini pasti Deva, kan. Ternyata sudah besar, rupanya."
Kevin menyentuh kepala Deva yang sedang tersenyum. Deva memang sudah akrab dengan pria di depannya. Deva merasa bahagia jika Kevin menjadi sosok Ayah untuknya. Karena Kevin sering mengunjunginya di luar negeri.
"Aku dengar kamu bekerja di perusahaan Welfin, bagaimana jika aku mengantarmu, lagian arah kita juga sama."
Sovia langsung setuju sambil tersipu malu.
"Boleh, asalkan aku tak merepotkanmu."
"Baiklah, aku akan menunggumu di mobil, dan jika ada waktu aku ingin mengajak mu makan malam nanti untuk merayakan kedatanganmu, boleh, kan?" Kevin menawarkan untuk makan malam dan ternyata Sovia menyetujuinya lagi.
"Tentu saja boleh."
Kevin terseyum mendengarnya lalu berjalan menuju mobilnya yang terparkir di depan rumah. Karena tidak mau Kevin menunggunya, Sovia pun berpamitan sambil mengecup kening Putranya sekaligus berteriak kepada Ibu dan Vani yang berada di dalam rumah.
"Sayang, Mami pergi dulu ya, Deva baik-baik di rumah."
"Bu! Vani! Aku pergi dulu. Dahhh ... sayang."
Sovia melambai pada Putranya yang masih berdiri di pintu. Mobil pun akhirnya pergi menuju ke perusahaan Welfin terlebih dahulu.
🌻
🌻
Di waktu yang sama di kediaman keluarga Welfin, terlihat sebuah pertengkaran yang begitu besar antara Raka dengan Ayahnya. Semua anggota hanya terdiam menyaksikan pertengkaran hebat ini.
"Dasar anak kurang ajar! Beraninya membantahku!"
Seorang Pria tua yang bernama Tuan Hendra Welfin. Ia adalah Ayahnya Raka dan juga pemilik perusahaan yang dikerjakan oleh Raka. Terlihat juga seorang Wanita di sampingnya yaitu Nyonya Dina Welfin sedang berusaha menenangkan suaminya itu agar berhenti memarahi putranya yang keras kepala.
"Pah! Cukup! Jangan menyakiti anak kita!"
Raka hanya terdiam, sedangkan Dean berlari menangis menuju ke kamarnya tak sanggup melihat Ayahnya disakiti.
"Sampai Kapan pun, aku tak akan menikah kecuali dengan Wanita yang kucintai!!"
Raka berkata dengan amarahnya lalu berjalan menaiki tangga serta menjatuhkan kramik besar di sampingnya.
...Prangg!...
"Raka!! Gadis itu sudah meninggal, dan jangan berpikir lagi untuk mencarinya!!" Tuan Hendra benar-benar tidak habis pikir harus memarahi Putra tunggalnya itu. Tuan Hendra menyuruh Raka memilih salah satu wanita pilihannya untuk dinikahi agar cucunya memiliki kasih sayang seorang Ibu.
"Arghhhhh!"
Raka berteriak dengan amarahnya, melempar semua barang di depannya. Emosinya memuncak di pagi ini, dia seharusnya pergi ke perusahaan namun ditunda karena harus bertengkar dengan ayahnya dulu.
Pikirannya selalu saja tertuju pada Mira dan tak bisa melupakan gadis pujaannya dan karena itulah Raka selalu menolak menikah. Raka duduk di tepi ranjangnya sambil menundukkan kepala. Seketika, terdengar seseorang memanggilnya dari luar. Namun, Raka tak peduli dan masih tetap terdiam.
Ternyata itu adalah Putrinya yang kini menangis melihat ayahnya terpuruk. Jika saja Ibunya tak menjualnya dulu, Dean tidak seharusnya merepotkan Ayahnya itu. Apalagi Raka tidak tau pasti di mana keberadaan Ibu Dean yang sebenarnya dan Raka juga tak pernah mencari Ibu kandung Dean.
"Hikss ... hikss ... Papii! Maafkan Dean, ini semua salah Dean, Papi jadi sakit."
Tangis Dean pecah melihat ayahnya hanya terdiam, dia pun berusaha meraih wajah ayahnya namun tangannya malah di tepis keras oleh Ayahnya sendiri membuatnya menangis sejadi jadinya.
"Huaaaa ... maafkan Deaaan ...."
...****...
...Jangan lupa, Like, Komen, Dan Vote...
Maaf aku blm bca season 1 soalnya . Mau bca tp males ah..kpngen lgsug bca yg ini aja🤭