Dibuang oleh Klannya sendiri ke Shenzhou—daratan terlarang tempat pemujaan Dewa Jahat—seorang bayi harusnya mati menjadi abu. Namun, takdir menolak tunduk. Dia justru bangkit dengan menyedot habis seluruh energi terkutuk di daratan tersebut. Tumbuh besar seorang diri dengan ingatan jurus-jurus terlarang purba, kini tiba saatnya ia melangkah keluar. Sembilan Daratan yang korup harus bersiap, karena tumbal yang mereka buang telah kembali sebagai pembawa kiamat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danzo28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 33
Pernyataan gila yang keluar dari mulut Wu Tian bergema dengan teramat sangat jelas di seluruh penjuru Lembah Tengkorak Merah. Kata-kata yang menyuruh Klan Li dan Sekte Pedang Langit untuk bertarung bersama-sama itu seketika memicu keheningan yang mencekam, sebelum akhirnya meledak menjadi kemurkaan massal yang tak tertahankan!
"Sombong sekali bocah haram itu!"
"Dia pikir dia siapa?! Menghina seluruh jenius aliansi kita secara terang-terangan!"
Di atas tebing, mata Luo Feng berkilat penuh aura membunuh yang teramat pekat. Wajah tampannya yang dingin kini terdistorsi oleh amarah yang membakar.
Menganggap tindakan Wu Tian sebagai sebuah penghinaan paling menjijikkan bagi nama besar Sekte Pedang Langit, Luo Feng tidak turun sendirian. Ia mengibaskan tangannya, memberikan isyarat dingin kepada Empat Inti Aliansi—dua murid bertubuh kekar jenius teratas Klan Li dan dua ahli pedang senior dari Sekte Pedang Langit.
SWHIIIINNG! BUM! BUM! BUM!
Empat bayangan melompat turun secara bersamaan dari atas tebing obsidian, mendarat mengelilingi Wu Tian dalam formasi lima sudut yang saling mengunci. Hawa membunuh dan gelombang energi spiritual dari Ranah Pemurnian Qi tingkat puncak meledak serentak dari tubuh mereka, mengeringkan uap air di sekitar panggung.
Di tribun Klan Wu, suasana seketika berubah menjadi kepanikan total. Tetua Agung Wu Cang mengepalkan tangannya tegang, sementara Wu Lin menutupi mulutnya dengan wajah pucat pasi.
Bertarung melawan satu jenius aliansi saja sudah sangat berbahaya, apalagi dikepung oleh empat master sekaligus di bawah kuncian niat pedang Luo Feng!
Namun, di tengah kepungan mematikan itu, Wu Tian tetap berdiri tegak di tengah panggung. Kedua tangannya tergantung santai di samping paha, sepasang mata hitam legamnya menatap para pengepungnya seperti seorang pemburu yang sedang menghitung jumlah hewan buruan.
"Bocah sombong, mati kau di dalam formasi kami!"
Dua murid ahli pedang Sekte Pedang Langit menerjang maju terlebih dahulu. Bilah pedang mereka memancarkan cahaya keperakan yang tajam, melancarkan teknik Pedang Pemotong Jiwa secara silang untuk memenggal leher dan membelah dada Wu Tian.
Di saat yang sama, dua jenius Klan Li melompat ke udara, mengaliri kedua tangan mereka dengan api merah pekat, melepaskan cakar api terlarang dari arah belakang dan atas untuk mengunci seluruh celah melarikan diri.
Serangan kombinasi itu begitu sempurna, cepat, dan tanpa celah. Namun, Wu Tian sama sekali tidak melangkah mundur.
STOMP!
Wu Tian menghentakkan kaki kanannya ke panggung batu obsidian. Hantaman murni itu meretakkan permukaan panggung hingga memercikkan puing-puing batu ke udara. Bersamaan dengan itu, Wu Tian menarik lengan kirinya ke belakang, memadatkan tekanan udara murni menggunakan esensi ingatan Shenzhou: Tinjuan Penghancur Altar.
BOOOOOOM...!!!
Tanpa mengalirkan seulas pun energi spiritual (Qi), Wu Tian melepaskan pukulan lurus ke udara kosong di hadapannya.
Hantaman fisik mentah yang terkompresi itu menciptakan ledakan gelombang tekanan udara mekanis yang teramat tebal dan masif, meluncur layaknya dinding besi tak terlihat yang menghantam gelombang serangan aliansi secara frontal!
PRAAANG! CRASH!
Dua pedang pusaka milik ahli pedang Sekte Pedang Langit hancur berkeping-keping di udara begitu bertabrakan dengan gelombang tekanan udara tersebut!
Sebelum mereka sempat membelalakkan mata karena syok, gelombang udara itu menghantam dada mereka dengan daya hancur absolut. Tulang rusuk mereka remuk seketika, dan tubuh mereka melesat mundur bagaikan peluru yang ditembakkan, menghantam tebing batu hingga terkapar muntah darah.
Tanpa memberikan jeda sedetik pun bagi musuh untuk menyadari apa yang baru saja terjadi, tubuh Wu Tian membias di udara. Kecepatan fisiknya melampaui batas penglihatan mata telanjang!
WUUUSH!
Wu Tian sudah berada tepat di bawah dua jenius Klan Li yang masih melayang di udara. With seringai iblis yang melebar di wajahnya, tangan kanan Wu Tian melesat cepat seperti cakar naga purba, mencengkeram tenggorokan murid pertama secara paksa, lalu membenturkan kepalanya ke wajah murid kedua dengan kekuatan yang teramat brutal!
BUM! KRAAAK!
Suara remukan tulang tengkorak yang mengerikan terdengar jelas menggema di seluruh lembah. Wu Tian tidak berhenti di situ; ia memutar tubuhnya dan membanting kedua raga yang telah terkulai lemas itu ke atas panggung obsidian hingga tanah di bawahnya amblas sedalam setengah meter. Darah dan pecahan tulang memercik membasahi lantai panggung yang hitam.
Hanya dalam waktu kurang dari tiga detik, empat jenius inti aliansi yang diperhitungkan di wilayah Yunzhou telah dilumpuhkan dan dihancurkan secara total tanpa ada perlawanan yang berarti!
Luo Feng yang berdiri beberapa meter di depannya terhenyak kaku. Pegangan tangannya pada gagang pedang bergetar tegang. Sepasang matanya membelalak sempurna diliputi oleh horor yang tak terbayangkan. Ia belum pernah melihat kekuatan fisik sebrutal dan sekejam ini sepanjang hidupnya.
"Monster... kamu bukan manusia..." bisik Luo Feng dengan napas yang mulai memburu hebat.
Namun, rasa takut itu dengan cepat terkikis oleh keputusasaan dan gengsi puncaknya sebagai murid nomor satu. Luo Feng meraup napas dalam-dalam, lalu menggigit lidahnya sendiri hingga darah segar memenuhi mulutnya. Ia memeras seluruh basis kultivasi dan sisa potensi hidupnya untuk memicu puncak dari Niat Pedang Darah!
ROAAAAAR!
Uap merah pekat meledak dari sekujur tubuh Luo Feng, membubung tinggi ke langit Lembah Tengkorak Merah. Pedang panjang di tangannya terselimuti oleh energi darah yang mengental, membesar menjadi sebilah tebasan aura pedang darah raksasa sepanjang belasan meter yang sanggup merobek tebing batu!
"Mati kau bersama seluruh kesombonganmu, Wu Tian! Tebasan Iblis Darah Pembelah Langit!" raung Luo Feng dengan suara parau menakutkan, menebaskan tebasan pedang raksasa itu lurus jatuh ke arah kepala Wu Tian dengan kecepatan kilat!
Rintihan angin tajam memotong atmosfer, membakar tanah obsidian di sepanjang jalurnya. Seluruh penonton di Lembah Tengkorak Merah menahan napas dalam kecemasan puncak melihat tebasan pemungkas yang sanggup meratakan sebuah bukit tersebut.
Namun, Wu Tian hanya berdiri tenang di tempatnya. Sepasang mata hitam legamnya menatap bilah pedang darah raksasa yang meluncur turun mendekatinya tanpa berkedip sedikit pun.
Sudut bibir Wu Tian tertarik tinggi. Tanpa niat untuk menghindar, tanpa memanggil perisai pelindung, Wu Tian perlahan mengangkat tangan kirinya ke atas, membuka lima jarinya yang kasar di udara terbuka, berniat untuk mencengkeram dan menahan tebasan pedang maut sang Iblis Pedang secara langsung murni menggunakan kekuatan telapak tangannya!