NovelToon NovelToon
KETIKA CINTA DI UJI

KETIKA CINTA DI UJI

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Neng Neng

Kau tahu??? Ketika aku bersikap sesuai dengan yang di inginkan banyak orang, maka mereka akan dengan lantang mengatakan "aku menyukaimu". Lalu mereka heboh mendekatkan diri mereka padaku.



Dan ketika aku bersikap tidak sesuai dengan apa yang mereka inginkan, maka dengan terang-terangan mereka akan mengatakan "aku tidak menyukaimu", lalu mereka pergi dari hidupku dengan teganya.


Yah, hanya sebatas itulah cinta mereka, menyukai ketika apa yang kita lakukan sesuai dengan keinginan mereka.


Tapi, tak apa, cinta itu adalah ujian, semakin aku mencintai mereka, maka akan semakin besar pula ujian yang akan mereka berikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Neng Neng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Karyawan baru part 2

Ibu Dewi seketika membelalakan matanya, dan tertawa terbahak bahak, begitupun dengan karyawan yang lain, mereka tertawa hingga terpingkal pingkal, ada ada saja Anwar ini, aku berfikir, entah dari mana asal tempat tinggal Anwar, di mana dia sekolah dulu, masa kertas A4 saja tidak tau.

Semenjak Anwar masuk di kantor, selalu ada saja tingkah lucunya, seperti hari ini, aku di buat keki plus dongkol plus sakit perut karena tertawa oleh tingkahnya.

kkkrrrrrriiiiinnnngggg....

Bunyi telpon kantor yang posisinya lebih dekat dengan bu Dewi terus berdering, tapi karena bu Dewi seperti biasa sedang menelpon dengan telpon pribadinya, maka aku menyuruh Anwar yang kebetulan lewat untuk mengangkat telpon.

"War, tolong angkatin telpon yang di sebelah sana dong," aku menunjuk telpon di samping bu Dewi.

"Ba baik bu Jani," Anwar mengangguk lalu mendekati meja.

Tanpa rasa khawatir sedikitpun, aku langsung mengerjakan kembali tugasku dengan khusyuk.

"I ini bu, udah di angkat, terus saya apain??"

Gubraaaaakkkk ...

Aku ternganga tak percaya, Anwar memang mengangkat telponnya, iya dia mengangkat telponnya di atas kepalanya, sambil terus di acung acungkan padaku.

"Anwar!!!!?? kamu sebenernya di kirim dari planet mana sih??" seketika bu Dewi membentak Anwar.

"A anu bu" Anwar tampak bergetar dan ketakutan.

"Lagian kamu itu referensi siapa sih, bisa masuk ke perusahaan ini??" tanya bu Dewi

"Ma maaf bu, sa saya tidak mengerti, sebelumnya saya tidak pernah keluar dari rumah, Abah dan Ambu melarang saya untuk bergaul, jadi saya tidak mengerti apa apa" jelas Anwar

"Di zaman secanggih ini? di zaman semoderen ini?? masih ada orang yang tidak bisa mengangkat telpon??? sungguh terlalu kamu Anwar!!!" bu Dewi terus mengomel

"Eeeehhhh sudah bu, malu di liatin yang lain, nanti ibu cantiknya ilang lho kalo marah marah" aku mencoba melerai mereka, dengan sedikit menggoda bu Dewi, sekedar info bu Dewi ini senangnya di rayu, di sanjung, dan di puji, hhhiii.

"Anwar, ikut saya ke belakang yuk" aku mengajak Anwar pergi, agar tidak jadi pusat perhatian dan bahan ejekan karyawan lain.

Aku menggiring Anwar, setelah tiba di pantry, aku memberinya segelas teh manis, lalu duduk di hadapannya.

"Anwar kenapa?? ko gugup??" aku mencoba bertanya pada Anwar yang sedang gemetaran karena takut, akupun akan mengomelinya.

"Gak papa bu Jani, maafin Anwar ya bu, Anwar nyusahin bu Jani dan yang lainnya," suaranya masih terdengar kaku.

"Gak ko, gak nyusahin, semua orang kan bisa belajar, lagian karyawan baru wajar kok kaya gitu, aku aja dulu lebih kaku dari kamu lho he ..." aku mencoba sedikit menghibur Anwar.

"Bb bu Jani baik banget," Anwar menenggelamkan wajahnya di meja malu malu.

"Gak ko, kitakan sesama anak baru" aku mencoba menenangkan hati Anwar

"Bbb bu Jani, usia saya sudah 25 tahun lho" tiba tiba Anwar mengangkat kepalanya.

Aku sedikit kaget, ternyata usia Anwar lebih tua tiga tahun dariku.

"O yah?? kalo gitu Anwar lebih tua dari aku dong, hhee ..." aku tersenyum padanya.

"I iya, sebenernya saya kabur dari rumah, Abah sama Ambu gak ngizinin saya kerja," Anwar mulai menjelaskan ke adaannya.

"O ya? terus gimana? kok Anwar bisa di sini sekarang??" Tanyaku penuh kebingungan.

"I iya, perusahaan inikan punya Abah saya, saya minta anak buah Abah buat masukin saya kerja di sini diam diam"

Deg,

Aku membulatkan mataku, kayaknya Anwar lagi ngelantur kali ya, kalau dia beneran anak yang punya perusahaan haduh, matilah kita.

Dari semenjak Anwar datang, kita semua memperlakukan Anwar dengan sangat tidak baik. Kalau bu Dewi tau Anwar anak pemilik perusahaan, dia pasti bakalan sujud sujud di bawah kaki Anwar, haha ... maklum ya, di dunia kerja selalu ada penjilat.

"I ibu Jani tidak percaya ya??" kata Anwar sambil menatapku lekat.

"Ah iya, percaya kok, terus kenapa kamu di tempatkan di posisi ob??" tanyaku kemudian.

"A aku dari kecil sering sakit sakitan, di tambah aku dan orang tuaku trauma , karena waktu kecil aku pernah di culik oleh rekan bisnis Abah, makanya Ambu jadi sangat over protektif padaku," Anwar menghela nafas sambil menerawang.

"Aku tidak di perbolehkan sekolah, bergaul dengan teman teman, atau menggunakan handphone," lanjutnya

"Aku hanya di kurung di kamar, dan Abah juga Ambu memenuhi kebutuhanku hanya lewat pelayan kepercayaannya, aku seperti di asingkan, aku tidak pernah berjalan jalan atau melakukan apapun" Anwar merunduk , matanya memerah , mungkin dia ingin menangis.

"Eeeehhhh ya udah, sekarang gimana kalo Anwar, tenangin diri dulu yah, terus nanti Anwar mendingan pulang aja, kasiankan orang tua kamu pasti nyariin" aku mencoba bernegosiasi dengan Anwar.

Belum Anwar menjawabku tiba tiba ada karyawan yang mencariku.

"Jani, di panggil sama Bapak direktur, di tunggu di ruangannya, secepatnya katanya."

Deg ...

Bersambung......

jangan lupa vote, like, komen dan bintang kima nya ya readers.........

1
Pipit Pipit
Buruk
Pipit Pipit
banyak sekali ilmunya...makasih author neng neng
kriwil
lahian juga bego tau faisal bekas pacar temenya dah berbagi peluh masih mau aja si jani kayanya trauma sama laki² di rayu gitu aja udah luluh😀
kriwil
kalau ga mampu ngapain adik nya di manjain dengan barang tak berguna
Syaakira Cantik
ahir nya cerita nya benar2 berakhir bahagia.nivel ini menurutku wajib di baca karna banyak pelajaran yg bisa kita petik di dalam nya.tentang sebuah ujian yg bertubi tentang kesabaran tentang ketulusan dan kepercayaan dan tentang bagaimana cara menjaga keutuhan rumah tangga.satu pesan yg sangat jelas jangan pernah memasukan org lain dalam rumah tanggamu jika kamu tidak ingin menyesal seumpama jangan memasukan duri sekecil apapun dlm hidupmu jika tidak ingin kau tertusuk pada ahir nya./Pray//Good//Rose/
Syaakira Cantik
hemmmm susah di ungkapkan dgn kata2 agak rumit rupa nya.
Syaakira Cantik
ahir nya Jani bahagia sama Anwar kalo ada bonchap nya aku mau usul kalo mereka punya anak anak nya nama nya Januar singkatan dari Jani dan Anwar wkwkwk
Syaakira Cantik
boleh gak Thor aku panggil si indah ini adik yg gak tau diri.
Syaakira Cantik
awal baca,masih bertanya akankah di part selanjut nya mengandung banyak bawang.
♡Anna_lovers♡
novel ini, seperti cerita ku😌
Vry Sihite
sangat terkesan
Awalia
Lumayan
Wiwin Wintarsih
kenapa ini author dendam banget sama peran utamanya. disakitin melulu. 😭
Neulis Saja
happiness for you two
Neulis Saja
have a nice day
Neulis Saja
Jani, egomu tinggi juga setelah tahu kebenaran tapi resfect terhadap suamimu kayanya hambar apakah kamu malu Krn terlanjur menuduhnya negatif ?
Neulis Saja
how about after finding out what actually happened? still doubt or trust your husband
Neulis Saja
sebaiknya h ketika memastikan kebenaran keduanya hrs ada dalam satu tempat kalau terpisah bisa2 si tiwi mengelak dan memojokkan Anwar namanya org jahat bisa memutarbalikkan fakta yg sebenarnya
Neulis Saja
ok make peace with your heart... what you see is no the same as what actually happened 🙏
Neulis Saja
someday Jani... you Will know who is wrong, Anwar or Tiwi? other people can commit crimes in any way so that their desires are ache ived
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!