Ye Chenlong adalah aib terbesar Klan Ye.
Di hari ujian bakat, ia dinyatakan memiliki bakat kultivasi terburuk sepanjang sejarah. Tunangannya memutuskan pertunangan di depan semua orang, keluarganya mengusirnya tanpa belas kasihan, bahkan nyawanya hampir berakhir di hutan terlarang.
Namun, di ambang kematian...
Darah yang telah tertidur selama ribuan tahun akhirnya terbangun.
Bukan kekuatan yang langsung membuatnya tak terkalahkan, melainkan serpihan ingatan dari leluhur Naga Purba yang menuntunnya menuju teknik kuno, warisan yang hilang, dan rahasia yang sengaja dikubur oleh dunia.
Semakin jauh ia melangkah, semakin banyak kebenaran yang terungkap.
Mengapa Klan Naga Purba dimusnahkan?
Siapa yang memburu seluruh pewaris garis darah naga?
Dan mengapa namanya telah tercatat dalam takdir jauh sebelum ia dilahirkan?
Ketika seluruh dunia menganggapnya sampah...
Tak seorang pun menyadari bahwa naga yang mampu mengguncang langit telah membuka matanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CICAK rawa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 19 :KUTUKAN IBLIS
"saudara chen awas"
belum selesai dengan pikirannya, tubuh ye chenlong sudah terdorong ke samping.
saat sadar ia melihat xiao yu sudah berguling.
"saudara yu"
ye chenlong menatap ke tempat lain, sosok iblis dengan kepala serigala namun bertubuh mirip seperti manusia.
seluruh tubuh iblis itu, tampak hitam dengan bau menyengat.
karena sebelumnya ia menarik kekuatan jiwanya, kini ye chenlong mulai menyebarkannya lagi.
ye chenlong sedikit memejam.
"tak hanya satu" batinnnya.
saat tengah mengawasi, iblis di depannya menyerang..
"saudara chen, hati hati" teriak xiao yu.
mata ye chenlong tetap terpejam, namun tangannya terangkat.
dengan gerakan halus, tangannya meliuk bagaikan ular, berhenti tepat di perut iblis itu.
bom.....
ledakan qi beletus.....
iblis itu terpental jauh, dengan perut berlubang.
xiao yu mendekat.
"saudara chen, kau tak apa?"
ye chenlong menggeleng.
"aku tak apa.."
"jangan khawatirkan aku, di sekitar sini masih ada beberapa iblis tingkat 1"
"walau mereka tak terlalu kuat"
ye chenlong menatap ke tanah, ia menatap air liur hijau yang keluar dari mulut iblis.
tanah itu tampak berasap....
"tapi hati hati dengan air liurnya, itu mengandung racun"
xiao yu juga menatap apa yang ye chenlong tatap.
saat ini ye chenlong merasakan ada hal yang aneh dengan pusat merediannya.
namun saat ini dia sama sekali tak bisa mengeceknya.
ye chenlong menatap xiao yu.
"saudara yu, hati hati... ada 3 iblis dari utara yang mendekat, dan masih ada 4 iblis dari arah barat"
xiao yu ikut menatap, ye chenlong.
mereka betatapan beberapa detik, lalu saling mengangguk.
tepat setelah saling mengangguk mereka melesat pergi, ye chenlong langsung mengarah ke arah ke 4 iblis di barat, dan xiao yu melawan 3 lainnya.
dengan kekuatan mereka sekarang, mereka bisa menghabisi iblis iblis itu.
bahkan pertarungan sama sekali tak ada ledakan besar, hanya ledakan energi kecil yang fatal.
"100 meter kirimu"
ye chenlong mengirimkan trasmisi suara ke xiao yu.
hal ini terjadi terus menerus, mereka menghabisi iblis 1 per satu.
ye chenlong terus memberi arhan, sampai mereka berkumpul lagi.
"saudara yu, kau terluka"
xiao yu menatap lengan yang sempat tergigit.
"tak apa, hanya luka kecil"
ye chenlong tak menjawab, ia memegang luka itu"
dengan kekuatan jiwanya, ye chenlong mulai memeriksa keadaan.
"tidak..."
"luka ini tak biasa, kita harus mencari tempat istirahat dulu"
"saudara chen, aku benar tak apa"
ye chenlong menggeleng pasti.
"mungkin sekarang tak terlalu terasa, tapi racun ini tak biasa"
"tapi.."
"bagaimana dengan turnamennya..."
"sudah tak usah memikikan itu dulu"
"sekarang ikuti aku" tegas ye chenlong.
xiao yu sama sekali tak bisa menjawab, walau tak terlalu merasakan sakit.
tapi lengannya kini mulai mati rasa.
mereka baru berhenti saat sampai ke dalam gua.
"saudara yu, pulihkan dirimu dulu. tempat ini cukup aman"
"baiklah.... sebelumnya Terima kasih"
ye chenlong tak menjawab, ia malah menekan pundak xiao yu untuk duduk.
"tak usah banyak bicara...."
saat ini, rasa aneh yang tadi terasa lebih kuat. karena tak merasakan aura iblis maupun manusia lagi di jarak 1 mil, ye chenlong mencari tempat untuk bermeditasi.
ia duduk terpejam, kesadarannya berpindah.
saat ini dia sudah berada di pusat merediannya, namun ini bukan tempat naga kuno berada.
ini adalah tempat energi di tampung sebelum di saring ke tubuh naga kuno.
ye chenlong terdiam sesaat, di hadapannya ada beberapa energi gelap yang menggumpal.
ia mendekat, menyentuh energi itu.
"sebenarnya apa ini?" bingungnya.
saat tengah mengamati, dia mendengar suara naga kuno.
"apa yang kau lakukan bocah..."
ye chenlong dengan reflek menarik tangannya.
"senior...."
"apa kau bangun"
"hem........"
ye chenlong tau, jarang sekali naga kuno ini membuka mata.
ini juga penyebab ia sebelumnya tak menanyakan tentang keanehan ini kepada naga kuno.
"senior...."
"apa kau tau apa ini?".
"bocah ku rasa kau tak buta kan..."
ye chenlong tersenyum canggung...
"bukan itu yang ku maksud senior, maksudku kenapa ada energi kotor di sini."
"padahal aku sama sekali tak menyerap qi sebelumnya"
"kemarilah...."
"biar ku periksa sendiri"
ye chenlong tak ragu, ia benar benar menandatangi naga kuno.
sampai di sana, cakar besar naga kubo terulur, cakar itu menyentuh kening ye chenlong dengan lembut.
rasa hangat langsung menjalar ke seluruh tubuhnya.
ini terjadi hanya beberapa detik, karena naga kuno melakukannya juga hanya beberapa detik.
"tak ku sangka, jiwa iblis waktu itu cukup sepesial" gumam naga kuno.
ye Chenlong mendengar gumaman ini, tapi dia tak mengerti apa maksudnya.
"senior, sebenarnya ada apa?"
"tidak ada....."
"kau sepertinya beruntung"
"kau mendapatkan kutukan iblis"
"kutukan iblis?"
"jika begitu di mana keberuntungannya? bukankah jika begitu, aku akan rugi"
naga kuno mendekatkan kukunya.
"dasar bodoh"
ia mengatakan ini, sambil mengayunkan kuku itu ke arah ye chenlong.
ye chenlong yang tak siap langsung terbang dan berguling beberapa ratus meter.
beruntungnya, ini adalah dunianya.
dan yang masuk bukan tubuh fisiknya, jadi walau terkena serangan ini ia tak apa.
"senior apa yang kau lakukan, apa kau mau membunuhku?"
"tak usah di lebih lebihkan, kau tak akan mati di sini"
"tapi kenapa kau menyerangku...?"
"tentu karena kau bodoh...."
"kau terlalu cepat menyela perkataanku."
ye chenlong menunduk, dia memang menyela ucapan naga kuno karena terlalu panik.
"bocah, apa kau ingat dengan bola hitam yang ku berikan kepadamu dulu"
ye chenlong kembali mendekat, ia mengeluarkan bola yang sudah kosong.
"maksud senior ini?".
"benar.... apa kau tau energi itu berasal dari mana?"
ye chenlong menggeleng, dia hanya tau bola itu de berikan oleh naga kuno dan dia menyerapnya.
"sebenarnya itu dari, jiwa iblis yang terkompresi menjadi energi. sepertinya iblis itu menaruh kutukan ke jiwanya sendiri"
ye chenlong menatap bola kosong di tangannya.
"kutukan...? sebenarnya kutukan apa itu, kenapa aku sama sekali tak bisa merasakannya?"
"jangankan kau bocah, bahkan jika dewa sekalipun tak akan bisa merasakan kutukan ini, karena ini adalah kutukan yang berbeda dengan kutukan biasanya yang masih bisa di rasakan"
ye chenlong menatap serius ke arah naga kuno dengan serius.
"senior, apa efek kutukan ini"
"ini adalah kutukan turun temurun bagi ras iblis, sebenarnya tak bisa di sebut kutukan bagi mereka."
"menurut mereka ini adalah berkah untuk menuju puncak"
"siapapun yang menerima kutukan ini, maka dia akan bisa mendapatkan 10 persen energi kotor yang ia bunuh"
"jika iblis yang memilikinya, iblis itu hampir 80 persen akan menjadi raja iblis selanjutnya, karena tak ada efek samping bagi mereka"
"namun, berbeda untuk ras manusia"
"berbeda....?"