NovelToon NovelToon
Pemilik Hati Suamiku ( Menikahi Kakak Ipar )

Pemilik Hati Suamiku ( Menikahi Kakak Ipar )

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Dijodohkan Orang Tua / Cinta Seiring Waktu / Duda
Popularitas:15.6k
Nilai: 5
Nama Author: roliyah

Shandra Hasanah, diusianya yang hampir kepala tiga selalu dikatain perawan tua dan dikatain memiliki wajah yang tidak cantik. Hingga suatu ketika ia dimintai menikah dengan mendiang suami adiknya, Athaya Besmana, karena sang adik yang bernama Alika dikabarkan mengalami kecelakaan dan Athaya sangat terpukul dengan kepergian sang istri.

Tak ingin membuat Athaya terus bersedih, orang tua Athaya justru meminta Shandra menjadi istri dari mendiang suami adiknya. Lalu, apa Shandra menerima permintaan orang tua Athaya?sementara Athaya masih sangat mencintai adiknya, Alika.

Ikuti kisah Shandra _Pemilik Hati Suamiku _

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon roliyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

"Bisa bicara sebentar," ucap Atha kepada Shandra.

Keduanya kini sudah berada di depan rumah Shandra. Sejak tadi Atha terus memikirkan perjodohan ini.

Melihat sang mama kesakitan dan tidak mau cidera di kepala mamanya bertambah parah. Ia sudah memutuskan apa yang diinginkan mamanya.

Semoga saja keputusannya tidak salah.

Shandra menanti apa yang ingin Atha katakan. Namun, lelaki yang berdiri tidak jauh darinya masih diam membisu.

"Mau bicara apa?" Akhirnya Shandra mengeluarkan suaranya, sebab Atha terus terdiam dan terlihat ragu-ragu untuk berbicara.

"Mm ... ini soal kita," ucap Atha ragu. "Maksudnya soal perjodohan yang mamaku inginkan. Apa kamu nerimanya?"

Kini Shandra lah yang terdiam. Apa ia langsung menolaknya di depan Atha? Sementara ada hati yang tengah ia jaga. Seorang lelaki yang saat ini berada di luar negeri demi mengenyam pendidikan di Kairo, Mesir. Lelaki itu berjanji, jika dia kembali ke tanah air, dia akan melamarnya.

Makanya sampai saat ini ia terus menyendiri demi lelaki yang ia sukai. Ia tidak peduli dengan kata perawan tua yang orang-orang sematkan kepadanya.

"Jujur, aku tidak bisa menerima perjodohan ini," jawab Shandra akhirnya.

"Kenapa?" tanya Atha.

"Karena aku---," ucapan Shandra terhenti karena Pak Hasan tiba-tiba bersuara.

"Shandra, Atha, kenapa berdiri di luar?" Pak Hasan kemudian menghampiri keduanya dan berdiri disamping Atha.

"Cuman bicara sebentar, Pa," sahut Atha. Kemudian Atha menyalami tangan Pak Hasan.

"Gimana kondisi mama kamu?" tanyanya.

"Sedikit lebih baik."

"Syukurlah. Mudah-mudahan mama kamu cepat sembuh. Maaf, Papa belum bisa tengok mamamu."

"Gak apa-apa, Pa. Yang penting doain aja biar mama cepat sembuh."

Pak Hasan mengangguk kecil.

"Ayo masuk, masa mau berdiri terus di sini," pungkas Pak Hasan lagi.

"Maaf, Pa, aku gak bisa mampir. Lain kali saja. Soalnya aku harus balik lagi ke rumah sakit," sahut Atha.

"Ya sudah," ucap Pak Hasan. Kemudian Atha pun pamit pergi dari sana.

***

Setelah beberapa hari di rawat di rumah sakit, akhirnya Bu Cici di perbolehkan pulang. Namun, tetap harus dipantau kondisinya. Jangan sampai, setelah keluar dari rumah sakit kondisi Bu Cici bertambah drop.

Atha sengaja menyempatkan waktu untuk menjemput mamanya pulang dari rumah sakit. Ia akhirnya lega sekaligus bersyukur karena keadaan mamanya sudah lebih baik.

Dan malam harinya, keluarga Pak Hasan datang berkunjung ke rumah Bu Cici. Selain melihat langsung kondisi Bu Cici, ada hal lain yang ingin disampaikan oleh Pak Ishaq kepada Pak Hasan.

Mereka semua kini berkumpul di ruang tengah. Pak Ishaq sengaja tidak langsung membicarakan perihal keinginan istrinya yang ingin menjodohkan Atha dengan Shandra.

"Jangan mikirin yang bisa memicu stres, Bu," ucap Bu Ami kepada Bu Cici.

Bu Cici mengangguk mengerti.

"O iya, saya baru ingat. Kemarin Pak Ishaq mau bicara soal apa?" tanya Pak Hasan.

Pak Ishaq berdehem pelan sebelum memulai pembicaraan ke yang lebih serius.

"Ini soal anak-anak kita," ucap Pak Ishaq.

"Kenapa dengan anak kita?" Pak Hasan balik bertanya.

"Jadi gini, saya dan istri saya sudah membicarakan soal ini dari beberapa waktu lalu, dan juga hubungan kita kan sudah dekat. Demi memperpanjang hubungan kita sebagai besan, kami berencana ingin menjodohkan Atha sama Shandra."

Pak Hasan terkesiap mendengar perkataan Pak Ishaq, begitu juga dengan Bu Ami. Keduanya saling pandang sesaat.

"Gimana, apa Pak Hasan setuju kalau Atha dan Shandra kita jodohkan?" ucap Pak Ishaq lagi.

Pak Hasan menggeser duduknya, lalu menatap wajah Pak Ishaq.

"Saya harus membicarakan dulu dengan Shandra," ujar Pak Hasan. Ia tidak mau mengambil keputusan sendiri tanpa perundingan dengan Shandra, sebab yang akan menjalankan semua ini adalah Shandra.

"Iya, tentu saja. Tapi saya berharap Pak Hasan setuju dengan perjodohan ini," ucap Pak Ishaq lagi.

"Kalau saya sih tidak masalah, tapi keputusan tetap ada di tangan Shandra."

"Pak Hasan, saya tahu keputusan memang di tangan Shandra, tapi saya mohon minta Shandra untuk menerima perjodohan ini. Saya cuma ingin Atha kembali bahagia," tutur Bu Cici dengan tatapan mata yang terlihat sedih.

Semua tahu dan tidak menutup mata, bagaimana hancur dan sedihnya Atha dengan kepergian Alika. Hidup Atha langsung berubah setelah kehilangan Alika di hidupnya. Lihatlah sekarang, selain sering mabuk-mabukan, penampilannya juga tidak terurus. Rambutnya gondrong, badannya kurus dan wajahnya brewokan, tidak seperti Atha yang sebelumnya. Yang selalu memperhatikan penampilan.

"Saya mengerti, Bu dan saya coba meminta Shandra menerima perjodohan ini," ucap Hasan.

Bu Cici tersenyum tipis dan berharap semua yang diharapkannya sesuai harapannya. Semoga saja Shandra mau menerima perjodohan ini. Ia bisa tenang bila Atha sudah kembali menikah dengan wanita pilihannya. Ia yakin Shandra pasti bisa membahagiakan Atha, seperti Alika yang selalu membuat Atha bahagia.

***

Shandra tersenyum menyambut pagi ini dengan hati yang gembira. Gimana tidak senang, semalam ia mendapatkan pesan dari pujaan hatinya yang mengatakan kalau bulan depan dia akan pulang ke tanah air.

Bibirnya terus tersungging indah, sambil membayangkan wajah lelaki yang ia cintai. Hampir tiga tahun lamanya ia menanti kedatangannya dan ia sangat berharap pujaan hatinya sungguh-sungguh akan datang melamarnya, seperti janjinya yang sering dia ucapkan.

"Aku udah gak sabar ingin bertemu sama kamu," monolog Shandra.

Kemudian Shandra melirik sekilas jam di handphonenya. Gegas ia keluar dari kamarnya untuk sarapan bersama keluarga tercintanya.

"Selamat pagi, Ma, Pa," sapa Shandra seraya menarik kursi dan duduk di kursi tersebut.

"Pagi juga," sapa balik Bu Ami.

Shandra kemudian membuka cadarnya dan menyimpannya di atas tas yang ia letakkan di kursi sebelahnya.

Pak Hasan menatap wajah Shandra, sambil memikirkan soal perjodohan yang diminta oleh Pak Ishaq dan Bu Cici.

Selama ini Pak Hasan tidak pernah melihat putrinya itu dekat dengan lelaki manapun. Bahkan diusianya yang sudah matang, Shandra masih betah dengan kesendiriannya. Pak Hasan pernah menjodohkan Shandra dengan beberapa teman anaknya, tapi saat bertemu dengan Shandra, hampir kesemua teman anaknya justru menolak mentah-mentah, hanya karena Shandra tidak sesuai dengan kriterianya.

Pak Hasan menghembuskan napas panjang. Ia merasa sangat sedih dengan nasib putri sulungnya itu.

Apa ia akan melakukan hal sama? Meminta Shandra menerima perjodohan ini?

Akan tetapi ia tidak mau membuat hati putrinya itu kecewa, jika nanti Atha pun menolak Shandra.

"Pa, ayo sarapan." Suara Bu Ami membuyarkan lamunannya, kemudian Pak Hasan mengangguk pelan kepalanya.

Setelah selesai sarapan, Shandra kembali menggunakan cadarnya dan ia bergegas berangkat kerja.

"Ma, Pa, aku berangkat dulu," pamit Shandra seraya menyalami tangan kedua orang tuanya. "Assalamualaikum," sambung Shandra.

"Wa'alaikum salam," jawab Bu Ami dan Pak Hasan bersamaan.

Setelah Shandra menghilang dari pandangan, Bu Ami kemudian membuka suaranya.

"Jadi gimana? Apa kita terima saja perjodohan ini dan memaksa Shandra untuk menerima Atha sebagai suaminya."

"Nanti papa pikirkan lagi."

1
partini
meledak tuh rasa iri di hati bikin esmosi,paling jadi prempuan lacknat
aihhh jangan lah sampai kaya drama Indosiar ya Thor
Ra2_Zel: tenang aja kak, aman🤭
total 1 replies
partini
kenapa ga Alika si h Thor yg mandul atau kedua nya biar impas dengan kejahatan yg mereka lakukan,,apa nanti ada drama jadi pelakor sodara nya sendiri kaya film paa itu lupa judulnya
partini
itu masih pagi seorang diri atha kemana masa iya dah pergi kerja
partini
itu resiko jadi wanita menggatal nikmati saja jangan bikin huru hara
falea sezi
🤣🤣 serakah amat lu alika😒 lacur
Ra2_Zel: emang gak tahu malu
total 1 replies
falea sezi
🤣🤣 pinjam dulu seratus astaga atta ngakak bgt q tuh 🤣 orang kaya gk. punya duit buat beli pertamax🤭
partini
pasti suamimu dengar apa yang baru kamu katakan Alika
partini
nice story
partini
istriku tercinta welehhh ❤️
partini
unboxing,,dikit hot lah Thor biar menjiwai 🤣
partini
bobo sihhhh make love lah
partini
😂😂😂 atta atta ,, hidup bahagia lah kalian dengan pasangan masing-masing
partini
atta atta dah bisa lihat istri mu sekarang
partini
syukur lah otak kamu mulai berfungsi atta ku kira jendel mau aja bekas om mu itu, secara lama pasti sering Ina inu lah ,buka hati dan matamu mu di kasih Berliana malah nunggu batu kali
partini
pasti sakit Banggt ,tapi lihat istri mu lah ngab be smart don't be so damn stupid
partini
atta kamu aja goblok cinta Ampe segitu nya ,, tanpa kamu sadari sekarang kamu aja udah bikin istri mu hatinya resah loh kamu juga egois lah
partini
San San kamu terlalu baik deh,,suami mu aja masih cinta Ampe sekarang
aiahhh ,,semoga otak nya terbuka si atta bukanya gelap mata ingin memiliki nya kembali terus kamu di tinggal
partini
harusnya di tau kasihkan,tapi bisanya ga tega deh so kita lihat apa betul" atta d kasih tau atau tidak
Mar Lina
kan
kan
akhirnya kebongkar juga...
lanjut thor ceritanya
di tunggu updatenya
Ra2_Zel: siap kak
total 1 replies
Mar Lina
mirip siapa
ayo???
lanjut thor ceritanya
di tunggu updatenya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!